📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPENGEMBANGAN SISTEM TELEPROCTORING UNTUK ASISTENSI DALAM PROSEDUR OPERASI JARAK JAUH
Teleproctoring merupakan salah satu aplikasi telemedicine yang memungkinkan dokter ahli memberikan bimbingan dan pengawasan secara real-time kepada dokter yang melakukan prosedur operasi dari jarak jauh. Dalam konteks penanganan stroke di Indonesia, ketersediaan dokter spesialis bedah saraf yang terbatas di daerah terpencil menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem teleproctoring terintegrasi yang mampu mendukung asistensi prosedur operasi jarak jauh melalui komunikasi audio-visual secara real-time, serta merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna pada prosedur operasi bedah saraf. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan user-centered design melalui wawancara dengan dokter spesialis bedah saraf sebagai calon pengguna. Sistem yang dikembangkan terdiri dari dua sub sistem utama, yaitu sub sistem perangkat keras, yang terdiri dari unit pemrosesan, kamera PTZ, dan video capture, dan sub sistem perangkat lunak yang dikembangkan dengan teknologi WebRTC untuk komunikasi real-time. Pengujian sistem dilakukan melalui empat tahap, yaitu verifikasi spesifikasi, pengujian fungsional dengan metode black box, pengujian non-fungsional terhadap performa streaming dan latensi, serta evaluasi usability oleh user. Pengujian fungsional menunjukkan seluruh 12 fitur yang dikembangkan berfungsi sesuai ekspektasi. Pengujian performa streaming pada empat skenario bandwidth menunjukkan sistem mampu beradaptasi terhadap kondisi jaringan yang bervariasi, dengan skor kualitas video VMAF bernilai 76,813 pada bandwidth tanpa batas dan skor 58,989 pada bandwidth 0,5 Mbps, serta kualitas audio yang tetap baik dengan skor ViSQOL di atas 4,0 pada seluruh skenario. Pengujian keandalan kontrol PTZ kamera mencapai persentase keberhasilan 100% pada kondisi input normal maupun input cepat. Evaluasi usability oleh 11 responden menghasilkan rata-rata skor SUS sebesar 78,86 dan skor SEQ sebesar 6,51/7. Evaluasi langsung oleh dua dokter spesialis bedah saraf di RSUD Undata Palu menunjukkan bahwa sistem dinilai lebih baik dibandingkan aplikasi video conference umum, dengan keunggulan spesifik pada fitur kontrol PTZ dan anotasi. Sistem dinilai cocok untuk prosedur digital subtraction angiography, coiling, thrombectomy, dan embolization, dengan skor kepuasan keseluruhan 10/10 dari dokter operator dan 8/10 dari dokter proctor.
IMPLEMENTASI SISTEM KOMUNIKASI VOIP POINT-TO-POINT DENGAN FITUR PUSH-TO-TALK SERTA PENGGUNAAN TLS DAN SRTP UNTUK KEAMANAN KOMUNIKASI
NIM : 18221094 Tugas akhir ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem komunikasi real-time yang efisien, sederhana, dan berbiaya rendah, terutama dalam konteks komunikasi Air Traffic Control (ATC). Sistem komunikasi ATC saat ini umumnya masih menggunakan teknologi circuit-switched yang memiliki biaya operasional tinggi dan fleksibilitas terbatas. Selain itu, aspek keamanan dan kemampuan untuk merekam komunikasi secara otomatis juga menjadi kebutuhan penting. Salah satu teknologi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut adalah Voice over Internet Protocol (VoIP). Namun, aplikasi VoIP yang tersedia saat ini, seperti Zoiper masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal keamanan, perekaman komunikasi, dan fitur Push-to-Talk. Untuk menjawab permasalahan ini, dikembangkan sebuah sistem komunikasi VoIP berbasis WebRTC yang mendukung komunikasi Point-to-Point, Push-to-Talk, Recording, serta dilengkapi dengan TLS, SRTP, Fail2Ban untuk menjamin keamanan komunikasi. Sistem ini dirancang dan diimplementasikan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC). Sistem ini dirancang dengan memanfaatkan WebRTC sebagai protokol utama untuk pengelolaan media komunikasi suara. Kemudian, Asterisk digunakan sebagai server VoIP yang menangani proses signaling, media stream, serta mendukung perekaman percakapan melalui fungsi MixMonitor. Untuk sistem web digunakan framework Next.js untuk membangun antarmuka pengguna sekaligus menjalankan layanan backend. Fitur Push-to-Talk diimplementasikan melalui pengendalian volume menggunakan GainNode dari Web Audio API. Untuk memastikan sinkronisasi status pengguna secara real-time, sistem ini juga mengintegrasikan Redis dan WebSocket sebagai mekanisme komunikasi data dua arah. Hasil evaluasi terhadap implementasi sistem komunikasi VoIP menunjukkan bahwa fungsionalitas sistem dapat bekerja tanpa kendala sesuai dengan kebutuhan yang sudah ditentukan. Selain itu, aspek keamanan sistem juga telah diuji terhadap serangan Man-in-the-Middle dan RTP injection. Hasil dari pengujian keamanan menunjukkan bahwa komunikasi suara telah terlindungi secara menyeluruh.