πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 8 dokumen

PERANCANGAN BUKU ENSIKLOPEDIA PAGELARAN WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA UNTUK DEWASA AWAL (18-25 TAHUN)

Perkembangan zaman dan perubahan pola konsumsi informasi memberikan pengaruh terhadap menurunnya pemahaman generasi muda, terutama pada turis, terhadap seni pertunjukan tradisional, salah satunya Wayang Orang Kasunanan Surakarta. Minimnya media informasi yang ringkas, terstruktur, dan menarik secara visual menyebabkan Wayang Orang kurang dikenal, khususnya terkait klasifikasi karakter tokoh dan elemen pertunjukannya. Kondisi ini diperkuat oleh keterbatasan referensi yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan audiens masa kini. Oleh karena itu, diperlukan media informasi alternatif yang mampu menyajikan pengetahuan Wayang Orang Kasunanan Surakarta secara edukatif dan komunikatif. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah ensiklopedia Wayang Orang Kasunanan Surakarta sebagai media informasi dan edukasi dengan pendekatan desain grafis. Perancangan dilakukan melalui metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada target sasaran. Landasan teori yang digunakan meliputi teori ensiklopedia, elemen pertunjukan Wayang Orang, serta prinsip desain komunikasi visual. Hasil perancangan diharapkan dapat menjadi media referensi yang informatif, menarik secara visual, dan berkontribusi dalam pelestarian serta pengenalan Wayang Orang Kasunanan Surakarta kepada turis dewasa awal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fayya Izzati
🏷️ Desain Grafis 🏷️ Edukasi Budaya 🏷️ Komunikasi Visual

PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL DENGAN MENGANGKAT MANFAAT TEH UNTUK MEREDAKAN STRESS BAGI PEKERJA USIA 21-30 TAHUN DI JAKARTA

Stres kerja merupakan permasalahan yang banyak dialami oleh pekerja muda di wilayah perkotaan, khususnya pada rentang usia 21–30 tahun. Tingginya tuntutan pekerjaan, tekanan waktu, serta ritme kerja yang cepat sering kali memicu stres akut ringan yang tidak selalu disadari maupun dikelola dengan baik. Di sisi lain, teh sebagai minuman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari memiliki asosiasi dengan rasa tenang dan relaksasi, serta didukung oleh kajian ilmiah mengenai potensinya dalam membantu meredakan stres. Namun, pemanfaatan teh sebagai medium edukasi kesehatan mental melalui kampanye sosial berbasis komunikasi visual masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye sosial yang mampu meningkatkan kesadaran pekerja muda terhadap stres kerja akut, sekaligus memperkenalkan teh sebagai bentuk stress-relief sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian. Metode perancangan yang digunakan adalah Double Diamond, yang mencakup tahap Discover, Define, Develop, dan Deliver. Landasan teori yang digunakan meliputi teori kampanye komunikasi dari Rogers dan Storey, strategi DRIP Marketing Communications, serta teori komunikasi visual. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan pekerja muda untuk menggali persepsi terhadap stres, kebiasaan coping, serta preferensi visual audiens. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi perancangan kampanye sosial yang menekankan pendekatan visual yang tenang, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan pekerja urban. Rekomendasi tersebut mencakup strategi pesan, tone komunikasi, serta pemilihan media kampanye yang bertujuan membangun kesadaran, keterlibatan emosional, dan mendorong audiens untuk menerapkan ritual sederhana minum teh sebagai bagian dari pengelolaan stres. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendekatan kampanye kesehatan mental yang lebih ringan, relevan, dan mudah diterima oleh pekerja muda.

2026
πŸ‘€ Penulis: Yesha Angeline
🏷️ Kampanye Sosial 🏷️ Stress Kerja 🏷️ Komunikasi Visual

PERANCANGAN PEMBARUAN IDENTITAS KOTA DEPOK MELALUI CITY REBRANDING DALAM UPAYA PENGUATAN CITRA KOTA

Konsep city branding merupakan instrumen penting dalam pengelolaan kota. Kota Depok, melalui peluncuran brand "Depok Friendly City" pada tahun 2016, berupaya membangun citra kota yang ramah dan inklusif. Namun, penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan merek (brand gap) yang signifikan antara narasi resmi kota dengan citra aktual yang berkembang di masyarakat, di mana Depok justru sering diasosiasikan dengan karakter yang tidak selaras dengan nilai keramahan, bahkan memunculkan label "kota paling absurd" di ruang publik. Kesenjangan ini diperburuk oleh ketiadaan sistem identitas visual yang kuat, konsisten, dan terintegrasi untuk mendukung slogan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi aktual identitas dan citra Kota Depok melalui brand audit berbasis komunikasi visual, merumuskan strategi city rebranding dari hasil analisis kesenjangan, dan mengembangkan sistem identitas visual beserta pedoman implementasinya. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan kerangka Anholt City Brand Hexagon sebagai dasar analisis dan metodologi Double Diamond sebagai kerangka perancangan, didukung survei terhadap 236 responden serta wawancara dengan 9 narasumber. Hasil perancangan berupa sistem identitas visual "depOK", berakar pada etimologi padepokan dan warisan kota pendidikan, mencakup logotype, tipografi khusus (Depok Sans), serta palet warna yang merepresentasikan sebelas kecamatan, dituangkan dalam buku pedoman merek (brand guideline book). Sistem ini diharapkan menjadi kontribusi konseptual bagi pengelolaan komunikasi visual city branding Kota Depok yang lebih konsisten dan relevan, sekaligus memperkuat rasa kepemilikan (sense of belonging) warga.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Azka Arkananta
🏷️ City Branding 🏷️ Manajemen Citra Kebangsaan Kota 🏷️ Komunikasi Visual

RANCANGAN ANIMASI EKSPERIMENTAL MENGENAI KRISIS TENAGA PETANI MUDA DI INDONESIA

Indonesia mengalami ancaman kerawanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian akibat krisis regenerasi petani. Banyaknya generasi muda yang mulai meninggalkan sektor pertanian mengakibatkan terjadinya fenomena penuaan petani sehingga tingkat regenerasi petani semakin menurun. Beberapa faktor penyebabnya antara lain seperti stigma negatif, rendahnya kesejahteraan, dan minimnya representasi pertanian yang menarik di media sosial. Perancangan tugas akhir ini bertujuan untuk mengeangkat isu ini ke ruang publik masyarakat menggunakan narasi dan visual eksperimental sebagai bentuk komunikasi visual yang bersifat reflektif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan akademisi dan praktisi pertanian, serta penyebaran kuesioner. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Double-Diamond (Discover, Define, Develop, Deliver) untuk mengeksplorasi masalah secara mendalam dan menghasilkan solusi yang tepat sasaran. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah video animasi eksperimental berdurasi pendek berjudul β€œThe Food We Ate” yang ditujukan kepada Gen Z berumur 18-25 tahun. Animasi ini menggunakan gaya visual semi-realis, dengan narasi metaforis. Karya ini ditujukan untuk menyadarkan dan mengajak penonton generasi muda merefleksikan pentingnya peran pertanian dalam keberlanjutan hidup manusia. Perancangan ini diharapkan menjadi kontribusi dalam meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian, sekaligus menjadi pemicu bagi media-media visual lain untuk membahas isu krusial ini dengan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan bagi generasi muda.

2025
πŸ‘€ Penulis: Salsabila Qurrata A'yun
🏷️ Krisis Pertanian 🏷️ Komunikasi Visual 🏷️ Refleksi Generasi Muda

PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL TENTANG EDUKASI PENYADARAN GANGGUAN DISLEKSIA PADA ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Indonesia memiliki sekitar 5 juta anak usia sekolah yang mengalami disleksia, dengan rata-rata 2 juta kasus baru setiap tahunnya (Pratamawati dalam Aryani, 2022). Meski pendidikan setara menjadi kewajiban, anak-anak dengan disleksia sering kali tidak mendapatkan pembelajaran yang sesuai karena kurangnya pemahaman dari guru dan orang tua. Ketidaktahuan ini menyebabkan anak-anak disleksia yang bersekolah di pendidikan reguler kesulitan mengikuti kurikulum yang diseragamkan, sehingga tidak mencapai kesetaraan dalam pendidikan. Kampanye ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan guru tentang cara pembelajaran yang tepat bagi anak disleksia. Menggunakan strategi komunikasi AISAS dan metode pembelajaran VAKT (Visual, Auditori, Kinestetik, dan Taktil), kampanye ini terdiri dari tahapan conditioning, informing, dan reminding. Tujuan utama perancangan ini adalah untuk mengidentifikasi metode belajar yang efektif bagi anak disleksia serta merancang kampanye sosial yang mengedepankan prinsip Desain Komunikasi Visual, melalui riset yang mencakup studi pustaka, wawancara ahli, dan observasi. Konsep kampanye ini memiliki Ide Besar yaitu meningkatkan motivasi belajar anak disleksia dengan memperkenalkan metode belajar yang menyenangkan. Kampanye ini menggunakan visual dengan karakter yang mewakili metode belajar VAKT dan warna-warna kontras untuk menyesuaikan dengan target. Hasil dari perancangan ini adalah kampanye sosial terpadu yang diharapkan dapat membantu pendidik, orang tua, dan praktisi dalam mendukung anak-anak dengan disleksia.

2024
πŸ‘€ Penulis: Shelyn Widyanira
🏷️ Disleksia 🏷️ Komunikasi Visual 🏷️ Desain Komunikasi

PERANCANGAN ENSIKLOPEDIA VISUAL LAMPUNG SAIBATIN UNTUK PELAJAR TINGKAT SMA DI LAMPUNG

Kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap kebudayaan masyarakat Lampung di tempat asalnya menjadi fenomena kesenjangan budaya yang dapat memicu ketegangan sosial. Diperlukan edukasi kebudayaan Lampung kepada masyarakat etnik lainnya agar mendorong nilai toleransi. Sebagai seorang desainer grafis perancang mengusulkan pembuatan media edukasi, yaitu ensiklopedia visual yang membahas kebudayaan Lampung pesisir atau Saibatin. Ensiklopedia visual tersebut menggunakan pendekatan komunikasi visual, yaitu ilustrasi dan gambar untuk menggugah minat baca. Audience perancangan ini adalah pelajar tingkat SMA di Lampung yang didasarkan pada pengujian tingkat pemahaman kebudayaan melalui kuesioner yang melibatkan 112 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, studi literatur, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil perancangan ini berupa ensiklopedia visual berbentuk buku cetak yang berisi topik kebudayaan dan visual gambar yang representatif dari Lampung Saibatin. Harapanya, semoga perancangan ini dapat menjadi media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan kebudayaan Lampung Saibatin, serta menjadi referensi peneliti lainnya.

2024
πŸ‘€ Penulis: Hasim Asyari
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Komunikasi Visual 🏷️ Pendidikan Etnik

PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL MEMBANGUN GAYA HIDUP SEHAT DENGAN MENJAGA RITME SIRKADIAN UNTUK GENERASI Z DI DAERAH URBAN

Gaya hidup sehat merupakan kualitas hidup yang seharusnya dijalankan oleh seluruh manusia untuk menciptakan hidup yang berkualitas. Aspek utama yang menentukan gaya hidup sehat adalah keberjalanan ritme sirkadian atau biasa disebut jam biologis yang mengatur pola tidur dan juga aspek lain sepeti pola makan dan aktivitas fisik. Sayangnya banyak masyarakat Indonesia terutama generasi Z yang tinggal di daerah Urban dengan gaya hidup yang serba cepat belum menjalankan gaya hidup sehat dengan menjaga ritme sirkadiannya karena berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Perancangan kampanye ini mengusulkan penyebaran informasi untuk menambah pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya penjagaan ritme sirkadian untuk membangun gaya hidup sehat. Perancangan ini bertujuan mengarahkan generasi Z untuk menjaga ritme sirkadiannya melalui sebuah kampanye melalui strategi komunikasi dengan menggunakan prinsip desain komunikasi visual. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, obserbasi, dan wawancara ahli, serta kuisioner untuk data sekunder. Hasil dari perancangan ini berupa kampanye sosial dengan media yang sesuai.

2024
πŸ‘€ Penulis: Angelica Ratih Rahardjo
🏷️ Gaya Hidup Sehat 🏷️ Ritme Sirkadian 🏷️ Komunikasi Visual

PHOTOVOICE SEBAGAI MEDIA BERKOMUNIKASI PADA KOMUNITAS TULISTUDI KASUS: KOMUNITAS KARYA SENI TULI

Individu dalam komunitas Tuli menghadapi tantangan unik dalam berkomunikasi karena memiliki keterbatasan komunikasi verbal. Dengan keterbatasan yang dimilikinya, Tuli mengalami kendala dalam membangun koneksi emosional dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kehidupan komunitas. Komunikasi verbal seringkali tidak memadai untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan mereka sehingga dibutuhkan sarana bagi individu Tuli menyampaikan pengalaman mereka melalui medium visual salah satunya fotografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana photovoice, suatu metode partisipatif di mana individu menggunakan fotografi untuk mendokumentasikan, merefleksikan, dan berbagi pengalaman hidup mereka, dapat menjadi media berkomunikasi pada komunitas Tuli dan bagaimana hasil analisa tema foto dalam photovoice sebagai media berkomunikasi pada komunitas Tuli. Penelitian ini menggunakan metode photovoice, salah satu bentuk participatory action research di mana partisipan mendokumentasikan aspek kehidupan mereka melalui fotografi dan memberikan penjelasan tertulis atau lisan atas gambar yang dibuat. Kemudian analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik dengan menggunakan bantuan software MAXQDA. Dari hasil diskusi yang telah dilakukan terdapat 3 tema yang menjadi fokus utama selama kegiatan photovoice berlangsung yakni "Media Untuk Mencapai Kesetaraan", "Interaksi dan Hubungan Sosial" dan "Ekspresi dalam Mengungkapkan Perasaan". Photovoice telah terbukti sebagai alat yang mampu memberikan suara kepada komunitas Tuli melalui media komunikasi visual. Dengan memanfaatkan fotografi sebagai medium utamanya, photovoice memberikan ruang bagi anggota komunitas Tuli untuk cara yang mungkin sulit diungkapkan melalui kata-kata verbal.

2024
πŸ‘€ Penulis: Yosephien R Prananda Wibowo
🏷️ Komunikasi Visual 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Komunikasi 🏷️ Partisipatif Action Research
πŸ’¬