πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 10 dokumen

PERANCANGAN RAFT-PILE FOUNDATION DAN BASEMENT DIAPHRAGM WALL DENGAN PERKUATAN GROUND ANCHOR PADA PROYEK GEDUNG SENTRA BISNIS

Gedung Sentra Bisnis merupakan bangunan bertingkat yang direncanakan pada kondisi tanah dengan karakteristik tertentu yang memerlukan sistem fondasi dalam untuk mendukung beban struktur secara aman. Proyek ini mencakup perancangan sistem fondasi dan sistem penahan galian basement, dengan fokus utama pada fondasi raft-borepile serta diaphragm wall dengan ground anchor. Sistem fondasi yang digunakan berupa kombinasi raft dan tiang bor (borepile) untuk meningkatkan kapasitas dukung serta mengontrol penurunan. Tiang bor berfungsi sebagai penahan beban vertikal dan lateral, yang terintegrasi dengan raft foundation untuk mendistribusikan beban ke tanah dasar. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi daya dukung aksial, kapasitas lateral, serta interaksi raft dan tiang bor dalam menerima beban struktur. Dinding basement dirancang menggunakan diaphragm wall untuk menahan tekanan tanah lateral pada kedalaman galian, yang diperkuat dengan sistem ground anchor pada elevasi tertentu guna menjaga stabilitas galian selama konstruksi. Analisis juga mencakup kestabilan dinding galian terhadap tekanan tanah dan air tanah, serta deformasi yang terjadi selama tahapan pekerjaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Bintang Rezki Mulia
🏷️ Konstruksi 🏷️ Fondasi 🏷️ Diaphragm Wall

PERANCANGAN PONDASI DALAM PADA REDESAIN PASAR KIARACONDONG

Pasar yang sukses adalah pasar yang ramai oleh aktivitas sosial dan ekonomi. Hal tersebut dapat ditandai dengan tersedianya ruang ruang yang nyaman, akses yang mudah, dan menjadi wadah aktivitas kegiatan sosiokultural. Redesain Pasar Kiaracondong merupakan pasar tiga lantai dengan elevasi maksimum 11m yang difungsikan sebagai pasar dan juga ruang terbuka publik. Desain pembangunan redesain Pasar Kiaracondong terdiri dari struktur gedung pasar utama. Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk merancang sistem pondasi yang dapat memikul beban struktur atas. Perencanaan desain pondasi bertujuan untuk menentukan struktur yang dapat mengalirkan beban dari struktur atas ke tanah. Pondasi yang digunakan untuk gedung pasar adalah spun pile dengan tujuan untuk mengantisipasi gangguan suara, vibrasi, dan kerusakan struktural di area sekitar lokasi proyek. Spun pile dengan diameter 600mm dan panjang 22m meter dianalisis dari segi kekuatan menahan beban struktur atas serta penurunan yang terjadi. Analisis dilakukan dengan perhitungan manual dengan bantuan software ETABS, LPILE, dan Ensoft GROUP. Perancangan tulangan struktur bawah bertujuan untuk memastikan elemen struktur bawah mampu menahan beban dari struktur atas agar dapat mengalirkan beban ke tanah. tulangan yang dirancang diantaranya penulangan pile cap dan pile head treatment. Pile head treatment merupakan proses penyatuan antara spun pile dan pile cap agar menjadi satu komponen struktural yang homogen.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fauzan Rajal Azzami
🏷️ Konstruksi 🏷️ Pondasi 🏷️ Analisis Struktur

ANALISIS KELAYAKAN DAN STRATEGI MASUK PASAR JASA PEMETAAN 3D PADA SEKTOR YANG SEDANG BERKEMBANG DI INDONESIA

Teknologi pemetaan saat ini berkembang pesat, dengan pengembangan perangkat keras seperti pemindai laser, fotogrametri UAV, dan pemodelan digital. Adopsi teknologi meningkat secara global di sektor konstruksi, budaya, hiburan, lingkungan, dan lainnya. Namun, di Indonesia, situasinya berbeda. Adopsi teknologi ini masih terbatas, terutama di sektor pertambangan, konstruksi, dan pemerintahan. Industri tesebut secara historis telah membentuk tulang punggung pendapatan perusahaan. Tantangannya adalah perusahaan telah mengalami penurunan pendapatan dari dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menemukan solusi baru seperti diversifikasi. Studi ini meneliti kelayakan PT Geo Indonesia memasuki beberapa sektor alternatif yang telah berhasil mengadopsi teknologi pemetaan 3D secara global, namun sebagian besar masih belum dimanfaatkan di pasar Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, menggabungkan wawancara dari pemangku kepentingan di berbagai industi, didukung oleh data sekunder tentang tren pasar, peraturan, dan perkembangan teknologi. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga segmen pasar utama: pertama, sektor tradisional dengan permintaan yang stabil tetapi melambat; Kedua, sektor teknik yang sedang berkembang yang membutuhkan data dengan akurasi tinggi tetapi menghadapi kendala kemampuan dan biaya; dan ketiga, sektor kreatif yang sedang berkembang yang menunjukkan potensi kuat karena permintaan mereka akan visualisasi dan layanan berbasis proyek. Analisis eksternal menunjukkan bahwa tren digitalisasi di Indonesia menguntungkan, dengan inisiatif pemerintah yang mendukung. Analisis internal menunjukkan PT Geo-Indonesia memiliki keahlian teknis yang kuat dan akses ke peralatan canggih. Namun, terdapat kesenjangan organisasi dalam alur kerja layanan, kemampuan pemasaran, dan SDM, khususnya dalam kompetensi yang diperlukan untuk diversifikasi pasar. Penerapan Tes Porter mengkonfirmasi bahwa diversifikasi ke layanan pemetaan 3D menarik, terjangkau, dan sinergis dengan kekuatan perusahaan yang ada. Studi ini merekomendasikan strategi penargetan ganda: memprioritaskan industri kreatif untuk penetrasi pasar yang cepat dan membangun kemampuan layanan tingkat teknik jangka panjang di bidang arsitektur, properti, dan minyak dan gas. Rencana implementasi mencakup pengembangan alur kerja, edukasi pasar, pembangunan portofolio, dan kemitraan strategis. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk upaya diversifikasi dan meningkatkan pemahaman tentang strategi memasuki pasar di sektor jasa geospasial Indonesia yang sedang berkembang.

2026
πŸ‘€ Penulis: Husnia Nur Annisa
🏷️ Digitalisasi 🏷️ Pertambangan 🏷️ Konstruksi

STUDI KELAYAKAN PERANCANGAN PABRIK PT X UNTUK PRODUKSI RESIN POLYUREA-SILICATE

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan perancangan pabrik PT X yang akan memproduksi resin polyurea-silicate melalui studi kelayakan menyeluruh mencakup aspek pasar, teknis, manajemen, hukum, sosial-lingkungan, dan finansial. Produk resin ditujukan untuk sektor pertambangan dan konstruksi dengan potensi pasar yang terus meningkat. Analisis dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, termasuk proyeksi permintaan dengan metode compound annual growth rate (CAGR) dan quadratic linear regression, pemilihan lokasi dengan hybrid analysis, serta perhitungan indikator finansial seperti net present value (NPV), internal rate of return (IRR), dan payback period. Hasil menunjukkan bahwa proyek memiliki prospek permintaan jangka panjang, proses produksi yang efisien, struktur organisasi yang fungsional, serta memenuhi regulasi yang relevan. Secara keseluruhan, proyek memenuhi kelayakan aspek pasar, teknis, manajemen, hukum, sosial-lingkungan, dan finansial. Proyek dinyatakan layak dilaksanakan dengan nilai NPV sebesar Rp 5,925 miliar, IRR sebesar 13,015%, dan periode pengembalian investasi selama 8,579 tahun. Proyek ini juga diperkirakan akan memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan efisiensi rantai pasok bahan kimia domestik. Implikasi manajerial dari hasil penelitian ini adalah pentingnya kesiapan organisasi dalam tahap implementasi, serta pengawasan berkelanjutan terhadap aspek teknis dan finansial.

2025
πŸ‘€ Penulis: Abbie Massie P. Hutagalung
🏷️ Pertambangan 🏷️ Konstruksi 🏷️ Analisis Finansial

POLA KETERKAITAN SPASIAL PENGEMBANGAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang beperan dalam perekonomian nasional. Hal ini terlihat berdasarkan laju pertumbuhan ekonomi yang berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, tingginya pertumbuhan ekonomi wilayah diikuti dengan tingginya kesenjangan antar wilayah. Salah satu pendekatan dalam mengurangi ketimpangan wilayah adalah dengan meningkatkan keterkaitan antar wilayah melalui pengembangan sektor unggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola keterkaitan wilayah menurut sektor unggulan dengan menggunakan data time-series PDRB berdasarkan lapangan usaha tahun 2021-2023. Penentuan sektor unggulan ditentukan berdasarkan hasil analisis metode tipologi klassen, sehingga diketahui terdapat tujuh sektor yang masuk dalam kategori sektor unggulan yaitu: 1) Pertanian,Kehutanan, dan Perikanan, 2)Konstruksi, 3)Perdagangan besar dan Eceran, 4) Real Estat, 5) Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial, 6) Jasa Pendidikan, serta 7) Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Hasil analisis tersebut kemudian dijadikan sebagai dasar dalam penentuan keterkaitan spasial menggunakan analisis Morans I dan Local Indicator Spasial Analysis (LISA). Hasil Moran’s I pada ketujuh sektor di Provinsi Sulawesi menunjukkan tidak terdapat keterkaitan spasial secara global berdasarkan sektor unggulan di Sulawesi Selatan. Apabila ditinjau berdasarkan keterkaitan spasial secara lokal menggunakan analisis LISA terdapat 3 pola yang terbentuk yang ditinjau berdasarkan sektor unggulan yaitu Low-Low, Low-High, dan High-Low. Hasil temuan ini memberikan gambaran mengenai tidak meratanya nilai PDRB tiap sektor apabila ditinjau berdasarkan kedekatan wilayahnya, sehingga dapat dijadikan dasar dalam intervensi kebijakan yang lebih efektif dalam pengembangan ekonomi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Rizkiyah Amaliah Fadila
🏷️ Pertanian 🏷️ Konstruksi 🏷️ Perdagangan Besar Dan Eceran

KAJIAN INVESTASI SEKTOR PERTAMBANGAN MINERBA PROVINSI ACEH: STUDI KASUS PERBANDINGAN OTONOMI KHUSUS DAN NON-OTONOMI KHUSUS

Perubahan status Provinsi Aceh dari otonomi khusus menjadi non-otonomi khusus pada 2027 membawa implikasi besar terhadap keuangan daerah dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan Aceh, dinamika Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta prospek sektor pertambangan mineral dan batubara pasca-otonomi khusus.Dengan metode Auto-Regressive Distributed Lag (ARDL) dan Error Correction Model (ECM), hasil penelitian menunjukkan: (1) sektor pertanian (1.269048), pertambangan (1.586756), dan konstruksi (2.034662) menjadi penggerak utama ekonomi Aceh, namun sektor pertambangan memiliki korelasi negatif terhadap PAD (-1.950899), (2) sektor pertambangan belum memberikan kontribusi optimal terhadap PDRB dengan keterkaitan antar-sektor yang lemah (RΒ² 0.5). (3) kemandirian keuangan daerah masih rendah (11-45%) dengan ketergantungan tinggi terhadap transfer pemerintah pusat (86-99%). Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), reformasi kebijakan perimbangan keuangan, dan strategi investasi yang tepat agar Aceh dapat beradaptasi dengan transisi status otonomi dan memastikan stabilitas ekonomi di masa depan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Izzulhaq
🏷️ Pertanian 🏷️ Konstruksi 🏷️ Pertambangan Mineral Dan Batubara

PERANCANGAN STRUKTUR DERMAGA CENTRAL WORKSHOP TIPE DECK ON PILE DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK, JAKARTA UTARA, DKI JAKARTA

Indonesia merupakan negara yang daratannya disatukan oleh lautan, laut memiliki peran yang begitu besar untuk kelangsungan bangsa ini. Dengan kondisi geografis yang sebagian besar adalah perairan dan masyarakat yang semakin tinggi kebutuhannya, transportasi laut menjadi pilihan yang paling baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Transportasi laut berupa kapal dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat mulai dari trasportasi barang hingga mobilitas manusia itu sendiri, kapal laut membutuhkan pelabuhan untuk berlabuh, setiap pelabuhan harus bisa memfasilitasi kapal-kapal yang akan bersandar di pelabuhan tersebut, salah satunya adalah layanan TugBoat. TugBoat atau Kapal Tunda juga harus melakukan perawatan dan parkir di satu dermaga khusus yang ada di pelabuhan tersebut. Salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia yaitu Pelabuhan Tanjung Priok akan memperbaiki salah satu dermaga TugBoat nya yaitu Dermaga Central Workshop (CWS) yang juga akan menjadi tempat parkir beberapa alat berat milik pelabuhan. Tugas Akhir ini membahas tentang perancangan struktur dermaga Central Workshop di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Priok, Jakarta Utara, DKI Jakarta yang terdiri dari perancangan struktur dermaga tipe deck on pile yang akan melayani sandarnya tugboat dan parkirnya alat berat di atas dermaga. Lingkup pembahasan dari Tugas Akhir meliputi pengumpulan dan pengolahan data, perancangan desain awal (preliminary design) struktur agar dapat menahan beban yang bekerja, pemodelan dan analisis struktur dengan software SAP 2000, perancangan penulangan elemen struktural, beserta analisis daya dukung tanah struktur, baik aksial maupun lateral. Elemen struktural pada struktur mencakup balok, pelat, tiang pancang, dan pile cap. Pemodelan dan analisis struktur akan dilakukan sesuai dengan batasan nilai UCR dan defleksi yang dapat diterima oleh struktur sesuai batasan standar. Output dari pemodelan berupa desain optimum dan akan didapatkan gaya dalam beserta reaksi perletakan struktur dermaga yang akan digunakan pada desain tulangan elemen struktural dan analisis daya dukung tanah. Struktur dermaga hasil perancangan memiliki dimensi panjang 75 m dan lebar 20 m. Struktur akan memiliki elevasi +2 m dari LWS. Berdasarkan desain struktur optimum, tiang pancang yang digunakan adalah 400 mm dengan ketebalan 11 mm. Struktur dermaga dipancang hingga kedalaman 21 m di bawah dasar laut. Hasil dari Tugas Akhir ini berupa dimensi struktur beserta dimensi elemen struktural dari struktur, fasilitas berlabuh dan bertambat kapal, detail penulangan elemen struktural dermaga, beserta kedalaman pemancangan tiang pancang.

2024
πŸ‘€ Penulis: Caesario Satyanegara
🏷️ Konstruksi 🏷️ Pelabuhan 🏷️ Dermaga

PERANCANGAN FONDASI PILED RAFT DENGAN METODE KONVENSIONAL POULOS PROYEK RUMAH SUSUN YOS SUDARSO TOWER 1 DI TANJUNG PRIOK, JAKARTA UTARA

Rumah Susun Yos Sudarso berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara dan terdiri dari dua tower, yakni tower 1 dan tower 2. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem fondasi tower 1 yang lebih optimal dari desain awal. Redesain sistem fondasi dari yang mulanya berupa fondasi tiang pancang menjadi fondasi rakit bertiang diharapkan mampu mengoptimasi performa fondasi dalam mereduksi penurunan tanah yang berlebihan akibat kondisi tanah di lokasi proyek yang didominasi oleh tanah lempung kelanauan dengan kelas situs berupa tanah lunak (SE). Sistem fondasi hasil redesain berupa tiang bor sebanyak 462 tiang dengan kedalaman tiang 4 m lebih pendek dari desain awal. Dimensi rakit hasil desain memiliki panjang 50 m, lebar 48 m, dan ketebalan 2 m. Penurunan elastik tanah dianalisis dengan metode kurva trilinear Poulos dan Vesic, sedangkan penurunan konsolidasi tanah dianalisis dengan metode Braja M. Das dengan hasil penurunan maksimum 9,8 cm dan beda penurunan 3,24 cm, dengan selisih penurunan 3 cm lebih kecil dari desain awal. Analisis daya dukung aksial sistem fondasi rakit bertiang dilakukan dengan metode konvensional yang diperkenalkan oleh Poulos untuk memperoleh proporsi dan distribusi beban yang dipikul komponen rakit dan tiang. Daya dukung lateral sepenuhnya berasal dari kontribusi tiang dan dianalisis dengan bantuan perangkat lunak LPILE untuk tiang tunggal dan GROUP untuk memodelkan sistem fondasi secara keseluruhan. Desain penulangan fondasi dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SpColumn dan SAFE.

2024
πŸ‘€ Penulis: Immanuel
🏷️ Konstruksi 🏷️ Analisis Penurunan Tanah 🏷️ Desain Fondasi

PERANCANGAN FONDASI PILED RAFT PADA GEDUNG AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD

Institut Teknologi Bandung sedang melaksanakan proses pembangunan Gedung Akademik. Perancangan fondasi piled raft pada bangunan tersebut perlu dilakukan dengan matang. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis dan desain sehingga didapatkan jenis fondasi yang mampu menahan beban struktur. Perancangan ini bertujuan untuk menentukan daya dukung tiang dan raft yang menghasilkan konfigurasi dan dimensi dari fondasi piled raft. Selain itu, perancangan ini juga meninjau nilai penurunan total yang dihasilkan dari desain fondasi piled raft serta distribusi beban yang ditanggung oleh tiang dan raft. Perncangan fondasi piled raft dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang memodelkan fondasi piled raft serta melakukan simulasi terhadap beban yang dipikul oleh fondasi piled raft. Berdasarkan pemodelan tersebut diperoleh jumlah tiang yang digunakan sebanyak 110 tiang dengan spasi 1,5 m dengan penurunan total sebesar 2,63 cm. Distribusi beban yang dihasilkan adalah sebesar 84% dipikul oleh tiang sedangkan 16% dipikul oleh raft.

2024
πŸ‘€ Penulis: Gibran Kastara Pandega Pragata
🏷️ Konstruksi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Metode Elemen Terbentuk

PERANCANGAN DRIVEN PILE DAN DIAPHRAGM WALL PADA PROYEK ITB INNOVATION PARK DI KAWASAN TERPADU SUMMARECON BANDUNG

Proyek ITB Innovation Park Kawasan Terpadu Summarecon Bandung ini terdiri dari dua gedung utama dan basement dua tingkat. Kedua gedung tersebut secara struktural dibangun dengan sistem pemikul rangka momen khusus yang dilengkapi dengan dinding geser struktural khusus (Sistem Ganda) untuk memikul beban gempa. Tugas akhir ini memiliki tujuan utuk merancang sistem Fondasi yang dapat memikul beban dari struktur serta merancang sistem dinding penahan galian tanah yang dapat memberikan keamanan saat pekerjaan galian basemen. Perancangan desain dinding penahan tanah bertujuan sebagai sistem proteksi galian dan nantinya akan menjadi dinding basement permanen juga sedalam sembilan meter. Penggalian untuk setiap tahapan akan dipasangkan strut untuk menjaga keamanan galian dengan gaya prategang tertentu. Analisis dilakukan secara konvensional dan menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX untuk mensimulasikan tahapan-tahapan galian. Sistem pondasi yang digunakan adalah sistem pondasi tiang pancang yang disatukan oleh raft. Dalam menentukan daya dukung pondasi, akan dilakukan dengan penentuan parameter tanah terlebih dahulu menggunakan korelasi dari data N-SPT yang dimiliki. Selanjutnya, digunakan aplikasi LPILE dan GROUP untuk mendapatkan kapasitas batas lateral, momen dan distribusi beban dari kolom ke masing-masing tiang untuk diperiksa syarat safety factor nya. Pemeriksaan akhir ini dilakukan dengan memodelkan menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX untuk memastikan distribusi gaya raft ke tiang sesuai syarat dan pengecekan penurunan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Ananda Rajendra Dwiputranto
🏷️ Konstruksi 🏷️ Analisis Geoteknik 🏷️ Desain Struktural
πŸ’¬