📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PERANCANGAN ULANG FONDASI TIANG BOR DAN ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA-WAKTU DENGAN JACK-IN PILE: STUDI KASUS PROYEK HUDSON SQUARE

Pemilihan sistem fondasi dalam merupakan aspek penting dalam perencanaan struktur bawah, terutama pada wilayah bertanah lunak dan berisiko seismik tinggi seperti Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Laporan tugas akhir ini membahas perancangan ulang fondasi eksisting jack-in pile menjadi bored pile pada Proyek Hudson Square. Analisis dilakukan berdasarkan SNI 8460:2017, SNI 1726:2019, dan SNI 2847:2019, dengan menggunakan data Standard Penetration Test dari tiga titik bor, yaitu DB.1, DB.2, dan DB.5. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lokasi proyek termasuk Kelas Situs SE atau tanah lunak, sehingga diperlukan desain tulangan daktail sesuai Kategori Desain Seismik D. Konfigurasi tulangan yang digunakan terdiri atas 9D36 dan 4D32 sebagai tulangan longitudinal, serta D16-150 pada zona confinement dan D16-300 pada zona non-confinement. Hasil analisis menunjukkan bahwa bored pile berdiameter 600 mm memenuhi batas penurunan izin sebesar 28 cm serta batas defleksi lateral sebesar 10 mm pada beban 100% rencana dan 25 mm pada beban 200% rencana. Jumlah titik fondasi berkurang dari 552 titik jack-in pile menjadi 317 titik bored pile, terdiri atas 122 titik pada kedalaman 21 m dan 195 titik pada kedalaman 22,5 m. Namun, metode bored pile membutuhkan volume beton sebesar 2.063,17 m³ dan baja tulangan sebesar 397.571,403 kg, dengan total biaya Rp9.983.617.048,90 dan durasi pelaksanaan 54 hari. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan jack-in pile, yang memiliki biaya realisasi Rp1.978.946.345,45 dan durasi 27 hari. Dengan demikian, bored pile secara teknis memenuhi persyaratan perencanaan, tetapi secara indikatif jack-in pile lebih efisien dari aspek biaya dan waktu untuk tipologi bangunan komersial menengah pada lokasi penelitian.

2026
👤 Penulis: Raditya Rafiansyah
🏷️ Konstruksi Beton 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Biaya-Waktu

PERANCANGAN FONDASI PILED RAFT DENGAN METODE KONVENSIONAL POULOS PROYEK RUMAH SUSUN YOS SUDARSO TOWER 1 DI TANJUNG PRIOK, JAKARTA UTARA

Rumah Susun Yos Sudarso berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara dan terdiri dari dua tower, yakni tower 1 dan tower 2. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem fondasi tower 1 yang lebih optimal dari desain awal. Redesain sistem fondasi dari yang mulanya berupa fondasi tiang pancang menjadi fondasi rakit bertiang diharapkan mampu mengoptimasi performa fondasi dalam mereduksi penurunan tanah yang berlebihan akibat kondisi tanah di lokasi proyek yang didominasi oleh tanah lempung kelanauan dengan kelas situs berupa tanah lunak (SE). Sistem fondasi hasil redesain berupa tiang bor sebanyak 462 tiang dengan kedalaman tiang 4 m lebih pendek dari desain awal. Dimensi rakit hasil desain memiliki panjang 50 m, lebar 48 m, dan ketebalan 2 m. Penurunan elastik tanah dianalisis dengan metode kurva trilinear Poulos dan Vesic, sedangkan penurunan konsolidasi tanah dianalisis dengan metode Braja M. Das dengan hasil penurunan maksimum 9,8 cm dan beda penurunan 3,24 cm, dengan selisih penurunan 3 cm lebih kecil dari desain awal. Analisis daya dukung aksial sistem fondasi rakit bertiang dilakukan dengan metode konvensional yang diperkenalkan oleh Poulos untuk memperoleh proporsi dan distribusi beban yang dipikul komponen rakit dan tiang. Daya dukung lateral sepenuhnya berasal dari kontribusi tiang dan dianalisis dengan bantuan perangkat lunak LPILE untuk tiang tunggal dan GROUP untuk memodelkan sistem fondasi secara keseluruhan. Desain penulangan fondasi dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SpColumn dan SAFE.

2024
👤 Penulis: Naja Annisa Arifin
🏷️ Konstruksi Beton 🏷️ Analisis Penurunan Tanah 🏷️ Desain Fondasi
💬