📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

SENI INSTALASI BERBASIS MEDIUM CAHAYA DAN BUNYI SEBAGAI PRAKTIK DZIKIR VISUAL TERHADAP WAKTU

Betwixt Light merupakan karya tugas akhir yang berangkat dari pengalaman personal penulis ketika berhadapan dengan cahaya. Pengalaman tersebut memunculkan kesadaran mengenai keberadaan diri di hadapan alam serta keterbatasan manusia dalam memahami realitas secara utuh. Berangkat dari pengalaman tersebut, karya ini tidak berupaya merepresentasikan pengalaman sublim secara langsung, melainkan membangun kondisi ambang, yaitu keadaan ketika persepsi berada di antara melihat dan memahami, sehingga membuka ruang refleksi bagi audiens. Proses penciptaan dilakukan melalui perancangan objek geometris bercahaya yang ditempatkan pada berbagai lanskap alam yang dipilih secara cermat agar bebas dari tanda-tanda objek buatan manusia. Pertemuan antara cahaya alami, cahaya artifisial, lanskap, dan objek geometris kemudian direkam melalui medium fotografi dan diwujudkan dalam seri fotografi berukuran A0 yang dipresentasikan di ruang pamer. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa makna karya tidak terletak pada setiap elemen secara terpisah, melainkan pada hubungan yang terbentuk di antara lanskap, cahaya, bentuk geometris, dan fotografi dalam membangun kondisi ambang. Melalui hubungan tersebut, Betwixt Light menghadirkan ruang refleksi mengenai posisi manusia di tengah realitas yang lebih luas tanpa menawarkan jawaban yang bersifat final

2026
👤 Penulis: Attala Rafli Kusumah
🏷️ Seni 🏷️ Kontemplasi 🏷️ Refleksi

HIJAB: EKSPRESI PENGALAMAN KONTEMPLATIF DALAM PRAKTIK SENI LUKIS ABSTRAK

Hubungan antara manusia dan Tuhan kerap berlangsung secara diam-diam dan tersembunyi. Konflik dan pergeseran kondisi batin yang halus sering luput dari jangkauan bahasa. Dalam ruang semacam itu, praktik seni muncul sebagai jalur alternatif untuk merespons kesadaran spiritual. Proyek ini berangkat dari pengalaman pribadi untuk memahami hubungan kompleks antara seorang hamba dengan Tuhannya dengan menggunakan seni sebagai medium ekspresi spiritual sekaligus ibadah. Kerangka teoritis meminjam keilmuan Tasawuf yang mengkaji konsep hijab sebagai tabir antara manusia dan Tuhan, serta struktur nafs, dalam menggarap praktik lukis dengan pendekatan abstrak meditatif. Setiap bentuk visual diposisikan sebagai cerminan dari keadaan jiwa, dengan garis, warna, dan ruang sebagai medan kontemplasi. Proses penciptaan berpijak pada kesadaran yang dimanifestasikan oleh gerak tubuh melalui metode pengulangan dan jeda. Hasil akhirnya merupakan seri karya “Hijab” terdiri dari tiga belas kanvas vertikal yang menyempit. Warna dasar kuning, garis-garis vertikal, dan ruang kosong menjadi elemen utama. Setiap bidang meninggalkan jejak dari proses kontemplatif saat pengerjaan, di mana gestur dan intensi terlatih menjadi bagian dari zikir visual yang tercermin pada karya yang mengekspresikan pengalaman kontemplatif.

2025
👤 Penulis: Diniyah Nurmala Ayu
🏷️ Kontemplasi 🏷️ Tasawuf 🏷️ Seni Lukis Abstrak

KESADARAN BERMOBILISASI: PENGALAMAN SPASIAL UNTUK PRAKTIK KONTEMPLASI DAN KESEJAHTERAAN LAHIR DAN BATIN PADA PERSIMPANGAN TRANSPORTASI KAWASAN URBAN

Masyarakat urban merupakan bagian penting dari perkembangan global terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan ekonomi. Sebesar 56,7% dari masyarakat Indonesia tinggal di perkotaan dan diproyeksikan bahwa pada tahun 2035, angka tersebut akan meningkat hingga 66,6%. Kawasan ini didominasi oleh aktivitas bisnis dan ekonomi yang mendorong gaya hidup modern dengan karakter serba cepat, peningkatan mobilisasi, seni multitasking, produktivitas, instan, dan praktis. Kondisi urban yang terus mendorong manusia untuk bergerak dan berkembang membuat manusia tidak memiliki waktu untuk diam. Hal ini berjalan bersamaan dengan fenomena urban stress yang diakibatkan aktivitas dan lingkungan perkotaan. Jakarta juga berada pada posisi ke-9 dan ke-13 pada tahun 2021 dan 2023 dalam urutan kota paling stress di dunia. Urban stress dan stress secara umum memiliki korelasi negatif dengan kualitas dan tingkatan well-being masyarakat kota. Well-being memiliki signifikansi yang tinggi pada lingkungan perkotaan karena korelasi positifnya dengan performa dalam bekerja. Aktivitas kontemplasi dinilai efektif dalam meningkatkan tingkat well-being praktisinya. Namun, hal ini sulit dilakukan karena karakteristiknya yang bertolak belakang dengan karakteristik masyarakat perkotaan. Hal ini menimbulkan urgensi pengadaan ruang kontemplasi bagi masyarakat kota. Peningkatkan intensitas mobilisasi oleh masyarakat urban mendorong peningkatan layanan transportasi publik serta menjadikannya sebagai elemen esensial bagi masyarkat kota. Hal ini ditunjukan melalui volume dan intensitas penggunaan transportasi publik yang tinggi, terutama KRL pada wilayah Jabodetabek. Meninjau kondisi dan karakteristik masyarakat kota serta signifikansi transportasi publik bagi masyarakat kota, diperlukan objek arsitektural yang mengintegrasikan ruang mobilisasi dengan ruang kontemplasi sebagai media penyembuhan. Integrasi dilakukan melalui objek stasiun pada Stasiun KRL Sudirman yang terletak pada kawasan segitiga emas dengan potensi tingkat stress tertinggi. Letaknya pada Kawasan Berorientasi Transit Dukuh yang terhubung dengan moda transportasi lain seperti LRT Jabodetabek, KA bandara, dan MRT berdampak pada peningkatan intensitas volume pengguna ruang. Perancangan stasiun akan membawakan narasi dengan pendekatan desain sensori untuk menciptakan stimuli serta memicu, meningkatkan kualitas, dan mempertahankan aktivitas kontemplasi.

2024
👤 Penulis: Mikael Tristan Aristo
🏷️ Kontemplasi 🏷️ Urban Stress 🏷️ Transportasi Publik
💬