📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN KENDALI INERSIA VIRTUAL BERBASIS VIRTUAL SYNCHRONOUS GENERATOR DENGAN METODE BANG-BANG UNTUK PENINGKATAN KESTABILAN FREKUENSI SISTEM TENAGA
Peningkatan penetrasi pembangkit berbasis inverter seperti energi surya fotovoltaik (PV) akibat target bauran energi baru terbarukan (EBT) menyebabkan penurunan inersia total sistem tenaga. Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya Rate of Change of Frequency (RoCoF) dan menurunnya frekuensi nadir saat terjadi gangguan, sehingga mengancam kestabilan frekuensi sistem. Penelitian ini merancang dan membandingkan dua skema Virtual Inertia Control (VIC) pada unit Virtual Synchronous Generator (VSG), yaitu kendali inersia virtual konstan dan kendali Bang-bang adaptif, yang diimplementasikan pada sistem uji IEEE 39-bus yang telah dimodifikasi menggunakan DIgSILENT PowerFactory. Kendali VIC dimodelkan berdasarkan persamaan ayunan dengan konstanta inersia virtual (Hvi) yang dapat dioptimalkan per skenario penetrasi VRE sebesar 0%, 20%, 30%, dan 50%. Nilai Hvi optimal yang mampu mempertahankan frekuensi nadir setara kondisi normal diperoleh sebesar 27,99 s, 35,60 s, dan 46,11 s untuk penetrasi 20%, 30%, dan 50% secara berurutan pada kondisi pelepasan pembangkit G09 770MW. Kendali Bang-bang beroperasi secara adaptif dengan menerapkan Hvi tinggi saat mode percepatan dan Hvi rendah saat mode perlambatan berdasarkan kondisi deviasi frekuensi angular grid dan RoCoF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kendali Bang-bang berhasil mempercepat waktu tunak sistem pada seluruh skenario penetrasi VRE dibandingkan kendali inersia virtual konstan, tanpa mengorbankan kualitas frekuensi nadir yang dicapai.
PERANCANGAN KENDALI INERSIA VIRTUAL YANG OPTIMAL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN SKEMA PROTEKSI UNDER FREQUENCY LOAD SHEDDING (UFLS)
Meningkatnya penetrasi Renewable Energy Sources (RESs) berbasis inverter menyebabkan penurunan inersia sistem tenaga yang berdampak pada kestabilan frekuensi dan validitas skema Under Frequency Load Shedding (UFLS). Virtual Inertia Control (VIC) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, namun kinerjanya sangat bergantung pada nilai konstanta virtual inersia (????????????) yang digunakan. Perancangan ini mengoptimalkan ???????????? menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO) yang diimplementasikan pada sistem IEEE 39-bus termodifikasi dengan variasi penetrasi VRE sebesar 20%, 30%, dan 50%. Fungsi objektif yang digunakan adalah meminimalkan deviasi frekuensi nadir terhadap kondisi tanpa penetrasi RESs dengan toleransi stopping condition sebesar 0,002 Hz. Hasil optimasi menghasilkan nilai ???????????? sebesar 27,99 s, 35,60 s, dan 46,11 s untuk penetrasi VRE 20%, 30%, dan 50%. Konfigurasi VIC teroptimasi (OVIC) berhasil mempertahankan frekuensi nadir pada nilai acuan di seluruh skenario sehingga skema UFLS eksisting tetap valid. Selain itu, ditemukan hubungan yang hampir linier antara penetrasi VRE, nilai ???????????? optimal, dan kebutuhan energi VIC yang meningkat hingga 3,84 MWh pada penetrasi 50%.