📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenSISTEM KENDALI KECEPATAN DAN PENGUKURAN KETEBALAN DALAM PENGEMBANGAN ROTATION PLATFORM MULTI-AXIS BERBASIS GIMBAL UNTUK PEMBUATAN PEMBULUH DARAH TIRUAN
Saat ini metode pembuatan pembuluh darah tiruan di Indonesia masih menggunakan teknik molding dan casting yang menghasilkan ketebalan dinding tidak seragam. Oleh karena itu, diperlukan sistem manufaktur rotating platform yang mampu melakukan rotasi dengan stabil dan presisi untuk menghasilkan pembuluh darah tiruan dengan ketebalan dinding yang seragam. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan subsistem kendali kecepatan, pengukuran ketebalan, dan kendali umpan balik pada gimbal-based multi-axis rotation platform untuk pembuatan pembuluh darah tiruan. Subsistem kendali kecepatan menggunakan konfigurasi microstepping 1/8 dan metode friction drive untuk menjaga kecepatan rotasi konstan pada setiap sumbu gimbal (yaw, pitch, roll) secara independen, subsistem pengukuran ketebalan berbasis phase-shift dengan komunikasi serial USB untuk mengukur ketebalan lapisan hidrogel secara non-kontak dengan resolusi 1 mm, serta subsistem kendali umpan balik yang memanfaatkan data ketebalan untuk menghasilkan koreksi orientasi posisi dan sumbu rotasi gimbal dengan waktu respons kurang dari 500 ms. Hasil pengujian menunjukkan bahwa subsistem kendali kecepatan mencapai rata-rata kesalahan kecepatan motor sebesar 0,46% pada sumbu roll, 0,34% pada sumbu yaw, dan 0,66% pada sumbu pitch, dengan seluruh kesalahan kecepatan piringan berada di bawah 1%, subsistem pengukuran ketebalan dapat mengukur hingga 5 mm dengan resolusi minimum 1 mm dan deviasi maksimum ±1 mm ditunjukkan dengan nilai mean total error sebesar 0,5 mm dari pengujian pada bentuk stik I dan 3D, serta subsistem kendali umpan balik menghasilkan waktu respons rata-rata terendah 143,64 ms untuk bentuk I dan tertinggi 192,60 ms untuk bentuk 3D yang seluruhnya berada di bawah batas spesifikasi 500 ms. Berdasarkan hasil tersebut, seluruh spesifikasi teknis yang ditetapkan dapat tercapai dengan baik, meskipun subsistem pengukuran ketebalan mengalami kendala pada saat integrasi yang mempengaruhi konsistensi pembacaan data.
IDENTIFIKASI PARAMETER SISTEM KENDALI KECEPATAN MOTOR AC INDUKSI TIGA FASA
Motor induksi tiga fasa populer di industri karena murah dan andal. Namun, jenis motor ini beroperasi berdasarkan prinsip induksi, sehingga kecepatannya tidak akurat. Agar diperoleh sistem penggerak yang murah, andal, dan akurat, beberapa penelitian tentang sistem kendali kecepatan putar motor induksi telah dilakukan, termasuk di Laboratorium Dinamika ITB. Penelitian tersebut masih bersifat eksperimental, sehingga proses optimasi memerlukan waktu yang panjang. Agar lebih singkat, optimasi dapat dilakukan secara komputasi berdasarkan hasil identifikasi parameter. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi parameter sistem kendali kecepatan putar berpenggerak motor induksi tiga fasa. Dalam penelitian ini, dilakukan identifikasi pada parameter elektrik yang terdiri dari induktansi kebocoran stator maupun rotor, induktansi magnetisasi, resistansi stator maupun rotor, dan resistansi kerugian inti. Parameter elektrik diidentifikasi melalui beberapa pengujian yang sesuai Standar IEEE nomor 112 dan 118, yakni pengujian tegangan DC, pengujian motor tanpa beban, dan pengujian rotor terkunci. Identifikasi pada parameter mekanik seperti koefisien gesekan dan momen inersia rotor juga dilakukan. Parameter mekanik diidentifikasi melalui pengujian koefisien gesekan dan pengujian perlambatan motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter sistem diperoleh secara akurat ketika dipilih perintah frekuensi sebesar 5 Hz untuk pengujian rotor terkunci. Parameter tersebut diinputkan ke model motor pada perangkat lunak Simulink, sehingga diperoleh profil kecepatan hasil simulasi. Hasil ini divalidasi dengan profil kecepatan hasil eksperimen dari penelitian sebelumnya. Dari validasi ini, diketahui bahwa untuk input fungsi step 2000 RPM, kesalahan tunak dan kesalahan transien terbesar berturut-turut adalah 1,73 % dan 1,17 %. Untuk input fungsi ramp dengan percepatan 58,94 RPM/s, teramati kesalahan rata-rata pada kondisi tunak dan kesalahan maksimum untuk kondisi transien berturut-turut sebesar 2,44 % dan 11,07 %.