📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

REVITALISASI KAWASAN TAMAN KARTINI TEMANGGUNG BERBASIS KONSEP EDUPARK

Taman kota sebagai RTH publik memiliki peranan penting dalam fungsinya sebagai pendukung ekologis, sosial, rekreasi, dan edukasi masyarakat. Taman Kartini Temanggung merupakan salah satu taman kota di Kabupaten Temanggung yang kini kondisinya menurun atau mengalami penurunan vitalitas akibat menurunnya kualitas dan fungsi taman sehingga taman tidak lagi mampu menjadi ruang publik yang optimal. Penelitian ini memiliki tujuan menyusun rancangan revitalisasi Taman Kartini Temanggung berbasis konsep edupark sebagai upaya menghidupkan kembali vitalitas taman sekaligus mengoptimalkan fungsi rekreasi dan edukasi. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif yang dilakukan menggunakan pendekatan eksploratif deskriptif. Analisis dilakukan melalui empat tahap dalam pemenuhan sasaran yaitu identifikasi faktor-faktor normatif penerapan konsep edupark pada taman kota, identifikasi faktor penyebab penurunan vitalitas kawasan, identifikasi potensi dan permasalahan pengembangan kawasan, serta penyusunan rancangan revitalisasi menggunakan teknik perancangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi taman yang didasarkan pada elemen perancangan kota dan faktor penyebab penurunan vitalitas taman dipengaruhi oleh menurunnya kualitas taman secara keseluruhan berdasarkan aspek atau indikator vitalitas kawasan. Berdasarkan hasil analisis yang mempertimbangkan potensi serta masalah yang ada pada taman, dihasilkan rancangan revitalisasi bertema cultural edupark yang mengintegrasikan fungsi rekreasi, edukasi, dan pelestarian budaya lokal melalui penataan zonasi berdasarkan kelompok usia, penyediaan fasilitas ramah anak dan inklusif, optimalisasi ruang terbuka hijau, peningkatan aksesibilitas, penyediaan media edukasi budaya Temanggung, serta penguatan identitas kawasan melalui elemen interpretasi sejarah.

2026
👤 Penulis: Fitri Amelia
🏷️ Revitalisasi Kawasan Taman 🏷️ Kontrol Kualitas Lingkungan 🏷️ Manajemen Edukasi Publik

PERANCANGAN SISTEM KONTROL KENYAMANAN TERMAL BERBASIS UMPAN BALIK PENGGUNA PADA PERANGKAT TEPI DI LABORATORIUM MANAJEMEN ENERGI TEKNIK FISIKA ITB

Urbanisasi dan pemanasan global meningkatkan ketergantungan pada sistem pendingin (AC) di negara tropis seperti Indonesia, yang berakibat pada lonjakan konsumsi energi. Meskipun standar kenyamanan termal seperti ASHRAE 55 telah ada, sistem AC konvensional gagal beradaptasi dengan preferensi pengguna yang dinamis. Pendekatan Human-in-the-Loop Control (HILC) menawarkan solusi dengan melibatkan pengguna dalam sistem kendali, namun implementasinya sering kali bergantung pada cloud yang dapat menyebabkan latensi dan isu keandalan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol kenyamanan termal berbasis HILC pada perangkat tepi (edge device). Sistem yang dikembangkan di Laboratorium Manajemen Energi Teknik Fisika ITB ini menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan algoritma graded-response berbasis decision tree untuk meningkatkan adaptivitas secara lokal dan mengurangi ketergantungan pada konektivitas eksternal. Hasil pengujian fungsional menunjukkan tingkat keberhasilan 100% dari 30 percobaan, dengan waktu proses rata-rata pengiriman sinyal inframerah sebesar 176,69 milidetik. Lebih lanjut, data yang dikumpulkan pada 20-21 Juni 2025 menunjukkan rentang interkuartil (IQR) untuk zona nyaman pengguna berada antara 22,42°C hingga 23,84°C.

2025
👤 Penulis: Putri Bunga Daeng
🏷️ Kontrol Kualitas Lingkungan 🏷️ Manajemen Energi Teknik Fisika Itb 🏷️ Perangkat Tepi (Edge Device)

BIOLEACHING LIMBAH BATERAI LITHIUM NICKEL MANGANESE COBALT OXIDE (NMC) MENGGUNAKAN BAKTERI BACILLUS ARYABHATTAI STRAIN SKC-5 DAN PSEUDOMONAS PLECOGLOSSICIDA STRAIN SKC/SH-9 DENGAN VARIASI KOMPOSISI MEDIUM

Peningkatan penggunaan kendaraan listrik mendorong akumulasi limbah baterai lithium-ion (LIBs), terutama jenis nikel mangan kobalt oksida (NMC). Kandungan logam berharga seperti Li, Mn, Ni, dan Co pada baterai NMC bekas memiliki potensi ekonomis dan lingkungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi bioleaching baterai NMC bekas menggunakan konsorsium bakteri Bacillus aryabhattai strain SKC-5 dan Pseudomonas plecoglossicida strain SKC/SH-9 dengan mengoptimalkan komposisi media. Serangkaian percobaan bioleaching dilakukan untuk mempelajari pengaruh medium bioleaching terhadap persen ekstraksi logam Li, Ni, Co, Mn, dan Cu. Proses bioleaching dilakukan pada suhu ruang (± 25 °C), pH medium 1,1-1,2, fraksi ukuran partikel Black mass -200# (-75 ?m), 10% (v/v) inokulum bakteri, dan kecepatan rotary shaker 180 rpm selama 10 hari. Percobaan bioleaching dilakukan pada 5% pulp density dengan tiga variasi medium sebagai berikut: menggunakan 2,8 g/L pirit, menggunakan 1,3 g/L sulfur, serta menggunakan 2,8 g/L pirit dan 1,3 g/L sulfur. Persen ekstraksi logam sebagai fungsi waktu pada berbagai kondisi bioleaching secara periodik ditentukan dari data dengan analisis konsentrasi logam terlarut dengan ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry). Berdasarkan hasil percobaan, parameter proses bioleaching terbaik bakteri Bacillus aryabhattai strain SKC-5 adalah variasi medium 2,8 g/L pirit dengan nilai persentase ekstraksi logam sebesar 85,74 % Li; 44,45 % Ni; 50,67% Co; 56,59% Mn; 85,65% Cu. Bakteri Pseudomonas plecoglossicida strain SKC/SH-9 adalah variasi medium 2,8 g/L Pirit dengan nilai persentase ekstraksi logam sebesar 98,69% Li; 43,29% Ni; 49,40% Co; 52,45% Mn; 92,48% Cu. Penggunaan pirit (FeS?) dalam proses bioleaching memberikan keuntungan signifikan karena menyediakan ion besi (Fe²?) yang bertindak sebagai agen reduktor secara berkelanjutan selama proses berlangsung. Proses oksidasi pirit juga menghasilkan berbagai senyawa sulfur, seperti ion sulfat (SO?²?) dan senyawa sulfur kompleks, yang dapat bertindak sebagai zat pengompleks. Selain itu, pirit berperan dalam meningkatkan nilai potensial redoks sistem bioleaching melalui siklus redoks antara Fe²? dan Fe³?.

2024
👤 Penulis: Teguh Satriadi
🏷️ Bioteknologi Mineral 🏷️ Bioleaching 🏷️ Kontrol Kualitas Lingkungan
💬