📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPENGARUH PROSES FERMENTASI WINE TERHADAP SIFAT FUNGSIONAL KOPI LIBERIKA (COFFEA LIBERICA) DAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA)
Tren konsumsi kopi di Indonesia telah menjadi bagian dari gaya hidup sehingga pengembangan kopi lokal liberika dan arabika melalui penanganan pascapanen yang tepat memiliki peluang besar. Fermentasi wine merupakan metode potensial untuk meningkatkan cita rasa melalui pembentukan senyawa aromatik khas. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh fermentasi wine terhadap karakteristik fisik dan cita rasa seduhan kopi liberika serta arabika, lalu mengevaluasi preferensi panelis terhadap produk akhir. Rancangan percobaan menggunakan RAK faktorial dengan dua faktor utama: jenis kopi (liberika dan arabika) dan tingkat roasting (light, medium, dark). Data dianalisis menggunakan ANOVA (95%), dilanjutkan dengan uji Fisher LSD (5%). Parameter yang diamati meliputi susut bobot, kadar air, warna, pH, dan evaluasi organoleptik (warna greenbean, warna bubuk, aroma, rasa, dan after-taste). Hasil penelitian menunjukkan fermentasi wine meningkatkan kompleksitas aroma winey-body pada liberika dan profil fruity-floral yang bersih pada arabika. Fermentasi wine berpengaruh signifikan terhadap warna kromatis kopi liberika dan arabika (?E*ab dan a*), sedangkan pH, kadar air, susut bobot, dan parameter warna L* dan b* tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Perubahan yang terjadi lebih bersifat kecenderungan proses pascapanen kopi liberika dan kopi arabika sehingga tidak ada interaksi antara jenis kopi dengan variasi roasting. Berdasarkan penelitian ini, preferensi kopi terbaik yaitu arabika medium-roast dan liberika dark-roast. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi industri kopi dan akademis dalam pengembangan teknologi pascapanen, khususnya pada kopi liberika.
ANALISIS MORFOMETRIK, INTENSITAS SERANGAN DAN KEANEKARAGAMAN HAMA PENGGEREK CABANG KOPI XYLOSANDRUS SPP. (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE) DI SUMEDANG, INDONESIA
Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia yang rentan terhadap serangan hama penggerek cabang dari genus Xylosandrus. Serangan hama ini menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen akibat kerusakan jaringan tanaman serta potensi infeksi jamur patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman spesies Xylosandrus spp., intensitas serangan, serta perbedaan karakter morfologi berbasis analisis morfometrik pada tanaman kopi robusta pada umur berbeda di Desa Kaduwulung, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi berdasarkan umur tanaman (10, 13, dan 16 tahun) menggunakan metode hand collecting. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies, yaitu X. compactus, X. crassiusculus, dan X. germanus. Intensitas serangan tertinggi ditemukan pada tanaman umur 13 tahun sebesar 21,6%, diikuti umur 10 tahun sebesar 16,4%, dan umur 16 tahun sebesar 14,7%. Identifikasi morfologi menunjukkan bahwa karakter deklivitas elytra, tekstur permukaan, pola tusukan, serta keberadaan dan distribusi rambut menjadi parameter pembeda paling efektif antar spesies. Analisis morfometrik menggunakan Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa rasio panjang elytra terhadap panjang tubuh, serta lebar pronotum terhadap lebar elytra merupakan karakter yang paling berkontribusi dalam pemisahan kelompok spesies berdasarkan morfometri.