📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

ANALISIS POTENSI KOMBINASI BIOSURFAKTAN LIPOPEPTIDA BACILLUS SP. AR3 DENGAN DMDM HYDANTOIN SEBAGAI PRESERVATIF PADA PRODUK KOSMETIK BERBENTUK KRIM

Produk kosmetik telah menjadi kebutuhan utama yang tidak bisa lepas dari rutinitas sehari-hari. Dalam formulasinya, produk kosmetik umumnya mengandung pengawet untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperpanjang masa simpan produk. Salah satu pengawet kimia yang umum digunakan adalah DMDM Hydantoin. Namun, penggunaan DMDM Hydantoin dalam jangka panjang memiliki dampak negatif terhadap kesehatan, seperti reaksi alergi, iritasi, dan kanker kulit. Untuk mengurangi efek toksisitasnya, DMDM Hydantoin dapat dikombinasikan dengan pengawet alami, seperti biosurfaktan. Biosurfaktan memiliki sifat toksisitas yang lebih rendah, biodegradibilitas yang lebih tinggi, kompatibilitas lingkungan yang lebih baik, pembusaan yang lebih tinggi, selektivitas yang lebih tinggi, serta aktivitas yang spesifik, seperti antimikroba. Salah satu bakteri yang dapat menghasilkan biosurfaktan adalah Bacillus sp. AR3, yang diisolasi dari pasir pantai di Pantai Sebalang, Lampung, Indonesia. Bakteri ini mampu menghasilkan biosurfaktan lipopeptida. Oleh karena itu, diperlukan analisis potensi kombinasi antara DMDM hydantoin dan biosurfaktan Bacillus sp. AR3 sebagai pengawet dalam formulasi produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interaksi kedua antimikroba melalui penentuan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI) dengan uji checkerboard, menentukan efektivitas pengawet DMDM Hydantoin dan biosurfaktan secara individu dan kombinasi dengan uji kebocoran kalium, serta menentukan status keberterimaan formulasi sediaan krim dengan penambahan kombinasi DMDM Hydantoin dan biosurfaktan sesuai dengan Farmakope Indonesia melalui uji tantang pada hari ke-2, 4, 7, 14, 21 dan 28. Seluruh uji dilakukan terhadap 5 mikroorganisme uji, yaitu Escherichia coli ATCC 8739, Staphylococcus aureus ATCC 6538, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, Candida albicans ATCC 10231, dan Aspergillus brasiliensis ATCC 16404. Berdasarkan nilai FICI, interaksi antara DMDM Hydantoin dan biosurfaktan terhadap lima mikroorganisme uji adalah aditif. Pada uji kebocoran kalium, perlakuan kombinasi DMDM Hydantoin dan biosurfaktan menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan masing-masing kedua senyawa. Hasil uji tantang terhadap bakteri menunjukkan bahwa perlakuan penambahan kombinasi antimikroba pada formulasi sediaan krim menunjukkan penurunan >2 log CFU/ mL pada hari ke-2 tanpa peningkatan hingga hari ke-28. Pada ragi dan fungi, menunjukkan adanya penurunan >2 log CFU/mL pada hari ke-2 dan 4 serta tidak ada peningkatan hingga hari ke-28. Hasil ini menunjukkan bahwa formulasi sediaan krim dengan penambahan kombinasi DMDM Hydantoin dan biosurfaktan lolos uji tantang. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kombinasi DMDM Hydantoin dan biosurfaktan bekerja secara aditif dan dapat menurunkan konsentrasi pengawet yang digunakan dalam produk kosmetik.

2026
👤 Penulis: Janice Eugenia Santoso
🏷️ Kosmetika 🏷️ Antimikroba 🏷️ Biosurfaktan

PRODUK FERMENTASI HANJELI (COIX LACRYMA-JOBI VAR. MA-YUEN) OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL MAKANAN TRADISIONAL INDONESIA SEBAGAI KANDIDAT BAHAN KOSMETIK PEMELIHARAAN SAWAR KULIT

Kulit merupakan organ terluar tubuh manusia yang berperan sebagai penghalang (sawar) terhadap berbagai faktor lingkungan. Rusaknya sawar kulit menjadikan kulit kering, sensitif, rapuh, mudah mengalami infeksi, iritasi, inflamasi, serta dapat memicu penyakit kulit seperti dermatitis atopik, eksim, jerawat, dan psoriasis. Patofisiologi ini umumnya berkaitan dengan menurunnya level protein yang menjaga integritas dan hidrasi stratum corneum (SC), seperti Filaggrin (FLG), Involucrin (IVL), dan Loricrin (LOR). Paparan lingkungan seperti sinar ultraviolet, polusi, dan bahan kimia iritan dapat meningkatkan stres oksidatif yang memperparah kondisi tersebut dengan menurunkan ekspresi FLG, IVL, dan LOR, serta menghambat sintesis kolagen dan penyembuhan luka. Oleh karena itu, diperlukan bahan kosmetik yang mampu menjaga kesehatan dan fungsi sawar kulit untuk mencegah masalah kulit akut maupun kronis. Tren penggunaan bahan kosmetik berbasis tanaman dan fermentasi probiotik terus meningkat. Salah satu bahan yang banyak dimanfaatkan adalah hanjeli (Coix lacryma-jobi var. ma-yuen), yang secara empiris dan klinis telah digunakan untuk mengatasi dermatitis atopik, eksim, serta penyembuhan luka kronis. Dalam kosmetik modern, biji hanjeli (Coicis semen, CS) diklaim mampu menghidrasi dan menenangkan kulit. Namun demikian, mekanisme molekuler dan selulernya dalam memelihara sawar kulit masih terbatas diteliti. Sementara itu, bakteri asam laktat (BAL), yang sebagian besarnya dikenal sebagai probiotik dan berstatus generally recognized as safe (GRAS), menjanjikan dalam fermentasi bahan alam karena terbukti meningkatkan kandungan, absorptivitas, dan bioaktivitas senyawa bermanfaat. BAL dapat diisolasi dari berbagai sumber, termasuk makanan fermentasi tradisional, relatif lebih aman karena tergolong food grade microorganism. Penelitian ini bertujuan memperoleh kandidat bahan baku kosmetik dari fermentasi CS menggunakan BAL indigeneous asal makanan fermentasi tradisional Indonesia, dengan identifikasi metabolit bioaktif serta verifikasi mekanisme molekuler dan selulernya secara in vitro untuk memelihara sawar kulit. Tahapan penelitian meliputi isolasi, karakterisasi, dan identifikasi BAL dari lima makanan fermentasi (tempe, tempe gembus, tauco, tape ketan, dan tape singkong); optimasi CS sebagai media fermentasi; produksi sampel melalui fermentasi CS dengan BAL terpilih; analisis kandungan kimia; serta uji bioaktivitas berbasis sel secara in vitro. Isolasi BAL dilakukan menggunakan media de Man Rogosa and Sharpe (MRS) agar, kemudian dikarakterisasi dan diidentifikasi secara fenotipik dan genotipik. Dari proses ini diperoleh 15 isolat, teridentifikasi sebagai Lactiplantibacillus plantarum (2), Lacticaseibacillus fermentum (2), Pediococcus acidilactici (2), dan P. pentosaceus (9), seluruhnya menunjukkan karakter ?-hemolisis sebagai indikasi keamanan. Supernatan bebas sel (CFS) BAL terpilih menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap patogen kulit (Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Cutibacterium acnes, dan Pseudomonas aeruginosa) dengan diameter hambat antara 10,32?11,95 mm. Hal ini mengindikasikan potensi manfaat untuk penggunaan topikal. CS dianalisis kandungan proksimatnya kemudian dioptimasi untuk menjadi media fermentasi. Analisis proksimat menunjukkan kandungan utama CS adalah karbohidrat (71,7%; mengandung serat pangan 5,2%), protein (13,8%), dan lipid (2,09%). Optimasi media fermentasi menghasilkan AC10Y (10% b/v CS yang dihidrolisis dengan HCl 0,05 N menggunakan autoklaf pada 121°C, 1 atm, 15 menit, dan disuplementasi 0,5% b/v yeast extract) sebagai media optimum. Media ini mendukung pertumbuhan LpTKK dengan baik yang ditunjukkan dengan peningkatan OD600, penurunan kadar gula pereduksi, dan penurunan pH yang menunjukkan bahwa fermentasi berjalan dengan menghasilkan asam laktat. AC10Y juga menunjukkan performa yang sama baiknya dalam menumbuhkan PpTC2N. Selanjutnya, media AC10Y yang tidak difermentasi (NF) dan hasil fermentasi oleh LpTKK dan TC2N berupa supernatan bebas sel (FCF-Lp dan FCF-Pp) dan supernatan lisat sel (FCL-Lp dan FCL-Pp) diliofilisasi, dianalisis komposisi kimia, serta diuji bioaktivitasnya. Analisis komponen bioaktif dengan spektrofotometri UV-vis, FTIR-ATR, LC- HRMS, dan HPLC menunjukkan kandungan utama sampel adalah sakarida, protein, asam amino, dan amida asam lemak. Fermentasi meningkatkan kadar asam laktat, asam indol-3-laktat, dan nikotinamida. Uji bioaktivitas membuktikan seluruh sampel dapat meningkatkan ekspresi gen sawar kulit pada sel keratinosit HaCaT, membantu penyembuhan luka pada sel fibroblas NIH/3T3, melindungi dari stres oksidatif yang diinduksi H2O2, dan tidak toksik hingga konsentrasi 5 mg/mL. FCF- Lp menunjukkan bioaktivitas tertinggi dengan peningkatan level mRNA FLG, IVL, dan LOR pada sel keratinosit HaCaT masing-masing sebesar 2,29 ± 0,19; 1,20 ± 0,08; dan 2,50 ± 0,04 kali lipat, dan menutup luka hingga 88,1 ± 6,8% pada sel fibroblas NIH/3T3. Temuan ini menegaskan potensi FCF-Lp sebagai kandidat bahan baku kosmetik pemelihara sawar kulit, sekaligus memberikan verifikasi ilmiah terkait penggunaan empiris dan modern CS melalui mekanisme molekuler dan seluler.

2026
👤 Penulis: Nur Miftahurrohmah
🏷️ Kosmetika 🏷️ Probiotik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

SINTESIS SURFAKTAN ANIONIK BERBASIS OLEOKIMIA YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN APLIKASINYA PADA SEDIAAN KOSMETIK

Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Salah satu produk turunan kelapa sawit adalah alkohol lemak yang umum digunakan di bidang kosmetik sebagai bahan baku dalam produksi surfaktan. Surfaktan merupakan zat aktif permukaan yang dapat menurunkan tegangan permukaan dan menjadi salah satu komponen penting dalam produk kosmetik sebagai zat pengemulsi, pembasahan, pembusa, dan pendispersi. Pada umumnya surfaktan komersial dihasilkan dari bahan baku yang berasal dari industri petrokimia dengan melibatkan sejumlah tahapan yang meningkatkan emisi karbon yang tinggi dan sering kali merusak lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh surfaktan dari bahan baku terbarukan berupa turunan minyak sawit dan dilangsungkan melalui proses sintesis yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini surfaktan yang disintesis adalah surfaktan berbasis alkohol lemak yaitu lauril alkohol yang berasal dari industri oleokimia sawit. Lauril gliseril eter (LGE), dilauril gliseril eter (DLGE), epoksi dilauril gliseril eter (EDLGE), lauril etil asetat (LEA) diperoleh dari reaksi eterifikasi Williamson. Reaksi sulfonasi LGE menghasilkan lauril gliseril eter sulfonat (LGES). Uji surfaktan LGES memiliki nilai keseimbangan lipofilik-hidrofilik (HLB) sebesar 14,03 dan dapat menurunkan tegangan antarmuka atau interfacial tension (IFT) dengan nilai konsentrasi krisis misel (CMC) 21,29 mN/m. Uji antioksidan LGES dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) menghasilkan nilai IC50 750,14 ppm yang menunjukan aktivitas antioksidan yang sangat lemah. Uji kestabilan emulsi LGES dengan konsentrasi surfaktan 6% menunjukkan kestabilan yang lebih baik dibandingkan emulsi LGES 3%. Berdasarkan hasil uji yang diperoleh surfaktan LGES berpotensi sebagai agen pengemulsi, pelembab, dan agen antibusa pada kosmetik.

2024
👤 Penulis: Delfia Angelia Susanti
🏷️ Oleokimia 🏷️ Surfaktan 🏷️ Kosmetika

POTENSI KOMBUCHA BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) SEBAGAI BAHAN BAKU KOSMETIK

Dalam dua tahun terakhir, kombucha mulai digunakan sebagai bahan baku kosmetik. Kombucha memiliki potensi antimikroba dan antioksidan yang kandungannya bergantung pada jenis sumber infusi yang digunakan. Kombucha menggunakan seduhan telang diduga menghasilkan aktivitas antioksidan dan antimikroba yang tinggi ditinjau dari komposisi flavonoid dan antosianin dari bagian kelopak yang berlimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi bunga telang dan jenis guka terbaik untuk fermentasi kombucha, menentukan lama waktu fermentasi terbaik untuk menghasilkan asam organik, kadar fenolik, aktivitas antioksidan, dan daya penghambatan terhadap mikroba uji. Pada penelitian dilakukan optimasi penggunaan konsentrasi bunga telang (4 g/L, 7 g/L, 10 g/L) serta optimasi jenis gula (gula tebu, gula aren, gula kelapa) untuk pembuatan kombucha bunga telang. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan 10% (b/v) gula, 10% (b/v) SCOBY, dan 10% (v/v) starter cair yang diinkubasi pada suhu 24-28°C selama 14 hari. Analisis yang dilakukan meliputi, laju perubahan pH (metode pengukuran) dan pembentukan SCOBY (metode penimbangan) pada optimasi konsentrasi bunga telang dan jenis gula. Sedangkan untuk fermentasi kombucha bunga telang dan gula yang telah dioptimasi dilakukan 6 parameter analisis berupa laju perubahan pH, laju pembentukan SCOBY (metode penimbangan), enumerasi bakteri dan ragi pada medium NA, GYCA, MRSA, dan PDA (metode Total Plate Count), pengukuran kadar asam organik (metode HPLC), pengukuran kadar total fenolik (metode Folin-Ciocalteu), uji aktivitas antioksidan (metode DPPH), serta uji aktivitas penghambatan mikroba (metode Kirby-Bauer) selama dua hari sekali. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa konsentrasi bunga telang optimum adalah 7 g/L dan jenis gula terbaik yaitu gula tebu. Kemudian dari fermentasi kombucha dengan kondisi optimum selama 16 hari teramati laju penurunan pH dari awal fermentasi hingga hari ke-16 adalah 3,73 menuju 2,42 dan pembentukan SCOBY mencapai 25,56 gram. Selama proses fermentasi, kelompok ragi teramati di awal (105CFU/mL), diikuti dominasi bakteri asam asetat pada hari ke-2 (9,15 x 105 CFU/mL), kemudian terjadi dominasi ragi pada hari ke-4 (3,28 x 106 CFU/mL). Pada hari ke-8 teramati kelimpahan bakteri asam asetat yang cukup tinggi (4,95 x 107 CFU/mL), kemudian pada hari ke-10 hingga ke-16 kuantitas tertinggi berasal dari kelompok bakteri asam laktat (106-107 CFU/mL). Produksi asam organik terbesar dihasilkan pada hari ke-12 berupa asam asetat sebesar 8 mg/ml dan asam laktat 2 mg/ml. Kandungan antioksidan tertinggi ditunjukkan dengan nilai kadar total fenolik terbesar pada hari ke-12 (12,5 mg GAE/ml) dan aktivitas antioksidan ditentukan oleh IC50 dengan kategori kuat pada hari ke-12 (40 mg/L). Aktivitas penghambatan terbaik terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, dan Pseudomonas aeroginosa menunjukkan diameter zona hambat dengan kategori sedang berturut-turut sebesar 14,5 mm, 14 mm, dan 13,5 mm. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa fermentasi kombucha terbaik menggunakan bunga telang 7 g/L, gula tebu 10 % (b/v), penambahan 10% (b/v) SCOBY serta 10% (v/v) starter cair menghasilkan laju pembentukan SCOBY, penurunan pH, produksi asam organik, kadar total fenolik, serta aktivitas penghambatan mikroba sampel cell-free terbaik yaitu pada hari ke-12 fermentasi. Sedangkan aktivitas penghambatan terbaik dihasilkan pada sampel sonikasi pada hari ke-16.

2024
👤 Penulis: Ulqi Ulya
🏷️ Kosmetika 🏷️ Fermentasi Kombucha 🏷️ Antioksidan Dan Antimikroba
💬