📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenAPAKAH LIBERALISASI KEUANGAN MENINGKATKAN STABILITAS KEUANGAN ATAU RISIKO SISTIK? EVIDENSI DARI KRISIS KEUANGAN GLOBAL
Tesis ini mengkaji hubungan antara liberalisasi keuangan dan stabilitas keuangan dengan membandingkan tiga negara yang memiliki sistem ekonomi berbeda, yaitu Prancis, Swiss, dan Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis keuangan global utama, khususnya Krisis Keuangan Asia 1997–1998 dan Krisis Keuangan Global 2008, yang digunakan sebagai momen kunci untuk mengamati respons sistem keuangan dalam kondisi tekanan. Penelitian ini menerapkan pendekatan mixed-method komparatif. Analisis kualitatif mengeksplorasi konteks historis, politik, dan kelembagaan yang melingkupi masing-masing krisis, dengan menitikberatkan pada bagaimana sistem ekonomi, struktur tata kelola, dan respons kebijakan memengaruhi hasil keuangan. Analisis kuantitatif menggunakan Banking Z-score sebagai proksi stabilitas keuangan dan menerapkan analisis korelasi untuk menguji hubungannya dengan indikator-indikator yang disusun berdasarkan kerangka PenTa Helix, yang mencakup kinerja pemerintah, stabilitas politik, kualitas regulasi, pertumbuhan kredit sektor swasta, dan ketidakpastian ekonomi. Dengan mengombinasikan wawasan kualitatif dan bukti kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola interaksi antara liberalisasi keuangan dan faktor-faktor kelembagaan serta politik di berbagai rezim ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi di mana liberalisasi keuangan berkaitan dengan stabilitas keuangan atau justru meningkatkan risiko sistemik, serta menegaskan pentingnya lingkungan kelembagaan dalam membentuk kinerja keuangan selama periode krisis global.
STRATEGI KEUANGAN FC BARCELONA: MEMPENGARUHI DAYA SAING DAN KEBERLANJUTANNYA SELAMA KRISIS
Studi ini menganalisis krisis keuangan FC Barcelona pada periode 2020-2024 serta dampak kebijakan keuangan, aturan permainan, dan guncangan eksternal terhadap keberlanjutan dan daya saing klub. Pilihan yang didorong oleh motif politik dan pengeluaran gaji yang berlebihan serta biaya transfer di bawah sistem tata kelola yang dimiliki oleh masyarakat menyebabkan krisis dengan menunda reformasi keuangan yang diperlukan. Goncangan eksternal akibat pandemi COVID-19 menyebabkan defisit pendapatan yang besar, lebih dari 50% dari pendapatan hari pertandingan pada tahun 2020, sementara aturan permainan seperti batas gaji La Liga dan regulasi Financial Fair Play UEFA membatasi perpanjangan kontrak dan perekrutan pemain baru. Sebagai taktik untuk menutupi kekurangan likuiditas, klub menggunakan “leverage ekonomi” seperti penjualan hak tiket dan media masa depan, yang memberikan kelonggaran sementara dengan mengorbankan pendapatan di masa depan. Temuan menunjukkan bahwa keunggulan olahraga jangka pendek dicari melalui pola pikir elit sepak bola yang mengutamakan pemenang, namun hal ini dilakukan di tengah stabilitas fiskal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model gaji berbasis kinerja, percepatan digitalisasi sebagai bentuk diversifikasi pendapatan, penerapan proyeksi fiskal berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pengendalian utang yang lebih baik, serta reorganisasi tata kelola menuju peningkatan dinamisme. Langkah-langkah ini akan memastikan stabilitas ekonomi sambil mempertahankan identitas budaya FC Barcelona, dengan ambisi olahraga didukung secara berkelanjutan melalui ekonomi.