📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 7 dokumenVISUALISASI BENTUK BUNGA WIJAYAKUSUMA DENGAN TEKNIK CROCHET PADA BENANG KATUN DENGAN PEWARNAAN ALAMI DARI LIMBAH MINERAL
Kriya tekstil sebagai bagian dari seni rupa terapan memiliki peran penting dalam mengintegrasikan nilai estetika, fungsi, dan keberlanjutan lingkungan. Dominasi bahan sintetis dan pewarna kimia dalam industri tekstil modern menimbulkan berbagai persoalan ekologis, sehingga mendorong eksplorasi material dan teknik alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian tugas akhir ini berfokus pada penciptaan karya kriya tekstil berbasis teknik crochet menggunakan benang katun dan pewarna alami dari limbah mineral, dengan bunga Wijayakusuma sebagai inspirasi visual utama karena nilai simboliknya yang kuat dalam budaya Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode praktik berbasis penciptaan dengan pendekatan eksploratif dan eksperimental, meliputi studi literatur, eksplorasi bentuk, eksperimen teknik crochet, serta pewarnaan alami pada benang katun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik crochet efektif dalam memvisualisasikan bentuk organik bunga Wijayakusuma, sementara pewarna limbah mineral menghasilkan karakter warna yang alami dan khas meskipun memiliki keterbatasan konsistensi. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan limbah mineral sebagai sumber pewarna alami dalam kriya crochet serta pengolahan simbolisme Wijayakusuma dalam konteks kriya tekstil kontemporer. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana kriya tekstil berkelanjutan dan menjadi referensi bagi praktik seni kriya yang berwawasan lingkungan dan berakar pada nilai budaya lokal.
PENGEMBANGAN DESAIN SONGKET PALEMBANG MENGIKUTI TREND FORECAST 2026 DENGAN PEWARNA ALAM
Songket Palembang merupakan salah satu kain tenun tradisional Indonesia yang memiliki nilai estetika, filosofis, dan historis yang tinggi. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai kain hias, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat Palembang melalui ragam hias, teknik tenun, serta penggunaan benang metalik. Namun, dalam perkembangan industri mode yang semakin dinamis, Songket Palembang menghadapi berbagai tantangan, antara lain menurunnya minat generasi muda serta dominasi penggunaan benang dan pewarna sintetis yang berdampak pada lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pengembangan desain yang tetap berakar pada nilai tradisi, namun mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan fashion masa kini dan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Songket Palembang agar lebih relevan dengan fashion kontemporer melalui penerapan trend forecasting 2026, sekaligus mengkaji penggunaan pewarna alami sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Pengembangan difokuskan pada perancangan motif baru melalui penyederhanaan dan reinterpretasi ragam hias songket tradisional, serta eksplorasi arah warna yang disesuaikan dengan tren. Benang katun digunakan sebagai material utama, yang diwarnai menggunakan pewarna alami dari kayu tegeran, kayu merr, manjakani, indigofera, dan kayu secang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan eksperimental dengan pendekatan perancangan berbasis praktik. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, observasi lapangan, serta wawancara dengan pengrajin dan ahli Songket Palembang. Proses perancangan diawali dengan perumusan konsep dan pengembangan motif, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi pewarnaan alami pada benang katun. Tahapan eksperimental meliputi ekstraksi bahan pewarna, pencelupan benang dengan variasi intensitas, serta proses fiksasi (post mordant) menggunakan tawas, tunjung, dan kapur yang dilakukan setelah pencelupan. Data hasil eksperimen dianalisis sebagai dasar penerapan warna dan motif dalam perancangan Songket Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan trend forecasting 2026 memberikan arah yang jelas dalam pengembangan desain Songket Palembang, terutama dalam menentukan pilihan warna dan karakter visual motif. Penyederhanaan ragam hias tradisional menghasilkan motif baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan fashion masa kini, tanpa menghilangkan identitas songket sebagai kain tradisional. Eksplorasi pewarna alami dari kayu tegeran, kayu merr, manjakani, indigofera, dan kayu secang menghasilkan variasi warna yang dapat dikembangkan sebagai alternatif palet warna songket selain pewarna sintetis. Hasil ini memperlihatkan bahwa pengembangan desain Songket Palembang dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan perancangan yang menggabungkan tren, eksplorasi material, dan nilai tradisi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara eksplorasi pewarna alami, pengembangan motif baru, dan penerapan trend forecasting dalam perancangan Songket Palembang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap bidang kriya tekstil dengan menawarkan pendekatan pengembangan songket tradisional yang berorientasi pada inovasi desain, keberlanjutan, dan pelestarian nilai budaya.
ADAPTASI MOTIF TATREEZ PALESTINA DENGAN TEKNIK BATIK PADA PRODUK TEKSTIL SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi adaptasi motif Tatreez Palestina—sebuah seni bordir tradisional yang kaya akan makna simbolis dan nilai-nilai budaya—ke dalam teknik batik Indonesia sebagai bentuk representasi lintas budaya dalam konteks seni tekstil kontemporer. Tatreez merupakan bentuk ekspresi visual yang diwariskan secara matrilineal oleh perempuan Palestina, dan menjadi salah satu penanda identitas nasional yang kuat, terutama dalam menghadapi tekanan politik dan sosial akibat penjajahan. Setiap motif dalam Tatreez mengandung simbol yang merefleksikan wilayah geografis, status sosial, hingga narasi perlawanan. Sementara itu, Batik Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia juga memiliki akar historis dan filosofi yang kuat, menjadikannya media ekspresi yang dalam dan kaya akan makna simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode utama berupa studi literatur, observasi lapangan di studio batik (Hasan Batik), wawancara semi-terstruktur dengan pengrajin, serta eksplorasi visual dan eksperimental terhadap desain motif serta teknik produksi tekstil. Proses pengumpulan data dilakukan selama masa magang dan penciptaan karya, dan didukung oleh dokumentasi visual, sketsa, serta refleksi proses kreatif yang mendalam. Penelitian ini menghasilkan tiga karya utama, yaitu satu kain batik eksploratif dan dua busana, masing-masing menggabungkan teknik batik tulis dan sulaman tangan ala Tatreez Palestina seperti teknik fallahi (cross stitch) dan tahrireh (couching stitch). Motif-motif yang dipilih antara lain olive branch (ranting zaitun), cypress tree (pohon cemara), moon of Bethlehem, serta motif-motif geometris khas Tatreez. Setiap simbol tersebut dipilih tidak hanya berdasarkan estetika visual, tetapi juga nilai-nilai makna yang dikandungnya, seperti ketahanan, kehidupan, harapan, dan keberanian. Teknik pewarnaan dilakukan melalui metode nyelup (pencelupan) dan mencoled (pengolesan manual warna) untuk menjaga ketajaman visual dan fleksibilitas dalam pengendalian warna, sedangkan sulaman ditambahkan secara selektif untuk memperkaya tekstur dan mempertegas identitas motif. Temuan utama menunjukkan bahwa proses adaptasi visual dan teknik dari dua tradisi yang berbeda ini tidak hanya memungkinkan penciptaan bentuk estetis baru, tetapi juga menghadirkan ruang reflektif untuk narasi politik dan identitas budaya. Karya yang dihasilkan memuat makna perlawanan dan solidaritas, serta menjadi sarana untuk mengangkat isu sosial melalui medium kriya. Melalui pendekatan artistik, penelitian ini membuka kemungkinan baru dalam pelestarian budaya minoritas melalui kolaborasi visual dan teknik lintas tradisi. Kesimpulannya, proyek tugas akhir ini menunjukkan bahwa kriya tekstil tidak hanya berfungsi sebagai karya visual, tetapi juga sebagai bentuk narasi sosial dan budaya yang hidup. Kolaborasi antara motif Tatreez Palestina dan teknik batik Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana seni kriya dapat menjadi jembatan antarbudaya sekaligus ruang resistensi kreatif terhadap isu-isu kontemporer. Karya ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang potensi seni tekstil sebagai media representasi dan empati lintas batas.
VISUALISASI STAGES OF LIFE MELALUI UPCYCLING PRODUK TEKSTIL INTERIOR DENGAN REKA LATAR PADA WEARABLE ART
Industri tekstil, sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah yang berkelanjutan, termasuk limbah tekstil interior seperti upholstery dan produk dekoratif interior. Peningkatan limbah akibat urbanisasi industry tekstil dan penggunaan serat sintetis menimbulkan ancaman lingkungan, sehingga penerapan prinsip keberlanjutan menjadi semakin penting untuk menjaga ekosistem. Pendekatan upcycling hadir sebagai solusi inovatif dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai estetis dan fungsional, yang tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkaya dunia kriya tekstil melalui kolaborasi budaya dan kreativitas. Penelitian ini mengintegrasikan konsep Stages of Life, yang mencerminkan tahapan kelahiran, kehidupan, kematian, dan pembusukan, untuk memvisualisasikan siklus kehidupan manusia yang selaras dengan proses daur ulang limbah tekstil. Teknik reka latar, seperti needlework, patchwork, painting, dan dyeing, diterapkan pada wearable art guna menciptakan karya yang menggabungkan nilai seni, desain, dan pesan keberlanjutan. Melalui kriya tekstil sebagai media utama, penelitian ini menegaskan pentingnya hubungan manusia dengan lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan dampak limbah tekstil melalui eksplorasi kreatif yang inovatif.
PERANCANGAN MOTIF BATIK AVANT GARDE DENGAN INSPIRASI KARAKTER GAYA TOKOH ANIME JOJO S BIZARRE ADVENTURE GOLDEN WIND
Batik adalah salah satu produk kesenian milik Indonesia yang telah turun temurun dilestarikan. Eksistensinya telah dikenal dan diakui secara internasional oleh UNESCO. Adanya globalisasi dapat membantu mempopulerkan eksistensi dari hal apapun, termasuk kesenian batik Indonesia. Namun, tak hanya kesenian Batik Indonesia, globalisasi dapat pula mempopulerkan hal lain, hingga menjadi suatu budaya populer seperti dalam bidang hiburan. Globalisasi yang membantu menyiarkan banyak budaya dari mancanegara dan membentuk sebuah budaya populer melewati internet dapat menyaingi perhatian masyarakat Indonesia utamanya penikmat anime pada budaya lokal. Salah satu budaya populer adalah anime, yang merupakan sajian animasi khas Jepang. Salah satu anime yang cukup populer adalah JoJo’s Bizarre Adventure: Golden Wind. Karena itu, pada penelitian ini digunakanlah karya seni kriya tekstil untuk menyampaikan pesan atau membuat pernyataan akan sebuah isu. Melalui seni batik tulis, diciptakannya kain batik kontemporer dengan anime yang sempat populer yaitu Jojo’s Bizarre Adventure: Golden Wind sebagai inspirasi motif yang berasal dari karakter gaya dan unsur visual yang khas dari tokoh utama animenya. Tujuan dari pembuatan karya adalah untuk membuat karya yang sebagai simbol akulturasi dengan menggunakan metode kolaborasi kreatif antar budaya lokal dengan budaya populer agar kesenian Indonesia dapat terus berkembang secara fleksibel dengan zaman dan tidak tertinggal. Pengembangan desain batik diawali dengan memahami kekhasan dari unsur batik, seperti ragam hias, struktur kain, komposisi kain, serta ciri khas warna. Tahapan pengembangan desain juga didasari pada hasil observasi dan studi literatur yang dilakukan mengenai karakter gaya dari tokoh anime yang dipilih, yang kemudian dilanjut ke tahap eksplorasi desain yang dalam prosesnya turut serta merujuk pada teori warna dan unsur kesenian anime/ manga. Proses desain menggunakan teori adaptasi visual yang menjadi pedoman dalam proses perancangan berbagai motif batik. Desain yang telah dibuat kemudian direalisasikan dengan teknik batik tulis hingga menjadi sebuah kain utuh.
EKSPLORASI TEKNIK CROCHET SEBAGAI ALTERNATIF ALAT CETAK MENGGUNAKAN CYANOTYPE
Teknik crochet telah lama menjadi salah satu metode pembuatan tekstil yang menarik perhatian karena keluwesan dalam mengimplementasikan ragam hias sembari pembuatan karya tekstil. Melalui penggunaan benang berbahan dasar serat alam maupun sintetis, crochet memungkinkan pembuatan berbagai pola dan tekstur yang menarik. Tekstur dan ruang di antara untaian-untaian yang terjalin memberikan potensi teknik crochet untuk dikembangkan sebagai alat cetak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik crochet sebagai alternatif alat cetak motif menggunakan cyanotype, sebuah teknik fotografi alternatif yang memanfaatkan sinar ultraviolet, baik dari matahari maupun bantuan lampu uv. Melalui eksplorasi penggunaan cyanotype sebagai alat cetak gambar, maka pola dan motif dari siluet crochet mampu teraplikasikan pada kain tekstil. Penerapan hasil cetak pun dikembangkan menjadi sekumpulan koleksi kriya berupa kain, layaknya batik pada umumnya, yang dapat diterapkan pada produk fashion maupun produk interior. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik cetak motif yang inovatif dan kreatif, salah satunya menggunakan kombinasi antara teknik crochet dan cyanotype.
PENERAPAN ELEMEN VISUAL JAJANAN PASAR TRADISIONAL BETAWI PADA FASHION LOLITA DENGAN TEKNIK REKA LATAR
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan budaya yang memiliki keunikan disetiap daerahnya. Budaya tidak hanya berupa tarian tradisional, baju adat dan lagu adat. Namun kuliner atau makanan tradisional juga merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya. Dari makanan tradisional lahirlah camilan tradisional atau yang biasa disebut jajanan pasar tradisional. Namun seiring berjalannya waktu, jajanan pasar tradisional mulai tersingkirkan akibat munculnya makanan dan camilan dari luar negeri dan berkurangnya produsen makanan tersebut, sehingga jajanan tradisional mulai jarang ditemukan di pasar. Diperlukannya hal alternatif yang dapat membantu mengenalkan jajanan pasar tradisional.. Lolita sebagai subkultur fesyen jepang yang terinspirasi dari fesyen era Rococo merupakan media mengekpresikan diri bagi penggunanya dan juga sebuah media komunikasi. Dengan menggunakan pendekatan ilmu kriya tekstil, penelitian ini mengadaptasi visual jajanan pasar tradisional khususnya Betawi sebagai rancangan koleksi fesyen subkultur Lolita dengan menggunakan teknik reka latar dengan tujuan menggunakan media baru yaitu fesyen untuk mempromosikan dan memperkenalkan jajanan pasar Indonesia sebagai kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan