📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenROOT CAUSE INVESTIGATION OF WARPING AND SURFACE DEGRADATION DEFECTS ON POLYPROPYLENE PIPETTE TIPS USED IN BIOTECHNOLOGY APPLICATION
Penelitian ini menyelidiki penyebab utama dua masalah kualitas pada pipet tip polypropylene untuk aplikasi bioteknologi, yaitu pelengkungan pada suhu ruang (warping) dan degradasi permukaan bagian dalam setelah kontak dengan etanol dan isopropanol. Pendekatan failure analysis menggabungkan visualisasi tegangan sisa (birefringence), pengukuran dimensi, serta karakterisasi material (MFR, DSC/TGA, FTIR, SEM–EDX, UV–Vis, GC–MS). Hasil menunjukkan bahwa warping dipicu oleh ketebalan dinding yang sangat tipis dan tidak seragam, pendinginan yang tidak merata, tegangan sisa yang terperangkap, serta perilaku kristalisasi pasca proses injeksi pada polypropylene random copolymer. Degradasi permukaan disebabkan oleh migrasi dan ekstraksi aditif bermassa molekul rendah (misalnya slip agent dan senyawa terfluorinasi) oleh alkohol, sehingga menurunkan kemampuan pelumasan dan memicu mekanisme aus stick–slip terhadap plunger berbahan LCP. Rekomendasi utama meliputi penggunaan homopolimer PP ternukleasi dengan flowability tinggi, optimasi formulasi aditif agar lebih tahan terhadap pelarut, serta pengaturan ulang profil pendinginan untuk meminimalkan tegangan sisa.
ANALISIS PENGARUH RASIO KOMBINASI WOODCHIP DAN CANGKANG SAWIT TERHADAP EFISIENSI ENERGI PADA PLTBM DELI SERDANG SUMATERA UTARA
Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) menjadi salah satu solusi dalam pengembangan energi terbarukan berbasis limbah organik, khususnya di sektor industri kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio kombinasi bahan bakar woodchip dan cangkang sawit terhadap efisiensi energi di PLTBm Deli Serdang, Sumatera Utara. Metodologi penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui pengumpulan data operasional biomassa dan energi listrik yang dihasilkan selama periode Juni 2024 hingga Mei 2025. Parameter utama yang dianalisis meliputi kadar air, nilai kalor (LHV), Specific Fuel Consumption (SFC), dan Net Plant Heat Rate (NPHR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi energi tertinggi tercapai pada rasio cangkang sawit (1-3%), dengan nilai kalor mencapai 2.870 kcal/kg dan SFC terendah 1,03 kg/kWh. Sebaliknya, peningkatan rasio cangkang sawit di atas 5% menyebabkan kenaikan kadar abu dan emisi, serta penurunan efisiensi pembakaran yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai NPHR hingga 4.780 kcal/kWh. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar, khususnya kadar air dan komposisi rasio campuran, lebih berpengaruh terhadap efisiensi pembangkitan dibanding jumlah bahan bakar yang digunakan. Dengan demikian, rasio campuran optimal woodchip dan cangkang sawit untuk operasi yang efisien berada pada kisaran cangkang sawit 1-3%. Strategi pengelolaan bahan bakar yang tepat, termasuk pemantauan kadar air dan pengendalian rasio campuran secara dinamis, sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi dan keandalan operasi PLTBm secara berkelanjutan.
EFEK PENAMBAHAN ADITIF PADA BIODIESEL B35 UNTUK DIGUNAKAN PADA MOTOR BAKAR DIESELDI PLTD SENTAWAR
Selaras dengan program pemerintah dalam rangka meningkatkan bauran pemanfaatan energi terbarukan, saat ini PLN dituntut untuk melakukan konversi penggunaan energi fosil berupa BBM solar murni secara bertahap menjadi biodiesel. PLTD Sentawar dengan kapasitas 21 x 1 MW yang berlokasi di Melak, Kalimantan Timur merupakan salah satu pembangkit listrik milik PLN Indonesia Power yang berada dibawah pengelolaan PT PLN IP UBP Mahakam. PLTD Sentawar saat ini menggunakan bahan bakar biodiesel B35. Perubahan dari penggunaan solar murni (HSD B0) ke Biodiesel B20 lalu B30 dan bahkan sekarang ke B35 telah memberikan beberapa dampak negatif pada operasi pembangkit diesel. Penyumbatan filter bahan bakar yang lebih cepat merupakan salah satu kasus yang dijumpai, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu pemeliharaan untuk penggantian filter. Mempertimbangkan kendala-kendala tersebut, maka muncullah gagasan penggunaan aditif sebagai perlakuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas B35 di PLTD. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur terkait penggunaan aditif biodiesel terlebih dahulu. Kemudian dilakukan percobaan pencampuran biodiesel dengan aditif di PLTD Sentawar. Jumlah campuran aditif yang digunakan mengikuti rekomendasi produsen aditif yaitu 1:30.000 untuk 100 jam pertama, kemudian 1:15.000 untuk dosis selanjutnya. Selanjutnya pada percobaan ini sampel biodiesel akan diambil sebanyak 3 kali untuk pengujian laboratoriumoratorium. Sampel pertama diambil sebelum biodiesel diberi aditif, sampel kedua diambil setelah biodiesel diberi aditif setelah 100 jam operasi, dan sampel terakhir diambil setelah 1.000 jam operasi. Berdasarkan hasil percobaan pencampuran biodiesel dengan zat aditif di PLTD Sentawar, diperoleh hasil bahwa biodiesel mengalami peningkatan kualitas dari segi parameter cleanliness dan mengalami penghematan bahan bakar dari segi konsumsi bahan bakar spesifik PLTD (SFC). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan zat aditif dapat memberikan dampak positif pada motor bakar diesel dan cocok untuk diaplikasikan pada motor bakar diesel sejenis.