📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERUMUSAN KONDUKTIVITAS HALL DAN TERMOELEKTRIK PADA MATERIAL TOPOLOGI : EFEK RASHBA DAN MEDAN PERTUKARAN
Dalam beberapa dekade terakhir, konsep fasa geometri yang berkaitan dengan kurvatur Berry menjadi salah satu landasan penting dalam memahami berbagai fenomena trans- port elektronik pada sistem kuantum, khususnya pada material dengan sifat topologi. Berasal dari struktur geometri fungsi gelombang di ruang parameter dan bertanggu- ngjawab atas munculnya fenomena arus transversal seperti pada efek Hall dan Nernst anomali. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis perumusan kurvatur Ber- ry serta pengaruhnya terhadap konduktivitas Hall dan termoelektrik transversal pada model sistem dua pita dengan kopling spin-orbit Rashba dan medan pertukaran. Di- mulai dari persamaan Schrödinger pada keberadaan gangguan medan eksternal dengan aproksimasi adiabatik untuk memperoleh kurvatur Berry. Konduktivitas Hall dan ter- moelektrik dihitung menggunakan pendekatan Kubo dengan mendefinisikan arus panas dan elektrik. Diperoleh konduktivitas Hall yang terkuantisasi pada temperatur nol mut- lak dengan bilangan Chern half-integer dan diperoleh bentuk mirip plato untuk kon- duktivitas termoelektrik pada daerah celah pita energi, serta melemahnya respons Hall pada suhu tinggi akibat efek perataan distribusi Fermi dan berkurangnya magnetisasi. Sementara konduktivitas termoelektrik berbanding lurus dengan temperatur sesuai re- lasi Mott. Selain itu didapat pula relasi Mott tetap terjaga dan rasio Konduktivitas Hall dan termoelektrik berada di antara kB/e dan kB/5e.
INVESTIGASI PENGARUH KONVERSI PARA-ORTHO HIDROGEN PADA PERFORMA SISTEM PENDINGINAN REGENERATIF ROKET
Akibat dari fenomena kuantum yang terjadi pada molekul hidrogen, hidrogen dapat diklasifikasikan menjadi para-hidrogen dan ortho-hidrogen. Akan tetapi, karena efek dari fenomena kuantum tersebut, para-hidrogen akan memiliki nilai energi yang lebih rendah dari ortho-hidrogen sehingga reaksi konversi antara keduanya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa suatu sistem pendinginan yang menggunakan hidrogen sebagai fluida pendinginnya. Berdasar pada informasi tersebut, maka akan dilakukan suatu investigasi untuk mencari tahu bagaimana pengaruh dari reaksi konversi para-ortho hidrogen pada performa sistem pendinginan regeneratif roket yang menggunakan hidrogen cair sebagai propelannya. Dengan menggunakan metode dinamika fluida komputasional untuk menyimulasikan fenomena transpor yang terjadi pada thrust chamber, didapatkan kesimpulan bahwa reaksi konversi para-ortho hidrogen tidak dapat meningkatkan performa pendinginan dari sistem pendinginan regeneratif roket dengan jumlah yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan skala waktu antara laju reaksi konversi dan laju aliran hidrogen yang menyebabkan sedikitnya jumlah siklus reaksi konversi yang dapat terjadi dan rendahnya jumlah kalor yang terambil oleh reaksi tersebut selama hidrogen mengalir di dalam saluran pendingin.