📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenPERANCANGAN CONCEPT ART BOOK MAKANAN TRADISIONAL SOLO UNTUK REMAJA TENGAH USIA 14-18 TAHUN
Makanan tradisional merupakan bagian pen?ng dari iden?tas budaya yang ?dak hanya menghadirkan cita rasa lokal tetapi juga mengandung nilai historis, sosial, dan simbolik suatu masyarakat. Namun, dalam era globalisasi, eksistensi makanan tradisional menghadapi tantangan berupa dominasi budaya asing, perubahan pola konsumsi, serta rendahnya minat generasi muda, termasuk remaja. Hal ini menyebabkan berkurangnya apresiasi dan pengetahuan terhadap kuliner tradisional di Indonesia. Kota Solo atau Surakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa memiliki kekayaan kuliner tradisional yang lahir dari proses akulturasi budaya dan krea?vitas masyarakat, namun keberadaannya masih kurang diapresiasi oleh generasi muda. Seiring berkembangnya era digital, pendekatan inova?f berbasis budaya populer menjadi peluang untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda. Media fiksi seper? komik, animasi, dan game dinilai efek?f dalam membangun keterikatan emosional dan relevansi budaya. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk mengembangkan desain karakter dan worldbuilding yang terinspirasi dari makanan tradisional Solo dalam bentuk concept artbook. Metode yang digunakan adalah skema double diamond dan manga matrix untuk menghasilkan representasi visual yang menggabungkan nilai budaya dengan pendekatan modern. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi media alterna?f dalam memperkenalkan dan meningkatkan apresiasi remaja terhadap makanan tradisional Solo.
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM GASTRONOMI NUSANTARA BERBASIS INTERPRETASI KULINER MULTISENSORI
Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisi yang amat beragam, namun menghadapi ancaman akibat ketergantungan impor pangan serta pergeseran gaya hidup generasi muda yang cenderung mengonsumsi makanan modern maupun instan. Perubahan pola konsumsi ini berisiko mengikis keberagaman pangan lokal dan identitas budaya Nusantara. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana rekreasi edukatif yang mampu memperkenalkan serta melestarikan narasi gastronomi Indonesia secara interaktif dan relevan dengan generasi modern. Tujuan perancangan ini adalah mewujudkan museum gastronomi modern bernama Gastro Loka. Museum ini dirancang untuk merekonstruksi dan mempresentasikan identitas kuliner tradisi dari berbagai penjuru Nusantara melalui pendekatan spasial yang tidak sekadar visual, melainkan juga menyentuh aspek sensori manusia secara menyeluruh. Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, serta analisis kualitatif terhadap karakteristik kuliner lokal, perilaku pengunjung, dan standar museum interaktif. Pendekatan perancangan menerapkan interpretasi kuliner multisensori yang mengintegrasikan aspek pencahayaan, materialitas, akustik, tekstur, dan pengalaman olfaktori ke dalam ruang interior. Konsep desain museum mengusung tema "Kelana Rasa Nusantara", yang mengarahkan alur eksplorasi pengunjung melalui rangkaian program spasial yang saling terintegrasi. Implementasi desain diwujudkan melalui pembagian zona utama, meliputi galeri pameran interaktif untuk narasi sejarah dan tradisi pangan, area workshop untuk edukasi pembuatan hidangan secara langsung, hingga restoran gastronomy fine dining yang menyajikan reinterpretasi kuliner Nusantara. Seluruh elemen interior dan tata pamer dirancang terpadu guna menstimulasi emosi dasar pengunjung serta membangun kembali kebanggaan terhadap kekayaan pangan lokal.
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM GASTRONOMI NUSANTARA BERBASIS INTERPRETASI KULINER MULTISENSORI
Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisi yang amat beragam, namun menghadapi ancaman akibat ketergantungan impor pangan serta pergeseran gaya hidup generasi muda yang cenderung mengonsumsi makanan modern maupun instan. Perubahan pola konsumsi ini berisiko mengikis keberagaman pangan lokal dan identitas budaya Nusantara. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana rekreasi edukatif yang mampu memperkenalkan serta melestarikan narasi gastronomi Indonesia secara interaktif dan relevan dengan generasi modern. Tujuan perancangan ini adalah mewujudkan museum gastronomi modern bernama Gastro Loka. Museum ini dirancang untuk merekonstruksi dan mempresentasikan identitas kuliner tradisi dari berbagai penjuru Nusantara melalui pendekatan spasial yang tidak sekadar visual, melainkan juga menyentuh aspek sensori manusia secara menyeluruh. Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, serta analisis kualitatif terhadap karakteristik kuliner lokal, perilaku pengunjung, dan standar museum interaktif. Pendekatan perancangan menerapkan interpretasi kuliner multisensori yang mengintegrasikan aspek pencahayaan, materialitas, akustik, tekstur, dan pengalaman olfaktori ke dalam ruang interior. Konsep desain museum mengusung tema "Kelana Rasa Nusantara", yang mengarahkan alur eksplorasi pengunjung melalui rangkaian program spasial yang saling terintegrasi. Implementasi desain diwujudkan melalui pembagian zona utama, meliputi galeri pameran interaktif untuk narasi sejarah dan tradisi pangan, area workshop untuk edukasi pembuatan hidangan secara langsung, hingga restoran gastronomy fine dining yang menyajikan reinterpretasi kuliner Nusantara. Seluruh elemen interior dan tata pamer dirancang terpadu guna menstimulasi emosi dasar pengunjung serta membangun kembali kebanggaan terhadap kekayaan pangan lokal.
PERANCANGAN VISUAL DAN WORLDBUILDING GAME BERTEMA MAKANAN TRADISIONAL KUDUS BAGI DEWASA MUDA USIA 18–25 TAHUN
Kuliner tradisional Kudus mencerminkan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Setiap hidangan menyimpan kebiasaan, interaksi sosial, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Game digital sebagai media interaktif memiliki potensi besar dalam menyampaikan informasi budaya karena sifatnya yang imersif dan menarik, sehingga mempermudah audiens dalam memahami konsep dan konteks budaya. Media interaktif mampu menyajikan budaya kuliner Kudus secara informatif, imersif, dan meningkatkan apresiasi terhadap tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan merancang desain visual dan worldbuilding dalam game digital sebagai media penyampaian budaya kuliner Kudus kepada dewasa muda usia 18–25 tahun, yang memiliki kedekatan dengan media digital dan game interaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner sebagai dasar perancangan. Hasil perancangan ini diharapkan dapat membuka pemahaman audiens bahwa setiap makanan mengandung nilai-nilai positif yang dapat diapresiasi dan diangkat.
PENGEMBANGAN PRODUK ALAT BAWA DAN SAJI MAKANAN KHAS SOLO CABUK RAMBAK UNTUK MENDUKUNG INTERAKSI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI
Abstrak penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap menurunnya kualitas interaksi sosial dalam budaya makan tradisional Solo, khususnya antara penjual dan pembeli. Dulu, komunikasi hangat tercipta melalui cara berjualan yang sederhana seperti duduk rendah dan alat jual yang ringan dibawa, namun kini tergantikan oleh gerobak yang lebih praktis namun menciptakan jarak emosional. Penelitian ini menawarkan solusi desain produk yang menggabungkan nilai tradisional dengan kebutuhan modern, berupa alat jual makanan khas Solo yang mobile namun tetap mendukung interaksi personal. Konsep ini tidak hanya menjawab kebutuhan fungsional, tetapi juga merevitalisasi makna makan sebagai ruang sosial, dengan desain yang memungkinkan kedekatan antara penjual dan pembeli. Sebagai bagian dari visi pelestarian budaya Pura Mangkunegaran, desain ini diharapkan dapat memperkuat identitas kuliner Solo dan menjadikannya relevan bagi generasi muda.