π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenANALISIS DAMPAK KEBERADAAN FLYOVER TERHADAP KINERJA SIMPANG BERSINYAL IBRAHIM ADJIE - TERUSAN JAKARTA KOTA BANDUNG
Pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat di Kota Bandung meningkatkan beban lalu lintas pada Simpang Ibrahim Adjie β Terusan Jakarta Antapani, simpang bersinyal empat lengan yang telah dilengkapi Flyover Jaksa Agung R. Soeprapto untuk mengalihkan sebagian arus menerus timurβbarat, namun efektivitasnya terhadap kinerja simpang secara keseluruhan belum dievaluasi secara terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas eksisting simpang, mengukur dampak keberadaan flyover melalui perbandingan kondisi dengan dan tanpa flyover, serta membandingkan hasil analisis antara metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan pemodelan mikrosimulasi PTV Vissim, pada periode jam puncak pagi dan sore dengan parameter derajat kejenuhan, tundaan, panjang antrean, dan rasio kendaraan henti. Hasil penelitian menunjukkan dampak flyover bersifat kondisional terhadap periode waktupada sore hari, ketika arus mendekati kapasitas, ketidakberadaan flyover meningkatkan panjang antrean sebesar 102,0β115,6% dan tundaan sebesar 72,1β206,1%; sedangkan pada pagi hari dampaknya tidak konsisten akibat perbedaan filosofi pengaturan waktu sinyal antar skenario. Perbandingan kedua metode menunjukkan kesesuaian tinggi pada kondisi arus rendah, namun deviasi meningkat signifikan seiring derajat kejenuhan mendekati satu, terutama pada panjang antrean. Keterbatasan geometrik lajur Belok Kiri Jalan Terus turut menjadi faktor deviasi tambahan yang hanya mampu direpresentasikan model mikroskopik PTV Vissim.
EVALUASI KINERJA LALU LINTAS SIMPANG BERSINYAL DI PERSIMPANGAN SOEKARNO HATTA - PASIR KOJA
Persimpangan bersinyal Soekarno Hatta β Pasir Koja merupakan salah satu simpang di Kota Bandung yang terindikasi mengalami tundaan tinggi dan antrean memanjang. Mengingat keterbatasan lahan pada area pendekat yang membatasi opsi pelebaran geometrik secara fisik, rekomendasi perbaikan dalam penelitian ini difokuskan pada strategi rekayasa lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional persimpangan pada kondisi eksisting serta memodelkan alternatif optimasi waktu siklus Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) guna mereduksi tundaan rata-rata dan panjang antrean. Metodologi yang digunakan meliputi pemodelan mikrosimulasi menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM dan pendekatan analitis makroskopis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Parameter kinerja utama yang dievaluasi mencakup waktu siklus, panjang antrean, tundaan simpang, dan Tingkat Pelayanan (Level of Service / LOS). Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap tiga skenario alternatif: Alternatif 1 (Optimasi Komputasi VISSIM Siklus Tetap), Alternatif 2 (Optimasi Komputasi VISSIM Siklus PKJI), dan Alternatif 3 (Optimasi Teoritis PKJI 2023). Hasil evaluasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa simpang beroperasi dengan waktu siklus 270-295 detik, menghasilkan Tingkat Pelayanan (LOS) kategori F dengan tundaan rata-rata terbesar 142,14 detik/kend, serta panjang antrean rata-rata mencapai 192,35 meter pada periode pagi. Melalui penerapan optimasi, pemendekan waktu siklus mengindikasikan perbaikan kinerja lalu lintas yang signifikan. Skenario Alternatif 3 ditetapkan sebagai rekomendasi paling optimal karena mampu mereduksi rata-rata panjang antrean pada periode pagi hingga 78% (menjadi 42,74 meter) dan menurunkan tundaan rata-rata simpang sebesar 82% (menjadi 25,79 detik/smp). Capaian ini meningkatkan Tingkat Pelayanan (LOS) persimpangan dari kategori F menjadi D. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian durasi waktu siklus dan pendistribusian ulang fase hijau secara proporsional efektif dalam meningkatkan kinerja operasional persimpangan tanpa memerlukan perubahan infrastruktur fisik.
STUDI PERMASALAHAN LALU LINTAS DI AREA PERBELANJAAN YOGYA RIAU JUNCTION
Banyaknya kendaraan yang ingin memasuki Yogya Riau Junction menyebabkan timbulnya antrian hingga ke ruas jalan di simpang sekitar gedung. Penelitian ini menganalisis permasalahan lalu lintas yang ada di area Yogya Riau Junction, Jl. LLRE Martadinata, Kota Bandung, termasuk simpang bersinyal Jl. LLRE Martadinata β Jl. Trunojoyo β Jl. Seram yang ada di sekitarnya dan memberikan rekomendasi penanganan beserta evaluasi dari rekomendasi yang diberikan. Data perparkiran dikumpulkan selama 8 jam, yaitu pada pukul 12.00 β 20.00 untuk mengetahui karakteristik dan kinerja perparkiran. Data lalu lintas dikumpulkan pada dua jam puncak, yaitu pukul 09.00 β 10.00 dan 17.00 β 18.00 untuk mengetahui kinerja simpang dan kaitannya terhadap antrian kendaraan yang ingin memasuki Yogya Riau Junction. Analisis kinerja simpang dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi parkir mobil maksimum di Yogya Riau Junction melebihi kapasitas statisnya. Rekomendasi penambahan kapasitas parkir mobil menggunakan alat parkir vertikal dapat menurunkan indeks parkir dari 106,21% menjadi 91,12% serta menurunkan tingkat pergantian parkir dari 8 menjadi 7 untuk 8 jam pengamatan. Analisis kinerja simpang menunjukkan bahwa nilai derajat kejenuhan pada seluruh pendekat tidak ada yang melebihi batas dari PKJI sebesar 0,85. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi untuk mengurangi waktu siklus simpang dari 174 detik menjadi 95 detik agar pergerakan lalu lintas menjadi lebih efektif dari segi waktu. Hasil rekomendasi memberikan pengurangan panjang antrian sebesar 26% β 45% dan pengurangan tundaan total sebesar 14% β 40% pada seluruh pendekat di simpang.