📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPEMODELAN DAN ANALISIS GEOMEKANIKA 1D DAN 3D SEBELUM CO2 DIINJEKSIKAN PADA LAPANGAN X, SULAWESI TENGAH
Banggai Ammonia Plant (BAP) merupakan industri petrokimia yang memproduksi amonia dengan produk sampingan berupa CO2 dengan kemurnian yang sangat tinggi. Sejalan dengan kebijakan International Maritime Organization (IMO) dan standar green ports tahun 2026, BAP sedang bertransformasi untuk memproduksi blue ammonia melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Tantangan utama dalam CCS adalah risiko kenaikan tekanan pori selama injeksi yang dapat memicu reaktivasi sesar dan kegagalan integritas batuan penudung (cap rock). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi geomekanika bawah permukaan di Lapangan X, Provinsi Sulawesi Tengah, untuk mengetahui kondisi mekanika lapangan penelitian sebelum diinjeksikan CO2. Metodologi penelitian dilakukan secara integratif menggunakan data 8 sumur dan data seismik post-stack tiga dimensi dalam kawasan waktu. Tahapan pengerjaan dimulai dengan analisis geomekanika satu dimensi pada seluruh sumur untuk memperoleh parameter mekanika batuan, tekanan pori, dan profil tegasan di lapangan penelitian. Selanjutnya, dilakukan inversi seismik untuk menghasilkan volume impedansi akustik (AI) yang menjadi basis dalam penyebaran properti fisik batuan. Tahap akhir adalah pembangunan model geomekanika tiga dimensi yang mengombinasikan data sumur dan data seismik untuk memberikan gambaran spasial yang komprehensif. Hasil dari penelitian ini mencakup model tiga dimensi komponen geomekanika, serta analisis rezim tegasan in-situ yang bekerja. Tegasan in-situ pada lapangan X berhasil dimodelkan dengan rezim tegasan yang bekerja pada lapangan X adalah strike slip fault regime, dengan besaran SHMax > Sv > Shmin. Model geomekanika tiga dimensi berhasil diperoleh dengan menyebarkan komponen geomekanika dari model geomekanika satu dimensi lubang sumur terhadap volume AI. Model geomekanika tiga dimensi sudah menunjukkan hasil yang sesuai terhadap model geomekanika satu dimensinya, meskipun terdapat interval yang kurang baik karena keterbatasan data sumur.