📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenPERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN ENERGI BERBASIS LOGIKA FUZZY UNTUK APLIKASI PLTS ATAP RUMAHAN
Penghapusan skema net metering melalui Permen ESDM No. 2 Tahun 2024 mengharuskan pengguna PLTS atap rumahan mengoptimalkan self-consumption energi untuk mempertahankan kelayakan finansial investasi. Merespons masalah tersebut, penelitian ini merancang Sistem Manajemen Energi (EMS) berbasis algoritma logika fuzzy untuk mengendalikan aliran daya secara real-time pada PLTS atap hibrida. Metode perancangan melibatkan kontroler fuzzy untuk mengatur proporsi charge dan discharge baterai berdasarkan fluktuasi daya netto (?????) dan kondisi State of Charge (SOC) dalam rentang proteksi 20%-80%. Desain diimplementasikan dan dievaluasi menggunakan MATLAB/Simulink melalui lima skenario pengujian operasional: variasi rasio ekspor, intermitensi cuaca, skema harga, kapasitas baterai, dan ketersediaan energi awal. Hasil komputasi menunjukkan arsitektur matriks aturan fuzzy yang berhasil menjaga keseimbangan daya tanpa melanggar batasan perangkat keras, termasuk saat cuaca mendung dengan saturasi baterai yang tertahan di 61,4%. Secara keekonomian, pengujian membuktikan bahwa tanpa kompensasi ekspor, manuver time-shifting EMS dengan kapasitas baterai memadai (10,24 kWh) sangat efektif mem-bypass tingginya tarif listrik malam hari. Pada kondisi pengujian ideal, sistem mampu menekan total biaya operasional secara drastis hingga Rp 953. Namun, ketiadaan kapabilitas prediksi (forecasting) masih menjadi limitasi logika fuzzy murni saat menghadapi fluktuasi harga dinamis ekstrem. Sebagai kesimpulan, efisiensi maksimal PLTS atap di era regulasi baru ini mutlak bergantung pada keselarasan antara kelincahan komputasi algoritma fuzzy secara real-time dan optimalisasi dimensi fisik kapasitas baterai.
RANCANG BANGUN SISTEM ADAPTIVE CRUISE CONTROL (ACC) UNTUK KENDARAAN SEMI-DRIVE-BY-WIRE
Tugas akhir ini menyajikan perancangan dan implementasi sistem kontrol throttle berbasis logika fuzzy untuk fitur Adaptive Cruise Control (ACC) pada kendaraan Honda Brio 2014 dengan konfigurasi semi-drive-by-wire. Sistem ACC dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengemudi dengan mengatur kecepatan kendaraan secara otomatis berdasarkan jarak terhadap kendaraan atau objek di depan, seperti mobil lain, pejalan kaki, atau rintangan statis. Tujuan utama tugas akhir ini adalah merancang sistem kontrol throttle yang responsif, efisien, dan kompatibel dengan infrastruktur semi-drive-by-wire, yang menggabungkan kontrol mekanis dan elektronik untuk pengaturan throttle. Sistem ini memungkinkan kendaraan menyesuaikan kecepatan secara dinamis tanpa intervensi pengemudi, sehingga mendukung pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan efisien. Sistem yang dirancang berinteraksi dengan Controller Area Network (CAN-BUS) tertutup pada kendaraan untuk mengakses data real-time, seperti kecepatan roda, posisi throttle, dan parameter operasional lainnya. CAN-BUS, sebagai jaringan komunikasi intemal kendaraan, memfasilitasi pertukaran data antar modul elektronik dengan keandalan tinggi dan latensi rendah. Sistem ini dirancang untuk membaca data dari CAN-BUS menggunakan alat CAN-Reader dan menyuntikkan sinyal kontrol ke Electronic Control Unit (ECU) untuk mengatur bukaan throttle sesuai kebutuhan ACC. Pendekatan ini meminimalkan modifikasi pada perangkat keras kendaraan, menjaga efisiensi biaya, dan memudahkan penerapan pada kendaraan dengan spesifikasi serupa tanpa memerlukan perubahan struktural yang signifikan. Pengontrol berbasis logika fuzzy dipilih karena kemampuannya untuk menangani ketidakpastian dan non-linearitas dalam dinamika kendali otomotif. Logika fuzzy memungkinkan pengambilan keputusan yang adaptif melalui aturan berbasis bahasa alami, seperti "jika jarak ke kendaraan di depan dekat, maka kurangi kecepatan" atau "jika jarak aman, maka pertahankan atau tingkatkan kecepatan." Fungsi keanggotaan dirancang untuk memetakan jarak, yang diukur menggunakan sensor jarak seperti kamera monokular atau radar, ke dalam kategori seperti "dekat," "sedang," dan "jauh." Data jarak ini diproses bersama data kecepatan dari CAN-BUS untuk menghasilkan sinyal kontrol throttle yang akurat, memastikan respons kendaraan yang mulus dan sesuai dengan kondisi lingkungan jalan. Pengujian sistem dilakukan melalui tiga skenario untuk mengevaluasi performa secara menyeluruh. Skenario pertama melibatkan pengujian simulasi dengan perintah manual melalui antarmuka (seperti keyboard) untuk memverifikasi respons sistem dalam lingkungan terkendali. Skenario kedua menguji kemampuan ACC untuk mempertahankan kecepatan konstan pada jalan bebas hambatan tanpa rintangan, memastikan stabilitas kontrol throttle. Skenario ketiga menguji respons sistem terhadap rintangan dinamis, seperti kendaraan di depan, di mana ACC harus menyesuaikan kecepatan secara real-time berdasarkan jarak yang terdeteksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mencapai waktu respons throttle rata-rata di bawah 0,51 detik, diukur dari saat perintah dikirim hingga throttle menyesuaikan posisinya, menunjukkan kemampuan pengaturan kecepatan yang cepat, aman, dan efisien. Konfigurasi semi-drive-by-wire pada Honda Brio 2014 memberikan fleksibilitas dalam perancangan sistem, namun juga menimbulkan tantangan dalam memastikan kompatibilitas sinyal kontrol dengan ECU kendaraan. Solusi yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler untuk menghasilkan sinyal elektronik yang menyerupai sinyal pedal akselerator asli, memungkinkan kontrol throttle yang seamless dan terintegrasi. Sistem ini dilengkapi mekanisme fail-safe untuk mengembalikan kendali ke pengemudi jika diperlukan. Hasil implementasi dan integrasi sistem ini berhasil memenuhi spesifikasi yang ditetapkan, termasuk waktu respons throttle di bawah 0,51 detik pada semua skenario pengujian, menunjukkan keberhasilan sistem dalam mengatur kecepatan kendaraan secara efektif. Tugas akhir ini menghasilkan solusi hemat biaya untuk fitur ACC yang dapat diskalakan, dengan potensi penerapan pada kendaraan semi-otonom lainnya di masa depan.
SISTEM PREDIKSI LEVEL RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR DENGAN FAKTOR PENYAKIT DIABETES DAN FAKTOR GAYA HIDUP PASIEN BERDASARKAN LOGIKA FUZZY DAN MACHINE LEARNING
Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit yang memiliki tingkat mortalitas tertinggi dengan faktor penyakit diabetes melitus tipe 2, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol dan obesitas menjadi katalisator tertinggi terhadap kondisi tersebut. Melihat karakteristik alamiah dan perkembangan dari dunia medis, terjadi keterhambatan dalam melaksanakan proses deteksi diagnosa secara dini. Saat ini, sistem prediksi atas level risiko penyakit kardiovaskular telah dilakukan pada Studi Framingham, dengan limitasi terhadap objek usia dan epidemiologi. Selain itu, studi terhadap sistem prediksi dengan menggunakan pendekatan logika fuzzy dan supervised machine learning secara terpisah sudah marak dilakukan dengan faktor risiko tertentu, menghasilkan akurasi yang beranekaragam. Penangkapan karakteristik ketidakpastian medis belum sepenuhnya diatasi dengan baik oleh pengembangan supervised machine learning maupun dan inefisiensi masih ditemukan dalam pengembangan logika fuzzy secara terpisah. Dalam penelitian ini, pengembangan sistem prediksi level risiko dengan menggabungkan pendekatan logika fuzzy dan supervised machine learning dengan algoritma Random Forest dilakukan untuk melengkapi dan meningkatkan performa dalam menangani ketidakpastian medis dan prediksi yang lebih akurat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai akurasi model sebesar 25,6% dan skor ROC-AUC sebesar 13,4%.
PENGARUH ADAPTIVE FEEDBACK TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PEMBELAJAR MENGGUNAKAN BAYESIAN KNOWLEDGE TRACING YANG DIOPTIMASI OLEH LOGIKA FUZZY
Penerapan elemen feedback di dalam permainan edukasi berbasis kuis dinilai tidak konsisten dalam menghasilkan dampak pada motivasi dan capaian hasil belajar pada pembelajar. Penggunaan Bayesian Knowledge Tracing (BKT) sebagai adaptive feedback memang berhasil memberikan dampak pembelajaran terdahap pembelajar. Namun, model BKT klasik memiliki permasalahan Model Degeneracy jika pengaturan parameter slip probability dan guess probability tidak tepat. Penelitian ini berfokus pada perancangan, pembangunan, dan pengimplementasian model BKT baru yang dioptimasi dengan penggunaan logika fuzzy sebagai model adaptive feedback pada permainan edukasi berbasis kuis. Design Research Methodology (DRM) digunakan sebagai metodologi pada penelitian ini dengan pengujian menggunakan metode Pretest-Posttest Control Group Design serta pelaksanaan survei persepsi pengguna menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil menunjukkan bahwa model BKT dengan optimasi logika fuzzy yang dikembangkan terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar penggunanya.
MENINGKATKAN ESTIMASI WAKTU DAN BIAYA PROYEK STABILISASI LERENG WANAGON BARAT DI PENUTUPAN TAMBANG TERBUKA GRASBERG: PENDEKATAN INTEGRASI LOGIKA FUZZY DAN TEKNIK EVALUASI DAN TINJAUAN PROYEK (PERT)
Estimasi waktu dan biaya yang akurat sangat penting dalam keberhasilan penutupan proyek pertambangan skala besar seperti Proyek Stabilitas Lereng Wanagon Barat di Tambang Terbuka Grasberg. Secara historis, perkiraan ini ditandai dengan ketidakakuratan, yang berdampak negatif terhadap efisiensi dan efektivitas proyek secara keseluruhan. Kajian ini secara khusus membahas permasalahan ketidakakuratan perkiraan waktu dan biaya dalam proyek penutupan tambang terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia. Dengan menggunakan serangkaian teknik analisis yang komprehensif termasuk Analisis Masalah Kepner-Tregoe, Analisis Jalur Kritis, Analisis PERT, dan integrasi inovatif Logika Fuzzy dengan PERT. Penelitian ini berupaya untuk meningkatkan keakuratan estimasi waktu dan biaya. Investigasi tersebut menunjukkan beberapa penyebab potensial dari keterlambatan waktu dan biaya yang diamati, di antaranya adalah erosi yang cukup tinggi di kaki timbunan dengan kemiringan lereng tinggi karena tidak memadainya pengendalian air permukaan, rumitnya tuntutan teknis dalam tugas-tugas teknik dan konstruksi, perubahan tak terduga dalam lingkup proyek, ketidakpastian dalam sumber daya, dan kekurangan dalam pengalaman manajemen risiko dan proyek. Dengan mengatasi permasalahan ini secara metodis melalui metodologi yang digunakan, penelitian ini bertujuan untuk membangun kerangka estimasi yang lebih tangguh dan mampu mengakomodasi ketidakpastian kompleks yang umum terjadi pada proyek penutupan tambang. Hasil yang diharapkan adalah model yang tervalidasi secara menyeluruh yang tidak hanya meningkatkan praktik estimasi namun juga secara signifikan meningkatkan kemampuan manajemen proyek, sehingga menawarkan wawasan berharga ke dalam integrasi efektif teknik analisis tradisional dan kontemporer dalam estimasi proyek.