📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 11 dokumen

MEASURING THE BRAND LOYALTY OF UNSATISFIED TELKOMSEL FLASHCUSTOMER

Telkomsel adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang enyediakan berbagai macam produk layanan untuk pelanggannya. Telkomsel Flash sebagai ah satu produk unggulan dari Telkomsel, adalah produk yang menawarkan jasa layanan in met dan memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia, bersaing dengan Indosat dan Sttfren masing-masing dengan total pangsa pasar sebesar 77,5%. Indonesia adalah nega pengguna media sosial Twitter terbesar ke 5 dunia dengan 19,5 juta pengguna. Tujuan dari melitian ini adalah mengukur loyalitas merek pengguna yang merasakan ketidakpuasan dalam menggunakkan Telkomsel Flash Perbandingan price produk Telkomsel Flash dengan merek lain menjadi salah satu dasar untuk melakukan penelitian. Teori teori penting untuk menambah pengertian dan penyelesaian tugas akhir adalah pengertian dasar merek, ekuitas merek, loyalitas merek, media sosial, analisis konten, dan relasi publik. Topsy.com dan Kurrently.com adalah alat bantu dalam menganalisis konten media sosial selain Twitter.com. Metodologi melingkupi 3 bagian yaitu motif riset, kerangka riset, dan metode penentuan sampling. Motif riset membahas tentang motivasi penulis dalam pemilihan topik tugas akhir. Kerangka riset membahas tentang alur pengumpulan data dari pencarian kata kunci hingga analisis konten. Metode penentuan sampling berisi tentang teknik untuk menentukan jumlah populasi dan metode sampling. Jenis sampling adalah Purposive Sampling, maka Teori Slovin digunakkan untuk menentukkan jumlah sample. Ada 4 bagian yang dipaparkan dalam pengolahan data. Bagian pertama yaitu tentang keluhan - keluhan yang dialami dari responden yang tidak puas dengan pelayanan Telkomsel Flash. Bagian kedua membahas tentang faktor faktor yang mem ngaruhi responden ketika memilih atau membeli Telkomsel Flash. Bagian ketiga membahas tentang tendensi responden yang tidak puas untuk berpindah merek. Bagian keempat membahas tentang faktor-faktor yang membuat responden memutuskan untuk tidak berpindah merek. Stabilitas sinyal dan kecepatan koneksi menjadi faktor terbesar dari responden dalam memilih Telkomsel Flash dengan 51%. Sebesar 63% dari responden menyatakan keluhan yang dialami adalah seputar stabilitas sinyal dan kecepatan koneksi. Secara umum, tendensi responden untuk berpindah merek sebesar 52% dan 48% memutuskan untuk tidak berpindah merek, dimana 50% dari responden yang memutuskan untuk berpindah merek adalah berasal dari faktor terbesar dalam memilih produk Telkomsel Flash. Sebanyak 55% dari responden yang memutuskan untuk tidak berpindah merek berpendapat bahwa Telkomsel Flash masih memberikan stabilitas sinyal paling baik dan toleransi responden. Kata kunci: Telkomsel Flash, Loyalitas Merek, Perpindahan Merek, Media Sosial, Twitter, Analisis Konten

2026
👤 Penulis: Efraldo Sugih M Siahaan
🏷️ Loyalitas Merek 🏷️ Perusahaan Telekomunikasi 🏷️ Media Sosial

PERAN BRAND AWARENESS DALAM MEMEDIASI HUBUNGAN ANTARA STRATEGI SOCIAL MEDIA MARKETING DAN BRAND LOYALTY: STUDI PERBANDINGAN PADA MEREK KECANTIKAN LOKAL YANG BERHASIL DAN GAGAL DI INDONESIA

Studi ini akan mengeksplorasi peran kesadaran merek memediasi hubungan antara strategi pemasaran media sosial dan loyalitas merek dengan membandingkan merek kecantikan lokal yang sukses dan tidak sukses di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 konsumen Indonesia melalui survei online dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis regresi berganda, uji Sobel, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran media sosial berpengaruh positif terhadap kesadaran merek pada kedua kelompok merek, sementara kesadaran merek memiliki efek positif yang signifikan terhadap loyalitas merek dan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara strategi SMM dan loyalitas merek. Analisis deskriptif lebih lanjut membuktikan bahwa merek yang sukses secara konsisten menunjukkan tingkat persepsi pemasaran media sosial, kesadaran merek, dan loyalitas merek yang lebih tinggi dibandingkan dengan merek yang gagal. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti kesadaran merek sebagai faktor yang krusial dalam membangun loyalitas merek jangka panjang di industri kecantikan Indonesia.

2026
👤 Penulis: Malya Devita Laksono
🏷️ Kesadaran Merek 🏷️ Strategi Media Sosial Marketing 🏷️ Loyalitas Merek

PASCA KRISIS TUDUHAN PEMALSUAN BBM: PERAN KEPERCAYAAN MEREK, KEPUASAN PELANGGAN, DAN E-WOM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG MELALUI LOYALITAS MEREK PADA PENGGUNA PERTAMAX DI INDONESIA

PT. PERTAMINA menghadapi isu publik menyusul munculnya berita tentang peredaran BBM oplosan. Meski menuai kontroversi, banyak konsumen di Indonesia yang tetap melakukan pembelian ulang Pertamax. Penelitian ini mengkaji pengaruh kepercayaan merek, kepuasan pelanggan, dan E- WOM terhadap keputusan pembelian ulang, dengan loyalitas merek sebagai variabel mediasi. Metode kuantitatif yang digunakan adalah purposive sampling dengan menyebarkan survei kepada 261 responden di Indonesia yang tetap menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar utama kendaraan mereka dalam empat bulan terakhir, mengetahui adanya isu dugaan pemalsuan BBM, dan memiliki akses ke merek BBM lain. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan merek, kepuasan pelanggan, dan loyalitas merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ulang, sedangkan E-WOM tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas merek maupun keputusan pembelian ulang. Loyalitas merek juga ditemukan memediasi hubungan antara kepercayaan merek dan keputusan pembelian ulang, serta antara kepuasan pelanggan dan keputusan pembelian ulang. Namun, loyalitas merek tidak memediasi hubungan antara E-WOM dan keputusan pembelian ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pembelian ulang pasca-krisis lebih didorong oleh kualitas layanan, kepercayaan fungsional, dan kebiasaan, bukan oleh ikatan emosional atau pengaruh sosial. Oleh karena itu, Pertamina disarankan untuk meningkatkan transparansi, konsistensi layanan, dan pengalaman langsung pelanggan. Pelanggan BBM juga didorong untuk lebih bijak dalam memilih bahan bakar dan aktif memberi masukan demi perbaikan layanan.

2025
👤 Penulis: Faiza Izzati Amalina
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Loyalitas Merek 🏷️ Pertamina

PENGARUH FOMO DAN NILAI HEDONIK TERHADAP LOYALITAS MEREK MELALUI PEMBELIAN IMPULSIF DAN PENYESALAN SETELAH PEMBELIAN DALAM PEMBELIAN MAKANAN VIRAL DI KALANGAN KONSUMEN GEN Z DI JAKARTA DAN BANDUNG

Di era digital saat ini, kenaikan tren makanan viral telah memicu perilaku konsumsi yang didorong oleh emosi di kalangan konsumen muda, terutama di kota-kota metropolitan seperti Jakarta dan Bandung. Namun, pembelian makanan viral seringkali memicu keputusan impulsif yang diambil tanpa pertimbangan matang, yang dapat menyebabkan penyesalan setelah pembelian dan melemahkan loyalitas merek. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan nilai hedonik terhadap pembelian impulsif, serta bagaimana hal tersebut kemudian menyebabkan penyesalan pasca pembelian dan mempengaruhi loyalitas merek, khususnya dalam konteks pembelian makanan viral di Jakarta dan Bandung. Berlandaskan Self Determination Theory, Hedonic Consumption Theory, and Regret Theory, studi ini menyelidiki bagaimana pemicu emosional dan psikologis membentuk perilaku konsumen. Sebanyak 215 tanggapan valid dikumpulkan dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik FOMO maupun nilai hedonik secara signifikan meningkatkan perilaku pembelian impulsif. Perilaku pembelian impulsif, secara signifikan berkontribusi pada penyesalan pasca pembelian. Selain itu, penyesalan pasca pembelian ditemukan memiliki dampak negatif terhadap loyalitas merek. Hasil ini menekankan bahwa pembelian yang didorong oleh emosi mungkin memberikan kesenangan jangka pendek tetapi dapat merusak hubungan jangka panjang antara konsumen dan merek. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pemasar dalam mengelola strategi daya tarik emosional sambil meminimalkan potensi penyesalan konsumen.

2025
👤 Penulis: Carolina Kumala Ratih
🏷️ Emosi Digital 🏷️ Loyalitas Merek 🏷️ Pembelian Impulsif

STRATEGI DIGITAL MARKETING DALAM MEMBANGUN ADVOKASI MEREK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI STUDI KASUS DI PT. NADA PROMOTAMA

Penelitian ini mengkaji Bagai mana strategi digital marketing memengaruhi online brand advocacy, brand loyalty, dan purchase intention dalam konteks perusahaan musik dan event di Indonesia, yaitu PT. Nada Promotama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif analisis, dengan mengumpulkan data dari 281 responden melalui survei daring. Studi ini menganalisis pengaruh langsung digital marketing terhadap brand advocacy dan brand loyalty, serta dampaknya terhadap niat beli konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap online brand advocacy maupun brand loyalty. Selain itu, brand loyalty terbukti memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap purchase intention, yang mengindikasikan bahwa konsumen yang secara konsisten berinteraksi dan mempercayai suatu merek cenderung memiliki niat beli yang lebih tinggi. Namun demikian, online brand advocacy tidak terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap purchase intention. Analisis menunjukkan adanya hubungan dinamis antara online brand advocacy dan brand loyalty, yang saling memperkuat satu sama lain. Temuan ini memberikan masukan strategis bagi para pemasar, di mana perusahaan di sektor hiburan sebaiknya tidak hanya berfokus pada peningkatan brand advocacy, tetapi juga memperkuat loyalitas emosional konsumen melalui konten yang dipersonalisasi, komunikasi yang konsisten, dan interaksi digital yang bermakna. Memahami keterkaitan antara brand advocacy dan brand loyalty dapat membantu perusahaan dalam merancang kampanye marketing digital yang lebih efektif untuk meningkatkan niat beli konsumen. Sebagai kesimpulan, studi ini menegaskan pentingnya peran digital marketing dalam meningkatkan nilai merek, loyalitas, dan advokasi, serta menjelaskan pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perilaku pembelian konsumen. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan implikasi praktis yang berarti dalam memahami keterlibatan konsumen digital di industri hiburan Indonesia.

2025
👤 Penulis: Devita Chandra Aryn A
🏷️ Digital Marketing 🏷️ Advokasi Merek Online 🏷️ Loyalitas Merek

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN, KEPUASAN PELANGGAN, PERSEPSI PELANGGAN, DAN LOYALITAS MEREK PADA NESTLE INDONESIA OFFICIAL STORE DI SHOPEE

Loyalitas pelanggan adalah faktor penting untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang dengan cara menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Pelanggan yang loyal ditunjukkan oleh perilakunya dalam melakukan pembelian ulang, ingin merekomendasikan produk perusahaan, dan menunjukkan kekebalan terhadap produk pesaing. Tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan adalah prediktor terhadap perilaku loyalitas pelanggan. Strategi baru yang dilakukan oleh Nestle Indonesia dengan membuka toko daring melalui beberapa perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, meningkatkan kesempatan pelanggan untuk mengakses produk perusahaan. Namun, pengalaman pembelian daring pelanggan Nestle mengalami permasalahan dengan adanya perbedaan yang besar antara harapan dengan penilaian kinerja aktual kualitas pelayanan Nestle. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterkaitan kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, persepsi pelanggan, dan loyalitas merek menggunakan pendekatan analisis jalur berbasis Partial Least Square (PLS). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 400 orang pelanggan yang ditetapkan dengan penggunaan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan kepada 400 orang tersebut menggunakan purposive sampling. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan Nestle dianggap belum optimal, terutama berkaitan dengan aspek kehandalan dan daya tanggap. Hal ini pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya kepuasan pelanggan, buruknya persepsi pelanggan terhadap Nestle, dan konsekuensinya adalah loyalitas pelanggan yang rendah. Pengaruh kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, dan persepsi pelanggan terhadap loyalitas pelanggan sebesar 90.9% dan persepsi pelanggan mampu berperan sebagai variabel yang memediasi kualitas pelayanan dengan loyalitas merek

2024
👤 Penulis: Muhammad Madani
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Persepsi Pelanggan 🏷️ Loyalitas Merek

DAMPAK SOSIAL MEDIA MARKETING TERHADAP LOYALITAS MEREK DAN PERSEPSI KONSUMEN HOKA DI INDONESIA

Penelitian ini berupaya mengumpulkan bukti empiris mengenai besarnya dampak pemasaran media sosial terhadap persepsi konsumen dan loyalitas merek terhadap merek Hoka di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengaruh variabel independen pemasaran media sosial terhadap loyalitas pelanggan sepatu lari Hoka; Oleh karena itu, melalui hal ini, mencari tahu strategi spesifik mana yang telah diterapkan oleh merek olahraga tersebut yang paling efektif dalam menjangkau audiensnya. Penelitian ini menggunakan software SmartPLS 4 untuk uji outer model, uji inner model dan uji hipotesis. Pemasaran media sosial merupakan variabel independen dalam menentukan hubungan yang terjalin antara loyalitas merek dan persepsi konsumen. Data dikumpulkan dari konsumen Hoka melalui survei online dengan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif; kemudian dilakukan pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Temuannya menunjukkan hubungan positif yang cukup besar antara persepsi konsumen dan loyalitas merek serta pemasaran media sosial. Secara khusus, pemasaran media sosial menjelaskan perbedaan mencolok dalam loyalitas merek dengan statistik T sebesar 2,602 dan nilai p 0,009 dan persepsi konsumen dengan statistik T sebesar 78,347 dan nilai p 0,000, sehingga menunjukkan nilai strategisnya untuk penempatan merek di pasar yang kompetitif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini secara logis menyimpulkan bahwa pemasaran media sosial memiliki dampak yang sangat besar terhadap cara konsumen memandang dan berperilaku terhadap merek Hoka. Dalam jenis penelitian ini, manajemen Hoka dapat menunjukkan bahwa indikasinya adalah mereka perlu mempertimbangkan investasi dalam inovasi yang berkaitan dengan media sosial untuk meningkatkan tingkat keterlibatan, loyalitas, dan kepercayaan pelanggan. Analisis analitik lebih lanjut untuk periklanan bertarget dan keterlibatan komunitas akan memberdayakan persepsi konsumen secara lebih besar dan positif, sehingga semakin meningkatkan posisi pasar Hoka di Indonesia dan meningkatkan loyalitas merek.

2024
👤 Penulis: Achmad Geraldi
🏷️ Pemasaran Media Sosial 🏷️ Loyalitas Merek 🏷️ Persepsi Konsumen

DAMPAK STRATEGI DIGITAL HIJAU TERHADAP LOYALITAS MEREK KONSUMEN DI ANTARA GENERASI Z DI INDONESIA

Generasi Z menjadi demografi kunci dalam kerangka pasar Indonesia yang berubah cepat karena mereka sangat dipengaruhi oleh perkembangan digital dan keberlanjutan. Melibatkan generasi yang sadar lingkungan ini bergantung pada pengetahuan tentang bagaimana pemasaran hijau memengaruhi loyalitas merek, khususnya dalam konteks greenwashing. Studi ini meneliti bagaimana strategi pemasaran digital hijau memengaruhi loyalitas merek di antara konsumen Generasi Z di Indonesia. Tujuan utama lainnya adalah menyelidiki apakah greenwashing sebagai variabel moderasi dapat memengaruhi loyalitas merek. Dengan menggunakan paradigma positivis dan pendekatan kuantitatif, studi ini sebagian besar pada pengumpulan data empiris dan analisis statistik. Dipilih dengan metode pengambilan sampel non-probabilitas untuk menjamin sampel cukup mencerminkan populasi target, studi ini melakukan jajak pendapat terhadap 106 responden Generasi Z dari Indonesia. Dengan menekankan sikap peserta terhadap pemasaran hijau, kesadaran akan greenwashing, dan loyalitas merek, data diperoleh melalui kuesioner online terstruktur yang dikirim melalui Google Forms dan didistribusikan melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana untuk menentukan pengaruh pemasaran digital hijau yang strategis terhadap loyalitas merek dan juga melakukan analisis regresi termoderasi untuk menyelidiki peran moderasi kesadaran konsumen terhadap greenwashing pada hubungan antara pemasaran digital hijau dan loyalitas merek. Hasilnya menunjukkan bahwa di antara Generasi Z di Indonesia, teknik pemasaran digital hijau meningkatkan loyalitas merek. Namun, kekhawatiran konsumen tentang greenwashing mengurangi korelasi ini dan menekankan perlunya keaslian dalam kampanye pemasaran hijau. Studi ini menekankan bagaimana manajer harus menerapkan rencana pemasaran hijau yang jujur dan terbuka untuk mengembangkan dan mempertahankan loyalitas merek di antara konsumen yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan menekankan peran penting kesadaran greenwashing dalam membentuk kepercayaan dan loyalitas konsumen, secara teoritis hal ini menambah isi penelitian tentang pemasaran berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Bito Basudewo
🏷️ Digital Hijau 🏷️ Generasi Z 🏷️ Loyalitas Merek

PERAN FUNDAMENTAL PENGALAMAN MEREK DALAM MEMBANGUN LOYALITAS MEREK DI BALIK KESUKSESAN TAYLOR SWIFT YANG BERKELANJUTAN

Dalam lanskap persaingan industri musik yang semakin ketat, penting bagi para artis dan label rekaman untuk mempertahankan merek dan kehadiran pasar yang kuat, dengan menawarkan pengalaman merek yang berbeda sehingga membuat mereka bertahan lama di pasar. Taylor Swift adalah contoh dari merek artis yang mampu mempertahankan dan terus memperluas pangsa pasarnya dalam industri musik, meskipun telah berkarier selama lebih dari 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pengalaman merek, kepribadian merek, kepuasan merek, dan kecintaan merek terhadap loyalitas merek Taylor Swift, serta untuk mengkaji peran mediasi dari kepribadian merek, kepuasan merek, dan kecintaan merek dalam transisi dari pengalaman merek ke loyalitas merek Taylor Swift. Pendekatan kuantitatif digunakan, termasuk survei dengan 305 responden dari 16 wilayah di Indonesia, menggunakan teknik sampling judgmental. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS. Studi ini menemukan bahwa pengalaman merek memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepribadian merek, kepuasan merek, dan kecintaan merek. Kepribadian merek memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan merek. Kepuasan merek secara signifikan dan positif mempengaruhi kecintaan merek dan loyalitas merek. Selain itu, kecintaan merek juga memiliki dampak positif yang signifikan terhadap loyalitas merek. Studi ini kemudian mengungkapkan bahwa pengalaman merek secara tidak langsung mempengaruhi loyalitas merek, dengan kepribadian merek, kepuasan merek, dan kecintaan merek sebagai variabel mediasi yang membantu memediasi hubungan antara pengalaman merek dan loyalitas merek. Kepribadian merek bertindak sebagai faktor mediasi penuh, sementara kepuasan merek dan kecintaan merek bertindak sebagai faktor mediasi parsial. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi artis dan label rekaman di industri musik untuk meningkatkan strategi manajemen merek mereka dengan mengoptimalkan pengalaman merek, memperkuat kepribadian merek, kepuasan, dan kecintaan terhadap merek, sehingga mendorong loyalitas merek dan mempertahankan keberlangsungan artis di pasar. Studi ini berkontribusi untuk memperkaya pengetahuan tentang strategi manajemen merek dalam pemasaran, khususnya di industri musik.

2024
👤 Penulis: Betari Ayuning Gitafitri
🏷️ Loyalitas Merek 🏷️ Manajemen Merek 🏷️ Pemasaran Musik

AUTENTISITAS MEREK: STUDI MENGENAI DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS MEREK MELALUI KUALITAS HUBUNGAN MEREK DI INDUSTRI SEPATU LOKAL

Penelitian ini menyelidiki dampak autentisitas merek (AM) terhadap loyalitas merek di industri sepatu lokal, dengan menggunakan kualitas hubungan merek sebagai faktor mediasi. Berdasarkan kerangka kerja Lee dan Chung (2020), penelitian ini mengidentifikasi atribut utama autentisitas merek—autentisitas produk, autentisitas komunikasi, orisinalitas merek, dan autentisitas harga—dan mengkaji dampaknya terhadap loyalitas merek melalui kualitas hubungan merek, yaitu kepuasan merek, kepercayaan, dan komitmen. Pendekatan metode campuran digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini pertama-tama melakukan analisis kuantitatif menggunakan survei online dan PLS-SEM untuk menguji hubungan antara atribut autentisitas merek, kualitas hubungan merek, dan loyalitas merek. Setelah itu, dilakukan wawancara semi-terstruktur kualitatif yang dianalisis melalui pengkodean tematik untuk memvalidasi dan memperjelas temuan kuantitatif serta mengkonfirmasi atribut utama AM dalam konteks sepatu lokal. Hasil penelitian mengkonfirmasi bahwa autentisitas produk, yang mencakup kebaruan desain dan orisinalitas produk, meningkatkan kepuasan merek, kepercayaan, dan komitmen. Autentisitas komunikasi, yang mencakup autentisitas iklan dan autentisitas perusahaan, secara positif mempengaruhi kepuasan dan kepercayaan, sementara orisinalitas merek berdampak pada kepuasan dan komitmen. Autentisitas harga meningkatkan kepuasan dan kepercayaan, tetapi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komitmen jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan dan komitmen merek memediasi hubungan antara autentisitas merek dan loyalitas merek, sementara kepercayaan merek tidak. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi merek sepatu lokal untuk meningkatkan autentisitas dan membangun hubungan konsumen yang lebih kuat dengan berfokus pada desain produk yang orisinal, komunikasi yang transparan, cerita dan citra merek yang khas, serta praktik harga yang adil. Implikasi teoretis termasuk validasi dan adaptasi kerangka kerja Lee dan Chung (2020) untuk industri sepatu, memberikan wawasan khusus industri tentang peran autentisitas merek dalam membentuk loyalitas konsumen di sektor sepatu lokal Indonesia, yang dapat memandu penelitian masa depan dan strategi manajemen merek.

2024
👤 Penulis: Marshella Tristandinata
🏷️ Autentisasi Merek 🏷️ Hubungan Merek-Konsumen 🏷️ Loyalitas Merek

FAKTOR-FAKTOR MODERATING YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS MEREK DALAM PEMBOIKOTAN MEREK-MEREK TERAFILIASI ISRAEL

Studi ini menyelidiki pengaruh loyalitas merek terhadap keputusan masyarakat Indonesia untuk memboikot merek yang terkait dengan Israel. Penelitian ini dikontekstualisasikan dalam konflik panjang antara Palestina dan Israel, yang kembali menarik perhatian dunia setelah insiden signifikan pada Oktober 2023, dan memicu seruan luas untuk memboikot merek yang berafiliasi dengan Israel. Studi ini bertujuan untuk memahami dinamika kompleks antara loyalitas merek dan tindakan boikot, memberikan wawasan tentang bagaimana keterikatan konsumen terhadap merek berinteraksi dengan keyakinan politik dan sosial mereka. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, studi ini dimulai dengan wawancara kualitatif untuk memvalidasi kerangka penelitian dan mengidentifikasi variabel tambahan atau pertanyaan untuk fase kuantitatif. Wawancara ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang motivasi dan persepsi responden, yang sangat penting untuk memperbaiki instrumen survei. Setelah fase kualitatif, survei kuantitatif dilakukan untuk menguji hipotesis yang dikembangkan dari wawasan wawancara. Data dikumpulkan dari 546 responden melalui survei online, memastikan sampel yang beragam dan representatif dari populasi Indonesia. Data kuantitatif dianalisis menggunakan PLS-SEM. Temuan menunjukkan bahwa loyalitas merek secara signifikan berdampak negatif terhadap tindakan boikot, menunjukkan bahwa konsumen dengan loyalitas merek yang kuat cenderung tidak berpartisipasi dalam boikot terhadap merek-merek tersebut. Selain itu, studi ini juga meneliti efek moderasi dari animositas, norma subjektif, persepsi efikasi, dan kontraargumen terhadap hubungan antara loyalitas merek dan tindakan boikot. Hasil menunjukkan bahwa persepsi efikasi secara signifikan memoderasi hubungan ini. Konsumen yang percaya pada efektivitas tindakan boikot mereka lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam boikot, meskipun mereka memiliki tingkat loyalitas merek yang tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya persepsi efikasi dalam memotivasi perilaku konsumen dalam konteks politik dan sosial. Di sisi lain, animositas, norma subjektif, dan kontra-argumen tidak secara signifikan mempengaruhi hubungan antara loyalitas merek dan tindakan boikot. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perasaan negatif terhadap Israel dan tekanan sosial untuk memboikot mungkin ada, mereka tidak secara substansial mengubah dampak loyalitas merek terhadap perilaku boikot.

2024
👤 Penulis: Anggi Nurdiani
🏷️ Loyalitas Merek 🏷️ Pemboiktonan 🏷️ Konflik Palestina-Israel
💬