📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

STUDI PENURUNAN TANAH WILAYAH SEMARANG PERIODE TAHUN 2008-2009

Semarang adalah ibukota Propinsi Jawa Tengah yang memiliki lokasi yang strategis dengan luas area sekitar 374 km2. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangannya sebagai kota pelabuhan, industri, jasa, dan perdagangan, kebutuhan akan air bersih pun meningkat. Peningkatan penggunaan airtanah ini diduga menyebabkan terjadinya penurunan muka airtanah. Penurunan muka airtanah dan penambahan beban di permukaan tanah secara bersama-sama menyebabkan terjadinya percepatan proses konsolidasi lapisan lempung (aluvial) yang berakibat terjadinya penurunan muka tanah di wilayah Semarang. Dari fenomena penurunan tanah dan dampak yang ditimbulkan, penurunan tanah di Semarang perlu dipantau secara periodik. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode survey GPS secara episodik (periodik). Dengan mengetahui besarnya penurunan muka tanah yang ditunjukkan oleh perubahan tinggi titik dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, maka karakteristik dari penurunan muka tanah ini dapat dipelajari lebih lanjut. Pada tahun 2008 dan 2009, telah dilakukan pemantauan penurunan muka tanah dengan metode survey GPS. Hasil pemantauan pada tahun 2008-2009 menunjukan besarnya penurunan tanah yang telah terjadi di Semarang adalah sebesar 0.8 – 12.4 cm dengan laju 0.8 – 13.5 cm/tahun. Penurunan terbesar terjadi di Semarang utara yaitu berkisar 4 - 12 cm dengan laju 4 – 13.5 cm/tahun. Penurunan tanah yang terjadi berkorelasi kuat dengan pola penurunan muka airtanah, penyebaran ketebalan lapisan lempung lunak, ketebalan tanah urug, dan banyaknya lapisan pasir pada endapan dataran delta.

2026
👤 Penulis: ANTARINI DALINTA (NIM 15105041); Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Hasanudin Z. Abidin,MSc., dan Irwan Gumil
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Perubahan Tanah 🏷️ Manajemen Air Bersih

ADAPTASI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN RESILIENSI SPASIAL TERHADAP KRISIS AIR BERSIH DI KAWASAN PESISIR RIUNG TENGAH, KABUPATEN NGADA

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-6 menargetkan akses air bersih yang aman, merata, dan terjangkau pada tahun 2030. Namun, kawasan pesisir di Indonesia masih menghadapi krisis air bersih akibat keterbatasan infrastruktur, pertumbuhan penduduk, dan tekanan lingkungan. Pendekatan pengelolaan air terkini menekankan pentingnya resiliensi spasial, yaitu kemampuan wilayah dan masyarakat beradaptasi terhadap gangguan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk adaptasi masyarakat, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memetakan pola dan tingkat resiliensi spasial. Metode yang digunakan mencakup analisis deskriptif statistik, uji chi-square, pembobotan dan skoring, serta analisis spasial berbasis GIS. Hasil menunjukkan empat kategori adaptasi: diversifikasi sumber air, adaptasi teknis, institusional, dan sosial berbasis perilaku. Empat faktor utama yang paling berpengaruh terhadap kapasitas adaptasi adalah jarak permukiman, ketinggian wilayah, kuantitas, dan kualitas air. Wilayah yang lebih jauh dari pantai cenderung memiliki resiliensi lebih tinggi, menunjukkan pengaruh signifikan dari faktor spasial dan lingkungan dalam membentuk ketahanan masyarakat

2025
👤 Penulis: Maria Dolorosa Bhebhe
🏷️ Resiliensi Spasial 🏷️ Manajemen Air Bersih 🏷️ Penduduk Pesisir

PERANCANGAN SISTEM PLAMBING AIR BERSIH, AIR BUANGAN, VENT, AIR HUJAN,DAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA TOWER 1 APARTEMEN MAHASISWA DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA

Apartemen Mahasiswa yang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta menjadi salahsatusolusi dalam memenuhi kebutuhan ruang hunian bagi mahasiswa perantau dengan berbagai fasilitas yang memadai. Tower 1 terdiri atas 2 gedung 8 lantai dilengkapi dengan ruangpublicdan basement. Perencanaan sistem plambing pada Apartemen ini mengusung konsepgreenplumbing dengan menerapkan daur ulang greywater dan pemanenan air hujan. Sistemplambing yang dirancang meliputi sistem plambing air bersih, air daur ulang, air buangan, vent, air hujan, dan pemadam kebakaran dengan acuan perancangan berdasarkanSNI8153:2015 dan SNI 03-3989-2000. Kebutuhan air bersih tower 1 berasal dari PDAMsebanyak 449 m3 /hari, sementara kebutuhan air bersih sekunder berasal dari daur ulanggreywater dan air hujan sebesar 223 m3 /hari. Pengaliran air bersih menggunakan sistemtangki atap. Penyaluran air buangan terbagi menjadi air greywater dan Black Water. Grey wateryang dapat terolah menjadi air bersih sekunder sebesar 275 m3 /hari yang akan diolahdi Sewage Treatment Plant dengan sistem biofilter anaerob. Black Water yang dihasilkanakandialirkan menuju bio septic tank. Kedua jenis pipa air buangan terhubung oleh pipavent. Pipa vent yang digunakan berjenis vent loop untuk alat plambing bak dan vent individual untuk alat plambing lainnya. Sebanyak 73,54 m3 /hari air hujan yang jatuh ke gedungakanditampung untuk keperluan flushing. Sistem pemadam kebakaran yang digunakanpadagedung berupa hidran dan sprinkler yang bersumber dari air bersih

2024
👤 Penulis: Anifa Aniq Azura
🏷️ Sistem Plambing 🏷️ Manajemen Air Bersih 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA UNTUK SUBMERSIBLE PUMP DI IKN NUSANTARA

IKN Nusantara secara resmi dijadikan sebagai ibukota negara baru yang sebelumnya DKI Jakarta, kemudian pindah ke Kalimantan Timur berdasarkan UU No.3 Tahun 2022 pada tanggal 18 Januari 2022. Namun, beberapa desa pada lokasi titik nol IKN Nusantara masih mengalami krisis air bersih yang cukup signifikan. Pada penelitian ini, akan dilakukan perancangan sistem pembangkit listrik hibrida yang akan menyuplai pompa submersible dan pompa hisap untuk utilitas air bersih. Terdapat dua alternatif desain yang ditawarkan, yaitu sistem hibrida surya-angin dan sistem hibrida surya-biodiesel. Penelitian akan difokuskan pada area sekitar pusat pemerintahan IKN Nusantara yang berlokasi di Desa Bumi Harapan dan Desa Bukit Raya. Digunakan perangkat lunak PVsyst, Homer Pro, dan SketchUp untuk melakukan simulasi desain perancangan dan perhitungan pada sistem. Berdasarkan tujuan utama untuk menyediakan air bersih secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan warga, didapatkan solusi terbaik adalah sistem hibrida surya-biodiesel. Diperoleh desain pembangkit hibrida surya-biodiesel dengan kapasitas PLTS 2,2 kWp dan PLTD Biodiesel 2 kW dengan inverter solar pump berkapasitas 3 kW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembangkit dapat memproduksi energi 5.510 kWh/tahun dengan daya efektif yang dapat diserap beban pompa sebesar 4.109,9 kWh/tahun untuk jam operasi 07.00-15.00 waktu setempat. Didapatkan nilai LCOE pada Rp3.987,85/kWh untuk Bumi Harapan dan Rp3.987,81/kWh untuk untuk Bukit Raya. Sistem pembangkit ini mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 22,2 kg/tahun, dengan air yang dapat diproduksi sebanyak 4.757,51 m3 /tahun pada Bumi Harapan dan 7.348,29 m3 /tahun pada Bukit Raya menyesuaikan dengan karakteristik sumur pengeboran hasil simulasi PVsyst.

2024
👤 Penulis: Prabowo
🏷️ Istilah Teknik Sipil 🏷️ Manajemen Air Bersih 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN SARANA MENCUCI PAKAIAN UNTUK IBU RUMAH TANGGA DI DAERAH URBAN PADAT PENDUDUK

Urbanisasi merupakan fenomena besar di Indonesia yang telah berlangsung sejak pertengahan abad ke-20 dan terus meningkat setiap tahunnya. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), sebanyak 54,7% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan dan terus meningkat setiap tahunnya. BPS juga memperkirakan jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan akan meningkat menjadi 66,6% pada tahun 2035. Namun, infrastruktur kota yang terbatas ditambah semakin banyak penduduk yang pindah ke perkotaan mengakibatkan munculnya permukiman padat penduduk. Infrastruktur kota yang kurang memadai memiliki dampak yang besar pada ketersediaan air bersih yang menjadi masalah serius bagi masyarakat yang tinggal di permukiman padat penduduk. Menanggapi permasalahan tersebut, perancangan sebuah sarana mencuci yang dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air bersih memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di wilayah urban padat penduduk. Dengan melakukan observasi langsung terhadap kebiasaan aktivitas ibu rumah tangga di permukiman padat penduduk, sarana tersebut dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan, ergonomi, dan batasan-batasan pengguna.

2024
👤 Penulis: Adiva Putri Raihana
🏷️ Urbanisasi 🏷️ Manajemen Air Bersih 🏷️ Perkotaan
💬