📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

RANCANGAN PEMETAAN 3D BERBASIS DATA LIDAR DAN DETEKTOR UTILITAS BAWAH TANAH KAMPUS ITB

Informasi utilitas bawah tanah yang akurat diperlukan untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan infrastruktur serta meminimalkan risiko kerusakan aset akibat ketidakpastian lokasi utilitas. Penelitian ini bertujuan merancang produk pemetaan utilitas bawah tanah tiga dimensi (3D) terintegrasi pada kawasan Kampus ITB Jatinangor dengan menggabungkan informasi permukaan dan bawah permukaan dalam satu model geospasial. Data permukaan diperoleh dari akuisisi LiDAR yang diolah melalui tahapan klasifikasi point cloud, pembuatan Digital Terrain Model (DTM), Digital Surface Model (DSM), dan ekstraksi bangunan Level of Detail 2 (LOD2), sedangkan data bawah permukaan diperoleh melalui survei utilitas menggunakan Pipe and Cable Locator (PCL) yang diintegrasikan dengan GNSS RTK, lalu diolah dalam perangkat lunak GIS. Seluruh data kemudian diintegrasikan dalam sistem koordinat yang sama untuk menghasilkan model 3D yang merepresentasikan hubungan spasial antara bangunan, topografi, dan jaringan utilitas bawah tanah. Hasil penelitian berupa produk pemetaan utilitas bawah tanah 3D yang mampu memvisualisasikan jaringan utilitas pipa dan kabel terhadap kondisi permukaan secara terpadu. Pengujian menunjukkan bahwa komponen permukaan memiliki akurasi horizontal sebesar 0,091 m dan akurasi vertikal sebesar 0,089 m, sedangkan komponen utilitas bawah tanah memiliki akurasi horizontal sebesar 0,155 m dan akurasi vertikal sebesar 0,19 m sehingga memenuhi toleransi PAS 128 Quality Level B (QL-B). Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi aset utilitas, perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur, serta mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan konstruksi dan pengembangan wilayah.

2026
👤 Penulis: Fadhil Hamdani Irwanto
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pemetaan 3D 🏷️ Manajemen Aset Infrastruktur

RANCANGAN PEMETAAN 3D BERBASIS DATA LIDAR DAN DETEKTOR UTILITAS BAWAH TANAH KAMPUS ITB

Informasi utilitas bawah tanah yang akurat diperlukan untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan infrastruktur serta meminimalkan risiko kerusakan aset akibat ketidakpastian lokasi utilitas. Penelitian ini bertujuan merancang produk pemetaan utilitas bawah tanah tiga dimensi (3D) terintegrasi pada kawasan Kampus ITB Jatinangor dengan menggabungkan informasi permukaan dan bawah permukaan dalam satu model geospasial. Data permukaan diperoleh dari akuisisi LiDAR yang diolah melalui tahapan klasifikasi point cloud, pembuatan Digital Terrain Model (DTM), Digital Surface Model (DSM), dan ekstraksi bangunan Level of Detail 2 (LOD2), sedangkan data bawah permukaan diperoleh melalui survei utilitas menggunakan Pipe and Cable Locator (PCL) yang diintegrasikan dengan GNSS RTK, lalu diolah dalam perangkat lunak GIS. Seluruh data kemudian diintegrasikan dalam sistem koordinat yang sama untuk menghasilkan model 3D yang merepresentasikan hubungan spasial antara bangunan, topografi, dan jaringan utilitas bawah tanah. Hasil penelitian berupa produk pemetaan utilitas bawah tanah 3D yang mampu memvisualisasikan jaringan utilitas pipa dan kabel terhadap kondisi permukaan secara terpadu. Pengujian menunjukkan bahwa komponen permukaan memiliki akurasi horizontal sebesar 0,091 m dan akurasi vertikal sebesar 0,089 m, sedangkan komponen utilitas bawah tanah memiliki akurasi horizontal sebesar 0,155 m dan akurasi vertikal sebesar 0,19 m sehingga memenuhi toleransi PAS 128 Quality Level B (QL-B). Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi aset utilitas, perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur, serta mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan konstruksi dan pengembangan wilayah.

2026
👤 Penulis: Angelina Theresya Simamora
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pemetaan 3D 🏷️ Manajemen Aset Infrastruktur

RANCANGAN PEMETAAN 3D BERBASIS DATA LIDAR DAN DETEKTOR UTILITAS BAWAH TANAH KAMPUS ITB

Informasi utilitas bawah tanah yang akurat diperlukan untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan infrastruktur serta meminimalkan risiko kerusakan aset akibat ketidakpastian lokasi utilitas. Penelitian ini bertujuan merancang produk pemetaan utilitas bawah tanah tiga dimensi (3D) terintegrasi pada kawasan Kampus ITB Jatinangor dengan menggabungkan informasi permukaan dan bawah permukaan dalam satu model geospasial. Data permukaan diperoleh dari akuisisi LiDAR yang diolah melalui tahapan klasifikasi point cloud, pembuatan Digital Terrain Model (DTM), Digital Surface Model (DSM), dan ekstraksi bangunan Level of Detail 2 (LOD2), sedangkan data bawah permukaan diperoleh melalui survei utilitas menggunakan Pipe and Cable Locator (PCL) yang diintegrasikan dengan GNSS RTK, lalu diolah dalam perangkat lunak GIS. Seluruh data kemudian diintegrasikan dalam sistem koordinat yang sama untuk menghasilkan model 3D yang merepresentasikan hubungan spasial antara bangunan, topografi, dan jaringan utilitas bawah tanah. Hasil penelitian berupa produk pemetaan utilitas bawah tanah 3D yang mampu memvisualisasikan jaringan utilitas pipa dan kabel terhadap kondisi permukaan secara terpadu. Pengujian menunjukkan bahwa komponen permukaan memiliki akurasi horizontal sebesar 0,091 m dan akurasi vertikal sebesar 0,089 m, sedangkan komponen utilitas bawah tanah memiliki akurasi horizontal sebesar 0,155 m dan akurasi vertikal sebesar 0,19 m sehingga memenuhi toleransi PAS 128 Quality Level B (QL-B). Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi aset utilitas, perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur, serta mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan konstruksi dan pengembangan wilayah.

2026
👤 Penulis: Muhammad Rafif Setyo Nugroho
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pemetaan 3D 🏷️ Manajemen Aset Infrastruktur

PERBANDINGAN HASIL METODE KLASIFIKASI LIDAR DENGAN FOTOGRAMETRI

Studi awal adalah studi yang dilakukan untuk mengevaluasi komponen-komponen dalam suatu objek, contohnya adalah infrastruktur. Studi ini dinilai penting karena hasil evaluasi dapat digunakan untuk melakukan manajemen aset dalam infrastruktur melalui Building Information Modeling (BIM). Lokasi penelitian ini adalah Bendung Manganti yang terletak di Kabupaten Ciamis. Aset-aset dalam bangunan bendung berguna untuk menunjang kegiatan operasionalnya. Pemantauan dan pemeliharaan infrastruktur perlu dilakukan secara berkala agar tetap dapat menjalankan fungsinya. Manajemen aset diperlukan agar data grafis dan atribut dari aset-aset bangunan bendung dapat tertata dengan rapi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melalui pemanfaatan Building Information Modeling (BIM). Penelitian ini memanfaatkan BIM untuk menghubungkan model tiga dimensi dengan informasi setiap aset seperti nama aset, kode unik (ID), kondisi, biaya pembuatan, dan lainnya. Informasi aset bangunan bendung dilekatkan ke model tersebut sehingga aset akan bersifat object-oriented. Kumpulan informasi tersebut disusun dalam suatu basis data yang berguna untuk memantau aset-aset di bangunan bendung. Informasi tersebut memiliki tingkat kedalaman grafis dan atribut yang dapat dianalisis melalui pengelompokan kategori Level of Detail (LOD) dan Level of Information (LOI). Basis data memiliki kedalaman yang dapat dianalisis melalui proses pembuatannya dan produk yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini berupa model tiga dimensi dan sistem basis data yang telah mengacu pada struktur Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan format Industry Foundation Classes (IFC). Basis data tersebut memuat informasi umum bangunan bendung serta informasi aset. LOD aset bangunan bendung termasuk dalam kategori LOD 3 dan 4. LOI aset bangunan bendung termasuk dalam kategori LOI 500. Kedalaman basis data yang dibentuk meliputi adanya pembuatan tabel, pendefinisian relasi, normalisasi, dan form basis data untuk memudahkan pemantauan aset bangunan bendung.

2026
👤 Penulis: Rofiatul Ainiyah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Aset Infrastruktur 🏷️ Building Information Modeling (Bim)

INTEGRASI PETA 3D DARI PUTA DENGAN PETA UTILITAS BAWAH TANAH DARI GPR STUDI KASUS ASRAMA ITB JATINANGOR

Pembangunan infrastrukur bawah tanah di Indonesia saat ini mulai meningkat, seperti telah dibangunnya kereta bawah tanah atau MRT. Pembangunan bawah tanah ini membutuhkan informasi tentang keadaan tanah dalam bentuk peta utilitas bawah tanah. Ketidak tersediannya peta utilitas bawah tanah ini dapat menghambat pembangunan, bahkan dapat menimbulkan bahaya. Pembangunan bawah tanah akan berhubungan dengan informasi di atas tanah, tidak hanya secara fisik tapi juga kepemilikan. Integrasi keduanya diperlukan terlebih dalam bentuk 3D dengan sistem Building Information Model atau BIM tentunya akan lebih bermanfaat. Pembuatan peta 3D di atas tanah dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, diantaranya dengan menggunakan foto dari pesawat udara tanpa awak atau PUTA. Sedangkan pembuatan peta utilitas bawah tanah dapat dilakukan dengan metode Ground Penetrating Radar atau GPR. Pada penelitian ini dilakukan uji akurasi dari integrasi kedua metode tersebut dalam bentuk 3D dengan mengambil studi area Asrama ITB-Jatinangor. Hasil penelitian, Peta 3D PUTA selaras dengan Peta Utilitas dari GPR pada skala 1:1000 dengan akurasi horisontal < 0.2 m dan akurasi vertikal < 0.06 m. Integrasi dalam sistem BIM ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengelola aset dan juga perencanaan pembangunan berkelanjutan di Asrama ITB-Jatinangor.

2024
👤 Penulis: Bowo Rahmanto Wifajar
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Aset Infrastruktur 🏷️ Analisis Geofisika
💬