📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

PERENCANAAN DRAINASE KOTA PEKALONGAN

Kota Pekalongan merupakan sebuah wilayah yang seringkali mengalami banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh beberapa sebab, seperti dataran yang rendah dan relatif datar, alih fungsi lahan meningkat, sedimentasi sungai, dan diperparah dengan adanya penurunan muka tanah. Permasalahan tersebut menyebabkan bencana banjir yang merugikan dan mengganggu aktivitas manusia. Selain itu, banjir juga meningkatkan risiko bagi kesehatan serta lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut, direncanakan pengendalian banjir yang didasarkan pada curah hujan periode ulang 5 tahun untuk drainase, debit periode ulang 20 tahun untuk inflow sungai, dan juga kondisi HHWL pada bagian hilir pesisirnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk merencanakan sistem pengendalian banjir yang dapat diterapkan pada Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Sistem pengendalian banjir yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah, penambahan lima pompa dengan kapasitas 250 liter.detik, 500 liter.detik, dan 800 liter.detik pada drainase, Pembangunan sembilan kolam retensi, yaitu Kolam Retensi Krapyak, Kolam Retensi Klego, Kolam Retensi Kusuma Bangsa, Kolam Retensi Lapas, Kolam Retensi Sentono, Kolam Retensi Irian, Kolam Retensi Kramat Sari, Kolam Retensi Bremi, dan Kolam Retensi Jeruk sari serta penambahan pompa dengan kapasitas 0.75 liter/detik dan 0.80 liter/detik. Pemodelan yang digunakan dalam menopang penelitian ini adalah pemodelan hidraulika melalui perangkat lunak PCSWMM yang dilakukan dengan analisis 1D dan 2D. Pemodelan yang dilakukan dalam 2D (dua dimensi) untuk meninjau genangan dan muka air banjir yang terjadi. Alternatif solusi yang dipilih adalah solusi gabungan dari setiap alternatif solusi yang menunjukkan persentase reduksi luas genangan sebesar 21% dari luas genangan eksisting. Berdasarkan analisis rencana anggaran biaya (RAB), total RAB yang diperlukan untuk pembangunan system pengendalian banjir adalah Rp666,922,970,803.80.

2026
👤 Penulis: Iqbal Daffa Elvandi
🏷️ Perencanaan Drainase 🏷️ Manajemen Banjir 🏷️ Hidraulika

UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DAN PENANGANAN TEBING KRITIS SUNGAI MELAWI DAN SUNGAI PINOH DI KOTA NANGA PINOH, PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Kota Nanga Pinoh, merupakan ibu kota Kabupaten Melawi yang terdapat pada pertemuan dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Pinoh. Nanga Pinoh merupakan salah satu kota yang paling sering dilanda kejadian banjir setiap tahunnya. Selain itu, terdapat beberapa segmen tebing sungai yang berbatasan dengan wilayah pemukiman mengalami longsoran. Kejadian banjir dan longsoran tebing sungai ini disebabkan banyak hal diantaranya adalah intensitas curah hujan tinggi di hulu DAS dan perubahan koefisien pengaliran DAS akibat berbagai aktivitas seperti deforestrasi, tambang pasir, tambang emas. Akibatnya terjadi kerusakan pada sistem aliran sungai salah satunya adalah fluktuasi muka air sungai yang cukup ekstrim ada kondisi banjir dan kondisi surut. Oleh karena itu, Kota Nanga Pinoh sangat rentan akan kejadian banjir saat muka air tinggi dan longsor tebing sungai pada kondisi surut. Pemodelan kondisi eksisting hidrologi Sungai Melawi dan Sungai Pinoh dengan debit periode ulang 2 tahun untuk transport sedimen kondisi tebing kritis adalah 3756.24 m3/s dan 2807.1 m3/s dan periode ulang 20 tahun untuk kondisi banjir berturut turut adalah 5384.3 m3/s dan 3991.6 m3/s. Pada kondisi eksisting, tebing Sungai Melawi dan Sungai Pinoh sebelum dan sesudah terjadinya transpport sedimen menunjukkan nilai kekritisannya dengan nilai faktor keamanan stabilitas tebing ?1. Kondisi banjir dengan Q20 menyebabkan genangan di Kota Nanga Pinoh denga luas total 1925 Ha. Solusi banjir direncanakan menggunakan tanggul tanah dan tanggul beton yang diintegrasikan dengan dinding penahan tanah (sheetpile) untuk mengatasi longsoran pada tebing sungai. Dengan penerapan tanggul di sepanjang Sungai Melawi dan Sungai Pinoh, diperoleh reduksi banjir higga 84.12% . Penggunaan sheetpile dalam rangkan menahan longsoran, menunjukkan peningkatan nilai faktor keamanan stabilitas tebing > 1.5. Integrasi solusi dari dua masalah yang melanda Kota Nanga Pinoh tersebut, dapat mengurangi kerugian bagi masyarakatt di Kota Nanga Pinoh. Total biaya yang dikeluarkan dalam perencanaan solusi ini kurang lebih 206 Miliar Rupiah. Kapasitas tampung sungai akan maksimum dengan pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sungai dan Sungai dengan baik.

2025
👤 Penulis: Erlina Gabrella Simanullang
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Banjir 🏷️ Tekanan Longsoran Tebing Sungai

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI DENGKENG ANAK SUNGAI BENGAWAN SOLO, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH

Sungai Dengkeng merupakan anak sungai dari Bengawan Solo yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Banjir yang terjadi pada Sungai Dengkeng disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, keterbatasan kapasitas sungai, sedimentasi, serta alih fungsi lahan di daerah hulu. Luapan Sungai Dengkeng secara rutin menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Bayat, Cawas, dan Trucuk. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang dapat mereduksi banjir yang terjadi di wilayah tersebut. Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis hidrologi dan analisis hidraulika yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak HEC-RAS. Terdapat empat skenario alternatif solusi yang dimodelkan, yaitu normalisasi, tanggul, kombinasi normalisasi dan tanggul, serta kolam retensi. Dengan mempertimbangkan efektivitas serta kemungkinan untuk dilaksanakan melalui pendekatan Multi Criteria Decision Making (MCDM) dan dipilih alternatif solusi berupa pembangunan tanggul. Pembangunan tanggul diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan banjir dari luapan Sungai Dengkeng, khususnya pada wilayah Kecamatan Bayat, Cawas, dan Trucuk.

2025
👤 Penulis: Enggar Arisandi Husodo G.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Manajemen Banjir

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DI JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN, KECAMATAN PULOGADUNG

DKI Jakarta merupakan kota yang rawan terhadap banjir. Banjir terjadi secara rutin terjadi setiap tahun di Jakarta. Banjir yang terjadi di Jakarta menimbulkan dampak dan kerugian yang besar bagi Kota Jakarta. Salah satu lokasi di Jakarta yang rutin terjadi banjir adalah Jalan Perintis Kemerdekaan. Sebagai jalan penghubung berbagai kawasan di Jakarta, banjir yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan akan berdampak pada mobilitas penduduk di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan. Tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan pengendalian banjir di Jalan Perintis Kemerdekaan. Pengerjaan tugas akhir ini melingkupi penggunaan ArcGIS untuk pengolahan data spasial, HEC-HMS sebagai pembantu dalam analisis hidrologi, HEC-RAS sebagai alat pemodelan banjir, dan Plaxis 2D untuk melakukan analisis stabilitas tanah. Perencanaan pengendalian banjir direncanakan terhadap debit banjir sebesar 482.31 m3/s. Perencanaan menghasilkan rencana normalisasi Kali Sunter, pembangunan tanggul dengan tinggi 2.14-2.37 m, dan pengerukan Waduk Ria Rio. Rencana-rencana tersebut didapatkan cukup dalam menanggulangi banjir yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan. RAB untuk mewujudkan rencana yang telah direncanakan adalah Rp 20,318,015,314.00.

2024
👤 Penulis: Argya Muflih Rachmat Satriyo
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Banjir 🏷️ Analisis Geospasial

KAJIAN EVALUASI KAPASITAS SUNGAI CITARUM DI DESA MAJALAYA AKIBAT SEDIMENTASI

Desa Majalaya memiliki frekuensi banjir yang terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat banjir pada tanggal 22 Februari 2018 genangan banjir mencapai 5,73 ????????2. Mengingat Sungai Citarum-Majalaya memiliki sedimentasi yang cukup tinggi maka diperlukan analisis dan evaluasi perubahan kapasitas Sungai Citarum- Majalaya. Analisis dan evaluasi perubahan kapasitas Sungai Citarum-Majalaya dilakukan berdasarkan hasil pemodelan numerik HEC-RAS 6.3.1 menggunakan data debit historis selama 11 tahun dengan kondisi Sungai Citarum-Majalaya dengan kondisi setelah normalisasi. Digunakan HSS Nakayasu dalam kalibrasi debit banjir pada tanggal 22 Februari 2018 dengan debit puncak observasi 155,08 ????3/???? dan debit puncak kalibrasi 154,93 ????3/???? dengan NSE 0,84 dan kalibrasi pemodelan hidraulik untuk nilai kekasaran manning menggunakan data tinggi muka air didapatkan nilai kekasaran manning sungai 0,065 termasuk dalam kategori banyak tanaman mengganggu. Dalam kalibrasi sedimentasi dipilih Metode Englund Hunsen karena memiliki karakteristik untuk material dasar sungai berupa pasir. Kalibrasi sedimen dilakukan berdasarkan perubahan penampang sungai pada tahun 2021 sampai 2022. Perbandingan hasil untuk penampang melintang sungai RS-1873 dan RS-1690 memiliki hasil yang mirip. Dimana perubahan luas penampang melintang RS-1873 aktual 2,65 ????2 sedangkan hasil pemodelan 2,97 ????2 dan RS-1690 memiliki perubahan aktual 3,40 ????2 sedangkan hasil pemodelan 3,61 ????2. Selama pemodelan 11 tahun setelah Sungai Citarum-Majalaya dinormalisasi didapatkan penurunan kapasitas sungai sebesar 50 ????3/???? dari kapasitas setelah normalisasi yaitu 115 ????3/???? menjadi 65 ????3/???? dan volume sedimen 1280536 ????3. Setelah normalisasi Sungai Citarum-Majalaya mengalami perubahan selama 1,5 tahun, namun kemudian Sungai Citarum-Majalaya menjadi stabil karena tidak ada perubahan signifikan pada tahun ke-2 hingga tahun ke-11. Dalam kondisi stabil Sungai Citarum-Majalaya memiliki kapasitas 65 ????3/???? dibawah ????1,25 dimana akan terjadi banjir apabila tidak dilakukan penanganan terhadap sedimentasi.

2024
👤 Penulis: Djelia Pitriani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Sedimentasi Sungai 🏷️ Manajemen Banjir
💬