📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB DARI FENOMENA PENURUNAN TANAH DI KAWASAN JAKARTA
Fenomena penurunan tanah biasanya terjadi di daerah-daerah yang memiliki urban development yang tinggi seperti DKI Jakarta. Pemantauan dari fenomena penurunan tanah ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode geodetik yaitu survei sipat datar (levelling), survei GPS, survei gaya berat mikro, dan Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). Informasi-informasi mengenai penurunan tanah ini dapat digunakan sebagai bahan perumusan kebijakan maupun pengambilan keputusan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kebumian serta hal-hal lainnya apabila disimpan serta digunakan secara tepat. Data-data spasial serta informasi pendukung dari penurunan tanah di Jakarta ini belum memiliki suatu sistem sebagai media pengelolaan data. Oleh karena itu dibutuhkan suatu basisdata untuk menyimpan data-data tersebut. Perancangan model basisdata untuk fenomena penurunan tanah ini terdiri dari tiga tahap yaitu perancangan basisdata konseptual, logikal, dan fisikal. Hasil perancangan basisdata kemudian disimpan pada perangkat lunak PostgreSQL/PostGIS sebagai Database Management System. Perangkat lunak GeoServer digunakan sebagai web-mapping server yang berperan sebagai sebuah gateway kepada kumpulan data geospasial dalam bentuk berkas/file, basisdata, maupun layanan lainnya yang kemudian diterjemahkan ke dalam protokol web service seperti Web Map Service (WMS), Web Feature Service (WFS), Web Coverage Service (WCS), dan lainnya. Meskipun data yang disimpan belum lengkap, namun sistem informasi geografis dari penurunan tanah ini masih dapat dibangun karena telah terdapat suatu basisdata yang memanipulasi bagaimana data-data yang belum tersedia tersebut dapat disimpan nantinya. Pembangunan suatu basisdata spasial yang kemudian ditampilkan dalam suatu aplikasi sistem informasi geografis berbasis web diharapkan dapat membantu dalam pengorganisasian data serta mempermudah pengaksesan dan pengorganisasian data-data spasial dari fenomena penurunan tanah di kawasan Jakarta.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TUMBUHAN BERBASISKAN PADA LOKASI MENGGUNAKAN CONTENT MANAGEMENT SYSTEM (STUDI KASUS KOTA BANDUNG)
Salah satu misi Herbarium Bandungense adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang keanekaragaman hayati melalui media elektronik jaring internet. Untuk mewujutkan misi tersebut, Herbarium Bandungense telah membangun basis data mengenai tumbuhan yang ada di Jawa Barat, bahkan basis data tersebut telah diaplikasikan kedalam website, yang sanggup memberikan layanan tentang informasi tumbuhan kepada masyarakat pengguna internet. Namun, basis data yang dimiliki masih bersifat non-spasial sehingga informasi yang disajikan hanya sebatas atribut (tekstual), tanpa mampu menyampaikan informasi terkait spasial (keruangan). Dengan informasi spasial, lokasi persebaran dan distribusi tumbuhan serta akses rute untuk mendapatkan sampel tumbuhan tersebut dapat diketahui secara mudah dan cepat. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, dibangunlah suatu Sistem Informasi Tumbuhan (SIT) berbasiskan pada lokasi menggunakan Content management System (CMS). Dengan menggunakan CMS, SIT berbasiskan pada lokasi tersebut dapat dibangun dengan mudah, cepat, dan user friendly. Namun, tetap dapat mengakomodasi kebutuhan Herbarium Bandungense tersebut.
IDENTIFIKASI DAN VALIDASI BANGUNAN UNTUK SEISMIC VULNERABILITY ASSESMENT MENGGUNAKAN YOLOV8
Asesmen Kerentanan Seismik memerlukan data lokasi bangunan yang akurat, namun alur kerja yang ada saat ini menghadapi permasalahan inefisiensi fundamental. Masalah tersebut terletak pada metode input berbasis koordinat acak yang memiliki tingkat keberhasilan sangat rendah, terbukti hanya sekitar 4-18% dalam studi kasus. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode baru untuk mengatasi masalah tersebut dengan membangun sebuah sistem identifikasi bangunan yang cerdas. Metode ini memanfaatkan model deep learning YOLOv8 yang telah difine- tuning secara khusus untuk secara otomatis mendeteksi poligon bangunan dari citra peta vektor OpenStreetMap, menghasilkan daftar koordinat yang tertarget. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan mampu mencapai tingkat akurasi deteksi yang tinggi dengan error rate rata-rata hanya 0.25% terhadap ground truth. Lebih signifikan lagi, penerapan sistem ini berhasil meningkatkan efektivitas alur kerja akuisisi data secara drastis, terbukti lebih dari 10 kali lipat lebih efektif pada salah satu studi kasus dengan meningkatkan tingkat keberhasilan dari 4.32% menjadi 46.95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan identifikasi bangunan yang tertarget menggunakan YOLOv8 merupakan solusi yang superior dan efisien untuk mendukung proses asesmen kerentanan seismik.