📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB DARI FENOMENA PENURUNAN TANAH DI KAWASAN SEMARANG
Dampak dari fenomena penurunan tanah di kawasan Semarang telah dapat dilihat langsung pada kehidupan sehari-hari, seperti retaknya bangunan, rusaknya infrastruktur, dan meluasnya genangan banjir rob. Berdasarkan data survei GPS yang telah dilakukan sejak tahun 2008-2012, diketahui bahwa Semarang mengalami penurunan tanah dengan laju 0-0,22 m per tahun atau 0-22 cm per tahun. Informasi yang dirasa penting mengenai penurunan tanah di Semarang ini belum ditunjang oleh mudahnya informasi tersebut didapat oleh masyarakat umum atau pihak yang membutuhkan. Untuk itu, diperlukan suatu sistem untuk menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian tugas akhir ini mencoba untuk membangun sebuah basis data spasial yang kemudian ditampilkan dalam SIG berbasis web. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu dalam mengorganisasi penyimpanan data spasial dan membantu pihak-pihak yang membutuhkan informasi terkait penurunan tanah di Kota Semarang. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembangunan basis data spasial, pembangunan aplikasi SIG berbasis web beserta pembangunan aplikasi basis data. Hasil dari penelitian ini adalah dibangunnya sebuah SIG berbasis web dari fenomena penurunan tanah di Kawasan Semarang dengan menggunakan perangkat lunak PostgreSQL/PostGIS dan GeoServer. Informasi yang didapatkan dari hasil pembangunan aplikasi ini masih terbatas. Hal ini dikarenakan oleh ketersediaan data-data terkait penurunan tanah di Kota Semarang yang terbatas pula.
PROSEDUR PENENTUAN KEMIRINGAN OBJEK INFRASTRUKTUR (Studi Kasus: Menara Radio K-Lite dan Menara Mesjid Raya Bandung)
Objek Infrastruktur adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau didalam tanah dan/air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya baik untuk tempat tinggal maupun untuk kegiatan lainnya. Setiap objek infrastruktur mempunyai masa pakai, sehingga perlunya dilakukan pengawasan kelayakan pakai dari suatu objek infrastruktur Sebuah objek infrastruktur dapat mengalami perubahan bentuk karena berbagai hal. Kemiringan pada objek merupakan salah satu bentuk perubahan yang dapat terjadi pada sebuah objek infrastruktur. Kemiringan dari sebuah objek harus dapat diperhitungkan nilai dari kemiringan dan arah dari kemiringan Penelitian ini diajukan dengan maksud untuk menyusun suatu metode untuk mengukur kemiringan dari suatu objek infrastruktur dengan menggunakan alat ukur terestris dan dan membuktikan bahwa metode tersebut dapat mengukur nilai dari kemiringan dan arah kemiringan dari objek infrastruktur tersebut.