📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenPEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN
Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.
PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN
Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.
PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN
Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.
PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN
Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.
PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN
Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.