📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EMISI GAS RUMAH KACA PADA KEGIATAN TRANSPORTASI PEKERJA URBAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MESIN
Perjalanan komuter perkotaan merupakan sumber emisi gas rumah kaca yang signifikan di kota-kota metropolitan seperti Jakarta. Namun, studi tentang prediksi pada tingkat komuter masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran mesin beresolusi tinggi untuk memprediksi emisi CO? dari komuter pegawai negeri sipil (PNS) Indonesia di Jabodetabek dengan menggunakan Extreme Gradient Boosting (XGB), Artificial Neural Network (ANN), dan Support Vector Regression (SVR). Model ini mengintegrasikan perilaku perjalanan, jadwal kerja, cuaca, dan variabel kualitas udara untuk menangkap hubungan non-linear kompleks yang memengaruhi emisi. Hasil menunjukkan bahwa XGB mengungguli ANN dan SVR dengan R² sebesar 0,999428 untuk memprediksi emisi komuter harian. Analisis SHAP menunjukkan bahwa pendorong emisi dominan adalah jarak komuter, moda transportasi, dan usia. Hasil ini memberikan informasi yang berguna bagi perencana kota dan/atau manajemen kantor, menunjukkan bahwa kebijakan yang menekankan jadwal kerja fleksibel untuk kelompok tertentu ini mungkin merupakan taktik yang sangat berhasil untuk menurunkan emisi Jakarta.
PERANCANGAN WELLNESS RESORT DENGAN PENDEKATAN SALUTOGENIC DESIGN SEBAGAI MEDIUM RESTORATIF BAGI MASYARAKAT URBAN DI BATAM, KEPULAUAN RIAU
Lingkungan perkotaan dengan kepadatan tinggi, kebisingan, dan ritme hidup yang cepat dapat memicu urban stress dan menurunkan kualitas hidup masyarakat urban. Kebutuhan akan medium ruang yang mendukung pemulihan semakin relevan seiring berkembangnya wisata kesehatan, yang menuntut pengalaman ruang tidak hanya rekreatif tetapi juga terarah. Tugas Akhir ini mengusulkan perancangan interior wellness resort di Kepulauan Seribu sebagai sarana restorasi psikologis bagi masyarakat urban Jakarta. Tujuan perancangan adalah membentuk pengalaman ruang yang memandu pengguna dari kondisi tegang menuju tenang dan pulih melalui rangkaian fasilitas wellness yang terintegrasi. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, studi pembanding, analisis tapak dan karakter pengguna, serta sintesis program ruang dan kriteria perancangan. Konsep “Stillness Between Tides” menerjemahkan ritme pasang–surut sebagai urutan pengalaman ruang. Pendekatan salutogenic diterapkan dengan mengoperasionalkan Sense of Coherence melalui keterbacaan sirkulasi dan wayfinding, kontrol pengguna terhadap privasi serta tingkat stimulus, dan pengalaman bermakna melalui keterhubungan dengan elemen alam. Implementasi desain diwujudkan melalui strategi pencahayaan dan penghawaan alami, pemilihan material alami yang sesuai iklim pesisir, pengendalian akustik, serta pemisahan alur servis. Rancangan ini diharapkan menjadi model lingkungan interior yang berperan sebagai medium dalam mendukung pencapaian well-being, kebugaran, dan kebiasaan hidup sehat.