📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

PERANCANGAN JARINGAN DISTRIBUSI UNTUK EKSPANSI CENTRAL KITCHEN: STUDI KASUS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TOKO BAKMI KITA

Penelitian ini mengevaluasi jaringan distribusi yang diperlukan untuk mendukung ekspansi Toko Bakmi Kita dari satu menjadi sepuluh outlet pada 2029. Central Kitchen yang ada di Serang diproyeksikan melampaui kapasitas seiring peningkatan permintaan, sehingga menimbulkan risiko bottleneck produksi, stock out, ketidakkonsistenan kualitas produk, dan kenaikan biaya logistik. Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan kapasitas, membandingkan alternatif jaringan distribusi, dan memilih model yang paling sesuai berdasarkan pertimbangan finansial dan nonfinansial. Penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal eksplanatori dengan data replenishment historis, proyeksi permintaan, koordinat outlet, asumsi biaya, serta penilaian manajerial dari dua owner dan satu Head of Central Kitchen. Analisis menggabungkan perencanaan kapasitas, clustering geospasial K-Means, pemodelan biaya logistik berbasis Python, analisis sensitivitas, dan Analytic Hierarchy Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sepuluh outlet membutuhkan area produksi Central Kitchen sebesar 382,21 m² dan area penyimpanan sebesar 140,00 m². Empat skenario dievaluasi. Dari sisi biaya, Skenario 3: Optimal CK–Direct memberikan hasil terbaik dengan total biaya logistik sekitar Rp2,08 miliar per bulan dan biaya per kilogram sebesar Rp181.464,28, atau lebih rendah 2,05% dibandingkan skenario dasar. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan permintaan memberikan dampak terbesar terhadap biaya logistik. Namun, hasil AHP memilih Skenario 2: Existing CK–Hub sebagai alternatif terbaik secara keseluruhan dengan prioritas normalisasi sebesar 0,395048. Kriteria Service and Product Quality serta Supply Reliability secara bersama-sama mewakili lebih dari 80% bobot keputusan. Oleh karena itu, Skenario 3 digunakan sebagai tolok ukur efisiensi biaya, sedangkan Skenario 2 direkomendasikan karena lebih mendukung konsistensi produk, ketersediaan stok, dan keandalan layanan. Implementasi bertahap mulai Q3 2026 direkomendasikan.

2026
👤 Penulis: Christian Wibisono
🏷️ Kepemilikan Dan Desain Jaringan Distribusi 🏷️ Analisis Biaya Logistik 🏷️ Manajemen Kualitas Produk

OPTIMASI PARAMETER PROSES RUBBER PRESS DENGAN METODE DESIGN OF EXPERIMENT DI PT INDONESIA TRC INDUSTRY

PT Indonesia TRC Industry is a manufacturing company that produces components made from rubber, metal, and plastic. One of the quality problems in the Roll Press Department is the high number of not good (NG) products in the rubber press process. Based on February 2026 data, the NG percentage in the Roll Press Department reached 9.02%, while the company target was 3.17%. Priority analysis showed that the Roller Paper Eject part contributed the highest number of NG products, with outer tear as the dominant defect. Under the existing condition, this part produced 809 NG pieces out of 8,400 actual production pieces per shift, or 9.63%. This study aims to design a process improvement proposal for the rubber press process to reduce NG products with outer tear defects on the Roller Paper Eject part. The problem-solving process was carried out using the DMAIC approach through the Define, Measure, Analyze, Improve, and Control stages. The Define stage was used to define the problem, scope, target, primary metric, and project focus through a project charter. The Measure stage collected data on machine start interval, panel temperature, mold temperature, and the number of NG products as the response. The Analyze stage was conducted using a fishbone diagram, Five Whys, and Design of Experiment (DOE). The Improve stage was carried out through Response Optimization as a further analysis within DOE to determine the parameter combination that minimizes the number of NG products. The Control stage was conducted by preparing process control recommendations in the form of a proposed work instruction draft. The results showed that the main improvement parameters were machine start interval and mold temperature. Based on the Response Optimization results, the optimal combination was a machine start interval of 186 seconds and a mold temperature of 162.655°C. This combination produced a predicted NG value of 1.35472 pieces out of 200 pieces, resulting in an optimized NG percentage of 0.68%. This indicates a potential NG reduction from the existing condition of 9.63% to 0.68%. The proposed improvements include setting the machine start interval, controlling mold temperature, adjusting panel and mold temperature, and preparing a proposed work instruction draft. The financial impact analysis showed that the proposal is potentially feasible, with an initial investment of Rp12,766,800, an NPV of Rp5,345,871, a monthly IRR of 6.36%, a BCR of 1.42, and a payback period of 9 months.

2026
👤 Penulis: Mohammad Khoeru Rizki
🏷️ Optimasi Proses Produksi 🏷️ Manajemen Kualitas Produk 🏷️ Teknik Pengujian Eksperimental

USULAN PERBAIKAN KUALITAS KOMPONEN PANEL EXTERIOR D-NOSE IFLE PADA PT DIRGANTARA INDONESIA DENGAN METODE SIX SIGMA

PT Dirgantara Indonesia adalah salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam bidang produksi komponen pesawat terbang. Hal ini membuat banyak jenis komponen yang diproduksi oleh perusahaan ini seperti bush plain, panel exterior, inner ring, skin d nose, panel exterior d- nose ifle, dan lain sebagainya. Namun dalam melakukan proses produksinya, PT Dirgantara Indonesia dihadapkan dengan suatu permasalahan pada salah satu komponen yang diproduksinya, yakni panel exterior d-nose ifle. PT Dirgantara Indonesia sering kali mengalami kondisi dimana ongkos produksi dan jadwal produksi komponen ini tidak sesuai dengan rencana produksi. Setelah dilakukan analisis terkait akar masalah dari gejala tersebut, didapatkan bahwa masalah utama yang terjadi adalah terkait dengan kualitas komponen yang belum sesuai dengan kondisi ideal. Persentase produk cacat untuk komponen panel exterior d-nose ifle saat ini sebesar 5,06% yang membuat perusahaan sering melakukan rework yang merugikan perusahaan. Penelitian ini akan membantu PT Dirgantara Indonesia yang ingin melakukan penurunan persentase cacat menjadi maksimal hanya sebesar 1% dengan melakukan analisis terhadap faktor penyebab produk cacat dan merancang usulan strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode six sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define, objek penelitian akan dideskripsikan dengan lengkap untuk mengetahui objek secara baik dan benar, serta alasan dasar dari pemilihan objek untuk penelitian. Pada tahap measure, peneliti melakukan perhitungan terkait kapabilitas dan stabilitas produksi. Pada tahap analyze, peneliti menganalisis faktor dan subfaktor yang menyebabkan adanya produk cacat menggunakan metode brainstorming dan metode Delphi lalu mendapatkan bahwa terdapat 13 untuk faktor penyebab cacat dan 14 sub faktor penyebab cacat terjadi yang kemudian diurutkan menggunakan metode FMEA untuk diperbaiki. Pada tahap improve, peneliti membuat solusi untuk menyelesaikan permasalahan kualitas, dimana penulis membuat tiga solusi yang dipilih melalui tools 5W1H. Adapun pada tahap yang terakhir yaitu control, digunakan untuk memastikan proses implementasi berjalan dengan baik, sehingga peneliti membuat jadwal terkait implementasi six sigma.

2025
👤 Penulis: Reynald Samuel Pakpahan
🏷️ Six Sigma 🏷️ Manajemen Kualitas Produk 🏷️ Analisis Fmea

PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS PADA PRODUK LDAM 000400-0 MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT SOHOU KIKAKU INDONESIA

PT Sohou Kikaku Indonesia merupakan perusahaan manufaktur di bidang permesinan logam yang memproduksi berbagai macam produk hasil permesinan seperti handle rem, aneka fastener, hinge, bracket, dan lain-lain. Produk tersebut harus selalu terjaga kualitasnya sesuai dengan standar ISO 9001:2015. PT SKI sendiri memiliki target menurunkan produk cacat hingga 0,2 % untuk seluruh produk. Namun, pada tahun 2023 terdapat produk yang memiliki jumlah cacat tertinggi yakni hingga 14,55% yakni LDAM 000400-0. Tingkat produk cacat tersebut melebihi target sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan kualitas pada produk LDAM 000400-0 menggunakan metodologi six sigma dengan pendekatan DMAIC (define, measure, analyze, improve, control) untuk mengurangi jumlah produk cacat. Proyek perbaikan kualitas dimulai dengan pembentukan tim perbaikan kualitas pada tahap define. Kemudian dilakukan pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses pada produk LDAM 000400-0 hingga didapatkan nilai rata-rata sigma sebesar 2,94 pada tahap measure. Kemudian tahap analyze dilakukan dengan wawancara pada pihak yang terkait menggunakan metode delphi untuk menemukan faktor dan subfaktor penyebab permasalahan. Analisis signifikansi dilakukan untuk menentukan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas kemudian pemodelan regresi juga dilakukan untuk memprediksi respon pada kondisi faktor yang telah ditentukan. Hasil tersebut menjadi dasar usulan solusi pada untuk melakukan tahap improve. Usulan solusi yang diberikan berupa standar waktu etching, standar inspeksi, dan hanger rak proses etching. Kemudian dilakukan standardisasi dari proses yang baru dengan pembuatan standard operational procedure. Proyek perbaikan kualitas ini diestimasi akan meningkatkan nilai sigma hingga pada level 4,3

2024
👤 Penulis: Raditya Bagaskara Pradana
🏷️ Six Sigma 🏷️ Manajemen Kualitas Produk 🏷️ Analisis Regresi

PENGEMBANGAN SISTEM ASESMEN EFEK SOFT FOCUS DARI PENGGUNAAN KOSMETIK BERBASIS IN VIVO DENGAN PENCITRAAN MULTISUDUT

Pertumbuhan industri kosmetik di indonesia yang mencapai 22% pada tahun 2023 menjadikannya salah satu sektor industri yang menjanjikan dan dinamis. Seiring dengan pertumbuhan industri ini, uji klaim kosmetik memegang peran penting dalam pengembangan produk kosmetik yang efektif, dan inovatif. Salah satu klaim kosmetik yang membutuhkan sistem pengujian yang tepat adalah efek soft focus yang merupakan efek penyamaran tekstur kulit. Pada penelitian ini akan dikembangkan sistem asesmen efek soft focus berbasis in vivo untuk memberikan gambaran yang akurat bagaimana kosmetik berinteraksi dengan kulit wajah secara langsung. Pengukuran akan dilakukan menggunakan teknik pemrosesan untuk beberapa citra yang diambil pada sudut tangkap yang berbeda yang disebut set citra multisudut. Ini bertujuan untuk menghitung peforma efek soft focus dengan melihat bagaimana tingkat konsistensi reflektansi pada berbagai sudut observasi . Output sistem ini adalah Coefficient of Variation (CV) dari set entropi joint histogram dan set homogenitas Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM), yang merupakan parameter dari tingkat konsistensi kemiripan dan kemerataan reflektansi. Selanjutnya dilakukan pengujian pada sistem yang dikembangkan berupa studi kasus dengan variasi kondisi kulit sebagai komparasi untuk melihat tingkat kehandalan sistem. Analisis secara rata-rata memberikan gambaran umum bahwa kanal hijau adalah kanal yang lebih handal diantara ketiga kanal warna untuk memberikan hasil yang representatif dengan R2 sebesar 0,97 untuk CV entropi dan R2 sebesar 0,85 untuk CV homogenitas. Sedangkan, secara individual kanal hijau memberikan hasil yang representatif untuk 4 dari 8 orang naracoba. Kata kunci: Efek Soft focus, Kosmetik, Pencitraan Multisudut, Pemrosesan Citra

2024
👤 Penulis: Fakhrul Ramadhan
🏷️ Pengujian Klaim Kosmetik 🏷️ Analisis Citra 🏷️ Manajemen Kualitas Produk
💬