📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 8 dokumen

PROPOSED WASTE MANAGEMENT CONCEPT FOR EQUAFOLE'S CORPORATESOCIAL RESPONSIBILITY PROGRAM IN PANGALENGAN

Saat ini kegiatan CSR telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap program yang berkaitan dengan masyarakat dan lingkungan tentu akan membuat pengaruh pada konsep pengelolaan sampah yang akan dilakukan. Untuk mengkonsepkan program CSR di Equafole. Penulis menggunakan metode primer dan data sekunder untuk mengumpulkan data. Equafole adalah perusahaan yang dikelola oleh mahasiswa SBM-ITB tingkat II sebagai sarana belajar bagaimana melakukan bisnis. Teori Manajemen Limbah adalah pengetahuan tentang sampah dan pengelolaan limbah, dan didasarkan pada harapan bahwa pengelolaan sampah dapat mencegah sampah untuk menyebabkan kerusakan pada kesehatan manusia dan lingkungan serta mempromosikan optimalisasi penggunaan sumber daya. Corporate Social Responsibility (CSR) umumnya mengacu pada operasional bisnis yang mempertimbangkan nilai-nilai etika, kepatuhan persyaratan hukum, kepedulian bagi orang-orang, masyarakat, dan lingkungan Dari banyak metode yang dapat digunakan untuk mengatur pembuangan limbah untuk meminimalkan dampak, Hirarki Sampah dapat digunakan sebagai referensi untuk tugas akhir ini. Dalam tugas akhir ini, penulis ingin memberikan tiga rekomendasi untuk konsep Equafole. Rekomendasi tersebut langkah perencanaan harus dilakukan secara menyeluruh sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelaksanaan, sangat penting dan vital untuk mendapatkan dukungan dari warga lokal, dan dalam pelaksanaan rencana, baik strategis atau masyarakat berbasis, selalu menggunakan Plan-Do-check-Act langkah. Program yang direkomendasikan dihasilkan melalui pertimbangan kebiasaan dan persepsi Kata kunci: Equafole, Pengabdian Masyarakat, tanggung jawab sosial mahasiswa, aktivitas ramah lingkungan

2026
👤 Penulis: Muhammad Nikko F
🏷️ Csr 🏷️ Pengelolaan Sampah 🏷️ Manajemen Limbah

PENGEMBANGAN FASILITAS PUBLIK AREA MEROKOK BERBASIS CIRCULAR DESIGN UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH PUNTUNG ROKOK

Permasalahan limbah puntung rokok merupakan isu lingkungan yang kerap terabaikan namun berdampak signifikan. Filter rokok yang mengandung selulosa asetat tergolong sebagai limbah mikroplastik yang sulit terurai dan mengandung zat berbahaya seperti nikotin dan logam berat. Di Indonesia, jumlah perokok yang tinggi serta minimnya kesadaran dan fasilitas pembuangan puntung rokok memperparah pencemaran lingkungan di ruang publik. Tugas akhir ini mengembangkan sistem fasilitas publik area merokok berbasis circular design yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah puntung rokok sebagai material utama dalam desain produk. Pendekatan circular design digunakan untuk membangun alur tertutup yang melibatkan pengguna (perokok), mitra pengelola limbah, dan dukungan kebijakan pemerintah. Produk utama dalam sistem ini meliputi cartridge penampung limbah, leaning stool, shelter merokok, serta box mobilisasi untuk distribusi storage cartridge. Seluruh komponen dirancang agar terintegrasi secara fungsional dan material, menggunakan biopolimer selulosa asetat hasil olahan limbah puntung rokok minimal 70% pada bagian visual atau struktural. Proyek ini tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga membentuk perilaku merokok yang lebih tertib dan bertanggung jawab di ruang publik.

2025
👤 Penulis: Dio Vitto Namora
🏷️ Desain Lingkungan 🏷️ Manajemen Limbah 🏷️ Kecerdasan Buatan

POTENSI BIOKONVERSI LUMPUR SEDIMEN KOLAM TANDO HARIAN DAGO PAKAR MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY

Larva Black Soldier Fly (BSF) dikenal memiliki kemampuan menguraikan berbagai jenis limbah organik. Lumpur sedimen Kolam Tando Harian (KTH) Dago Pakar sendiri yang berasal dari campuran tanah, limbah domestik, dan kotoran hewan dapat dikategorikan sebagai limbah organik, sehingga berpotensi diuraikan oleh larva BSF, yang dapat mereduksi limbah dan menghasilkan produk samping pakan ayam dan pupuk organik yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas larva BSF dalam mengonversi lumpur sedimen serta mengukur parameter pertumbuhan dan reduksi limbah. Metode penelitian dengan pengukuran massa larva, nilai Waste Reduction Index (WRI), Efficiency of Conversion of Digested Food (ECD), Survival Rate (SR), serta pengujian kandungan pada larva BSF dan residu di akhir biokonversi. Pada penelitian ini, digunakan perlakuan yang terdiri dari lumpur sedimen beserta tiga substrat lainnya yang dicampur dengan sampah kol yang memiliki perbandingan 1:1, 3:2, dan 4:1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan larva terbaik terjadi pada pemberian pakan lumpur sedimen dicampur sampah kol dengan perbandingan 1:1 yang memiliki pertambahan massa rata-rata 0,534 g/10 larva, nilai WRI sebesar 5,739%, ECD sebesar 0,403% dan SR 83,8%. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, baik larva BSF maupun residu hasil biokonversi belum dapat menghasilkan biomassa dan residu yang aman digunakan sebagai pakan ayam dan pupuk organik sesuai standar, sehingga diperlukan pemrosesan lebih lanjut.

2024
👤 Penulis: Rafi Rayhan Novaldo
🏷️ Bioenergi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Limbah

PENGARUH VARIASI PAKAN DALAM PROSES KONVERSI LIMBAH LUMPUR TINJA DI KAMPUNG BETING, MUARAGEMBONG, BEKASI OLEH LARVA LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS) TERHADAP WASTE REDUCTION INDEX (WRI), CONVERSION DIGESTED FEED (ECD), DAN SURVIVAL RATE (SR)

Pengolahan limbah dengan BSF dianggap sebagai cara yang efisien untuk mengubah limbah tinja manusia menjadi biomassa kaya protein dan lemak. Untuk mengoptimalkan lumpur tinja sebagai substrat BSF maka perlu dilakukan upaya pemvariasian dengan penambahan bahan organik. Di Kampung Beting banyak dihasilkan limbah buah pidada, limbah ikan, dan rajungan. Limbah-limbah tersebut dimanfaatkan untuk membuat campuran lumpur tinja sebagai substrat untuk BSF. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek dari pencampuran sampah organik tersebut pada pengolahan lumpur tinja menggunakan larva BSF terhadap Waste Reduction Index (WRI), Efficiency of Conversion of Digested Food (ECD), dan survival rate serta untuk menentukan kemungkinan terjadinya bioakumulasi logam berat pada larva BSF. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan larva terbaik terjadi pada pemberian pakan lumpur tinja yang dicampur dengan jeroan ikan dengan berat optimal rata-rata sebesar 7 – 9,3 gram/100 larva. Nilai WRI dan ECD tertinggi juga ditunjukkan pada pemberian pakan dengan campuran lumpur tinja dan jeroan ikan dengan nilai 5,2% dan 6,06%, sedangkan nilai survival rate tertinggi ditunjukkan pada perlakuan campuran lumpur tinja dengan semua sampah organik yang digunakan yakni sebesar 95,6%. Pada penelitian ini juga diuji mengenai kandungan logam berat Pb dan Cd pada larva yang diakumulasi dari lumpur tinja, hasil pengukuran menunjukkan bahwa tidak terjadi bioakumulasi.

2024
👤 Penulis: Dona Dwi Kurniawati
🏷️ Kondisi Lingkungan 🏷️ Bioinginiasia 🏷️ Manajemen Limbah

PENGARUH NILAI EKONOMI DAN ANCAMAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH PADA MAHASISWA

Peningkatan pesat aktivitas e-commerce telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam limbah kemasan, terutama plastik, yang menimbulkan ancaman lingkungan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi manfaat ekonomi dan ancaman lingkungan mendorong perilaku pengelolaan limbah, dengan fokus pada tingkat keterlibatan sebagai faktor mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan survei yang didistribusikan kepada mahasiswa yang berbelanja online di Jawa dan Sumatera, Indonesia, dengan 248 responden. Data mengungkapkan bahwa baik nilai ekonomi maupun ancaman lingkungan memiliki dampak signifikan terhadap perilaku pengelolaan limbah. Secara khusus, insentif ekonomi dan imbalan finansial mendorong praktik pengelolaan limbah yang lebih baik, sementara peningkatan kesadaran akan ancaman lingkungan mendorong individu untuk mengadopsi perilaku yang berkelanjutan. Tingkat keterlibatan memainkan peran mediasi yang penting, meningkatkan efek nilai ekonomi dan ancaman lingkungan terhadap perilaku pengelolaan limbah. Penelitian ini berkontribusi pada bidang ini dengan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pembuat kebijakan dan bisnis untuk mengembangkan strategi yang ditargetkan yang meningkatkan keterlibatan, mengomunikasikan manfaat ekonomi, dan meningkatkan kesadaran lingkungan, yang pada akhirnya mendorong praktik pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Vania Sarah Emya Tarigan
🏷️ Ekonomi Digital 🏷️ Manajemen Limbah 🏷️ Hidrologi

PRODUKSI HIDROGEL DARI SELULOSA TANAMAN FROGBIT (LIMNOBIUM LAEVIGATUM) HASIL FITOREMEDIASI LIMBAH KOLAM IKAN LELE

Limbah cair kolam ikan lele (LKL) sering menimbulkan masalah lingkungan akibat kandungan nutrien dan bahan organik berlebih yang memicu pencemaran organik dan eutrofikasi pada perairan. Penelitian ini mengevaluasi potensi penggunaan tanaman Limnobium. laevigatum sebagai agen fitoremediator untuk meremediasi LKL. Fitoremediasi dilakukan dengan sistem free water surface dalam kontainer plastik dengan variasi pengenceran LKL 0%, 10%, dan 25% selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasi LKL dengan tanaman L. laevigatum dapat menurunkan kadar organik dan meningkatkan kualitas LKL. Limbah dengan konsentrasi 25% menunjukkan removal percentage (RP) tertinggi, dengan nilai penurunan TSS sebesar 92,53%, amonia 42,19%, nitrit 27,78%, nitrat 34,84%, dan persen penurunan kadar COD sebesar 45,21%, dan BOD 44,67%. Selain itu, terjadi peningkatan nilai pH dan DO yang signifikan. Pertumbuhan tanaman paling tinggi terjadi pada variasi limbah 10%, dengan nilai Relative Growth Rate (RGR) sebesar 0,13 g/hari, lebih tinggi daripada kontrol sebesar 0,07 g/hari dan pada 25% sebesar 0,08 g/hari. Biomassa L. laevigatum hasil fitoremediasi dapat diolah menjadi biokomposit hidrogel yang dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah, dengan variasi selulosa 0%, 5%, dan 10%. Semakin tinggi kadar selulosa pada biokomposit hidrogel, maka kemampuan swelling ratio (SR) akan semakin baik. Hidrogel dengan tambahan selulosa 10% menunjukkan SR tertinggi sebesar 60%, sementara SR hidrogel tanpa selulosa sebesar 33,3%. Hidrogel terdegradasi selama 30 hari. Uji kelembapan menunjukkan bahwa hidrogel dengan selulosa dapat lebih meningkatkan retensi kelembapan tanah. Penelitian menunjukkan bahwa L. laevigatum dan hidrogel berbasis selulosa berpotensi sebagai solusi yang ramah lingkungan untuk manajemen LKL dan membantu melembapkan tanah.

2024
👤 Penulis: Alyani Khalisha Zahra Amalia
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Limbah 🏷️ Kecerdasan Buatan

VISUALISASI FESTIVAL TANABATA DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PRODUKSI SPREI

Tanabata Matsuri merupaka festival tradisional Jepang yang dirayakan berdasarkan legenda tentang dua kekasih, Orihime dan Hikoboshi, terinspirasi oleh Festival Qixi di Tiongkok yang menceritakan kisah cinta antara gadis penenun dan pengembala sapi. Kedua kekasih tersebut dipisahkan oleh Raja Langit dan hanya diizinkan untuk bertemu setahun sekali pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan lunar, yang diperingati sebagai Festival Qixi dan Tanabata. Festival ini juga dikenal sebagai Kikkoden atau "Festival memohon keterampilan". Pada festival Tanabata, masyarakat memiliki tradisi untuk menuliskan permohonan pada kertas Tanzaku yang berwarna-warni dan diikatkan pada ranting bambu. Selain itu suasana festival terasa lebih megah dan indah berkat berbagai dekorasi yang dipajang sepanjang jalanan kota hingga ruangan, dekorasi tersebut dinamai Nanatsu no Kazari. Dekorasi ini terbuat dari kertas warna-warni yang dibentuk menjadi berbagai bentuk yang indah. Sayangnya keindahan dekorasi festival tersebut hanya dapat disaksikan di jepang, dan setelah festival berlalu, kebanyakan dekorasi tersebut dibuang atau dibakar sebagai persembahan (Anna, 2021). Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk memvisualkan suasana Festival Tanabata dengan memanfaatkan kain limbah produksi sprei dan metode upcycling sehingga dapat menjadi objek estetika serta instalasi pada ruangan yang dapat memberikan kesempatan kepada orang luar yang tidak bisa menikmati festival tersebut secara langsung untuk bisa menikmati atmosfernya melalui instalasi. Adapun penggunaan kain limbah produksi sprei diharapkan dapat menjadi upaya upaya untuk memperpanjang masa pakai dari kain tersebut.

2024
👤 Penulis: Adila Nurkhalida
🏷️ Visualisasi Seni 🏷️ Manajemen Limbah 🏷️ Hidrologi Tradisional

KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PRODUK HIDROTERMAL SERAT SAMPAH PEMBALUT

Menstruasi memliki peran penting dalam kehidupan wanita sehari-hari. Pembalut merupakan pilihan utama wanita di Indonesia dalam menjaga kebersihan menstruasi. Namun, metode pembuangan pembalut bekas saat ini menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan karena limbah pembalut yang bersifat B3 dan praktik penanganan yang kurang tepat. Studi ini menyelidiki pengolahan hidrotermal sebagai pendekatan alternatif untuk mengelola limbah pembalut wanita, yang bertujuan untuk menentukan parameter optimal untuk menguraikan limbah tersebut. Studi ini juga mengeksplorasi potensi penggunaan komponen serat dari limbah pembalut yang telah diolah secara hidrotermal. Eksperimen skala laboratorium dilakukan untuk menyempurnakan parameter hidrotermal dengan tujuan menguraikan limbah dan mengekstraksi produk serat secara efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal dicapai pada temperatur reaksi 175 °C tanpa waktu tinggal. Kondisi ini memfasilitasi sterilisasi yang efektif, pemisahan komponen serat dan plastik, dan penggunaan energi yang lebih rendah. Produk serat yang dihasilkan mempunyai diameter 36,44 ?m dan panjang 2,76 mm. Analisis terhadap produk serat menunjukkan potensi pemanfaatan kembali sebagai bahan baku produk pembalut, industri pembuatan tisu dan kertas, bahan penguat beton, dan bahan insulasi.

2024
👤 Penulis: Najma Almira Miftach
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Limbah 🏷️ Teknologi Pembuangan Sampah
💬