πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 30 dokumen

ANALISIS POLA SEBARAN DAN WAKTU TINGGAL POLUTAN DI TELUK JAKARTA MENGGUNAKAN MODEL MITGCM

Teluk Jakarta merupakan kawasan perairan yang menerima beban polutan tinggi akibat aktivitas manusia, sehingga dinamika pergerakan dan akumulasinya yang sangat dipengaruhi oleh sistem angin monsun penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas spasio-temporal dari pola sebaran dan waktu tinggal polutan yang diinisiasi dengan pelacak pasif di Teluk Jakarta berdasarkan variasi musim menggunakan pemodelan hidrodinamika tiga dimensi Massachusetts Institute of Technology General Circulation Model (MITgcm) dengan konfigurasi telescoping grid yang berfokus di daerah Teluk Jakarta. Model ini digabungkan dengan modul pelacak pasif, serta diverifikasi menggunakan asimilasi data elevasi pasang surut global TPXO9-atlas. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sirkulasi massa air dan kapasitas bilas di Teluk Jakarta memiliki kerentanan yang berbeda-beda, pada puncak musim barat dan musim timur, perairan mampu membilas polutan secara cepat, berkisar 3 hingga 9 hari pada area yang searah dengan arus dominan, namun secara bersamaan memicu jebakan pesisir dengan waktu tinggal maksimal 20-21 hari di arah berlawanan, yakni di pesisir timur saat musim barat dan pesisir barat daya saat musim timur. Kondisi lingkungan paling kritis terjadi pada musim peralihan I dan II, yaitu ketiadaan arus residu dan pemaksaan angin yang kuat menciptakan zona stagnasi khususnya di teluk bagian dalam, menjadikan wilayah perairan mencapai kapasitas bilas terendahnya dengan waktu tinggal mencapai 25 – 30 hari.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Raihan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Lingkungan

PERANCANGAN INSTALASI PROJECTION MAPPING INTERAKTIF BERBASIS ANIMASI UNTUK MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT UMUR 25 - 30 TAHUN TERHADAP HILANGNYA SERANGGA BIOINDIKATOR DI KAWASAN URBAN

Hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban merupakan fenomena lingkungan yang terjadi secara perlahan dan sering kali tidak disadari oleh masyarakat perkotaan. Serangga seperti kunang-kunang, capung, dan kupu-kupu memiliki peran penting sebagai indikator kualitas lingkungan hidup serta dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tugas Akhir ini bertujuan merancang konten ruang imersif berbasis projection mapping untuk membangun kesadaran masyarakat usia 25–30 tahun terhadap isu hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban. Perancangan dilakukan menggunakan metode Design Thinking dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, studi banding media, serta wawancara dengan ahli dan khalayak sasaran. Pendekatan perancangan didasarkan pada teori imersivitas, yang memaknai pengalaman imersif sebagai kondisi ketika individu β€œtenggelam” dalam suatu realitas, di mana audiens dikelilingi oleh lingkungan yang berbeda secara sensorik dan emosional. Melalui projection mapping, dunia virtual dan dunia nyata dilebur secara langsung pada permukaan fisik, sehingga menciptakan ilusi ruang yang kuat dan pengalaman yang imersif tanpa memerlukan perangkat tambahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok usia 25–30 tahun memiliki kecenderungan eco-anxiety yang bersifat adaptif, sehingga memerlukan media yang mampu menyampaikan isu lingkungan secara emosional namun tetap seimbang. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan ruang imersif yang mampu membangun empati dan mendorong kesadaran serta aksi kecil yang relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat urban.

2026
πŸ‘€ Penulis: Alyssa Putri Azzahra Prayogo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Imersivitas 🏷️ Manajemen Lingkungan

STUDI PENURUNAN MUKA TANAH SERTA IDENTIFIKASI KERUGIANAKIBAT PENURUNAN MUKA TANAH DI CEKUNGAN BANDUNG

Penurunan muka tanah merupakan fenomena yang banyak terjadi di kota – kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Penurunan muka tanah di Cekungan Bandung diduga disebabkan oleh pengambilan airtanah secara berlebihan, kompaksi alamiah, beban bangunan dan pengaruh tektonik. Penurunan muka tanah di Cekungan Bandung juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi seperti kerusakan pada bangunan, infrastruktur, dan memperparah genangan banjir. Pemantauan penurunan muka tanah di Cekungan Bandung telah dilakukan dengan metode survey GPS dari tahun 2000 sampai 2010 di beberapa daerah yang diduga mengalami penurunan muka tanah dan penurunan muka airtanah yang relatif besar. Survey lapangan juga dilakukan di Cekungan Bandung untuk mengidentifikasi kerugian ekonomi yang mungkin timbul akibat penurunan muka tanah. Hasil pengolahan data GPS menunjukkan pada periode tahun 2000 sampai 2010 beberapa daerah di Cekungan Bandung telah mengalami penurunan muka tanah sebesar 1 sampai 16 cm pertahun yang bervariasi baik secara spasial maupun temporal. Hal ini disebabkan oleh pengambilan airtanah yang berlebihan dan juga proses kompaksi alamiah. Penurunan muka tanah yang paling besar dialami oleh daerah - daerah yang mengalami penurunan muka airtanah yang besar pula seperti Cimahi, Dayeuhkolot, Rancaekek dan Majalaya. Kerugian ekonomi telah teridentifikasi di wilayah terdampak seperti retakan pada dinding bangunan dan jalan tol, biaya untuk menaikkan halaman rumah, dan memperparah genangan banjir. Pemantauan terhadap penurunan muka tanah ini berguna untuk pengaturan pengambilan airtanah, pengendalian banjir, konservasi lingkungan, serta pengambilan keputusan dalam pembangunan infrastruktur.

2026
πŸ‘€ Penulis: Edward
🏷️ Geologi 🏷️ Manajemen Lingkungan 🏷️ Analisis Data Geospasial

PEMETAAN DAMPAK AKIBAT PENURUNAN MUKA TANAH DI WILAYAH JAKARTA

Penurunan muka tanah merupakan fenomena yang banyak terjadi di kota Γƒβ€šΓ‚β€“ kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Penurunan muka tanah di Wilayah Jakarta diduga disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebih, kompaksi alamiah, beban bangunan dan pengaruh tektonik. Penurunan muka tanah di Wilayah Jakarta juga ternyata berpotensi menimbulkan dampak kerugian seperti kerusakan pada bangunan, infrastruktur, dan memperparah genangan banjir. Dalam tugas akhir ini akan dicoba dilakukan pemetaan dampak dari penurunan muka tanah di wilayah Jakarta. Dampak penurunan tanah telah teridentifikasi seperti retakan pada dinding bangunan, atap rumah yang turun, terjadi indudansi air laut atau rob, kerusakan infrastruktur, dan memperparah genangan banjir. Daerah yang mengalami beberapa kerusakan akibat penurunan muka tanah ini seperti Penjaringan, Tanjung Priok, Cengkareng, Cakung, Kelapa Gading, Pademangan, dan Taman Sari. Sebagai background peta pemetaan dampak penurunan tanah dibuat peta zonasi penurunan tanah di Jakarta yang diperoleh dari hasil pemantauan menggunakan teknologi GPS dan Sipat Datar dari tahun 2000 sampai dengan 2011 . Hasil pengolahan data GPS dan Sipat datar menunjukkan pada periode tahun 2000 sampai 2011 beberapa daerah di Wilayah Jakarta telah mengalami penurunan muka tanah sebesar 1 cm sampai 1,7 m yang bervariasi baik secara spasial maupun temporal. Hal ini diperkirakan disebabkan oleh proses kompaksi alamiah dan beban bangunan. Penurunan muka tanah yang paling besar dialami oleh daerah - daerah yang mengalami penurunan muka airtanah yang besar pula seperti Penjaringan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Cakung, Jakarta Timur. Pemantauan terhadap penurunan muka tanah beserta pemetaan dampaknya ini diharapkan dapat berguna untuk pengaturan pengambilan airtanah, pengendalian banjir, konservasi lingkungan, serta pengambilan keputusan dalam pembangunan infrastruktur.

2026
πŸ‘€ Penulis: ARDITO YOGA BIMANTARA (NIM 15106047); Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc. dan Heri
🏷️ Geologi 🏷️ Manajemen Lingkungan 🏷️ Analisis Geografis

INVENTARISASI EMISI POLUSI UDARA DAN GAS RUMAH KACA AKIBAT KEGIATAN NON-AKADEMIS DI KAMPUS ITB JATINANGOR

Studi ini menyusun inventarisasi emisi untuk polusi udara dan gas rumah kaca yang dihasilkan Kampus ITB Jatinangor pada tahun 2024 sebagai akibat dari kegiatan non-akademik. Kegiatan-kegiatan ini meliputi aktivitas asrama, kegiatan unit, aktivitas kantin, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air. Hasil inventarisasi emisi digunakan untuk mengidentifikasi sumber emisi yang signifikan serta intervensi efektif yang diperlukan untuk mengurangi emisi tersebut. Hasil studi divisualisasikan melalui pemetaan QGIS dan dievaluasi berdasarkan green campus matrix (Sugiarto et al., 2022) untuk menentukan efektifitas konsep green campus di ITB Jatinangor. Berdasarkan analisa green campus matrix, perbandingan dengan program green campus pada universitas lainnya dan green plot ratio, ITB Jatinangor telah melaksanakan green campus model yang efektif. Namun, efektifitas pelaksanaan green campus model tersebut dapat ditingkatkan melalui penghematan penggunaan air, penurunan timbulan sampah, dan meningkatkan penggunaan green spaces di kampus.

2025
πŸ‘€ Penulis: Charmaine Dara Laksmana
🏷️ Inventarisasi Emisi 🏷️ Manajemen Lingkungan 🏷️ Green Campus

SIMULASI PENGARUH ANGIN GUNUNG DAN LEMBAH TERHADAP SEBARANEMISIC02 GEOTHERMAL POWER PLANTPATUHA (STUDI KASUS: 11-13 AGUSTUS 2023)

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Patuha yang berada di kawasan pegunungan memainkan peran penting dalam mendistribusikan emisi C02 sehingga dapat memengaruhi area tertentu dengan tingkat konsentrasi emisi yang lebih tinggi. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai pola penyebaran emisi, akan ada risiko peningkatan akumulasi C02 di wilayab tertentu, yang dapat berdampak pada kualitas udara dan lingkungan. Selain itu, jika PLTP berkembang dan laban hijau di sekitar berkurang, diperlukan strategi mitigasi yang tepat agar kawasan yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami tidak terdarnpak secara signiftkan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mensimulasikan pola penyebaran emisi C02 yang dipengaruhi oleb sirkulasi angin gunung dan lembab di kawasan PLTP Patuba. Pada penelitian ini, metode yang digunakan difokuskan pada simulasi sebaran emisi C02 pada tanggal penelitian yang dipilib. Simulasi model dilakukan menggunakan dua aplikasi yaitu WRF dan HYSPLIT. Inputan WRF menggunakan data FNL dengan resolusi temporal 6 jam dan resolusi spasial 0,25Β° x 0,25Β°. Simulasi WRF menggunakan tiga domain kajian yaitu 9 km, 3 km, dan 1 km. Hasil output WRF akan divalidasi menggunakan data ERAS. Model HYSPLIT digunakan untuk menunjang basil simulasi dilihat dari potensi arab sebaran ernisi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sirkulasi angin gunung dan lembab berperan penting dalam penyebaran emisi C02 di sekitar PLTP Patuha. Angin meridional lebih dominan dibandingkan angin zonal, dengan pola yang lebih terorganisir dan kecepatan lebih tinggi. Pola angin menunjukkan dominasi angin gunung pada pagi hari dan angin lembah pada siang bari, serta transisi pada sore hingga malam. Analisis vertikal mengindikasikan zona pembalikan angin pada ketinggian 3000- 4000 meter. Hasil trayektori menunjukkan arah sebaran emisi ke barat !aut, sebingga area hijau di wilayah tersebut sebaiknya dipertabankan sebagai penyerap alami C02.

2025
πŸ‘€ Penulis: Ratu Naia Ariefari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Lingkungan 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI KEBERLANJUTAN PEMANFAATAN WILAYAH PESISIR UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN (KASUS STUDI: MODELING BINS KARAWANG)

Permintaan global terhadap sumber protein, terutama dari sektor perikanan, semakin meningkat, sehingga memacu pengembangan akuakultur sebagai komponen vital dalam sistem ketahanan pangan berkelanjutan. Kawasan pesisir dipandang sebagai lokasi yang memiliki potensi strategis untuk budidaya, meskipun isu keberlanjutan masih harus diatasi. Dalam konteks tersebut, studi ini memfokuskan pada analisis pemanfaatan ruang pesisir melalui implementasi program Modeling Budidaya Ikan Nila Salin (BINS), yang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi ikan nila salin, tetapi juga menekankan perlunya menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat setempat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan perwakilan BLUPPB Karawang dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumen pendukung sebagai data sekunder. Hasil temuan menunjukkan bahwa Modeling BINS Karawang di wilayah pesisir Karawang telah menerapkan praktik yang baik dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai produksi budidaya yang optimal, BINS memanfatkan teknologi yang ramah lingkungan, serta strategi efisiensi sumber daya yang mencakup pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah (IPAL) yang dirancang agar limbah budidaya tidak membebani ekosistem. Sistem ini sudah terintegrasi dengan monitoring untuk menjamin kualitas lingkungan, termasuk air, tetap terjaga. Kawasan mangrove juga dimanfaatkan untuk menyerap karbon alami sekitar kawasan, termasuk Modeling BINS serta habitat bagi berbagai jenis fauna pesisir. Tata kelola kegiatan budidaya disusun secara terstruktur dan efisien melalui pembagian peran yang jelas, serta dibarengi dengan kemitraan antarlembaga untuk memperluas distribusi hasil budidaya ke pasar. Selain memberikan dampak ekologis positif, program BINS turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penciptaan lapangan kerja yang layak. Disimpulkan bahwa praktik budidaya di pesisir yang menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dapat membawa dampak positif.

2025
πŸ‘€ Penulis: Selina Christy Tamado Sihite
🏷️ Kawasan Pesisir 🏷️ Akuakultur 🏷️ Manajemen Lingkungan

PREDIKSI KUALITAS AIR DANAU PASCATAMBANG PT XYZ DENGAN SKENARIO FLOODING MENGGUNAKAN AIR SUNGAI

Kegiatan penambangan batubara dengan metode tambang terbuka di PT XYZ menyisakan void yang menimbulkan tantangan terutama terkait isu kualitas air. Dinding void yang mengandung mineral sulfida berpotensi membentuk Air Asam Tambang (AAT) jika terkena air hujan, sehingga dapat mencemari lingkungan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pengisian secara alami memerlukan waktu yang sangat lama dan menghasilkan kualitas air yang kurang baik (pH < 5). Oleh karena itu, diperlukan skenario alternatif untuk mempercepat pengisian void dan menghasilkan kualitas air yang lebih baik, sehingga dipilih skenario flooding. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas skenario tersebut dengan menggunakan air sungai, melalui perhitungan estimasi waktu pengisian danau serta prediksi kualitas air yang terbentuk. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan simulasi utama: pertama, simulasi hidrologi yang memodelkan neraca air dengan inflow berupa debit pemompaan, air hujan, dan limpasan, serta outflow berupa evaporasi; dan kedua, simulasi geokimia menggunakan PHREEQC yang melibatkan proses inverse modeling, forward modeling, dan mixing. Hasil pemodelan hidrologi menunjukkan bahwa estimasi waktu pengisian danau berkisar antara 541 hingga 625 hari, serta mengindikasikan bahwa selain debit pemompaan, variasi curah hujan merupakan parameter penting yang berdampak signifikan. Sementara itu, simulasi geokimia menyimpulkan bahwa skenario flooding sangat efektif dalam menetralkan potensi keasaman, dengan prediksi nilai pH akhir danau mencapai 6,379.

2025
πŸ‘€ Penulis: Azar Alvi Dwi Bahtiar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geokimia 🏷️ Manajemen Lingkungan

PREDIKSI KUALITAS AIR DANAU PASCATAMBANG PT XYZ DENGAN SKENARIO FLOODING MENGGUNAKAN AIR SUNGAI

Kegiatan penambangan batubara dengan metode tambang terbuka di PT XYZ menyisakan void yang menimbulkan tantangan terutama terkait isu kualitas air. Dinding void yang mengandung mineral sulfida berpotensi membentuk Air Asam Tambang (AAT) jika terkena air hujan, sehingga dapat mencemari lingkungan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pengisian secara alami memerlukan waktu yang sangat lama dan menghasilkan kualitas air yang kurang baik (pH < 5). Oleh karena itu, diperlukan skenario alternatif untuk mempercepat pengisian void dan menghasilkan kualitas air yang lebih baik, sehingga dipilih skenario flooding. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas skenario tersebut dengan menggunakan air sungai, melalui perhitungan estimasi waktu pengisian danau serta prediksi kualitas air yang terbentuk. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan simulasi utama: pertama, simulasi hidrologi yang memodelkan neraca air dengan inflow berupa debit pemompaan, air hujan, dan limpasan, serta outflow berupa evaporasi; dan kedua, simulasi geokimia menggunakan PHREEQC yang melibatkan proses inverse modeling, forward modeling, dan mixing. Hasil pemodelan hidrologi menunjukkan bahwa estimasi waktu pengisian danau berkisar antara 541 hingga 625 hari, serta mengindikasikan bahwa selain debit pemompaan, variasi curah hujan merupakan parameter penting yang berdampak signifikan. Sementara itu, simulasi geokimia menyimpulkan bahwa skenario flooding sangat efektif dalam menetralkan potensi keasaman, dengan prediksi nilai pH akhir danau mencapai 6,379.

2025
πŸ‘€ Penulis: Azar Alvi Dwi Bahtiar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geokimia 🏷️ Manajemen Lingkungan

PREDIKSI KUALITAS AIR DANAU PASCATAMBANG PT XYZ DENGAN SKENARIO FLOODING MENGGUNAKAN AIR SUNGAI

Kegiatan penambangan batubara dengan metode tambang terbuka di PT XYZ menyisakan void yang menimbulkan tantangan terutama terkait isu kualitas air. Dinding void yang mengandung mineral sulfida berpotensi membentuk Air Asam Tambang (AAT) jika terkena air hujan, sehingga dapat mencemari lingkungan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pengisian secara alami memerlukan waktu yang sangat lama dan menghasilkan kualitas air yang kurang baik (pH < 5). Oleh karena itu, diperlukan skenario alternatif untuk mempercepat pengisian void dan menghasilkan kualitas air yang lebih baik, sehingga dipilih skenario flooding. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas skenario tersebut dengan menggunakan air sungai, melalui perhitungan estimasi waktu pengisian danau serta prediksi kualitas air yang terbentuk. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan simulasi utama: pertama, simulasi hidrologi yang memodelkan neraca air dengan inflow berupa debit pemompaan, air hujan, dan limpasan, serta outflow berupa evaporasi; dan kedua, simulasi geokimia menggunakan PHREEQC yang melibatkan proses inverse modeling, forward modeling, dan mixing. Hasil pemodelan hidrologi menunjukkan bahwa estimasi waktu pengisian danau berkisar antara 541 hingga 625 hari, serta mengindikasikan bahwa selain debit pemompaan, variasi curah hujan merupakan parameter penting yang berdampak signifikan. Sementara itu, simulasi geokimia menyimpulkan bahwa skenario flooding sangat efektif dalam menetralkan potensi keasaman, dengan prediksi nilai pH akhir danau mencapai 6,379.

2025
πŸ‘€ Penulis: Azar Alvi Dwi Bahtiar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geokimia 🏷️ Manajemen Lingkungan

PREDIKSI KUALITAS AIR DANAU PASCATAMBANG PT XYZ DENGAN SKENARIO FLOODING MENGGUNAKAN AIR SUNGAI

Kegiatan penambangan batubara dengan metode tambang terbuka di PT XYZ menyisakan void yang menimbulkan tantangan terutama terkait isu kualitas air. Dinding void yang mengandung mineral sulfida berpotensi membentuk Air Asam Tambang (AAT) jika terkena air hujan, sehingga dapat mencemari lingkungan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pengisian secara alami memerlukan waktu yang sangat lama dan menghasilkan kualitas air yang kurang baik (pH < 5). Oleh karena itu, diperlukan skenario alternatif untuk mempercepat pengisian void dan menghasilkan kualitas air yang lebih baik, sehingga dipilih skenario flooding. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas skenario tersebut dengan menggunakan air sungai, melalui perhitungan estimasi waktu pengisian danau serta prediksi kualitas air yang terbentuk. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan simulasi utama: pertama, simulasi hidrologi yang memodelkan neraca air dengan inflow berupa debit pemompaan, air hujan, dan limpasan, serta outflow berupa evaporasi; dan kedua, simulasi geokimia menggunakan PHREEQC yang melibatkan proses inverse modeling, forward modeling, dan mixing. Hasil pemodelan hidrologi menunjukkan bahwa estimasi waktu pengisian danau berkisar antara 541 hingga 625 hari, serta mengindikasikan bahwa selain debit pemompaan, variasi curah hujan merupakan parameter penting yang berdampak signifikan. Sementara itu, simulasi geokimia menyimpulkan bahwa skenario flooding sangat efektif dalam menetralkan potensi keasaman, dengan prediksi nilai pH akhir danau mencapai 6,379.

2025
πŸ‘€ Penulis: Azar Alvi Dwi Bahtiar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geokimia 🏷️ Manajemen Lingkungan

PREDIKSI KUALITAS AIR DANAU PASCATAMBANG PT XYZ DENGAN SKENARIO FLOODING MENGGUNAKAN AIR SUNGAI

Kegiatan penambangan batubara dengan metode tambang terbuka di PT XYZ menyisakan void yang menimbulkan tantangan terutama terkait isu kualitas air. Dinding void yang mengandung mineral sulfida berpotensi membentuk Air Asam Tambang (AAT) jika terkena air hujan, sehingga dapat mencemari lingkungan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pengisian secara alami memerlukan waktu yang sangat lama dan menghasilkan kualitas air yang kurang baik (pH < 5). Oleh karena itu, diperlukan skenario alternatif untuk mempercepat pengisian void dan menghasilkan kualitas air yang lebih baik, sehingga dipilih skenario flooding. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas skenario tersebut dengan menggunakan air sungai, melalui perhitungan estimasi waktu pengisian danau serta prediksi kualitas air yang terbentuk. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan simulasi utama: pertama, simulasi hidrologi yang memodelkan neraca air dengan inflow berupa debit pemompaan, air hujan, dan limpasan, serta outflow berupa evaporasi; dan kedua, simulasi geokimia menggunakan PHREEQC yang melibatkan proses inverse modeling, forward modeling, dan mixing. Hasil pemodelan hidrologi menunjukkan bahwa estimasi waktu pengisian danau berkisar antara 541 hingga 625 hari, serta mengindikasikan bahwa selain debit pemompaan, variasi curah hujan merupakan parameter penting yang berdampak signifikan. Sementara itu, simulasi geokimia menyimpulkan bahwa skenario flooding sangat efektif dalam menetralkan potensi keasaman, dengan prediksi nilai pH akhir danau mencapai 6,379.

2025
πŸ‘€ Penulis: Azar Alvi Dwi Bahtiar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geokimia 🏷️ Manajemen Lingkungan

BAGAIMANA IMPLEMENTASI PEMASARAN BERKELANJUTAN DAPAT MENDORONG BISNIS MAKANAN DI INDONESIA?

Emisi karbon yang berasal dari industri makanan menjadi penyumbang besar perubahan iklim. Industri makanan di Indonesia cukup besar dan berperan dalam membentuk perekonomian Indonesia. Banyak bisnis makanan Indonesia masih menerapkan strategi pemasaran tradisional. Di era berkelanjutan, konsumen menuntut perusahaan untuk menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan transparan. Dengan banyaknya isu lingkungan dan sosial yang muncul, konsumen lebih memilih bisnis yang secara jelas menunjukkan sikap mereka terhadap isu tersebut. Pemerintah Indonesia juga mendukung bisnis yang ingin menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Metode pemasaran berkelanjutan perlu diterapkan oleh bisnis makanan Indonesia untuk meningkatkan citra merek dan loyalitas merek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi pemasaran berkelanjutan dapat menguntungkan bisnis makanan, konsumen, dan lingkungan. Penelitian ini dapat membantu perusahaan makanan di Indonesia yang ingin menerapkan pemasaran berkelanjutan untuk beradaptasi dengan konsumen yang peduli lingkungan. Tinjauan pustaka akademis dilakukan dengan menganalisis dan mensintesis artikel akademis terkait subjek tersebut. Kata kunci dan filter spesifik digunakan untuk menemukan sumber daya yang dibutuhkan. Ditemukan bahwa perusahaan makanan mampu menerapkan pemasaran berkelanjutan dengan mengintegrasikan bauran pemasaran dengan praktik keberlanjutan. Pengumpulan data primer melalui kuesioner mengenai keputusan pembelian berkelanjutan juga dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel independen secara teoritis berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian berkelanjutan, tetapi hubungannya lemah berdasarkan model.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nadine Aretha Sutanto Tobing
🏷️ Pemasaran Berkelanjutan 🏷️ Industri Makanan Indonesia 🏷️ Manajemen Lingkungan

PEMANTAUAN KONSENTRASI NITROGEN DIOKSIDA (NO?) DI UDARA AMBIEN MENGGUNAKAN PASSIVE SAMPLER DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (STUDI KASUS: KAMPUS JATINANGOR)

Pencemaran udara akibat nitrogen oksida (NOx), khususnya nitrogen dioksida (NO?), menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan dan lingkungan pada kawasan perkotaan maupun institusional. Penelitian ini mengkaji konsentrasi NO? ambien di Kampus Jatinangor Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan menggunakan pasif sampler tipe Palmes selama periode pemantauan empat minggu. Analisis laboratorium dilakukan dengan metode GriessSaltzman, di mana spektrofotometer digunakan untuk memperoleh konsentrasi NO? dari sampel. Interpolasi spasial melalui GIS menunjukkan variasi yang signifikan pada tingkat NO? di 21 titik sampling, dengan konsentrasi tertinggi terdeteksi pada Titik 4 (>62 Β΅g/mΒ³) yang berlokasi di area dekat jalan raya, fasilitas parkir, dan zona kelas yang padat, sedangkan Titik 8 dan 15 (<22 Β΅g/mΒ³) yang berada di area dengan lalu lintas rendah menunjukkan nilai terendah. Temuan ini menyoroti kepadatan lalu lintas, tata letak infrastruktur, serta sirkulasi udara yang kurang baik sebagai faktor utama penyumbang akumulasi NO? secara lokal. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan tinjauan pustaka, penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi yang terarah, termasuk memperluas ruang hijau, membatasi akses kendaraan di area akademik, mendorong transportasi aktif, serta meningkatkan ventilasi. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi paparan NOx dan mendukung terciptanya lingkungan kampus yang lebih sehat dan berkelanjutan

2025
πŸ‘€ Penulis: Nadissa Regina Putri
🏷️ Hidrologi Udara 🏷️ Manajemen Lingkungan 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS DAN PEMODELAN POLA PERSEBARAN LINDI AKIBAT PENCEMARAN DI TPA SARIMUKTI KABUPATEN BANDUNG BARAT DENGAN MENGGUNAKAN MODFLOW DAN MT3DMS

Pencemaran air tanah akibat aktivitas tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan, termasuk di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Salah satu faktor yang memperparah risiko pencemaran ini adalah ketiadaan lapisan liner pada dasar TPA, yang menyebabkan rendahnya kemampuan sistem untuk melindungi dan mengendalikan tanah serta air tanah dari perembesan lindi (Kanmani & Gandhimathi, 2013). Lindi yang meresap membawa zat terlarut seperti TDS dan klorida, yang berpotensi mencemari akuifer di sekitarnya dan berdampak terhadap kesehatan serta kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan persebaran kontaminan air tanah akibat lindi selama periode 10 tahun menggunakan perangkat lunak Visual MODFLOW Flex. Model disusun berdasarkan data sekunder geologi, hidrogeologi, curah hujan, serta parameter kualitas air tanah dan lindi. Proses pemodelan mencakup simulasi aliran air tanah (MODFLOW) dan transpor kontaminan (MT3DMS) dengan asumsi senyawa konservatif. Validasi dilakukan melalui perbandingan data observasi dan hasil simulasi menggunakan nilai RMSE dan NRMSE. Hasil simulasi menunjukkan bahwa arah aliran air tanah mengarah dari utara ke selatan mengikuti kontur, dengan konsentrasi kontaminan yang menurun secara spasial dari sumur pantau hulu ke hilir. Meskipun nilai RMSE menunjukkan deviasi yang masih cukup besar, terutama pada titik tertentu akibat keterbatasan data observasi dan parameter input, pola spasial dan tren temporal yang dihasilkan model tetap menggambarkan proses transpor yang realistis secara hidrogeologis. Studi ini menyimpulkan bahwa pemodelan numerik dapat menjadi alat prediksi penting dalam pengelolaan risiko pencemaran di sekitar TPA, meskipun diperlukan data lapangan yang lebih rinci untuk meningkatkan akurasi dan validitas model.

2025
πŸ‘€ Penulis: Hanindityo Aiman Rachmansa
🏷️ Hidrologi 🏷️ Model Numerik 🏷️ Manajemen Lingkungan
Halaman 1 dari 2
πŸ’¬