📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenANALISIS DINAMIKA SENTIMEN BERITA DALAM PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM UBER MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION
Pasar saham merupakan sistem kompleks nonlinear dimana dinamika pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh berbagai macam variabel termasuk data nonkuantitatif seperti informasi, opini publik, dan sentimen pasar. Keterbatasan model finansial dalam melakukan prediksi harga saham mendorong fokus pengembangan arsitektur model yang menggunakan integrasi data kualitatif dan kuantitatif pasar saham. Dalam penelitian ini, dirancang arsitektur model untuk memprediksi pergerakan harga saham Uber Technologies Inc. menggunakan algoritma backpropagation yang mengintegrasikan data sentimen berita dengan data historis harga saham. Data berita finansial dikumpulkan dengan menggunakan Google News API dalam rentang lima tahun dari 28 Desember 2020 hingga 5 Januari 2026. Reaksi pasar saham terhadap berita dianalisis dengan Event Study Methodology untuk meninjau abnormal return dalam tiga rentang waktu. Hasil prediksi menunjukkan bahwa model berhasil memprediksi harga saham dengan nilai ???? 2 sebesar 0,9684, ???????????? sebesar 3,7791, ???????????????? sebesar 1,9439, dan ???????????? sebesar 1,3868. Pengujian korelasi Spearman menunjukkan tidak adanya hubungan antara sentimen berita dengan pergerakan harga saham Uber (???????? = 0,0223 dan ???????????????????????? = 0,4291 ). Analisis dinamika pergerakan harga saham yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tren naik-turun saham Uber tidak digerakkan oleh sentimen berita harian saja, tetapi oleh berbagai macam faktor struktural. Fitur sentimen akan bermanfaat jika digunakan secara nonlinear bersama indikator teknikal lainnya.
PENGARUH INDIKATOR MAKROEKONOMI TERHADAP KINERJA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)
Penelitian ini mengkaji dampak indikator makroekonomi terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dari tahun 2014 hingga 2023, dengan fokus pada empat variabel utama: suku bunga, inflasi, jumlah uang beredar (M2), dan Produk Domestik Bruto (PDB). Menggunakan model Vector Autoregressive (VAR), penelitian ini menyelidiki dinamika jangka pendek antara variabel-variabel tersebut. Temuan menunjukkan bahwa dalam estimasi VAR, hanya nilai lag 1 M2 yang memiliki koefisien yang signifikan secara statistik. Namun, analisis Impulse Response Function (IRF) mengungkapkan bahwa guncangan pada suku bunga Bank Indonesia, inflasi, jumlah uang beredar, dan PDB awalnya menyebabkan fluktuasi signifikan pada indeks harga saham di Bursa Efek Jakarta, tetapi dampak tersebut bersifat sementara, dengan indeks stabil mendekati nol setelah beberapa periode. Hasil ini menawarkan implikasi yang berharga bagi pembuat kebijakan dan investor, dengan menyarankan bahwa pemahaman yang komprehensif tentang kondisi makroekonomi sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat di pasar saham.
DAMPAK INKLUSI SYARIAH DAN RASIO KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM: ANALISIS PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS SRI-KEHATI (2014-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kepatuhan syariah dan rasio keuangan terhadap kinerja saham perusahaan yang terdaftar di Indeks SRI-Kehati selama periode 2014-2019. Indeks SRI-Kehati mencerminkan perusahaan yang berkomitmen pada investasi yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Dengan menggunakan metode regresi data panel, penelitian ini mengevaluasi bagaimana rasio keuangan seperti DAR , P/E , dan ROE mempengaruhi harga saham. Variabel makroekonomi seperti Produk Domestik Bruto (PDB) dan inflasi digunakan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Demikian pula, rasio DAR tidak memiliki efek signifikan. Sebaliknya, ROE memiliki dampak positif yang signifikan terhadap harga saham, menunjukkan bahwa manajemen yang baik dan kesehatan finansial yang kuat meningkatkan kepercayaan investor dan kinerja pasar. Sementara itu, P/E memiliki dampak negatif signifikan, kemungkinan karena rasio P/E yang tinggi menimbulkan kekhawatiran tentang overvaluasi dan keberlanjutan harga saham yang tinggi relatif terhadap pendapatan.