📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERBANDINGAN USER-GENERATED CONTENT (UGC) DAN INFLUENCER ENDORSEMENT SEBAGAI ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI TIKTOK DALAM MEMPENGARUHI MINAT BELI GENERASI Z: KASUS PADA SOMETHINC INDONESIA
Saat ini, TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling berpengaruh dalam aktivitas pemasaran. Platform ini digunakan pemasar untuk menyebarkan electronic word of mouth (e-WOM), yang dianggap sebagai sumber informasi tepercaya oleh konsumen, khususnya dalam industri skincare, di mana e-WOM memengaruhi keputusan pembelian. Namun, meskipun e-WOM tersebar luas secara online, masih belum jelas sumber e-WOM mana yang lebih efektif dalam mendorong purchase intention. Oleh karena itu, penelitian ini membandingkan User-Generated Content (UGC) dan Influencer Endorsement untuk mengetahui pengaruh yang lebih kuat terhadap konsumen Generasi Z pada merek skincare Somethinc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei online yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sebanyak 218 responden berpartisipasi, dengan 107 responden terpapar UGC (ulasan pelanggan) dan 111 responden terpapar influencer endorsement di TikTok. Trust juga diuji sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer endorsement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention produk Somethinc, sedangkan UGC tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, trust tidak memoderasi hubungan antara e-WOM dan purchase intention, tetapi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis influencer lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan ulasan pelanggan dalam meningkatkan purchase intention konsumen Generasi Z terhadap merek skincare lokal di Indonesia.
PENGARUH DAYA TARIK VIRTUAL INFLUENCER TERHADAP SIKAP KONSUMEN DALAM PENGEMBANNGAN MINAT BELI – STUDI KASUS VIRTUAL BRAND AMBASSADOR RICHEESE FACTORY
Kemunculan virtual influencer atau figure yang buatan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang menyerupai manusia yang tidak hanya aspek penampilan tetapi juga perilaku yang telah mengubah skema industri pemasaran digital. Per tahun 2022, pasar global dari influencer virtual industri sendiri mencapai $3.6 miliar dengan kebanyakan target pasar menyasar pada generasi Z. Indonesia sendiri, pasar influencer virtual ini sedang berkembang dan bersaing dengan salah satu contohnya adalah influencer virtual Richeese Factory yaitu Arbie SEO. Performa Arbie SEO sendiri memiliki performa yang mencengangkan pada promosi social media Richeese Factory. Namun meskipun mencetak performa yang tinggi, namun sebagian besar dari interaksi dan atensi tertuju pada Arbie SEO ketimbang terhadap produk atau brand yang dipromosikan. Hal ini menimbulkan potensi kekhawatiran terhadap dampak sebenarnya dari influencer virtual ini dalam mengembangkan niat beli konsumen. Studi ini mengeksplorasi pengaruh daya Tarik influencer virtual terhadap sikap dan minat beli konsumen dengan berfokus pada studi kasus Arbie SEO. Studi ini mengadopsi metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebar kepada responden Gen Z yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Data yang didapat selanjutnya di analisis menggunakan metode SEM-PLS. Studi ini menemukan bahwasannya daya tarik dari influencer virtual (Arbie SEO) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap sikap dan minat beli konsumen baik efek langsung maupun tidak langsung. Sikap konsumen dalam penelitian ini memiliki peran sebagai aspek mediasi antara daya tarik virtual influencer terhadap minat beli. Lebih lanjut, pada penelitian ini diketahui bahwasannya Arbie SEO sebagai virtual influencer memiliki efek daya tarik yang secara langsung mempengaruhi minat beli yang dimana sebagian besar studi terdahulu menyatakan aspek daya tarik virtual influencer itu sendiri tidak memiliki efek langsung terhadap minat beli. Lebih lanjut, penelitian ini juga menawarkan rekomendasi bisnis yang strategis untuk memanfaatkan tingkat engagement yang tinggi yang didapat Arbie SEO dalam rangka mengkonversi atensi menjadi tindakan pembelian yang sebenarnya.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED VALUE DAN E-SERVICE QUALITY TERHADAP E-LOYALTY YANG DIMEDIASI OLEH E-SATISFACTION DI TIKET.COM
Pesatnya kemajuan teknologi digital menyebabkan meningkatnya persaingan antar online travel agent (OTA) seperti Tiket.com sehingga memerlukan pemahaman lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan. Penelitian ini menguji hubungan antara nilai yang dirasakan, kualitas layanan elektronik, dan kepuasan elektronik. Studi ini menggunakan alat seperti STP (Segmentasi, Targeting, Positioning), Bauran Pemasaran, analisis PESTEL, analisis pesaing, dan analisis konsumen untuk menganalisis pasar guna mengembangkan wawasan strategis. Data dikumpulkan melalui survei online yang melibatkan 200 responden dan dianalisis menggunakan teknik PLS-SEM. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana berbagai dimensi nilai yang dirasakan (kualitas, emosional, harga, dan nilai sosial) dan kualitas layanan elektronik (efisiensi, pemenuhan, ketersediaan, dan keamanan) berdampak pada kepuasan elektronik, yang pada gilirannya mempengaruhi loyalitas elektronik. Temuan ini mengungkapkan bahwa nilai yang dirasakan dan kualitas layanan elektronik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan elektronik, yang pada gilirannya berdampak kuat pada loyalitas elektronik. Nilai emosional dan efisiensi ditemukan memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepuasan elektronik di antara masing-masing dimensi. Berdasarkan wawasan ini, tiga rekomendasi strategis diusulkan: berkolaborasi dengan kampanye pariwisata pemerintah untuk meningkatkan visibilitas, meluncurkan kampanye media sosial interaktif yang menampilkan testimoni pelanggan dan sesi dukungan langsung untuk melibatkan pelanggan, dan mendesain ulang beranda dengan fitur-fitur yang disempurnakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Strategi-strategi ini dirancang untuk menumbuhkan kepuasan dan loyalitas pelanggan yang lebih besar, sehingga mengarah pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.