📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 13 dokumenPERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERENCANAAN PRODUKSI BERBASIS MACHINE LEARNING PADA PT CIPTA MORTAR UTAMA
PT Cipta Mortar Utama (CMU) menghadapi tantangan operasional berupa biaya inventori yang berlebih akibat overproduction. Masalah ini bermuara dari proses peramalan permintaan yang masih menggunakan pendekatan judgemental forecast (target penjualan) yang subjektif dan rentan mengalami error, serta sistem pengambilan keputusan produksi yang memakan waktu karena data masih terisolasi antar divisi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan mengintegrasikan model peramalan permintaan kuantitatif berbasis machine learning untuk menghasilkan rekomendasi penentuan shift produksi secara lebih akurat dan adaptif. Metodologi perancangan yang digunakan memadukan System Development Life Cycle (SDLC) untuk merancang arsitektur SPK dan Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISPDM) untuk membangun model peramalan data deret waktu. Melalui proses evaluasi menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dengan metode expanding window validation, penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap Stock Keeping Unit (SKU) membutuhkan model peramalan yang spesifik: Model Random Forest direkomendasikan untuk produk MU-250-40KG. Model ARIMAX direkomendasikan untuk produk MU-302- 50KG. Model XGBoost direkomendasikan untuk produk MU-380-40KG dan MU-480- 25KG. Prototipe SPK ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python dengan library Streamlit untuk menghasilkan antarmuka (dashboard) interaktif. SPK yang diusulkan mampu mengolah data historis menjadi peramalan permintaan, memvisualisasikan tren penjualan, dan menghitung jumlah kebutuhan shift produksi berdasarkan kapasitas dan safety stock. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi, rancangan solusi ini dinyatakan layak untuk diimplementasikan dengan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,51, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 17%, dan Payback Period selama 3,5 bulan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat mengotomatisasi pengolahan data lintas divisi, mempercepat siklus pengambilan keputusan tingkat taktis, serta mereduksi biaya inventori perusahaan secara signifikan
PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) MODUL MANUFACTURING DAN INVENTORY MENGGUNAKAN ERPNEXT PADA PERUSAHAAN MAKLON
Perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen merupakan perusahaan berskala internasional yang telah berpengalaman sejak tahun 2004 dalam menyediakan layanan maklon. Dengan keahlian profesional yang dimilikinya, produk dari perusahaan ini telah tersebar ke lima puluh negara dan dipercaya oleh ratusan merek ternama untuk memproduksi produknya. Saat ini, perusahaan masih menggunakan pencatatan secara manual yang dapat menyebabkan timbulnya ketidaksesuaian data, keterlambatan update, dan kesalahan input karena human error. Masalah pada perusahaan maklon ini dapat diatasi dengan menerapkan sistem ERP modul manufacturing dan inventory untuk memfasilitasi kebutuhan pencatatan bahan baku sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan minim kesalahan input. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem ERP modul manufacturing dan inventory menggunakan ERPNext pada perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen. Sistem ERPNext dipilih karena memiliki fitur yang lebih lengkap dan fleksibel untuk perusahaan maklon. Perancangan sistem ERP dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu identifikasi objek penelitian, identifikasi proses bisnis saat ini (as-is), identifikasi masalah dan tujuan perbaikan, identifikasi kebutuhan sistem informasi, penyusunan proses bisnis usulan, penyesuaian fitur, perubahan fitur, pemodelan proses, dan pengujian sistem. Penyesuaian dan perubahan fitur dilakukan menggunakan metode fit-to-standard dan fit gap analysis untuk memastikan fitur yang dirancang sesuai dengan kebutuhan yang terdapat di Business Requirement Document (BRD) dan standar ERPNext. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan beberapa fitur pada modul manufacturing dan inventory. Sistem hasil rancangan telah melalui tahap validasi dan pada tahap User Acceptance Testing (UAT) memperoleh tingkat kesesuaian 100%.
PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) MODUL MANUFACTURING DAN INVENTORY MENGGUNAKAN ERPNEXT PADA PERUSAHAAN MAKLON
Perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen merupakan perusahaan berskala internasional yang telah berpengalaman sejak tahun 2004 dalam menyediakan layanan maklon. Dengan keahlian profesional yang dimilikinya, produk dari perusahaan ini telah tersebar ke lima puluh negara dan dipercaya oleh ratusan merek ternama untuk memproduksi produknya. Saat ini, perusahaan masih menggunakan pencatatan secara manual yang dapat menyebabkan timbulnya ketidaksesuaian data, keterlambatan update, dan kesalahan input karena human error. Masalah pada perusahaan maklon ini dapat diatasi dengan menerapkan sistem ERP modul manufacturing dan inventory untuk memfasilitasi kebutuhan pencatatan bahan baku sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan minim kesalahan input. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem ERP modul manufacturing dan inventory menggunakan ERPNext pada perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen. Sistem ERPNext dipilih karena memiliki fitur yang lebih lengkap dan fleksibel untuk perusahaan maklon. Perancangan sistem ERP dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu identifikasi objek penelitian, identifikasi proses bisnis saat ini (as-is), identifikasi masalah dan tujuan perbaikan, identifikasi kebutuhan sistem informasi, penyusunan proses bisnis usulan, penyesuaian fitur, perubahan fitur, pemodelan proses, dan pengujian sistem. Penyesuaian dan perubahan fitur dilakukan menggunakan metode fit-to-standard dan fit gap analysis untuk memastikan fitur yang dirancang sesuai dengan kebutuhan yang terdapat di Business Requirement Document (BRD) dan standar ERPNext. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan beberapa fitur pada modul manufacturing dan inventory. Sistem hasil rancangan telah melalui tahap validasi dan pada tahap User Acceptance Testing (UAT) memperoleh tingkat kesesuaian 100%.
PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) MODUL MANUFACTURING DAN INVENTORY MENGGUNAKAN ERPNEXT PADA PERUSAHAAN MAKLON
Perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen merupakan perusahaan berskala internasional yang telah berpengalaman sejak tahun 2004 dalam menyediakan layanan maklon. Dengan keahlian profesional yang dimilikinya, produk dari perusahaan ini telah tersebar ke lima puluh negara dan dipercaya oleh ratusan merek ternama untuk memproduksi produknya. Saat ini, perusahaan masih menggunakan pencatatan secara manual yang dapat menyebabkan timbulnya ketidaksesuaian data, keterlambatan update, dan kesalahan input karena human error. Masalah pada perusahaan maklon ini dapat diatasi dengan menerapkan sistem ERP modul manufacturing dan inventory untuk memfasilitasi kebutuhan pencatatan bahan baku sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan minim kesalahan input. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem ERP modul manufacturing dan inventory menggunakan ERPNext pada perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen. Sistem ERPNext dipilih karena memiliki fitur yang lebih lengkap dan fleksibel untuk perusahaan maklon. Perancangan sistem ERP dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu identifikasi objek penelitian, identifikasi proses bisnis saat ini (as-is), identifikasi masalah dan tujuan perbaikan, identifikasi kebutuhan sistem informasi, penyusunan proses bisnis usulan, penyesuaian fitur, perubahan fitur, pemodelan proses, dan pengujian sistem. Penyesuaian dan perubahan fitur dilakukan menggunakan metode fit-to-standard dan fit gap analysis untuk memastikan fitur yang dirancang sesuai dengan kebutuhan yang terdapat di Business Requirement Document (BRD) dan standar ERPNext. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan beberapa fitur pada modul manufacturing dan inventory. Sistem hasil rancangan telah melalui tahap validasi dan pada tahap User Acceptance Testing (UAT) memperoleh tingkat kesesuaian 100%.
ANALISIS KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM PEMILIHAN DISPOSAL UNTUK MENJAGA KONTINUITAS PRODUKSI DI PIT KGB PT BORNEO INDOBARA
PT Borneo Indobara merupakan salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia yang terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya setiap tahun. Pada tahun 2024, Perusahaan telah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan target produksi batubara sebesar 46.8 juta ton dan Pit KGB yang berlokasi di blok Kusan-Girimulya menjadi salah satu area kerja yang berkontribusi besar dalam mewujudkan pencapaian target produksi tersebut. Namun delay operasional terjadi yang mengakibatkan aktual pencapaian produksi hingga Juli 2024 tidak sesuai dengan target yang direncanakan. Selain itu kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap keterbatasan kapasitas disposal untuk menampung material overburden yang diproduksi. Metode Kepner-Tregoe dan Fishbone atau Ishikawa Diagram digunakan untuk mengetahui masalah keterbatasan kapasitas disposal yang disebabkan oleh dominasi material jelek, longsoran, dan terbatasnya area yang dapat digunakan sebagai alternatif lokasi disposal. Untuk menyediakan alternatif disposal, terdapat 3 pilihan yang tersedia yang diperoleh dari hasil diskusi bersama dengan para ahli yang terdiri dari maintain fleet, relocate fleet, dan improvement sequence. Dari ketiga alternatif tersebut kemudian digunakan metode SMART untuk menentukan alternatif terbaik yang dipilih dengan mempertimbangkan berbagai kriteria yang diperoleh dari hasil interview dan kuesioner dengan para pemangku kepentingan yang terdiri dari production volume, haulage distance, stripping ratio, time preparation, safety, dan environment.
REKAYASA PENIRUAN DAN PERANCANGAN CASING LAPTOP DENGAN KOMPONEN HARDWARE BERASAL DARI DUA MEREK LAPTOP BERBEDA
Di era yang serba elektronik ini, aliran data perlu diolah menjadi informasi yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Laptop dapat menyimpan, mengambil, serta memproses data dengan program tertentu lalu menampilkan data-data penting yang sudah diolah menjadi informasi. Pada akhir kuartal tahun 2024 terjadi peningkatan penjualan laptop dan diprediksikan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Produsen laptop dapat memproduksi suatu casing laptop yang digunakan dalam dua set merek laptop berbeda. Hal tersebut dapat mengurangi ongkos produksi laptop karena biaya cetakan casing terbilang murah apabila jumlah produksi laptop banyak. Pengurangan ongkos produksi akan memaksimalkan besar keuntungan yang didapatkan produsen. Proses mendesain casing yang dapat mewadahi dua set merek komponen berbeda memerlukan data penting dari laptop yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa peniruan untuk mendapatkan data geometri dari laptop yang akan dianalisis. Hasil akhir dari penilitian ini ialah untuk mengevaluasi apakah casing yang didesain dapat mewadahi seluruh komponen.
USULAN PERBAIKAN LINTASAN KERJA DENGAN PENDEKATAN PETA KELOMPOK KERJA DAN MODEL MATEMATIS PADA LINI PENGEMASAN PRODUK JELLYGUM DI PT MAKMUR ARTHA SEJAHTERA
PT Makmur Artha Sejahtera (PT MAS) merupakan perusahaan yang memproduksi jeli dan minuman yang memiliki pasar di dalam dan di luar negeri, sebagai perusahaan Fast-Moving Consumner Goods (FMCG) ketepatan dalam memenuhi permintaan merupakan salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan agar produknya dapat bersaing dipasaran. Saat ini PT MAS memiliki permasalahan terkait target packing tiap shift yang sering tidak mencapai target. PT MAS memiliki keterbatasan dalam peralatan dan pekerja yang terbatas, hal ini menyebabkan kemampuan produksi PT MAS bergantung pada kemampuan packing, oleh sebab itu saat permintaan sedang tinggi PT MAS sering tidak mampu untuk memenuhi produksi sesuai dengan perencanaan dari departemen Production Planning Inventory Control (PPIC). Berdasarkan data historis produksi tahun 2023 diketahui produk jellygum memiliki jumlah permintaan terbanyak, oleh sebab itu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pada penelitian ini membahas mengenai pengelompokan elemen kerja dan perbaikan cara kerja di lini pengemasan jellygum. Pada penelitian ini mengusulkan pengelompokan elemen kerja dan perbaikan cara kerja di lini pengemasan jellygum untuk meminimasi waktu siklus proses packing. Penelitian ini menggunakan pendekatan peta kelompok kerja dan model matematis berupa model Assembly Line Balancing Problem Type-II (ASLBP-II). Pendekatan peta kelompok kerja digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan mencoba semua kemungkinan yang dapat memberikan hasil paling memuaskan, sedangkan model matematis menggunakan pendekatan analitik untuk menyelesaikan permasalahan sehingga dapat menghasilkan solusi yang optimum. Hasil penelitian yang dilakukan, diberikan tiga usulan perbaikan cara kerja pada lini pengemasan jellygum. Usulan pertama waktu siklus yang dihasilkan adalah 32,01 detik dengan jumlah penugasan pekerja sebanyak 14 orang, usulan kedua waktu siklus yang dihasilkan adalah 49,07 detik dengan jumlah penugasan pekerja 16 orang, dan usulan ketiga dihasilkan waktu siklus sebesar 29,24 detik dengan jumlah penugasan pekerja sebanyak 18 orang.
PERANCANGAN USULAN PERBAIKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA DEPARTEMEN JARING PT ARTERIA DAYA MULIA
PT Arteria Daya Mulia (Arida) merupakan perusahaan manufaktur dengan produk utama berupa jaring ikan. Departemen jaring sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam produksi jaring memiliki dua stasiun kerja, yaitu mesin jaring dan mesin skoci. Mesin jaring merupakan alat untuk memproduksi jaring sedangkan mesin skoci digunakan untuk menyiapkan bahan baku jaring. Pada departemen jaring, rata-rata waktu mesin jaring beroperasi setiap bulannya hanya sekitar 35% dari total waktu produksi yang tersedia. Sisa waktu lainnya merupakan pemborosan atau loss dalam proses produksi. Sementara itu, tingkat efisiensi mesin jaring juga belum mencapai target perusahaan, yaitu sebesar 87,5%. Selain belum tercapainya target, pengukuran efisiensi yang digunakan perusahaan juga belum menggunakan standar yang berlaku di industri manufaktur. Pengukuran efisiensi yang digunakan perusahaan sejauh ini hanya berdasarkan waktu operasi mesin jaring tanpa memperhitungkan aspek lain seperti kualitas. Hal ini dirasa oleh perusahaan belum cukup efektif dalam mengidentifikasi kinerja produksi secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mendekati pengukuran kinerja perusahaan dengan perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta merancang usulan perbaikan yang dapat meningkatkan nilai tersebut. Dalam melakukan perhitungan dan perbaikan OEE, penulis menggunakan kerangka kerja (framework) perbaikan OEE yang dikembangkan oleh Cheah, Prakash, & Seng Ong (2020). Framework perbaikan OEE terbagi menjadi lima fase, yaitu project initiation and team formation, data collection and evaluation, prioritization of OEE losses, root causes analysis and OEE improvement, serta control and sustain OEE improvement. Berdasarkan penggunaan framework tersebut, didapatkan usulan perbaikan berupa penambahan jumlah tenaga kerja mekanik, rancangan SOP dan lembar checklist, serta penggantian material komponen lower hook. Apabila usulan perbaikan tersebut dapat diimplementasikan, rata-rata nilai OEE per bulan diestimasikan dapat meningkat sebesar 7,3% hingga 9,5%.
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI KAPAL DI PABRIK TAPOS PT SIB DENGAN PERTIMBANGAN LUAS DAN ORIENTASI DEPARTEMEN
Pabrik Tapos PT SIB adalah salah satu fasilitas PT SIB yang beroperasi di bidang manufaktur kapal berukuran sedang. Divisi Produksi Pabrik Tapos PT SIB perlu merancang tata letak yang berbeda untuk setiap lot produksi yang berbeda. Hasil evaluasi tata letak untuk lot pada periode produksi Januari – Juni 2024 menunjukkan bahwa terdapat komponen biaya penanganan material yang tinggi sebesar 28846.15r dengan r merupakan satuan bobot rupiah tertentu. Salah satu penyebab tingginya biaya ini adalah tata letak fasilitas produksi yang belum optimal. Untuk itu, fokus penelitian kali ini adalah menentukan tata letak fasilitas produksi kapal untuk lot produksi selanjutnya di Pabrik Tapos PT SIB yang meminimalkan biaya penanganan material. Dalam menggambarkan permasalahan tata letak fasilitas, diperlukan model matematis yang representatif. Disesuaikan dengan tata letak fasilitas produksi kapal di Pabrik Tapos PT SIB, model yang digunakan perlu untuk mengakomodasi perubahan orientasi departemen dengan luas tetap yang berbeda. Penelitian ini akan menggunakan algoritma heuristik sebagai pendekatan solusi model karena tingginya jumlah departemen yang dipertimbangkan. Dengan pertimbangan penyesuaian dan kompleksitas model, penelitian ini akan merepresentasikan masalah tata letak dengan model mixed-integer linear programming (MILP) kontinu dan menyelesaikannya dengan gabungan algoritma zone algorithm (ZA), modified median method (3M), group movement (GM), dan 2-Opt hasil modifikasi. Hasil tata letak dibangkitkan menggunakan gabungan algoritma ini dengan pemrograman komputer. Setelah diverifikasi, hasil menunjukkan bahwa gabungan algoritma ini dapat menghasilkan 24 alternatif tata letak yang layak dan sesuai dengan model matematis dari 33 tata letak yang dibangkitkan. Hasil perancangan tata letak terbaik menunjukkan penurunan biaya penanganan material sebesar 11.65% jika dibandingkan dengan penggunaan tata letak lot sebelumnya.
USULAN METODE PENJADWALAN JOB SHOP DI PT X MENGGUNAKAN ALGORITMA MATRIX HEURISTIC DENGAN MENGAKOMODASI PENJADWALAN ULANG
PT X merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi mesin khusus untuk industri otomotif yang menggunakan sistem produksi Make-To-Order (MTO). Berdasarkan data primer yang diperoleh dari ERP perusahaan, didapatkan 37,68% operasi mengalami keterlambatan. Dengan menggunakan fishbone diagram, peneliti menentukan bahwa akar permasalahan yang akan diselesaikan dari penelitian ini adalah belum adanya sistem penjadwalan yang mencakup proses perakitan dan memenuhi kebutuhan penjadwalan ulang. Kasus penjadwalan job shop pada PT X merupakan NP-hard problem sehingga perlu diselesaikan dengan algoritma heuristik. Pada penelitian ini, peneliti akan mengembangkan usulan metode penjadwalan yang mencakup tahap perakitan dan kebutuhan penjadwalan ulang dengan menggunakan algoritma heuristik. Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif algoritma heuristik untuk kasus job shop, penelitian ini mengusulkan penggunaan algoritma algoritma matrix heuristic sebagai metode yang digunakan untuk penjadwalan di PT X karena algoritma ini dapat digunakan untuk penjadwalan produksi berjenis job shop dan dapat mengolah data dalam jumlah banyak. Walaupun algoritma ini belum mencakup tahap perakitan dan memenuhi kebutuhan penjadwalan ulang, tetapi algoritma ini fleksibel sehingga dapat dikembangkan untuk memenuhi kedua kebutuhan tahap perakitan dan penjadwalan ulang. Peneliti juga mengusulkan penggunaan relative remaining processing time (RRP) sebagai priority dispatching rule dan earliest due date (EDD) sebagai tie-breaking rule untuk algoritma matrix heuristic. Berdasarkan hasil penelitian, algoritma matrix heuristic yang dikembangkan mampu menghasilkan solusi yang lebih baik untuk menjadwalkan proses produksi 5 produk dengan pengurangan makespan sebesar 1292,2 jam atau 12,37%. Pengurangan makespan terjadi karena aturan RRP yang digunakan sebagai priority dispatching rule mempertimbangkan faktor pacing dan structural dependence. Selain itu, algoritma ini juga dapat mengakomodasi kebutuhan penjadwalan ulang.
USULAN PERBAIKAN SISTEM LAPORAN DAN PERANCANGAN DASHBOARD PRODUKSI PIPA PVC PADA PT MULTI MAKMUR LEMINDO TBK
PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PT MML) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang industri bahan bangunan. PT MML mengawali perjalanannya dengan menjual kembali hasil produksi perusahaan lain hingga saat ini sudah memiliki pabrik tempat memproduksi bahan bangunan secara mandiri. Selain itu, PT MML saat ini sudah menjadi pemasok untuk penjual bahan bangunan lain dari banyak daerah di Indonesia. Produk utama yang memberikan keuntungan terbesar bagi PT MML adalah pipa PVC dengan filosofi produksi berupa make to order. Dengan persentase penjualan lebih dari 85% dari jenis bahan bangunan yang dijual setiap tahunnya. Laporan produksi pipa PVC yang dianalisis selama tahun 2022-2023 menunjukkan data yang tidak konsisten dan sulit dipahami karena adanya penamaan produk yang berbeda-beda dan format laporan yang berubah-ubah. Data pemborosan yang tercatat pada laporan produksi cukup tinggi setiap tahunnya sehingga berakibat pada kerugian dari segi material dan biaya yang diperkirakan hingga sekitar 19 miliar rupiah. Maka dari itu, diperlukan adanya evaluasi lebih lanjut terkait pemborosan yang terjadi agar dapat dilakukan perbaikan. Akan tetapi perusahaan memiliki data laporan yang terbatas sehingga data terkait pemborosan terutama produk cacat tidak terdata dengan baik sehingga sulit ditelusuri akar masalah penyebab pemborosan. Oleh sebab itu, penelitian ini ditujukan untuk merancang usulan perbaikan sistem laporan terkait produksi dan defect serta perancangan dashboard yang digunakan untuk memvisualisasikan laporan yang sudah diolah agar mendukung pembuatan keputusan bagi pemangku kebijakan. Perancangan dashboard akan dirancang menggunakan aplikasi Power BI dengan dukungan sistem laporan menggunakan Excel yang dapat tersinkronisasi satu sama lain. Hasil dari rancangan solusi diharapkan dapat mendukung proses perbaikan terkait pemborosan di masa yang akan datang. Diawali dengan sistem laporan yang terstruktur dan rapi, dan proses evaluasi mendalam melalui dashboard, perusahaan ke depannya dapat menelusuri pemborosan serta kerugian yang terjadi akibat pemborosan dan memperbaikinya berdasarkan data sebenarnya dari laporan produksi dan defect.
KAJIAN POTENSI IMPLEMENTASI LOCATON BASED PLANNING SYSTEM (LBPS) SEBAGAI TOOLS PENJADWALAN PROYEK. STUDI KASUS : PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH PROYEK PEMBANGUNAN LABTEK XV INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Proses penjadwalan konstruksi telah berkembang pesat dengan berbagai variasi metode yang ditawasrkan beserta kelebihan dan kekurangannya. Dalam pelaksanaannya, proses ini merupakan tahapan penting yang menentukan keberhasilan proyek. Namun demikian, metode-metode penjadwalan eksisting yang umum digunakan masih memiliki kelemahan dalam penggambaran lokasi, resource, dan ketergantungan. Selain itu, pemilihan metode penjadwalan juga seringkali tidak memerhatikan kebutuhan dan kriteria masing-masing infrastruktur. Untuk itu, dilakukan penelusuran terkait potensi penjadwalan baru yang dapat menjadi solusi terhadap kekurangan-kekurangan metode penjadwalan eksisting dan sejalan dengan karakteristik proyek konstruksi – yakni linear dan cenderung berulang. Dalam hal ini, Location Based Planning System (LBPS) menjadi salah satu metode yang menjanjikan dalam melakukan penjadwalan. Hal tersebut dikarenakan sifat tools penjadwalan LBPS yang memperhatikan repetisi aktivitsa pada lokasi yang berbeda, pergerakan sumber daya melalui lokasi, dan memperkenalkan layer baru dari logika ketergantungan. LBPS juga ditemukan berpotensi sebagai rangkaian pendekatan perencanaan dan pengendalian yang berfokus pada perencanaan jangka panjang dan penjadwalan fase, berkaitan erat dengan inti production management, memegang lean philoshophy, dan berkontribusi secara alami dalam meningkatkan transparansi proses, produktivitas, dan menurunkan total waiting hours. Selanjutnya, dilakukan kajian terkait potensi LBPS sebagai tools penjadwalan proyek dalam segi tahapan, optimasi, dan hubungannya dengan tools penjadwalan lain. Ditemukan bahwa LBPS mengakomodasi potensi optimasi yang menggunakan pendekatan yang lebih baik dalam penentuan durasi dan ketergantungan, mengatur workflow dengan baik dalam segi hand-offs dan kontinuitas pekerjaan, meminimalisasi pemborosan, menggunakan lean principles, dan memberi potensi-potensi optimasi yang dapat dikontrol dengan mudah.
PRODUKSI ASAM RISINOLEAT DARI BIJI JARAK KALIKI (CASTOR BEAN)
Minyak jarak kaliki dapat diekstrak dari biji tanaman jarak kaliki/kepyar (Ricinus communis) yang dapat tumbuh sepanjang tahun di iklim tropis dan subtropis. Tanaman jarak kaliki sudah diproduksi di Indonesia, namun masih belum cukup memenuhi kebutuhan industri di Indonesia sehingga harus dilakukan impor. Minyak biji jarak kaliki didominasi oleh asam risinoleat dengan kadar 85 – 90% yang dapat dimanfaatkan menjadi produk turunan berharga jual lebih tinggi daripada minyak jarak kaliki mentah, seperti bahan baku pembuatan polimer, lubrikan, pelumas, hingga kosmetik. Pada metode konvensional Colgate-Emery, hidrolisis dilakukan pada temperatur 260 oC dan tekanan 50 bar. Namun, pada penelitian ini, asam risinoleat dicoba diproduksi melalui hidrolisis menggunakan lipase agar lebih hemat energi, berdampak degradasi termal rendah, produk samping lebih sedikit sehingga kemurnian tinggi, serta dapat memproduksi asam lemak tak jenuh tanpa oksidasi. Lipase yang digunakan berasal dari biji jarak kaliki yang diimobilisasi menjadi serbuk aseton untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas lipase. Longenecker dan Haley (1937) melaporkan bahwa serbuk aseton masih kurang aktif jika dibandingkan dengan serbuk-serbuk yang dibuat dengan pelarut pentana dan eter. Diduga, gliserol bebas dalam biji jarak kaliki, yang berkemampuan melindungi lipase dari gangguan denaturatif, ikut terekstrak oleh aseton sehingga keaktifan hidrolitik serbuk aseton menjadi berkurang. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan gliserol ke dalam pelarut aseton justru berdampak buruk pada keaktifan hidrolisis serbuk lipasenya. Penelitian ini selanjutnya mendapatkan bahwa hidrolisis sebaiknya dilakukan pada temperatur ruang (25–37 oC) selama 3 hari. Kondisi ini yang selanjutnya diterapkan pada skala 15, 40, dan 50 gram minyak. Rata-rata persentase hidrolisis tertinggi didapat pada skala 15 gram, yaitu 82,76%.