📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPERANCANGAN “JAGAT KERTHI” LIVING HERITAGECENTER SEBAGAI PUSAT EDUKASI WARISAN BUDAYA BALI DENGAN PENDEKATAN NARATIF-MULTISENSORI
Perkembangan masif pariwisata di Bali selama beberapa dekade terakhir telah memicu krisis sosial yang tidak hanya berdampak pada degradasi ekosistem, tetapi juga pada terputusnya relasi manusia dengan nilai budaya yang selama ini menjadi dasar keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Alih fungsi lahan, degradasi lingkungan, dan overturisme pada ruang pariwisata telah menggeser praktik budaya dari sistem pengetahuan hidup menjadi komoditas simbol yang terlepas dari konteksnya. Kondisi ini menunjukkan kelemahan ruang edukasi publik dalam mentransmisikan makna budaya secara utuh, baik kepada masyarakat urban maupun wisatawan. Untuk menjembatani permasalahan tersebut, diperlukan sebuah pusat warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya, tetapi juga dirancang untuk menerjemahkan nilai-nilai kearifan lokal Bali menjadi sebuah narasi ruang yang relevan terhadap kondisi masa kini dan dapat diapresiasi oleh pengunjung. Penelitian ini mengusulkan perancangan sebuah pusat warisan budaya sebagai fasilitas edukasi publik di Uluwatu, Bali, dengan fokus pada penciptaan ruang edukasi yang interaktif. Metode penelitian kualitatif berupa pengumpulan data studi literatur, observasi lapangan, dan studi preseden diterjemahkan ke dalam strategi desain interior berbasis naratif dan desain multisensori untuk membangun pengalaman belajar yang lebih imersif dan meningkatkan keterlibatan emosional pengunjung. Berlandaskan pada teori persepsi spasial yang memandang pengalaman ruang sebagai hasil interaksi antara stimulus lingkungan dengan proses kognitif dan sensorik pengguna, hasil perancangan menghadirkan desain interior yang mendukung aktivitas pembelajaran budaya Bali melalui pendekatan desain naratif-multisensori yang diimplementasikan pada materialitas, tata ruang, pencahayaan, tata suara, aroma, tekstur, serta sekuens antar program ruang.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN BATERAI DAN SELUBUNG PELINDUNG UNTUK SISTEM PRESENSI BIOMETRIK PORTABEL
Tingkat kehadiran mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan telah terbukti memiliki korelasi yang kuat terhadap keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian akademik. Namun, metode pencatatan kehadiran yang digunakan di Institut Teknologi Bandung, baik melalui Sistem Informasi Akademik berbasis web maupun aplikasi mySIX, masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti potensi terjadinya kecurangan dan belum tersedianya mekanisme autentikasi yang mampu memastikan identitas pengguna secara langsung. Selain itu, metode presensi menggunakan kertas masih memungkinkan terjadinya praktik penitipan tanda tangan sehingga mengurangi validitas data kehadiran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan sistem presensi biometrik portabel berbasis sidik jari bernama SIXSEVEN yang dapat dioperasikan secara mandiri dan diedarkan secara estafet di dalam kelas tanpa mengganggu jalannya proses pembelajaran. Tugas akhir ini merupakan bagian dari pengembangan sistem SIXSEVEN secara keseluruhan dengan ruang lingkup penelitian yang difokuskan pada perancangan, implementasi, dan pengujian Battery Management System serta Protective Casing. Kedua subsistem tersebut berperan dalam memenuhi kebutuhan portabilitas, keandalan, dan ketahanan perangkat sesuai konstrain yang ditetapkan pada dokumen kebutuhan produk, yaitu manufakturabilitas, portabilitas, kemudahan penggunaan, biaya yang terjangkau, serta ketahanan perangkat terhadap penggunaan berulang pada lingkungan perkuliahan. Spesifikasi teknis yang harus dipenuhi meliputi durasi operasi minimum selama 10 jam, massa perangkat kurang dari 600 gram, dimensi maksimum 20×10×5 cm³, serta kemampuan bertahan terhadap benturan dan percikan air. Subsistem Battery Management System dirancang menggunakan baterai Lithium Polymer 1S berkapasitas 5000 mAh dengan energi sebesar 18,5 Wh sebagai sumber daya utama. Proses pengisian baterai menggunakan modul IP2312 yang menerapkan metode Constant Current–Constant Voltage serta dilengkapi proteksi terhadap overcharge, over-discharge, over-current, dan short circuit. Tegangan keluaran baterai kemudian dinaikkan menjadi 5 V menggunakan konverter DC-DC boost berbasis IC MT3608 untuk menyuplai kebutuhan daya mikrokontroler ESP32, sensor sidik jari R503, LCD 20×4, keypad, dan modul pendukung lainnya. Analisis konsumsi daya dilakukan berdasarkan kebutuhan arus masing-masing komponen sehingga diperoleh estimasi waktu operasi teoritis sebesar 10,48 jam dengan asumsi efisiensi konverter sebesar 85%. Subsistem Protective Casing dirancang menggunakan perangkat lunak Autodesk Fusion 360 dengan konsep modular yang terdiri atas top cover dan base enclosure. Casing diproduksi menggunakan teknologi Fused Deposition Modeling berbahan PLA+ dengan ketebalan dinding sebesar 5 mm dan fillet beradius 5 mm untuk meningkatkan kekuatan mekanis serta mengurangi konsentrasi tegangan pada sudut-sudut struktur. Selain itu, casing dilengkapi PCB standoff, internal divider, alignment lip, dan foam gasket guna meningkatkan kekakuan struktur sekaligus memberikan perlindungan terhadap percikan air sesuai target IPX4. Implementasi dilakukan menggunakan metode penyolderan point-to-point permanen agar sistem memiliki keandalan yang lebih baik. Pengujian dilakukan terhadap seluruh spesifikasi yang ditetapkan, meliputi pengujian durasi operasi baterai, dimensi, massa, ketahanan mekanis, ketahanan terhadap percikan air, serta pengujian sistem terintegrasi pada proses registrasi dan presensi mahasiswa di lingkungan perkuliahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Battery Management System mampu mempertahankan operasi perangkat selama 12 jam 50 menit. Waktu pengisian baterai dari kondisi kosong hingga penuh tercatat sekitar 4 jam 30 menit. Protective Casing berhasil direalisasikan dengan dimensi akhir 20×10×6,7 cm dan massa 548 gram. Meskipun tinggi perangkat mengalami deviasi terhadap spesifikasi awal akibat penambahan ruang pelindung sensor sidik jari dan penempatan modul elektronik bertingkat, perangkat tetap memenuhi kebutuhan portabilitas serta nyaman digunakan pada proses presensi di kelas. Pengujian free-fall yang diadaptasi dari standar IEC 60068-2-31 menunjukkan bahwa perangkat tetap berfungsi normal setelah dijatuhkan dari ketinggian hingga 1 meter, sedangkan pengujian ketahanan terhadap percikan air berdasarkan adaptasi IEC 60529 (IPX4) menunjukkan tidak adanya air yang masuk ke dalam kompartemen elektronik. Selain itu, pengujian sistem secara terintegrasi membuktikan bahwa proses registrasi, autentikasi sidik jari, penyimpanan data lokal, serta sinkronisasi menuju basis data cloud dapat berjalan dengan baik tanpa kehilangan data. Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa subsistem Battery Management System dan Protective Casing berhasil memenuhi sebagian besar spesifikasi teknis serta konstrain produk yang ditetapkan. Kedua subsistem mampu mendukung pengoperasian perangkat presensi biometrik SIXSEVEN secara mandiri, portabel, aman, dan andal sehingga layak digunakan untuk mendukung proses presensi saat perkuliahan.
“MERANCANG MODEL BISNIS BERKELANJUTAN BAGI PENGEMBANG PROPERTI: INTEGRASI PRINSIP ‘PEOPLE, PLANET, PROFIT’ UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN BERSAING JANGKA PANJANG” (STUDI KASUS: PT REKA BENTUK RUMAH)
Studi ini merancang model bisnis berkelanjutan bagi PT Reka Bentuk Rumah, pengembang properti skala menengah di Indonesia, dengan mengintegrasikan prinsip People, Planet, dan Profit ke dalam strategi keunggulan bersaing jangka panjang. Penelitian ini merespons tekanan urbanisasi, keterjangkauan hunian, degradasi lingkungan, tanggung jawab iklim, dan perubahan ekspektasi konsumen yang menunjukkan keterbatasan model pembangunan business-as-usual. Pada tingkat perusahaan, masalah bisnis utamanya adalah bahwa PT Reka Bentuk Rumah telah memiliki pengetahuan desain hijau, tetapi kapabilitas tersebut masih bergantung pada pendiri dan belum tertanam secara sistematis dalam mekanisme penciptaan, penyampaian, dan penangkapan nilai perusahaan. Dengan pendekatan kualitatif berbasis desain, penelitian ini menggunakan Design Thinking sebagai alur proses dan Triple-Layered Business Model Canvas (TLBMC) sebagai instrumen utama perancangan. Data diperoleh dari literatur, laporan industri, dokumen regulasi, data proyek internal dan pembanding, serta wawancara validasi dengan delapan ahli yang dipilih secara purposif dari bidang green building, perbankan dan pembiayaan perumahan, pengembangan properti, perumahan terjangkau, dan kebijakan publik. Temuan menunjukkan bahwa logika finansial green building berbasis premium harga kurang sesuai untuk segmen perumahan subsidi dan terjangkau yang harga jualnya dibatasi oleh regulasi atau daya beli konsumen. Sebagai alternatif, penelitian ini mengusulkan capital velocity sebagai mekanisme finansial utama: desain hijau pasif dapat meningkatkan kenyamanan, menurunkan biaya operasional, memperkuat kepercayaan pembeli, mendukung percepatan absorpsi penjualan, dan memperpendek siklus modal kerja tanpa menaikkan harga jual. TLBMC yang diusulkan menanamkan desain pasif, kesiapan sertifikasi, dokumentasi pembiayaan hijau, dan manfaat praktis bagi pembeli ke dalam model operasi perusahaan. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan cetak biru kontekstual bagi pengembang skala menengah dan memposisikan keberlanjutan sebagai kapabilitas organisasi, keunggulan pasar, serta landasan menuju pengembangan regeneratif.
PENINGKATAN SIFAT FISIKOMEKANIK KAOLIN MENGGUNAKAN AMILUM DAN AEROSIL MELALUI METODE KOPRESIPITASI DENGAN PENGARUH KONDISI ASAM
Tablet merupakan sediaan padat yang dibuat dengan mengempa atau mencetak zat aktif dan eksipien menjadi unit dosis seragam. Pada metode kempa langsung, pembuatan tablet hanya meliputi pencampuran serbuk dan pengempaan sehingga keberhasilan metode ini sangat ditentukan oleh performa eksipien yang digunakan. Eksipien harus memiliki karakteristik alir yang baik, kompresibilitas yang memadai, serta variasi ukuran partikel yang sesuai. Kaolin merupakan mineral yang murah, mudah diperoleh, inert, dan stabil secara kimia, namun kompaktibilitas atau kemampuan pemadatan kaolin bernilai rendah. Peningkatan karakteristik fisik dan mekanik kaolin dapat dilakukan melalui metode kopresipitasi menggunakan amilum dan aerosil. Hasil kopresipitasi menunjukkan peningkatan sifat fisikomekanik dan penurunan kerapuhan tanpa mengubah struktur kimia. Produk kopresipitasi kaolin dan amilum dengan rasio 5:5 menghasilkan tensile strength sebesar 1,87 ± 0,01 MPa. Produk kopresipitasi kaolin dan amilum dengan penambahan aerosil sebesar 0,4% menghasilkan peningkatan tensile strength menjadi 2,11 ± 0,304 MPa. Produk kopresipitasi juga menunjukkan perbaikan laju alir dan kompresibilitas melalui rasio Hausner sebesar 11,79 ± 3,75; indeks kompresibilitas 1,13 ± 0,05; dan sudut istirahat 25 ± 1,00°. Hasil karakterisasi fisikokimia serbuk kopresipitasi menggunakan FTIR, DSC, dan XRD menunjukkan tidak terjadi perubahan struktur kimia pada produk hasil kopresipitasi. Namun demikian, pengamatan menggunakan mikroskop polarisasi dan SEM memperlihatkan adanya perubahan morfologi permukaan partikel yang menjadi lebih kasar dan tidak beraturan yang berpotensi meningkatkan interaksi antar partikel. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa modifikasi kaolin melalui kopresipitasi dengan amilum dan aerosil menghasilkan eksipien dengan sifat fisikomekanik yang lebih baik tanpa mengubah karakter kimianya sehingga mendukung penggunaannya untuk formulasi tablet kempa langsung.
KAJIAN FITNESS-FOR-SERVICE KOMPONEN BERTEKANAN PADA INDUSTRI HULU DENGAN INTEGRASI MACHINE LEARNING
Komponen bertekanan pada industri hulu minyak dan gas, seperti segmen pipa dan bejana tekan, dapat mengalami degradasi ketebalan akibat general metal loss yang menurunkan kemampuannya menahan tekanan operasi. Metode Fitness-for-Service (FFS) berdasarkan API 579-1/ASME FFS-1 digunakan untuk menilai komponen terkorosi, tetapi bergantung pada data laju korosi dari hasil inspeksi yang mahal dan biasanya tidak tersedia untuk seluruh komponen. Machine learning berperan penting untuk mengisi keterbatasan tersebut dengan memprediksi laju korosi komponen yang belum diinspeksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan operasi komponen yang mengalami general metal loss menggunakan FFS, memberikan rekomendasi bagi komponen yang tidak memenuhi kriteria, serta mengembangkan model machine learning untuk memprediksi laju korosi sebagai masukan FFS Level 1. Penilaian dilakukan terhadap 396 data segmen pipa dan 84 data bejana tekan. Model berbasis tree dikembangkan dengan dukungan data sintetis TVAE dan CTGAN untuk mengatasi keterbatasan jumlah data. Model terbaik segmen pipa adalah Random Forest dengan augmentasi CTGAN (R2 = 0,400 ± 0,035), sedangkan bejana tekan menggunakan Random Forest dengan augmentasi CTGAN (R2 = 0,344 ± 0,094). Penilaian FFS Level 1 berbasis prediksi menunjukkan kesesuaian terhadap penilaian berbasis laju korosi aktual sebesar 81%, 78%, dan 91% pada segmen pipa serta 94%, 88%, dan 82% pada bejana tekan untuk kriteria average measured thickness, MAWP, dan minimum measured thickness, dengan kesesuaian keseluruhan masing-masing sebesar 83% dan 94%. Komponen yang tidak memenuhi kriteria direkomendasikan untuk rerating atau perbaikan nonmetallic composite repair. Prediksi laju korosi berbasis machine learning dapat menjadi pendekatan pendukung dalam penilaian awal kelayakan, tetapi tetap perlu divalidasi dengan data inspeksi aktual dan tidak menggantikan evaluasi FFS langsung.
PENGEMBANGAN ADSORBEN ZN-ALGINAT UNTUK ADSORPSI ION CE(III) SEBAGAI DASAR PERANCANGAN MODUL PEMBELAJARAN KONSEP LARUTAN DAN INTERAKSI ANTARMOLEKUL
Serium (Ce) merupakan salah satu logam tanah jarang yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri. Peningkatan pemanfaatan serium ini berpotensi meningkatkan kandungan ion Ce(III) dalam limbah cair yang dapat menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Walaupun tingkat toksisitas serium tidak setinggi logam berat lain seperti timbal, namun serium dapat terakumulasi melalui rantai makanan, sehingga diperlukan teknologi pemisahan yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Adsorpsi menggunakan biopolimer alginat merupakan salah satu metode yang menjanjikan karena memiliki gugus karboksilat yang mampu mengikat ion logam. Namun, stabilitas mekanik dan kapasitas adsorpsi alginat masih perlu ditingkatkan melalui proses ikat silang menggunakan ion logam. Di sisi lain, fenomena adsorpsi yang melibatkan konsep larutan dan interaksi antarmolekul memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran kimia berbasis eksperimen sehingga mampu menghubungkan konsep teoritis dengan fenomena nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan adsorben Zn-alginat untuk adsorpsi ion Ce(III), mengkaji karakteristik dan mekanisme adsorpsinya, serta mengimplementasikan hasil penelitian tersebut sebagai dasar pengembangan modul pembelajaran kimia berbasis eksperimen pada materi konsep larutan dan interaksi antarmolekul. Adsorben Zn-alginat disintesis melalui metode gelasi ionik menggunakan variasi konsentrasi larutan ZnCl2 sebagai pengikat silang. Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Studi adsorpsi dilakukan dengan mempelajari pengaruh konsentrasi crosslinker, pH larutan, massa adsorben, waktu kontak, suhu adsorpsi. Mekanisme adsorpsi dikaji melalui pemodelan kinetika, isoterm, dan parameter termodinamika. Dilakukan pula uji penggunaan ulang adsorben melalui prosedur adsorpsi- desorpsi. Hasil penelitian selanjutnya digunakan sebagai dasar penyusunan modul pembelajaran berbasis eksperimen menggunakan model pengembangan ADDIE. Validitas modul dianalisis menggunakan indeks Aiken V, sedangkan efektivitas modul dievaluasi melalui analisis Rasch terhadap hasil tes awal dan tes akhir peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben Zn-alginat berhasil disintesis, dengan konsentrasi ZnCl2 2% menghasilkan kinerja adsorpsi terbaik. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya perubahan pita serapan gugus hidroksil dan karboksilat setelah adsorpsi yang mengindikasikan keterlibatan gugus fungsi dalam proses pengikatan ion Ce(III). Hasil SEM-EDS memperlihatkan morfologi permukaan yang relatif tetap setelah adsorpsi, disertai munculnya unsur Ce serta penurunan kandungan Zn yang mengindikasikan terjadinya interaksi antara adsorben dan adsorbat. Kondisi optimum adsorpsi diperoleh pada pH 4, massa adsorben 0,05 g, dan waktu kontak 240 menit. Data kinetika mengikuti model orde semu dua dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9969, yang mengindikasikan bahwa laju adsorpsi dikendalikan oleh interaksi kimia pada situs aktif adsorben. Data isoterm mengikuti model Langmuir (R2 = 0,9979) dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 55,09 mg/g yang menunjukkan adsorpsi berlangsung sebagai lapisan tunggal pada permukaan yang relatif homogen. Analisis termodinamika menunjukkan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara spontan (?G° < 0), bersifat endotermik (?H° > 0), dan disertai peningkatan ketidakteraturan antarmuka padat-cair (?S° > 0). Berdasarkan keseluruhan hasil karakterisasi dan studi adsorpsi, mekanisme adsorpsi diduga didominasi oleh interaksi kimia melalui kompleksasi gugus karboksilat dan pertukaran ion. Uji penggunaan ulang menunjukkan kinerja adsorben yang masih baik setelah tiga siklus adsorpsi-desorpsi. Modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh nilai indeks Aiken V sebesar 0,96 dengan kategori sangat valid. Hasil implementasi modul yang dikembangkan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta didik yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai person measure dari 0,08 logit pada tes awal menjadi 1,20 logit pada tes akhir berdasarkan analisis Rasch. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Zn-alginat berpotensi sebagai adsorben untuk pemisahan ion Ce(III), sekaligus menjadi konteks pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep kimia dengan aplikasi nyata melalui kegiatan eksperimen.
METABOLIT SEKUNDER DARI DAUN DEHAASIA SUMATRANA (LAURACEAE) DAN UJI AKTIVITAS INHIBISINYA TERHADAP ENZIM KOLINESTERASE
Penyakit Alzheimer merupakan salah satu masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Eksplorasi senyawa bioaktif baru yang berpotensi menghambat enzim kolinesterase yang berperan dalam penyakit Alzheimer sangat penting untuk dilakukan. Biodiversitas tumbuhan Indonesia yang tinggi dan dikenal dengan potensinya sebagai sumber obat memberikan peluang besar dalam penemuan senyawa bioaktif alami. Salah satu tumbuhan obat yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Dehaasia. Tumbuhan dalam genus ini termasuk dalam famili Lauraceae dan tersebar luas di wilayah Asia Tenggara dan Cina. Genus ini diketahui mengandung metabolit sekunder golongan alkaloid, terpenoid, dan fenilpropanoid, dengan aktivitas biologis yang beragam, sehingga berpotensi untuk digunakan dan dikembangkan sebagai obat. Salah satu spesies dari genus ini adalah Dehaasia sumatrana. Namun, hingga saat ini penelitian kajian metabolit sekunder pada daun tumbuhan D. sumatrana serta bioaktivitas anti-Alzheimernya belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung dalam daun D. sumatrana yang tumbuh di Kebun Raya Bogor, Indonesia, serta menguji aktivitas inhibisi enzim kolinesterase dari ekstrak metanol daun D. sumatrana dan senyawa hasil isolasi. Proses isolasi dimulai dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi terhadap serbuk daun dalam pelarut metanol. Klorofil dari ekstrak metanol daun dipisahkan dengan ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksana. Ekstrak metanol bebas klorofil selanjutnya difraksinasi dan dimurnikan melalui berbagai teknik kromatografi, yaitu kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi kolom gravitasi (KKG) menggunakan fasa diam silika, serta KKG menggunakan fasa diam Sephadex LH-20. Senyawa murni hasil isolasi diidentifikasi strukturnya menggunakan spektroskopi NMR (1D dan 2D), spektrometri massa (MS), dan putaran optik. Senyawa hasil isolasi dari ekstrak daun D. sumatrana kemudian diuji lebih lanjut aktivitas inhibisinya terhadap enzim asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase. Pada penelitian ini telah berhasil diperoleh dua lignan dibenzosiklooktadiena, yaitu kadsulignan L dan kadsulignan N, dari ekstrak daun D. sumatrana. Kedua senyawa tersebut pertama kali diidentifikasi pada genus Dehaasia (Lauraceae), tetapi telah dilaporkan dari genus lain, seperti Kadsura (Schisandraceae). Hasil uji bioaktivitas menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun, kadsulignan L, dan kadsulignan N memiliki persentase inhibisi terhadap asetilkolinesterase berturut-turut sebesar 59,9 ± 1,87%; 6,5 ± 2,36%; dan 19,2 ± 2,34%. Sementara itu, persentase inhibisi terhadap butirilkolinesterase berturut-turut adalah 59,3 ± 2,26%; 25,9 ± 2,91%; dan 11,3 ± 2,35%. Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa ekstrak metanol daun dan kedua senyawa hasil isolasi memiliki aktivitas inhibisi yang rendah terhadap enzim asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BERBASIS MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) DI JAKARTA MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA).
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) semakin banyak diadopsi untuk pengolahan air limbah domestik karena efisiensinya dalam menyisihkan BOD, COD, dan amonia. Namun, operasionalnya yang mengandalkan aerasi intensif berpotensi menimbulkan beban lingkungan yang signifikan dan kajian kuantitatif mengenai hal ini di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini menganalisis dampak lingkungan IPAL MBBR X di Jakarta Selatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan gate-to-gate dan metode karakterisasi CML Baseline 2001. Tiga kategori dampak yang dikaji adalah Global Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication Potential (EP), dengan unit fungsional 1 m³ air limbah terolah. Data operasional diperoleh selama periode Oktober–Desember 2025. Hasil analisis menunjukkan nilai GWP sebesar 1,4091 kg CO?-eq/m³, AP sebesar 0,0303 kg SO?- eq/m³, dan EP sebesar 0,024 kg PO?³?-eq/m³. Unit MBBR BOD/COD menjadi hotspot utama untuk GWP (61,65%) dan AP (49,2%), yang sebagian besar didorong oleh konsumsi energi blower aerasi. Temuan menarik diperoleh pada kategori EP yaitu unit MBBR amonia mendominasi dampak eutrofikasi (42,16%) bukan karena kandungan nutrien sisa di efluen, melainkan akibat pelepasan fosfor intraseluler dari lisis sel bakteri nitrifikasi yang mengalami tekanan metabolik ditandai dengan lonjakan total fosfor hingga 13,2 kali lipat. Tiga skenario perbaikan diusulkan yaitu instalasi Solar Panel yang berpotensi menurunkan GWP sebesar 26,9% dan AP sebesar 9,22%, Variable Frequency Drive (VFD) berpotensi menurunkan GWP sebesar 14% dan AP sebesar 4,8%, serta peningkatan dosis PAC sebesar 30% untuk menurunkan EP sebesar 3,89%. Analisis sensitivitas lanjut menunjukkan bahwa dekarbonisasi jaringan listrik PLN dalam jangka panjang berpotensi memberikan penurunan GWP hingga 79,6% pada skenario energi terbarukan penuh.
PENGEMBANGAN MODEL PREDIKTIF TERINTEGRASI ANTARA KESIAPAN KARGO PULP DAN KEDATANGAN KAPAL BREAKBULKUNTUK MENURUNKAN BIAYA DEMURRAGEDAN BIAYA INVENTORI DI PT. X
Sinkronisasi antara kesiapan kargo dan kedatangan kapal merupakan tantangan utama dalam operasional pengapalan pulp breakbulk di PT. X karena secara langsung memengaruhi biaya demurrage, biaya inventori, dan efisiensi logistik. Dalam praktiknya, keputusan penjadwalan pemuatan kapal umumnya masih ditentukan berdasarkan perencanaan statis tanpa mengintegrasikan informasi prediktif mengenai kesiapan kargo dan kedatangan kapal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu kerangka sistem pendukung keputusan prediktif terintegrasi untuk mengoptimalkan keputusan penjadwalan pemuatan kapal melalui integrasi prediksi kesiapan kargo dan prediksi kedatangan kapal untuk meminimalkan total biaya logistik yang terdiri atas biaya demurrage dan biaya inventori. Prediksi kesiapan kargo dilakukan menggunakan model hibrida yang mengombinasikan rencana produksi, Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (SARIMAX), dan produksi historis dengan komposisi bobot optimum 60:30:10, sedangkan deviasi kedatangan kapal diprediksi menggunakan model Extreme Gradient Boosting (XGBoost). Hasil kedua model diintegrasikan melalui mekanisme penambahan hari sebagai buffer untuk menghasilkan rekomendasi penjadwalan pemuatan kapal yang adaptif. Kinerja model kemudian dievaluasi menggunakan pendekatan minimasi biaya demurrage dan biaya inventori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model prediksi kesiapan kargo yang diusulkan mampu menurunkan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 76,7%, dari 2,15 hari pada kondisi saat ini menjadi 0,50 hari. Selain itu, model prediksi kedatangan kapal berbasis XGBoost mampu menurunkan MAE sebesar 30,0%, dari 1,50 hari menjadi 1,05 hari. Integrasi keduanya menghasilkan rekomendasi penjadwalan kedatangan kapal yang lebih adaptif terhadap variasi produksi dan ketidakpastian kedatangan kapal, sehingga mampu menurunkan total biaya logistik hingga 84% dibandingkan praktik saat ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang diusulkan tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi, tetapi juga secara efektif menerjemahkan hasil prediksi menjadi keputusan operasional yang mampu meningkatkan efisiensi logistik. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pengembangan sistem pendukung keputusan yang menghubungkan proses peramalan dengan keputusan penjadwalan kedatangan kapal untuk mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih efektif.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS PENGHAMBATAN ?-GLUKOSIDASE LIGNAN DIBENZOSIKLOOKTADIENA DARI KAYU BATANG DEHAASIA SUMATRANA (LAURACEAE)
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Meningkatnya prevalensi diabetes di dunia serta risiko komplikasi yang ditimbulkannya menjadikan pengendalian kadar glukosa darah sebagai salah satu aspek penting dalam terapi. Keterbatasan obat antidiabetes yang tersedia mendorong eksplorasi senyawa alam sebagai kandidat obat baru. Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, dan salah satu genus yang belum banyak diteliti adalah Dehaasia. Tumbuhan genus ini telah dilaporkan memiliki beragam aktivitas biologis seperti antiplasmodial, antibakteri, sitotoksik, antioksidan, dan antimalaria. Salah satu spesies dari genus Dehaasia adalah Dehaasia sumatrana, yakni pohon atau semak tropis yang dapat tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penelitian mengenai metabolit sekunder D. sumatrana yang tumbuh di Indonesia masih sangat terbatas dan penelitian terhadap kayu batangnya belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa, karakterisasi struktur, serta mengevaluasi aktivitas penghambatan ?-glukosidase dari kayu batang D. sumatrana yang tumbuh di Indonesia. Tahapan isolasi meliputi ekstraksi menggunakan metanol yang kemudian diuapkan dengan rotary vacuum evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak dipisahkan dan dimurnikan menggunakan kromatografi cair vakum, kromatografi kolom gravitasi dan kromatografi radial. Kemurnian senyawa hasil isolasi diuji menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan tiga eluen yang berbeda. Struktur senyawa hasil isolasi dikarakterisasi menggunakan NMR 1D (1H-NMR dan 13C-NMR), NMR 2D (HSQC, HMBC, dan COSY), serta spektrometri massa resolusi tinggi (HR-ESI-TOF-MS), sedangkan konfigurasi absolutnya ditentukan menggunakan analisis putaran optik dan difraksi sinar-X kristal tunggal (SC-XRD). Selanjutnya, aktivitas penghambatan ?-glukosidase dari senyawa hasil isolasi dievaluasi. Penelitian ini berhasil mengisolasi tiga metabolit sekunder dari kayu batang D. sumatrana yang diidentifikasi sebagai kadsulignan L (2,73 g), kadsulignan N (36,4 mg), dan neokadsuranin (56,1 mg). Tiga senyawa tersebut merupakan lignan dengan kerangka dibenzosiklooktadiena yang pertama kali ditemukan dari genus Dehaasia, meskipun sebelumnya telah dilaporkan dari genus Kadsura (Schisandraceae). Selanjutnya, ekstrak metanol kayu batang serta tiga senyawa hasil isolasi diuji terhadap aktivitas penghambatan ?-glukosidase dan menunjukkan aktivitas penghambatan yang lemah.
PERANCANGAN DESAIN ALAS KAKI BAGI IBU HAMIL TRIMESTER 3
Kehamilan trimester ketiga merupakan fase adaptasi fisiologis dan perubahan struktural maksimal pada seluruh tubuh. Pada tubuh bagian bawah terutama kaki, keluhan yang sering ditemui adalah edema (pembengkakan) dan kram kaki pada ibu hamil. Kondisi ini menjadi lebih berisiko bagi ibu hamil penderita hipertensi karena pembuluh darah yang cenderung kaku. Pada kondisi ini, kaki ibu hamil dapat mengalami perubahan ukuran seperti penambahan panjang kaki, lebar kaki, lebar tumit, lebar pergelangan kaki, lebar area forefoot, peningkatan foot posture index, berkurangnya lengkung kaki, dan penambahan size kaki. Kondisi dema dan kram kaki sulit diprediksi, membuat mereka tidak nyaman, dan tidak percaya diri. Penanganan non-farmakologis konvensional seperti yoga dan pijat kehamilan tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi karena berisiko memicu kontraksi prematur. Sedangkan penanganan yang aman untuk dilakukan seperti merendam kaki dengan air hangat/dingin, stretching, menaikkan kaki ke tembok, dan menggunakan stocking khusus, pelaksanaannya sulit untuk dilakukan di luar rumah, membutuhan space yang besar, dan seringkali membutuhkan bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang desain alas kaki khusus yang mampu meredakan keluhan kaki pada ibu hamil trimester ketiga menggunakan pendekatan user-centered design (UCD). Metode perancangan didasarkan pada pengumpulan data primer melalui wawancara dan kuesioner, serta data sekunder melalui studi produk preseden dan literatur medis. Penelitian ini menghasilkan rancangan alas kaki berkonsep hands-free slip-on yang dilengkapi fitur kompres hangat/dingin berupa removable gel pack dan outsole dengan slot untuk pemasangan stretching band. Desain disesuaikan secara ergonomis untuk memberikan ruang bagi kaki yang membengkak serta menghindari penekanan pada titik-titik meridian kaki yang dilarang bagi ibu hamil. Produk final ini terbukti secara mandiri dapat meningkatkan kenyamanan dan relaksasi ibu hamil tanpa memicu kontraksi.
MIXED MATRIX MEMBRANE PVDF/MXENE TERMODIFIKASI PEI UNTUK FILTRASI ZAT WARNA METILEN BIRU
Industri tekstil memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan ekonomi di seluruh dunia. Namun, industri tersebut juga menimbulkan masalah seperti limbah zat warna. Limbah zat warna yang dihasilkan salah satunya adalah metilen biru (MB). Jika terbuang ke perairan, keberadaan limbah metilen biru ini dapat merusak lingkungan, karena mempunyai sifat yang sulit terdegradasi dalam perairan. Selain itu, limbah zat warna juga dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Pada penelitian ini penanganan limbah metilen biru dilakukan menggunakan teknologi membran filtrasi. Membran filtrasi menawarkan keunggulan seperti efisiensi pemisahan yang relatif tinggi serta aplikasi yang mudah, sederhana dan ekonomis. Polyvinylidene Fluoride (PVDF) merupakan polimer semi-kristalin yang banyak diaplikasikan pada membran karena stabil secara termal dan mekanik. Namun, membran PVDF juga memiliki kelemahan karena sifatnya hidrofobik sehingga rentan mengalami fouling. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan modifikasi PVDF dengan material MXene Ti3C2 menjadi mixed matrix membrane (MMM) untuk diaplikasikan pada filtrasi zat warna MB. MXene merupakan material anorganik 2D dengan struktur berlapis nano yang memiliki hidrofilisitas yang baik serta selektivitas yang unggul. Lebih lanjut, MXene dapat dimodifikasi dengan polyethyleneimine (PEI) untuk melihat pengaruhnya terhadap kinerja membran. Penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu sintesis MXene dan MXene termodifikasi PEI, sintesis mixed matrix membrane (MMM), filtrasi zat warna metilen biru, dan karakterisasi membran. Sintesis MXene dilakukan dengan melakukan proses etching fasa MAX menggunakan campuran LiF/HCl. Selanjutnya dilakukan delaminasi melalui proses interkalasi DMSO dan sonikasi selama 10 jam agar diperoleh material 2D MXene. Dilakukan juga modifikasi pada MXene menggunakan PEI sehingga diperoleh MXene-PEI. MXene dan MXene- PEI kemudian ditambahkan pada matriks PVDF membentuk membran komposit PVDF/MXene (PM) dan PVDF/MXene-PEI (PM-PEI). Pembuatan membran PM dengan variasi konsentrasi MXene yang berbeda (0,25%; 0,5% dan 1%) dilakukan. Membran komposit disintesis melalui metode inversi fasa dengan bak koagulan berupa aquades. Uji kinerja membran diamati melalui uji permeabilitas, selektivitas, dan antifouling membran. Sementara itu, karakteristik membran diamati melalui hidrofilisitas dan morfologinya. Pada penelitian ini, telah berhasil dilakukan sintesis MXene (Ti3C2) dari fasa MAX (Ti3AlC2). Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan keberhasilan etching lapisan Al pada fase MAX, ditunjukkan melalui penurunan intensitas puncak khas Al pada 38,8° serta pergeseran puncak (002) pada 2? dari 9,52° ke 5,67°. Pada karakterisasi Scanning Electron Microscope (SEM), MXene Ti3C2 menunjukkan bentuk lembaran-lembaran yang berlapis dan unsur-unsur penyusun material tersebut diperlihatkan melalui karakterisasi Energi Dispersive X-Ray (EDX). Sementara itu, modifikasi MXene oleh PEI dapat dikonfirmasi oleh karakterisasi Fourier Transform Infrared (FTIR) melalui keberadaan pita serapan N-H stretching pada bilangan gelombang 3438 cm-1 dan -NH2 pada bilangan gelombang 1634 cm-1. Penambahan MXene dapat meningkatkan hidrofilisitas membran ditunjukkan dengan penurunan nilai sudut kontak dari PVDF 82,04° menjadi sebesar 65,43° untuk PM 0,25, 69,95° untuk PM 0,5 dan 74,34° untuk PM 1, berturut-turut. Pada filtrasi MB, kondisi optimum dicapai pada konsentrasi MXene 0,25%, memberikan nilai fluks air murni 85,56 L m-2 jam-1 dan rejeksi sebesar 95,73%. Sementara itu, modifikasi MXene menggunakan PEI menurunkan permeabilitas membran namun meningkatkan selektivitas membran terhadap zat warna MB. Membran PVDF/MXene-PEI menunjukkan nilai fluks air murni 51,73 L m-2 jam-1 dan rejeksi sebesar 97,43%. Lebih lanjut, nilai FDR pada membran PVDF/MXene-PEI diperoleh sebesar 95,75%. Nilai FDR tinggi dari PVDF/MXene-PEI menandakan sedikit terjadinya fouling dan membran memiliki sifat antifouling yang cukup baik.
KUANTIFIKASI NITROGEN DAN BIOMASSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUSTESCENS L.) DENGAN APLIKASI BIOKONTROL TRICHODERMA HARZIANUM TERHADAP FUSARIUM OXYSPORUM
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan produksi yang tinggi di Indonesia, namun terjadi penurunan produksi pada beberapa tahun kebelakang. Salah satu penurunan produksi ini dikarenakan serangan patogen Fusarium oxysporum yang menyebabkan penyakit layu Fusarium. Penggunaan Trichoderma harzianum pada media tanam dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dan menyediakan unsur hara. Selain itu, penggunaan biokontrol Trichoderma harzianum dapat menekan pertumbuhan Fusarium oxysporum dengan mekanisme kompetisi, mikroparasitisme, dan antibiosis. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh pemberian Trichoderma harzianum dan Fusairum oxysporum pada pertumbuhan, produksi biomassa, laju pertumbuhan, pemodelan matematis, serta nitrogen total pada media tanam dan tanaman cabai rawit. Kemudian, menentukan pengaruh pemberian Trichoderma harzianum terhadap neraca massa nitrogen. Rancangan penelitian menggunakan metode destruktif dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa inokulasi (K0), inokulasi Fusarium oxysporum (K1), inokulasi Fusarium oxysporum dan Trichoderma harzianum (K2), serta inokulasi Trichoderma harzianum saja (K3). Parameter yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, dan rasio tajuk-akar pada 44-86 HST, serta kandungan nitrogen dalam media tanam dan tanaman cabai rawit pada 30-143 HST dengan menggunakan metode Kjeldahl. Hasil dari penelitian perlakuan Trichoderma harzianum (K3) meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai rawit, seperti tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang terutama pada 44 hingga 65 HST serta shoot-root ratio terbaik pada tiap HST. Sedangkan, pada perlakuan Fusarium oxysporum menyebabkan penurunan pertumbuhan tanaman cabai rawit pada 44 hingga 58 HST dan peningkatan pertumbuhan pada 72 hingga 86 HST dengan spesifikasi Fusarium oxysporum spatial complex odoratissimum. Perlakuan Trichoderma hazianum dan Fusarium oxysporum dapat memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan pemberian Fusarium oxysporum saja. Laju pertumbuhan rata-rata terbaik pada pemberian Fusarium oxysporum sebesar 1,701 cm/hari untuk tinggi tanaman, 2 helai/hari untuk jumlah daun, 3,240 cm²/hari untuk luas daun, dan 0,016 cm/hari untuk diameter batang. Pemodelan matematis pada perlakuan Trichoderma harzianum + Fusarium oxysporum pada parameter tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang menggunakan model Gompertz dengan persamaan berturut-turut, yaitu ???? = 0,334 + 89,522??????????0,054(?????60,736) , ???? = 10,179 + 98,461??????????0,156(?????53,846) , dan ???? = 0,302 + 0,674??????????0,084(?????59,239) . Sedangkan, pada jumlah daun digunakan model logistic dengan persamaan ???? = 57,294 1+?????0,125(?????60,307) . Pemberian Trichoderma harzianum dapat meningkatkan kadar nitrogen pada tanaman cabai rawit dibandingkan perlakuan lainnya serta memiliki nitrogen total dalam tanah paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada 30, 44, dan 143 HST. Pemberian Fusarium oxysporum menurunkan nitrogen total pada media tanam dibandingkan perlakuan yang lainnya terutama pada 143 HST. Sedangkan, perlakuan Trichoderma harzianum dan Fusarium oxysporum tidak berbeda nyata dibandingkan tanpa inokulasi. Neraca massa nitrogen pada perlakuan Trichoderma harzianum + Fusarium oxysporum memiliki input sebesar 0,171 g N dan nilai output sebesar 0,101 g N, sehingga terjadi kehilangan nitrogen sebesar 6,62 g N.
PENGEMBANGAN SEPATU SINGLE PLATFORM CONVERTIBLE BAGI PEKERJA PEREMPUAN DENGAN INTENSITAS KERJA TINGGI
Sepatu hak tinggi banyak digunakan oleh pekerja perempuan sebagai bagian dari penampilan profesional, khususnya di sektor layanan publik dan perhotelan. Namun, penggunaannya dalam durasi panjang menimbulkan risiko gangguan muskuloskeletal yang signifikan meliputi nyeri kaki, lutut, dan punggung bawah akibat perubahan postur tubuh dan pola berjalan yang tidak alami. Data BPS (2024) menunjukkan bahwa pekerja perempuan di sektor jasa Indonesia, yang mencakup 54,6% dari total angkatan kerja perempuan nasional, rata-rata bekerja 45,1 jam per minggu, dengan durasi berdiri hingga 7–9 jam per hari sambil mengenakan alas kaki yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan merancang sepatu hak tinggi konvertibel berbasis ergonomi yang mampu menjawab kebutuhan fungsional, kenyamanan jangka panjang, serta tuntutan estetika profesional pekerja perempuan. Pendekatan kualitatif berbasis user-centered design digunakan melalui observasi lapangan etnografis, wawancara terstruktur dengan lima pekerja perempuan berusia 20–45 tahun di sektor jasa, konsultasi ahli dengan praktisi senior industri sepatu, serta tinjauan literatur dan produk eksisting. Temuan lapangan mengidentifikasi tiga pain point utama: (1) nyeri fisik akibat distribusi beban yang tidak merata dan desain toe box yang sempit, menyebabkan lecet pada tumit, ketegangan otot betis, dan nyeri punggung bawah; (2) penurunan stabilitas pola berjalan dan pemendekan langkah setelah pemakaian berkepanjangan; serta (3) ketidakpraktisan membawa alas kaki cadangan. Temuan ini diperkuat oleh literatur yang mengkonfirmasi bahwa penggunaan sepatu hak tinggi secara rutin meningkatkan tekanan plantar di area metatarsal secara signifikan, mengurangi rentang gerak pergelangan kaki, dan meningkatkan risiko jatuh hingga 40% pada perempuan usia kerja. Solusi desain yang dikembangkan adalah prototipe sepatu konvertibel yang memungkinkan pengguna beralih secara efisien antara mode hak tinggi profesional (maksimal 5 cm) dan mode flat untuk istirahat atau aktivitas dinamis. Desain mengintegrasikan berbagai prinsip ergonomi, meliputi toe box luas, dukungan lengkung telapak, bantalan forefoot, lebar dasar hak ?2–3 cm, serta sudut kemiringan hak kurang dari 15°. Mekanisme konversi dirancang agar andal, intuitif, dan tidak mengorbankan estetika profesional sepatu, dengan siluet yang ramping dan material yang breathable. Diharapkan solusi ini dapat menjadi alternatif yang inklusif dan berorientasi kesehatan, mendukung kesejahteraan fisik pekerja perempuan sekaligus menjaga citra profesional mereka dalam lingkungan kerja modern.
SINTESIS DAN OPTIMASI KINERJA MATERIAL ?-ALUMINA MESOPORI HASIL ISOLASI ABU TERBANG BATUBARA PLTU PAITON TERMODIFIKASI POLIDOPAMIN UNTUK ADSORPSI ION NEODIMIUM
Pemanfaatan limbah abu terbang batubara PLTU Paiton masih kurang optimal dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Kandungan alumina pada limbah abu terbang batubara dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam sintesis material adsorben termodifikasi untuk adsorpsi logam tanah jarang seperti ion neodimium (Nd(III)). Modifikasi dengan polidopamin dilakukan untuk memperkaya gugus fungsi aktif pada permukaan material sehingga meningkatkan afinitas terhadap ion neodimium dan memperbaiki kinerja adsorpsinya. Penelitian ini bertujuan mengisolasi alumina dari abu terbang batubara serta menyintesis material alumina mesopori yang dimodifikasi dengan polidopamin untuk adsorpsi ion neodimium. Isolasi alumina dilakukan melalui tahapan pra-perlakuan, amorfisasi terkontrol, serta proses hidrometalurgi yang meliputi pelindian asam, pelindian basa, dan penetralan larutan. Alumina hasil isolasi kemudian disintesis menjadi alumina mesopori menggunakan surfaktan Pluronic P123 dan selanjutnya dimodifikasi melalui pelapisan polidopamin. Material yang berhasil disintesis dan dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRF, XRD, BET, dan SEM kemudian dilakukan optimasi kinerja adsorpsi pada adsorben.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses isolasi menghasilkan silika, besi, dan alumina dengan tingkat kemurnian masing-masing sebesar 96,63; 10,3; dan 94,3%, serta rendemen masing-masing sebesar 35,66; 56,77; dan 11,40%. Penggunaan Pluronic P123 terbukti meningkatkan luas permukaan material hingga 246,87 m²/g sekaligus membentuk struktur mesopori dengan diameter pori sebesar 4,29 nm. Pada penelitian ini dilakukan optimasi kinerja tiga material meliputi Al(OH)3 hasil ekstraksi tanpa modifikasi (AI), alumina mesopori (AM), dan alumina polidopamin (AP) berpori hierarki pada kondisi optimum pH 6, massa adsorben 15 mg, dan waktu kontak 60 menit. Data hasil adsorpsi mengikuti model isoterm Freundlich melalui fitting non linier dengan nilai Kf untuk material AI, AM, dan AP sebesar 2,4707; 3,266; dan 5,2202 dan nilai n masing-masing sebesar 1,0098; 1,3137; dan 1,6122. Proses adsorpsi mengikuti model kinetika orde dua semu berdasarkan analisis fitting nonlinier dengan nilai kapasitas adsorpsi (Qe) AP sebesar 6,994 atau 4,9 kali lebih besar dari Al(OH)3 hasil ekstraksi tanpa modifikasi (AI) sebesar 1,4287. Selain itu, hasil kajian termodinamika mengindikasikan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara spontan dan bersifat endotermik, sedangkan uji ANOVA menunjukkan bahwa model yang diperoleh signifikan secara statistik (p < 0,001), R2 dari persamaan regresi material AI, AM, dan AP masing-masing sebesar 0,9321; 0,9175; dan 0,9299 dengan parameter konsentrasi ion neodimium sebagai variabel paling mempengaruhi adsorpsi. Berdasarkan hasil tersebut, material AP berpori hierarki berpotensi dikembangkan sebagai adsorben yang efektif untuk studi pemisahan ion neodimium.