📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

OPTIMISASI PORTOFOLIO INVESTASI BPJS KESEHATAN DENGAN PENDEKATAN LIABILITY-DRIVEN INVESTMENT

Dana Jaminan Sosial (DJS) BPJS Kesehatan menghadapi risiko asset-liability mismatch akibat ketidakselarasan jadwal jatuh tempo aset dan pola kewajiban klaim yang fluktuatif. Penelitian ini membangun kerangka optimisasi portofolio berbasis Liability-Driven Investment (LDI) dengan pendekatan Asset Liability Management (ALM) dua lapis dalam koridor PP No. 53 Tahun 2018. Lapisan pertama adalah model Strategic Asset Allocation (SAA) berupa program kuadratik multi-objektif dengan kendala duration matching, diselesaikan menggunakan SLSQP untuk beberapa skenario faktor pengali durasi ????. Evaluasi likuiditas menunjukkan bahwa hasil SAA masih menghasilkan kegagalan kas akibat timing mismatch, menegaskan bahwa optimisasi strategis saja tidak memadai. Lapisan kedua adalah dua varian model Tactical ALM berupa program linear: T1 menggunakan mekanisme repo SBN, sedangkan T2 menambahkan opsi penjualan dini deposito. Kedua model berhasil mengeliminasi seluruh kegagalan likuiditas dengan biaya taktis yang sangat kecil relatif terhadap skala dana yang dikelola. T2 unggul secara finansial dengan NAV akhir lebih tinggi, sementara T1 lebih sederhana secara operasional. Penelitian ini merekomendasikan penerapan kerangka ALM dua lapis dengan SAA sebagai alokasi strategis dikombinasikan dengan model taktis yang disesuaikan dengan kapasitas operasional pengelola.

2026
👤 Penulis: Zahra Chalisya Kurnia
🏷️ Optimisasi Portofolio Investasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi 🏷️ Analisis Likuiditas

ANALISIS KORESPONDENSI HIBRIDA DAN PEMODELAN AKTUARIA DALAM PENGELOMPOKAN RISIKO DAN ESTIMASI KERUGIAN KLAIM. STUDI KASUS ASURANSI KESEHATAN RAWAT INAP TAHUN 2022-2024

Lonjakan klaim asuransi kesehatan di Indonesia yang disertai inflasi medis tinggi dan rasio klaim melebihi 100% menimbulkan tekanan finansial bagi perusahaan asuransi. Penelitian ini mengintegrasikan Analisis Korespondensi Hibrida dan pemodelan aktuaria pada data klaim rawat inap asuransi kesehatan kelompok periode 2022-2024 untuk memetakan pola risiko berdasarkan kategori usia peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok anak-anak berasosiasi dengan penyakit infeksi berfrekuensi tinggi, kelompok dewasa dengan penyakit muskuloskeletal, dan kelompok lansia dengan penyakit degeneratif berseveritas tinggi. Pemodelan distribusi menunjukkan frekuensi klaim mengikuti distribusi Binomial Negatif dan severitas klaim mengikuti distribusi Lognormal untuk seluruh kelompok usia. Estimasi total kerugian agregat melalui simulasi Monte Carlo menghasilkan nilai Rp6,19 juta (anak-anak), Rp11,19 juta (dewasa), dan Rp18,61 juta (lansia), dengan VaR 95% sebesar Rp30,05 juta, Rp58,38 juta, dan Rp105,54 juta. Hasil ini mengimplikasikan perlunya tarif premi terdiferensiasi berdasarkan usia dan cadangan risiko yang lebih besar untuk kategori usia lansia.

2026
👤 Penulis: Maria Sipahutar
🏷️ Analisis Korespondensi Hibrida 🏷️ Pemodelan Aktuaria 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi

MODEL PENETAPAN PREMI ASURANSI SIBER DAN ANALISIS ALTERASI POLIS BERDASARKAN SEGMENTASI RISIKO MELALUI PEMODELAN COPULA-SIMULASI MONTE CARLO

Perkembangan teknologi di dunia digital turut mendorong bertumbuhnya risiko siber yang semakin kompleks. Dengan alasan tersebut, permintaan akan suatu produk asuransi yang mampu memberikan proteksi terhadap serangan siber pun meningkat. Namun, penentuan harga preminya menjadi sebuah tantangan akibat kompleksitas dan jenis risiko siber yang amat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka perhitungan premi asuransi siber yang terdiferensiasi dengan memodelkan dependensi risiko (frekuensi dan severitas), melakukan segmentasi berdasarkan risiko, dan menganalisis dampak berbagai skema alterasi polis. Tugas Akhir ini menggunakan data proksi dari Internet Crime Complaint Center (IC3) yang telah dimodifikasi untuk merepresentasikan risiko pada tingkat perusahaan di Amerika Serikat. Frekuensi kejadian dimodelkan dengan distribusi Weibull Diskret dan severitas risiko dimodelkan dengan distribusi Gamma, kemudian struktur dependensi antara keduanya dimodelkan menggunakan copula t-Student untuk menangkap dependensi pada kejadian ekstrem. Selanjutnya, simulasi Monte Carlo digunakan untuk membangkitkan 1000 skenario kerugian agregat yang kemudian menjadi dasar untuk perhitungan harga premi menggunakan prinsip deviasi standar pada berbagai skenario alterasi deductible, coinsurance, dan policy limit. Data hasil simulasi kemudian disegmentasi ke dalam empat kuadran risiko berdasarkan nilai median. Analisis sensitivitas pada tiap segmen risiko menunjukkan bahwa komponen alterasi polis masing-masingnya memiliki dampak yang berbeda secara signifikan. Kesimpulannya, pendekatan pemodelan Copula-Monte Carlo yang dikombinasikan dengan segmentasi risiko mampu menjadi kerangka yang kuat dan fleksibel untuk penetapan premi asuransi siber. Model ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk merancang skema polis yang lebih adil dan efisien, menyesuaikan profil risiko tertanggung secara spesifik, sekaligus memberikan landasan kuantitatif untuk strategi underwriting yang lebih baik.

2025
👤 Penulis: Tyrone Nicholas Lee
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi

FORMULASI STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN EFE, IFE, IE, TOWS, DAN QSPM PADA PT REASURANSI NUSANTARA MAKMUR

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal PT Reasuransi Nusantara Makmur, dengan fokus pada identifikasi strategi bisnis yang paling tepat untuk meningkatkan akuisisi pelanggan dan kinerja secara keseluruhan. PT Reasuransi Nusantara Makmur menghadapi tantangan yang signifikan dalam akuisisi pelanggan, dengan hanya mencapai 17 dari 60 perusahaan yang ditargetkan pada tahun 2024. Kekurangan ini menunjukkan kelemahan dalam strategi pemasaran saat ini dan keselarasan yang tidak memadai antara kemampuan internal perusahaan dengan peluang pasar eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan utama dan studi pustaka. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya perumusan strategi proaktif yang selaras dengan sumber daya internal perusahaan dan lanskap persaingan. Analisis SWOT, matriks IFE, dan EFE digunakan untuk menilai kondisi internal dan eksternal PT Reasuransi Nusantara Makmur. Analisis SWOT mengidentifikasi basis modal perusahaan yang kuat, jaringan bisnis yang luas di dalam Grup Sinar Mas, dan karyawan yang kompeten sebagai kekuatan utama. Namun, kelemahan seperti integrasi teknologi yang tidak memadai, kurangnya produk yang inovatif, dan strategi pemasaran yang tidak efektif juga ditemukan. Analisis eksternal menunjukkan adanya peluang dalam pertumbuhan jumlah perusahaan asuransi di Indonesia dan peningkatan literasi asuransi, sementara juga mencatat ancaman yang ditimbulkan oleh pengetatan pasar dan persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini juga menggunakan Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) untuk memprioritaskan alternatif-alternatif strategis yang dihasilkan dari analisis SWOT. Alat ini memungkinkan penilaian objektif terhadap strategi terbaik berdasarkan faktor internal dan eksternal yang diidentifikasi. Analisis ini menunjukkan bahwa dengan menyempurnakan dan memperluas strategi pemasaran untuk mencakup pasar lokal dan internasional, PT Reasuransi Nusantara Makmur dapat menyelaraskan kekuatan internalnya dengan peluang eksternal dengan lebih baik. Selain itu, perusahaan harus fokus pada pengembangan strategi pemasaran yang lebih komprehensif dan terdiversifikasi, berinvestasi dalam teknologi, dan mendorong inovasi. Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan kerangka kerja strategis bagi PT Reasuransi Nusantara Makmur untuk meningkatkan posisi pasarnya dengan mengatasi kelemahan yang teridentifikasi dan memanfaatkan kekuatannya. Strategi yang direkomendasikan berfokus pada penyempurnaan dan perluasan strategi pemasaran untuk mencakup pasar lokal dan internasional. Dengan mengadopsi strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan akuisisi pelanggan, meningkatkan pangsa pasar, dan memastikan keberlanjutan jangka panjang dalam industri yang kompetitif.

2024
👤 Penulis: Faizul Fuadi
🏷️ Strategi Bisnis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi 🏷️ Analisis Swot

FAKTOR KEUANGAN YANG MEMBEDAKAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA PATUNGAN (JV) BERKINERJA TINGGI DAN BERKINERJA RENDAH

Penelitian ini mengevaluasi kinerja perusahaan asuransi jiwa joint venture di Indonesia menggunakan analisis diskriminan, dengan fokus pada variabel keuangan utama untuk membedakan perusahaan dengan kinerja baik dari yang berkinerja buruk. Perusahaan asuransi jiwa joint venture, yang terbentuk melalui kolaborasi antara perusahaan lokal dan asing, memegang pangsa pasar dominan sebesar 69,1% di sektor asuransi jiwa Indonesia. Krisis yang dihadapi oleh PT Asuransi Jiwa Bakrie Life pada tahun 2008, akibat investasi agresif di pasar saham yang mengakibatkan kerugian signifikan bagi pemegang polis dan penurunan kepercayaan konsumen, menyoroti pentingnya analisis kinerja yang efektif. Analisis diskriminan, yang menggunakan variabel seperti Net Profit Margin (NPM), Leverage Ratio, Liquidity Ratio, dan Risk-Based Capital (RBC), terbukti sebagai alat yang efektif, mencapai tingkat akurasi sebesar 81,7% dalam membedakan perusahaan dengan kinerja tinggi dari yang berkinerja rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif, dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada perusahaan asuransi jiwa joint venture di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2022. Data dikumpulkan melalui laporan keuangan yang tersedia di situs resmi perusahaan, menggunakan teknik purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa analisis diskriminan adalah metode yang andal untuk mengklasifikasikan perusahaan asuransi jiwa joint venture berdasarkan kinerja, mendukung hipotesis bahwa terdapat perbedaan signifikan antara perusahaan dengan kinerja baik dan buruk. Analisis ini tidak hanya mengidentifikasi variabel keuangan penting yang mempengaruhi kinerja tetapi juga memberikan wawasan berharga bagi investor dan manajemen. Investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi, sementara manajemen dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan fokus pada metrik keuangan utama ini. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa Net Profit Margin, Leverage Ratio, Liquidity Ratio, dan RiskBased Capital adalah prediktor signifikan dari kinerja perusahaan, memperkuat efektivitas analisis diskriminan di sektor asuransi jiwa. Evaluasi komprehensif ini menekankan pentingnya kesehatan keuangan dan praktik manajemen yang bijaksana dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan di pasar asuransi yang kompetitif.

2024
👤 Penulis: Andrea Rhegina Putri
🏷️ Analisis Diskriminan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi
💬