📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenANALISIS UMUR LAYAN PERKERASAN JALAN DI AREA TANAH EKSPANSIF DENGAN METODE AASHTO 1993 DAN MDP 2024 (STUDI KASUS AKSES JALAN KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN SUBANG)
Infrastruktur jalan raya sering kali mengalami degradasi struktural prematur berupa retak lelah (fatigue cracking) dan deformasi vertikal (rutting) jauh sebelum tercapainya usia layan rencana. Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh seperti beban gandar berlebih (overloading), volume lalu lintas yang melampaui prediksi, serta sistem drainase yang buruk yang menyebabkan infiltrasi air ke dalam lapis perkerasan. karakteristik tanah dasar ekspansif yang memiliki kembang-susut tinggi, juga dapat mengakibatkan kegagalan jalan sebelum mencapai umur layannya. Untuk memitigasi risiko kerusakan dini tersebut, dilakukan pendekatan perancangan melalui metode Mekanis-Empiris dengan merujuk pada panduan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2024. Guna memvalidasi efektivitasnya, konfigurasi struktur perkerasan yang terpilih kemudian dianalisis perbandingan umur layannya menggunakan dua pendekatan yang berbeda: analisis mekanistik melalui perangkat lunak KENPAVE untuk mengevaluasi respons regangan (strain) dan tegangan (stress) internal, serta metode empiris AASHTO 1993 yang berbasis pada indeks daya dukung dan koefisien relatif bahan.
PERENCANAAN DRAINASE JALAN GEDEBAGE SELATAN (RUAS JALAN GERBANG SUMMARECON BANDUNG HINGGA SIMPANG DERWATI) KOTA BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT
Perencanaan sistem drainase yang efektif merupakan aspek krusial dalam menjaga fungsi infrastruktur jalan serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak perkerasan jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Tugas akhir ini merancang sistem drainase jalan pada kawasan Jl. Gedebage Selatan, Kota Bandung, dengan fokus pada saluran U-Ditch tipe 800 × 1500 mm serta perencanaan inlet berupa curb opening dan chamber box. Analisis dilakukan menggunakan metode rasional untuk menentukan debit limpasan maksimum, yang kemudian digunakan dalam penentuan dimensi saluran, pipa inlet, sump box, dan overflow outlet. Pertimbangan teknis meliputi perhitungan kapasitas hidraulik saluran, nilai freeboard, dan kriteria pemasangan berdasarkan kondisi topografi serta fungsi jalan. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa dimensi saluran dan komponen pendukung telah memenuhi kapasitas limpasan berdasarkan curah hujan rencana, serta memperhatikan aspek kemudahan pemeliharaan dan keamanan struktural. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan teknis bagi perencanaan sistem drainase jalan perkotaan di wilayah dengan karakteristik serupa.
EVALUASI KONDISI STRUKTURAL PERKERASAN KAKU DENGAN METODE AASHTO 1993 (STUDI KASUS: JALAN RAYA RANCAEKEK)
Kondisi struktural perkerasan mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh umur, lalu lintas, dan lingkungan. Salah satu penyebab penurunan kinerja perkerasan yang lebih cepat adalah banjir yang menyebabkan jenuhnya perkerasan dan berdampak terhadap kekakuan dan ketahanan lapisan perkerasan. Hal tersebut berpengaruh terhadap proses penyaluran beban yang mengakibatkan kerusakan dan penurunan kinerja perkerasan. Pada penelitian ini, evaluasi kinerja perkerasan kaku menggunakan AASHTO 1993 dilakukan berdasarkan lendutan, umur sisa perkerasan, dan tebal overlay karena mempertimbangkan pengaruh umur sisa dan kerusakan terhadap pelat beton sebagai kekuatan utama perkerasan kaku. Dianalisis pula pengaruh kualitas drainase yang berhubungan erat dengan banjir terhadap umur sisa perkerasan dan tebal overlay metode umur sisa dan survei kondisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa umur sisa berbanding lurus dengan kualitas drainase dikarenakan beban layan yang dapat dicapai hingga kondisi keruntuhan meningkat saat kualitas drainase meningkat dan menurun saat kualitas drainase menurun. Beban layan yang dicapai dipengaruhi oleh kekakuan tanah dasar dan lapisan perkerasan, dengan nilai yang lebih tinggi pada kualitas drainase yang baik dan nilai yang lebih rendah pada kualitas drainase yang buruk. Tebal overlay akibat pengaruh umur sisa lebih tipis saat kualitas drainase meningkat dan lebih tebal saat kualitas drainase menurun. Sedangkan tebal overlay akibat kerusakan pada perkerasan lebih tipis saat volume kerusakan rendah dan lebih tebal saat volume kerusakan tinggi. Besarnya volume kerusakan dipengaruhi oleh kualitas drainase, elevasi, dan medan jalan yang menyebabkan intensitas banjir lebih tinggi.