📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 7 dokumen

PENGEMBANGAN SISTEM TELEPROCTORING UNTUK ASISTENSI DALAM PROSEDUR OPERASI JARAK JAUH

Teleproctoring merupakan salah satu aplikasi telemedicine yang memungkinkan dokter ahli memberikan bimbingan dan pengawasan secara real-time kepada dokter yang melakukan prosedur operasi dari jarak jauh. Dalam konteks penanganan stroke di Indonesia, ketersediaan dokter spesialis bedah saraf yang terbatas di daerah terpencil menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem teleproctoring terintegrasi yang mampu mendukung asistensi prosedur operasi jarak jauh melalui komunikasi audio-visual secara real-time, serta merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna pada prosedur operasi bedah saraf. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan user-centered design melalui wawancara dengan dokter spesialis bedah saraf sebagai calon pengguna. Sistem yang dikembangkan terdiri dari dua sub sistem utama, yaitu sub sistem perangkat keras, yang terdiri dari unit pemrosesan, kamera PTZ, dan video capture, dan sub sistem perangkat lunak yang dikembangkan dengan teknologi WebRTC untuk komunikasi real-time. Pengujian sistem dilakukan melalui empat tahap, yaitu verifikasi spesifikasi, pengujian fungsional dengan metode black box, pengujian non-fungsional terhadap performa streaming dan latensi, serta evaluasi usability oleh user. Pengujian fungsional menunjukkan seluruh 12 fitur yang dikembangkan berfungsi sesuai ekspektasi. Pengujian performa streaming pada empat skenario bandwidth menunjukkan sistem mampu beradaptasi terhadap kondisi jaringan yang bervariasi, dengan skor kualitas video VMAF bernilai 76,813 pada bandwidth tanpa batas dan skor 58,989 pada bandwidth 0,5 Mbps, serta kualitas audio yang tetap baik dengan skor ViSQOL di atas 4,0 pada seluruh skenario. Pengujian keandalan kontrol PTZ kamera mencapai persentase keberhasilan 100% pada kondisi input normal maupun input cepat. Evaluasi usability oleh 11 responden menghasilkan rata-rata skor SUS sebesar 78,86 dan skor SEQ sebesar 6,51/7. Evaluasi langsung oleh dua dokter spesialis bedah saraf di RSUD Undata Palu menunjukkan bahwa sistem dinilai lebih baik dibandingkan aplikasi video conference umum, dengan keunggulan spesifik pada fitur kontrol PTZ dan anotasi. Sistem dinilai cocok untuk prosedur digital subtraction angiography, coiling, thrombectomy, dan embolization, dengan skor kepuasan keseluruhan 10/10 dari dokter operator dan 8/10 dari dokter proctor.

2026
👤 Penulis: Maheswara Apta Adiyatma
🏷️ Teleproctoring 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Medis 🏷️ Komunikasi Real-Time

PENGARUH INTERVENSI APOTEKER TERHADAP PENGETAHUAN, KEPATUHAN DAN TEKANAN INTRAOKULAR (TIO) PASIEN GLAUKOMA DI PMN RS MATA CICENDO

Glaukoma merupakan penyakit kronis penyebab kebutaan utama kedua terbanyak baik di dunia maupun di Indonesia. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan dan hubungan antara pengetahuan, kepatuhan dan TIO serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi TIO. Pada penelitian ini dilakukan quasi eksperimental dengan desain longitudinal prospective study. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dari rekam medis pada periode Oktober-Desember 2025. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel 64 pasien. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi kemudian diberikan intervensi berupa edukasi menggunakan brosur dan pesan pengingat penggunaan obat yang dikirim dua kali dalam seminggu. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien yang bersedia mengisi informed consent dan berpartisipasi dalam penelitian, pasien berusia ?18 tahun, sudah mendapatkan 1 atau lebih obat penurun tekanan intraokular, mendapatkan pengobatan minimal 3 bulan. Kriteria ekslusi penelitian ini yaitu pasien yang tidak rutin memeriksa TIO dan tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Hasil penelitian dianalisis menggunakan IBM SPSS 23. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan yaitu mayoritas pasien berpengetahuan baik (76,56%), patuh (96,9 %) dengan nilai TIO normal (96,8%). Evaluasi efek intervensi menunjukkan bahwa intervensi signifikan meningkatkan pengetahuan (p = 0,000) dan kepatuhan (p = 0,007) serta menurunkan TIO (p = 0,007). Analisis hubungan antar variabel menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan, pengetahuan dan TIO (p > 0,05). Analisis bivariat dan multivariat menunjukkan karakteristik responden, pengetahuan dan kepatuhan tidak memengaruhi TIO (p > 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi apoteker berperan penting meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan, namun penurunan TIO tidak dipengaruhi secara langsung oleh pengetahuan dan kepatuhan. Intervensi apoteker tetap diperlukan oleh pasien glaukoma untuk mendukung pengelolaan glaukoma.

2026
👤 Penulis: Hanum Salsabila
🏷️ Glaukoma 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Medis

PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BERBASIS INSTITUSI NEGARA UNTUK OTOMATISASI LAYANAN ADMINISTRASI MEDIS

Administrasi medis merupakan komponen vital dalam penyelenggaraan layanan rumah sakit, mencakup pendaftaran pasien, pengaturan antrean, pencatatan rekam medis elektronik, hingga pelaporan kedinasan. Kompleksitas semakin meningkat pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) berbasis institusi negara karena adanya kewajiban melayani masyarakat umum sekaligus memenuhi standar institusional. Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture yang mampu mengintegrasikan berbagai proses administrasi medis agar lebih efisien, konsisten, dan sesuai regulasi kedinasan. Pendekatan penelitian menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM) untuk menghasilkan artefak arsitektur yang teruji secara akademis maupun praktis. Kerangka TOGAF ADM diterapkan sebagai panduan penyusunan arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi melalui tahapan sistematis dan iteratif. Evaluasi rancangan dilakukan melalui pendekatan expert judgement dan consistency check artefak terhadap kebutuhan arsitektur. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur yang terdiri atas subsistem pendaftaran, antrean, rekam medis, dan laporan, dengan entitas utama pasien, tenaga medis, serta staf administrasi. Rancangan ini diharapkan menjadi pedoman strategis dalam pengembangan Enterprise Architecture rumah sakit berbasis institusi negara agar layanan administrasi medis dapat lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Laurensia Audrey Pramashinta
🏷️ Enterprise Architecture 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Medis 🏷️ Togaf Adm

EKSTRAKSI INFORMASI BERBASIS PEMROSESAN BAHASA ALAMI UNTUK KONSTRUKSI GRAF PENGETAHUAN MEDIS

Setiap harinya, rumah sakit menghasilkan data baru terkait pasien. Tantangan yang muncul adalah informasi tentang pasien sangat beragam dan masif, membuat beberapa tugas yang dilakukan oleh profesional kesehatan seperti mencari informasi tentang rekam medis pasien menjadi berulang dan panjang. Harnoune dkk. (2021) telah membuat solusi berupa graf pengetahuan untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, graf pengetahuan yang dihasilkan menggunakan nama sisi yang sama untuk setiap sisi yang menjadi relasi antara 2 tipe entitas yang sama, sehingga tidak memberikan informasi yang kontekstual. Penelitian ini mengembangkan konstruksi graf pengetahuan medis dengan memanfaatkan Named Entity Recognition (NER) untuk mengidentifikasi entitas seperti nama penyakit, obat, atau prosedur medis. Part-of-Speech (POS) Tagging dan Dependency Parsing digunakan untuk menentukan kata yang berfungsi sebagai verb dan root. Kata ini kemudian digunakan sebagai relasi antar entitas dalam graf pengetahuan. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan struktur graf dengan relasi yang sesuai dengan konteks hubungan antar entitas dalam domain medis. Graf pengetahuan yang dihasilkan dievaluasi menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Evaluasi kuantitatif dilakukan dengan mengukur metrik precision, recall, dan F1-score dengan hasil masing-masing 0.89, 0.93, dan 0.91. Sementara itu, evaluasi kualitatif dilakukan dengan melibatkan pakar domain medis dan ii informatika untuk menilai correctness dan informativeness dari graf pengetahuan yang dibangun, dengan hasil masing-masing 4.2 dari 5 dan 3.9 dari 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis NER, POS Tagging, dan Dependency Parsing ini mampu membangun graf pengetahuan medis yang informatif dan valid, serta memperoleh hasil evaluasi yang baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

2024
👤 Penulis: Richard Reinhart
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok (Medis) 🏷️ Analisis Data

SISTEM NAVIGASI BERBASIS IMU DAN KAMERA UNTUK PELACAKAN POSISI DAN ORIENTASI PROBE PADA MODEL VOLUME TIGA DIMENSI YANG DIREKONSTRUKSI DARI CITRA CT SCAN

Sistem pencitraan medis saat ini membutuhkan pendekatan inovatif untuk mengintegrasikan berbagai modalitas pencitraan, seperti CT dan ultrasound, guna meningkatkan akurasi diagnostik, efektivitas terapi, dan efisiensi prosedur medis. Penggunaan Multimodal Medical Image Fusion (MMIF) menjadi relevan untuk mengatasi keterbatasan masing-masing modalitas dengan cara menggabungkan kekuatan pencitraan CT yang memberikan detail struktur anatomi dengan keunggulan ultrasound dalam visualisasi real-time. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem navigasi berbasis IMU dan kamera yang dirancang untuk memanipulasi model volume tiga dimensi (3D) hasil rekonstruksi citra CT secara real-time. Sistem ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan navigasi medis, khususnya dalam prosedur berbasis pencitraan seperti biopsi, ablasi termal, dan operasi bedah saraf, yang menuntut presisi tinggi dalam manipulasi citra. Pendekatan penelitian ini mencakup integrasi sensor IMU untuk mendeteksi orientasi dan sistem kamera untuk pelacakan posisi. Data dari kedua komponen ini diproses secara bersamaan untuk menghasilkan pembaruan real-time pada model 3D, yang divisualisasikan menggunakan antarmuka pengguna intuitif berbasis OpenGL. Komponen utama sistem meliputi sensor IMU Adafruit BNO055, kamera Razer Kiyo X, dan algoritma berbasis marker visual ArUco untuk pelacakan posisi. Proses validasi dilakukan melalui berbagai pengujian, termasuk pengujian akurasi pelacakan posisi, orientasi, serta evaluasi responsivitas sistem terhadap perubahan gerakan probe. Proses kalibrasi yang diterapkan pada sistem juga memastikan bahwa data dari sensor dan kamera dapat digabungkan secara optimal untuk menghasilkan visualisasi yang konsisten. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mencapai tingkat akurasi pelacakan posisi dengan Mean Absolute Error (MAE) terbesar sebesar 0,21 cm dan error orientasi rata-rata di bawah 1o. Sistem juga menerima umpan balik positif dari pengguna profesional medis, seperti dokter bedah saraf, yang menilai sistem ini intuitif dan efektif dalam memvisualisasikan hubungan spasial antara model 3D dan orientasi probe. Antarmuka pengguna yang dirancang mampu menyajikan visualisasi yang responsif dengan waktu respons rata-rata kurang dari 1 detik, menjadikannya cukup andal untuk digunakan dalam aplikasi medis real-time. Dengan dukungan antarmuka yang dirancang secara intuitif, sistem ini memberikan pengalaman penggunaan yang nyaman dan memungkinkan pengguna memahami data anatomi secara lebih mendalam. Keunggulan sistem ini terletak pada kemampuannya untuk menyediakan kontrol real-time yang presisi dengan biaya rendah, sehingga menjadi solusi inovatif untuk mendukung aplikasi klinis seperti navigasi bedah dan fusi pencitraan ultrasound- CT. Sistem ini juga membuka peluang untuk pengembangan teknologi pencitraan medis interaktif yang dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan efisiensi prosedur medis. Dengan pengembangan lebih lanjut, seperti integrasi dengan file DICOM dan optimalisasi kecepatan pemrosesan, sistem ini memiliki potensi besar untuk menjadi alat penting dalam praktik medis modern, memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan teknologi pencitraan medis yang lebih canggih dan interaktif.

2024
👤 Penulis: Eunike Kristianti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Medis 🏷️ Pencitraan Medis

PENGEMBANGAN SISTEM PENGOLAHAN RESEP DOKTERMENGGUNAKAN BLOCKCHAIN

Penyimpanan dan pengolahan resep dokter merupakan aspek penting dalam menjaga keamanan dan keakuratan informasi medis. Sistem pengolahan resep yang ada saat ini seringkali rentan terhadap pemalsuan dan serangan siber. Teknologi blockchain menawarkan solusi untuk menciptakan sistem penyimpanan data yang lebih aman dan terjamin. Dalam penelitian ini, teknologi blockchain diimplementasikan menggunakan platform Hyperledger Fabric untuk mengembangkan sistem pengolahan resep dokter. Blockchain, dengan karakteristiknya yang terdesentralisasi dan immutable, memungkinkan penyimpanan data resep dalam sebuah ledger yang tidak dapat diubah. Hyperledger Fabric dipilih karena memiliki kinerja yang lebih tinggi dan fitur smart contract yang dapat menggantikan kebutuhan akan pihak terpusat dalam proses pengolahan resep. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe aplikasi berbasis blockchain yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan integritas dalam pengelolaan resep dokter. Pengujian sistem menunjukkan bahwa prototipe yang dikembangkan berhasil meningkatkan keamanan dan integritas data resep dokter. Sistem ini mampu memastikan bahwa setiap transaksi tercatat dengan benar dalam ledger yang tidak dapat diubah, sesuai dengan kebutuhan fungsional yang ditetapkan. Namun, pengujian non-fungsional terkait integritas data tidak bisa dilakukan sepenuhnya karena modifikasi langsung pada LevelDB secara teknis tidak memungkinkan di Hyperledger Fabric. Tindakan tersebut melewati mekanisme konsensus dan dapat menyebabkan risiko besar seperti korupsi data, inkonsistensi ledger, dan ancaman terhadap integritas dan keamanan blockchain.

2024
👤 Penulis: Fritz Gerald Tjie
🏷️ Blockchain 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Medis 🏷️ Kecerdasan Buatan

POLA PERESEPAN, KEPATUHAN PENGOBATAN, DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DEPRESI DAN ANSIETAS DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT

Berdasarkan data Riskesdas (2018), terdapat 700.000 penduduk Indonesia (15 tahun ke atas) mengalami gangguan mental emosional dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaran pola peresepan, kepatuhan pengobatan, dan efek samping terhadap sosio-demografis pada pasien depresi dan ansietas di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan deskriptif secara cohort. Pada baseline dilakukan pengisian kuesioner untuk memperoleh data sosio-demografis, sedangkan data diagnosa dan peresepan diperoleh dari data rekam medik yang tersedia. Setelah satu bulan, dilakukan pengisian kuesioner kepatuhan pengobatan, dan efek samping obat. Analisis sosio-demografis sampel menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (63,2%), berusia 19-29 tahun (43,4%), pendidikan terakhir SMA (53,9%), tidak memiliki pekerjaan (65,8%), tidak memiliki penghasilan (48,7%), dan sudah memiliki pasangan (53,9%). Analisis hasil rasio PDD/DDD menunjukkan bahwa pasien kebanyakan diresepkan SSRI, antipsikotik atipikal, dan benzodiazepine pada dosis yang tidak melebihi dosis lazim rata-rata. Efek samping yang paling banyak dirasakan adalah gelisah atau cemas (13,16%). Hasil analisis menunjukkan adjustment obat (penggantian dosis, atau jenis obat) lebih mungkin ditemukan pada pasien dengan tingkat pendidikan yang rendah (OR 2,577, 95%Cl 1,056-6,292) dan ketidakpatuhan lebih mungkin ditemukan pada pasien dengan penyakit penyerta (OR 0,252, 95%Cl 0,078-0,817). Sementara itu, tidak terdapat asosiasi antara seluruh variabel sosiodemografis dengan efek samping obat. Diperoleh gambaran pola peresepan sesuai dengan literatur, kepatuhan pengobatan yang tinggi, dan kejadian efek samping yang minim terjadi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

2024
👤 Penulis: Reza Laila Najmi
🏷️ Depresi 🏷️ Anxiety 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Medis
💬