📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 7 dokumenPENGEMBANGAN SISTEM PENJADWALAN KAPAL TONGKANG BERBASIS MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION MENGGUNAKAN NSGA-II PADA OPERASI LEPAS PANTAI MIGAS
Penjadwalan kapal tongkang pada operasi lepas pantai migas di PT XYZ masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet dan pengalaman operator. Proses tersebut membutuhkan waktu koordinasi panjang, sulit direplikasi, dan berisiko menghasilkan pemanfaatan sumber daya yang kurang optimal. Penelitian ini mengembangkan sistem penjadwalan kapal tongkang berbasis multi-objective optimization dengan algoritma Non-Dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II). Sistem ini menghasilkan alternatif jadwal yang memenuhi constraint operasional. Objektif dari sistem ini adalah meminimalkan makespan, total jarak pelayaran, dan idle time, serta memaksimalkan early oil. Keempat objektif tersebut memiliki potensi konflik satu sama lain, misalnya jadwal dengan makespan yang singkat belum tentu menghasilkan jarak pelayaran minimum. Oleh karena itu, sistem yang dikembangkan tidak hanya mencari satu solusi terbaik, tetapi menghasilkan alternatif solusi kompromi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan operasional. Persoalan dimodelkan sebagai Multi-Objective Vehicle Routing Problem (MOVRP) dengan mempertimbangkan data kapal tongkang, lokasi anjungan dan sumur, daftar pekerjaan, durasi pekerjaan, locked program, serta waktu tempuh antar lokasi. Solusi direpresentasikan dalam kromosom yang memuat prioritas dan alokasi pekerjaan, kemudian diterjemahkan melalui mekanisme decoding dan repair agar setiap jadwal memenuhi constraint. Implementasi sistem mencakup prapemrosesan data, evaluasi fungsi objektif, algoritma NSGA-II, algoritma Genetic Algorithm sebagai pembanding, serta visualisasi. Evaluasi dilakukan melalui analisis sensitivitas parameter, perbandingan dengan Genetic Algorithm dan jadwal aktual, serta User Acceptance Test (UAT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa NSGA-II mampu menghasilkan himpunan solusi yang layak dan memberikan beberapa alternatif kompromi antarobjektif. Dibandingkan pendekatan pembanding, NSGA-II unggul dan lebih sesuai untuk persoalan multiobjektif karena tidak hanya menghasilkan satu jadwal, tetapi sekumpulan pilihan jadwal yang dapat dianalisis berdasarkan kebutuhan operasional. Hasil UAT memperoleh nilai 4,82 dari 5,00, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sangat baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat menjadi alat bantu penjadwalan yang lebih terstruktur, objektif, dan informatif bagi operasi kapal tongkang lepas pantai migas.
PENYUSUNAN STRATEGI BISNIS UNTUK DIVISI DIGITAL PERUSAHAAN JASA MIGAS AZUL DI WILAYAH SUMATRA
Industri minyak dan gas di Sumatra, Indonesia, menghadapi tekanan transformasi yang signifikan akibat ladang minyak yang sudah matang, menurunnya permintaan layanan subsurface, serta kebutuhan akan efisiensi operasional di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. AZUL, sebuah perusahaan layanan migas global, mengalami penurunan pendapatan digital subsurface sebesar 32% per tahun selama tiga tahun terakhir di wilayah ini, menandakan kebutuhan mendesak memposisikan ulang Divisi Digitalnya. Tesis ini bertujuan mengembangkan strategi bisnis terfokus untuk menjawab tantangan tersebut dengan memperluas portofolio layanan digital AZUL ke domain nonsubsurface. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif, studi ini menerapkan kombinasi kerangka kerja strategis seperti PESTEL, Porter’s Five Forces, SWOT, TOWS, STP, dan VRIO untuk menganalisis kapabilitas internal serta dinamika pasar eksternal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan utama seperti Pertamina Hulu Rokan, pemerintah, dan tim internal AZUL, serta didukung oleh workshop internal, laporan industri, dan observasi pasar. Penelitian ini mengidentifikasi peluang utama yang muncul dari dorongan digitalisasi pemerintah Indonesia, tuntutan operasional berbasis ESG, serta kebutuhan klien untuk meningkatkan produksi di lapangan migas yang sudah matang. Namun, berbagai hambatan adopsi masih ada, termasuk keraguan klien, keterbatasan anggaran, infrastruktur lama, serta ancaman persaingan dari pemain global maupun lokal. Tesis ini merekomendasikan Strategi Diferensiasi Terfokus, dengan memposisikan AZUL sebagai mitra terpercaya untuk solusi digital di bidang produksi dan pengeboran di Sumatra. Strategi ini menekankan pada pelaksanaan proyek percontohan yang cepat, model komersial yang fleksibel termasuk penggunaan master contract, serta penguatan kapabilitas lokal. Sebuah strategi implementasi tiga fase—Ignite, Deploy, dan Hunt— diusulkan, mencakup inisiatif keterlibatan klien, pengembangan kapabilitas internal, dan ekspansi pasar.
MODEL ANALISA KEPUTUSAN DAN EVALUASI RESIKO ANTARA PSC COST RECOVERY VS PSC GROSS SPLIT DALAM PEMILIHAN PSC MODEL UNTUK PERPANJANGAN BLOK: STUDI KASUS BLOK PANCA PADA PT. SAKE
Industri migas di Indonesia dimulai pada awal abad ke-19 melalui pemboran sumur eksplorasi tahun 1871 dengan skema kontrak konsesi area, sejak saat itu berbagai jenis tipe kontrak diperkenalkan seperti kontrak karya dan model kontrak yang paling terkenal yaitu kontrak bagi hasil cost recovery. Pada tahun 2017, pemerintah memperkenalkan skema bagi hasil baru gross split sebagai alternatif untuk perpanjangan blok dan penawaran blok baru dalam rangka meningkatkan bagi hasil dan menghapuskan sistem cost recovery, didapatkan berbagai macam aspirasi yang pro dan kontra, perubahan dilakukan untuk meningkatkan daya tarik dari gross split terhadap cost recovery. Saat ini pemilihan skema bagi hasil terbaik dilakukan berdasarkan perbandingan nilai keekonomiannya, namun tidak banyak penjelasan cara kerja kedua skema tersebut, alasan diterapkannya, kelebihan dan kekurangannya serta dampak terhadap iklim investasi di industri migas yang akan menentukan penerimaan pemerintah dan kontraktor. Model analisa keputusan pemilihan skema bagi hasil terbaik menggunakan causal loop diagram dengan metodologi analisa kualitatif untuk memahami keadaan yang kompleks dari kedua skema tersebut, melalui analisa feedback loops untuk menentukan variabel-variabel penting. Berdasarkan hasil analisa didapatkan sembilan vs sebelas variabel penting (skema bagi hasil cost recovery vs gross split) yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan skema bagi hasil terbaik. Studi kasus terhadap blok Panca dalam mengevaluasi skema terbaik untuk perpanjangan blok, dengan cara membandingkan kedua skema tersebut berdasarkan empat area of interest di dalam blok, yaitu lapangan yang sudah berproduksi, pengembangan lapangan baru, penemuan area baru yang mengandung minyak dan gas dan prospects & leads. Disimpulkan bahwa gross split merupakan pilihan terbaik untuk lapangan yang sudah berproduksi sedangkan cost recovery untuk tiga area of interest lainnya. Berdasarkan hasil evaluasi, direkomendasikan untuk memilih skema bagi hasil cost recovery sebagai pilihan terbaik untuk perpanjangan blok.
PEMANTAUAN POLA PERUBAHAN FLUIDA MENGGUNAKAN METODE TIME-LAPSE AMBIENT NOISE TOMOGRAPHY (TL-ANT) PADA LAPANGAN “RR”
Kegiatan injeksi fluida dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan laju produksi migas di Lapangan “RR”. Aktivitas injeksi fluida perlu dipantau pola perubahan migrasi fluida dan konektivitas antara sumur injeksi dan sumur produksi. Pemantauan perubahan migrasi fluida dapat dilakukan dengan penerapan metode geofisika, salah satunya adalah metode Time-lapse Ambient Noise Tomography (TL-ANT). Metode TL-ANT memanfaatkan sinyal noise seismik yang terekam pada 37 stasiun seismik yang terpasang di area studi secara kontinu dalam kurun waktu tertentu. Metode TL-ANT didasarkan pada sinyal baru yang diperoleh dari korelasi silang antara dua stasiun seismik. Tahapan yang dilakukan adalah identifikasi Green Function untuk tiap pasang stasiun dan perhitungan nilai kecepatan grup untuk tiap periode yang diambil dari kurva dispersi. Selanjutnya adalah inversi kecepatan grup untuk mendapatkan citra tomografi Vs secara 3D. Data yang digunakan adalah data pengukuran seismik pasif selama 7 hari pada minggu ke-5 dan ke-6 setelah injeksi. Pada pengerjaan tugas akhir ini, citra tomografi ditampilkan dalam dua jenis penampang peta tomografi, yaitu penampang horizontal pada kedalaman 100-400 meter dan penampang vertikal pada orientasi timur-barat dan utara selatan di sekitar sumur injeksi. Berdasarkan hasil tersebut, profil anomali Vs rendah terlihat secara konsisten di sekitar sumur injeksi yang diinterpretasikan sebagai indikasi adanya persebaran fluida hasil kegiatan injeksi fluida. Selain itu, terlihat adanya konektivitas antara sumur injeksi W06 dengan sumur produksi W01, W03, dan W08 serta pada sumur injeksi W07 dengan sumur produksi W04 dan W10. Sedangkan untuk anomali tinggi mengindikasikan struktur geologi di sekitar area penelitian yang merupakan struktur batuan dengan densitas yang relatif lebih tinggi.
DESAIN DAN ANALISIS SEISMIC PUSHOVER NON-LINEAR INELASTIK ANJUNGAN LEPAS PANTAI EMPAT KAKI DI LAUT UTARA JAWA
Anjungan lepas pantai adalah struktur atau fasilitas yang dibangun dan beroperasi di lepas pantai. Struktur tersebut merupakan hulu dari produksi minyak dan gas bumi (migas). Pengkajian terhadap struktur anjungan dilakukan untuk dapat memastikan keberlanjutan, keamanan, kinerja struktur dan memaksimalkan potensi migas yang ada. Dalam tugas akhir ini, metode yang dilakukan mencakup prequalification analysis untuk anjungan yang sudah beroperasi. Studi kelayakan platform dievaluasi dengan perangkat lunak structural modelling dengan standar sesuai dengan API RP 2A 22nd Edition dan AISC - Steel Construction Manual 15th Edition. Studi diawali dengan analisis inplace untuk memastikan struktur dapat menahan beban saat beroperasi, baik beban gravitasi, beban lingkungan, maupun beban saat kondisi lingkungan yang ekstrim. Selanjutnya evaluasi struktur dilakukan dengan analisis seismic dengan kondisi ELE dan ALE untuk mengetahui kekuatan struktur terhadap gerakan tanah pada lokasi instalasi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis fatigue untuk memperkirakan kerusakan dan usia dari struktur yang diakibatkan oleh beban siklik. Adanya kondisi anjungan pada analisis seismic ductility dimana terdapat member yang memiliki kapasitas di bawah design, dengan hal itu dilakukan analisis lanjutan untuk mengetahui integrity dari anjungan yaitu analisis pushover dengan beban gempa pada kondisi nonlinear inelastik material pada model struktur lepas pantai. Analisis tersebut menghasilkan Reverse Strength Rasio atau kekuatan tertinggi/cadangan struktur saat menerima beban gempa. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan bantuan software modelling (Structural Analysis Computer System) dan finite element method analisis software. Berdasarkan hasil analisis inplace,seismic dan fatigue, struktur telah memenuhi kriteria API RP 2A dengan syarat pengecekan berlanjut untuk kondisi daktilitas sehingga dikategorikan layak beroperasi. Pada analisis pushover, diketahui bahwa Reserve Stregth Ratio (RSR) pada lateral X+ sebesar 3.48, pada arah lateral X- sebesar 4.06, pada arah lateral Y+ sebesar 4.39, dan pada sumbu Y- sebesar 4.95. Sehingga struktur memiliki kapasitas cadangan yang tinggi pada saat terjadi gempa dan telah memenuhi kriteria API RP SIM.
A COMPREHENSIVE SELECTION FRAMEWORK FOR PRODUCTION OPTIMIZATION METHODS: A CASE STUDY OF “TS” MATURE FIELD IN SOUTH SUMATRA'S CARBONATE COMPLEX RESERVOIR
The oil and gas industry has to find efficient solutions to overcome the significant optimization issues that exist in mature fields. In order to optimize these fields, it often becomes necessary to deal with uncertain data, such as low test rate measures in some wells which lead to their categorization as non-producing. This increase complexity to modeling the current well performance to accurately represent actual conditions. In addition, it requires evaluation from multiple aspects such as existing uncertainties (rates and reservoir pressure, connection to other wells or blocks), well integrity issues, and operational complexities to prevent disruption in ongoing production. The “TS” mature field in South Sumatra still has the potential to be optimized, but it has problems related to low productivity because of pressure depletion and low influx issues, as indicated by small permeability values. This study focus on Cluster X in the “TS” Field, which aims to identify suitable production enhancement methods with low risk and high production potential. Several wells within this cluster were analyzed to ensure their optimization potential. Simulations were also performed considering data availability with the chosen techniques, such as stimulation (acid fracturing and matrix acidizing) and artificial lift (gas lift) calculated using a static simulator to ensure production enhancement following field conditions. The results showed that gas dominated at most of Cluster X wells, making gas lift essentially ineffective. However, due to the low reservoir pressure, a gas lift is still needed to lift the killing fluid after the intervention job. Acid fracturing and matrix acidizing were used to increase production, and despite the high level of uncertainty in the acid fracturing simulation, the results showed considerable rate increases.
ANALISIS KEPUTUSAN PENGEMBANGAN LAPANGAN GAS ANH DENGAN MENGGUNAKAN VALUE FOCUSED THINKING & ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Lapangan Gas ANH sebagai salah satu lapangan yang berada di area Sulawesi memiliki peran yang sangat penting bagi industri migas di Indonesia. Permintaan gas diperkirakan melampaui kemampuan pasok beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang berada di area Sulawesi. JOB PMTS sebagai K3S yang mengelola lapangan gas ANH juga mengalami hal serupa. Berdasarkan simulasi reservoir yang dilakukan, jika permintaan gas diasumsikan sama dengan kondisi saat ini maka akan terjadi kekurangan pasokan gas sejak tahun 2031. Kekurangan pasokan gas ini merupakan hal yang wajar terjadi karena belum adanya proyek baru untuk mengembangkan lapangan ini menyebabkan terbatasnya kemampuan reservoir dan fasilitas untuk mengalirkan gas sesuai permintaan. Pemilihan proyek pengembangan lapangan ini harus dilakukan dengan cermat. Proses pengambilan keputusan dimulai dengan menggali nilai-nilai perusahaan yang diwakili oleh empat pakar. Nilai ini akan menjadi dasar penentuan kriteria dan subkriteria yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih skenario pengembangan. Terdapat empat kriteria dan delapan subkriteria yang diperoleh menggunakan pendekatan metode Value Focused Thinking. Data diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner kepada para pakar dan diolah oleh penulis. Pembobotan pada kriteria dan subkriteria dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process melalui survei perbandingan kepada para pakar. Solusi alternatif pengembangan lapangan diperoleh dengan metode Focused Group Discussion. Terdapat tiga solusi yang akan dibandingkan oleh pakar. Dari hasil survei yang dilakukan, kriteria Profitability Proyek adalah kriteria dengan bobot terbesar sebesar 0.529, sedangkan subkriteria terpenting adalah Profitability Index (PI) ratio dan Net Present Value (NPV) masing-masing dengan bobot 0.266 dan 0.263. Solusi terpilih berdasarkan analisa yang dilakukan adalah skenario dua dengan bobot 0.477 dan nilai inconsistency sebesar 0.05. Lingkup kerja skenario ini adalah melakukan pengeboran 9 sumur, pembangunan pipeline dan instalasi kompresor yang dibagi dalam dua tahap dimulai dari compressor MP-HP dan compressor LP-MP.