📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenEKSPLORASI PEWARNA ALAM BIJI PINANG (ARECA CATECHU L.) DENGAN TEKNIK EMBROIDERY PADA EMPIRE WAIST DRESS
Warna merupakan salah satu aspek penting dalam produk tekstil dan fashion karena dapat meningkatkan nilai estetika serta daya tarik visual. Hingga saat ini, pewarna sintetis masih banyak digunakan karena praktis dan menghasilkan warna yang beragam. Namun, dampak limbah yang dihasilkan mendorong pengembangan pewarna alami sebagai alternatif pewarna tekstil. Salah satu bahan alami yang berpotensi dimanfaatkan adalah biji pinang (Areca catechu L.) yang mengandung tanin dan mampu menghasilkan warna pada tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi biji pinang sebagai pewarna alami, mengetahui ketahanan warna yang dihasilkan, serta menerapkannya pada produk fashion berupa empire waist dress dengan detail hand embroidery. Penelitian dilakukan melalui proses eksplorasi pewarnaan menggunakan teknik hot dyeing dan cold dyeing pada berbagai jenis kain dan benang dengan variasi mordan. Hasil eksplorasi kemudian dianalisis berdasarkan warna yang dihasilkan dan dilanjutkan dengan pengujian laboratorium untuk mengetahui ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan gosokan. Hasil warna terpilih selanjutnya diterapkan pada produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji pinang mampu menghasilkan variasi warna menyerupai beige, peach, salem, taupe, dan abu-abu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap pencucian, keringat, dan gosokan. Penelitian ini menunjukkan bahwa biji pinang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pewarna alami pada produk fashion. Hasil eksplorasi berhasil diterapkan pada produk fashion berupa empire waist dress menggunakan kain sutera 56 dan detail hand embroidery dengan benang cotton silk hasil pewarnaan alami.
AI-ENABLEDSTRUCTURE–PROPERTYPREDICTIONOF WOVENCOMPOSITESFROMMESOSCALERVE REPRESENTATIONSACCOUNTINGFOR PREFORMING-INDUCEDDEFORMATION
Komposittenunbanyakdigunakandalamaplikasirekayasastrukturringan,tetapi sifatelastiknyasangatdipengaruhioleharsitekturskalameso,sepertigeometri yarn,fraksivolume,polatenun,dandeformasiakibatprosespreforming.Metode elemen hinggamampumenangkaphubunganstruktur–sifattersebut,tetapisimulasi berulangmembutuhkanbiayakomputasiyangtinggiuntukstudiparametrik dan pemilihanmaterialsecaracepat.Penelitianinimengembangkankerangka prediksi hubunganstruktur–sifatberbasisAIuntukkomposittenunmenggunakan representasi RVEskalamesoyangmemperhitungkandeformasigeometriakibat proses preforming.DatasetberbasismetodeelemenhinggadibangundiAbaqus denganmemvariasikanketebalankomposit,bentukpenampangyarn,fraksivolume, lebar yarn,jarakantar-yarn,materialserat,materialmatriks,danpolatenun. Kerangkaelemenhinggadivalidasiterhadapdataeksperimendariliteraturdengan rata-rata galatrelatifsekitar2,39%untuksifat-sifatyangberkaitandengan kekakuan.Selanjutnya,modelsurrogatehibridastatistik–neuraldikembangkan untuk memprediksi ????11, ????22, ????12, ????12, dan ????21 darigambarRVEdaninformasi geometri.Modelsurrogateakhirmenghasilkannilairata-rata ????2 sebesar 0,96untuk seluruhtargetsifatelastik,yangmenunjukkankesesuaianyangkuatterhadaphasil simulasi metodeelemenhingga.Dibandingkandenganmetodeelemenhingga konvensional,surrogateyangdikembangkanmencapaipercepatanprediksisekitar 60×, setaradenganpenguranganwaktukomputasisekitar98,3%persampel.Hasil ini menunjukkanbahwakerangkayangdiusulkandapatmenjadialatprediksisifat elastikkomposittenunberbasisAIyangakuratdanefisiendalamdomaindesain yangdihasilkan.
PERANCANGAN PUSAT MODE BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN MATERIAL DAN KONSTRUKSI YANG RAMAH LINGKUNGAN
Industri fast fashion berkontribusi signifikan terhadap permasalahan lingkungan global, termasuk peningkatan limbah tekstil, polusi air, dan emisi karbon. Di Indonesia, fenomena ini juga memicu perubahan perilaku konsumsi yang berdampak pada meningkatnya limbah tekstil dan pencemaran lingkungan, khususnya di kawasan industri tekstil seperti Bandung. Penelitian ini bertujuan merancang Fashion Hub yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat edukasi dan kreativitas fesyen berkelanjutan, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam arsitektur melalui pendekatan material dan konstruksi ramah lingkungan. Metode perancangan mengacu pada teori Life Cycle Assessment (LCA), Cradle-to-Cradle, passive design, dan sustainable construction principles, yang diimplementasikan melalui pemanfaatan fasad baja bekas sebagai material daur ulang berketahanan tinggi dan teknologi prefabrication untuk efisiensi konstruksi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa kombinasi strategi desain pasif, material daur ulang, dan konstruksi modular mampu mengurangi jejak karbon bangunan, meminimalkan limbah, serta memberikan identitas visual yang mendukung citra inovasi dalam industri fesyen berkelanjutan. Kesimpulannya, Fashion Hub ini menjadi representasi penerapan prinsip ekonomi sirkular tidak hanya pada produk fesyen, tetapi juga pada infrastruktur pendukungnya.
PRAKTIK KOLABORASI DALAM PENERAPAN EKONOMI SIRKULAR PADA INDUSTRI TEKSTIL : STUDI KASUS ‘STUDIO SEJAUH’ DI KOTA PEKALONGAN
Industri tekstil berperan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi kota, namun pada praktiknya industri ini berkontribusi pada pencemaran lingkungan. Konsep ekonomi sirkular dapat menjadi pendekatan alternatif untuk mengatasi persoalan tersebut. Indonesia juga mengadopsi ekonomi sirkular yang tertuang dalam RPJPN 2025 – 2045. Arahan kebijakan diturunkan pada RPJPD Kota Pekalongan yang memiliki arahan pengembangan untuk mewujudkan transformasi ekonomi menuju ekonomi sirkular yang kreatif, merata, dan inklusif. Studi kasus dalam penelitian ini adalah Studio Sejauh yang berperan sebagai salah satu inisiator terdepan dalam mengadopsi konsep ekonomi sirkular di Kota Pekalongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi praktik kolaborasi ekonomi sirkular yang dapat meningkatkan nilai tambah industri tekstil di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, kuesioner, dan studi dokumen. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif, analisis pengkodean, dan Social Network Analysis (SNA). Dalam rantai produksinya, Studio Sejauh menerapkan prinsip Kerangka 9R (Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Remanufacture, Repurpose, Recycle, dan Recover). dan berperan dalam pembangunan kota berkelanjutan. Praktik ekonomi sirkular berpengaruh terhadap tiga kategori yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berpotensi dirasakan Kota Pekalongan. Dalam praktiknya, Studio Sejauh berkolaborasi dengan para pelaku industri tekstil, khususnya di Jawa Tengah. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam merealisasikan ekonomi sirkular karena dapat memberikan hasil yang lebih besar. Tipe kolaborasi yang paling banyak dilakukan adalah resource sharing yaitu adanya aliran sumber daya dan penggunaan asset bersama. Studi ini menemukan tujuan yang sejalan menjadi faktor utama pendorong berkolaborasi. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk memperkaya literatur mengenai kolaborasi ekonomi sirkular, menjadi bahan terjemahan praktik ekonomi sirkular pada industri tekstil, dan juga dapat menjadi referensi bagi pelaku industri lain untuk mengadopsi praktik serupa.