📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

PERANCANGAN PENCERITAAN INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN PRA-KUNJUNGAN DI OBSERVATORIUM BOSSCHA BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara anak belajar dan berinteraksi dengan informasi, termasuk dalam konteks edukasi sains. Anak usia sekolah dasar cenderung lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman visual dan interaktif dibandingkan penyampaian informasi secara konvensional. Observatorium Bosscha yang sebagai institusi astronomi tertua di Indonesia memiliki peran penting dalam edukasi astronomi, namun hingga saat ini belum memiliki media pra-kunjungan yang dirancang khusus untuk anak. Keterbatasan media pengantar tersebut menyebabkan pengalaman kunjungan anak kurang optimal karena minimnya pengetahuan awal dan kesiapan kognitif sebelum kunjungan berlangsung. Penelitian dan perancangan ini bertujuan untuk merancang media penceritaan interaktif berbasis website sebagai sarana pra-kunjungan bagi anak usia sekolah dasar guna meningkatkan pengalaman kunjungan ke Observatorium Bosscha. Metode yang digunakan adalah Design Thinking, meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak pengelola dan pengguna, serta studi literatur. Hasil perancangan berupa prototipe media penceritaan interaktif berbasis website yang menyajikan pengalaman petualangan virtual di Observatorium Bosscha melalui narasi visual, ilustrasi, dan interaksi sederhana. Media ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman awal, ketertarikan, serta kesiapan emosional anak sebelum melakukan kunjungan langsung. Dengan demikian, perancangan ini berkontribusi sebagai inovasi media edukatif pra-kunjungan yang mendukung pengalaman belajar astronomi yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi anak

2026
👤 Penulis: Nawal Abdi
🏷️ Desain Interaktif 🏷️ Edukasi Sains 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Informasi

PERANCANGAN KEMBALI MUSEUM SINGHASARI

Museum memiliki peran dalam pelestarian warisan budaya sekaligus sebagai ruang edukatif dan rekreatif bagi masyarakat. Namun, dalam implementasinya, masih ditemukan berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas fungsi ruang dan penyampaian informasi kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior Museum Singhasari dengan menekankan pengembangan tata ruang yang mendukung kegiatan utama museum serta pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan Learning Style Theory diterapkan untuk menyesuaikan bentuk penyajian informasi dengan beragam gaya belajar pengunjung, khususnya pelajar sebagai kelompok pengunjung dominan. Konsep perancangan melibatkan penggunaan media visual, auditori, dan kinestetik, serta integrasi elemen digital seperti multimedia interaktif dan sistem basis data koleksi. Perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan ruang, memperkaya pengalaman pengunjung dan memperkuat peran Museum Singhasari sebagai institusi edukatif yang adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi informasi.

2025
👤 Penulis: Luthfiah Ayu Carissa
🏷️ Interior Museum 🏷️ Teknologi Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Informasi

PERANCANGAN APLIKASI MOBILE INTEGRASI LAYANAN ITB DENGAN DUKUNGAN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KEMUDAHAN DAN KEPRAKTISAN PENGAKSESAN LAYANAN

Dewasa ini, teknologi berkembang begitu pesat, sehingga banyak layanan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan memanfaatkan teknologi. Salah satu solusi pemanfaatan teknologi dalam kebutuhan pendidikan adalah smart campus. Salah satu kampus role model dalam penerapan smart campus adalah ITB. Namun, hingga saat ini layanan yang dimiliki oleh ITB masih berada pada website atau aplikasi yang berbeda-beda. Hal ini seringkali membuat para pengguna layanan, khususnya civitas akademika ITB, menjadi bingung ketika ingin mengakses beberapa layanan tersebut. Salah satu contoh yang dapat dilihat dari layanan pendidikan yang dapat diakses melalui empat layanan berbeda, yaitu Edunex, Cognisia Mobile, SIX, dan MySIX ITB. Banyaknya layanan yang masih terpisah- pisah juga membuat pengguna tidak mengetahui bahwa sebenarnya ITB memiliki layanan tersebut. Salah satu contoh layanan yang jarang sekali diketahui oleh mahasiswa adalah layanan kesehatan. Maka dari itu, diperlukan satu sistem yang dapat mengintegrasikan beberapa layanan ITB yang masih terpisah-pisah untuk dapat meningkatkan kemudahan dan kepraktisan dalam pengaksesan banyaknya layanan tersebut. Sistem yang akan dirancang berupa aplikasi mobile integrasi layanan ITB. Rancangan aplikasi mobile ini akan dirancang menggunakan metode riset DSRM dengan bantuan konsep AE. Meskipun AE memiliki beberapa layer, pada perancangan ini hanya dilakukan analisis bagian infrastruktur teknologi, sedangkan layer lain, seperti bisnis, data, dan aplikasi akan dianalisis pada laporan perancangan rekan. Proses perancangan akan dilakukan dengan berbagai tahapan. Tahapan dimulai dengan melakukan analisis masalah terhadap kondisi layanan ITB saat ini, observasi solusi yang sudah ada pada kampus lain, analisis infrastruktur teknologi ITB saat ini, analisis kebutuhan arsitektur dan pengguna, serta mencari urgensinya. Setelah itu, akan ditentukan solusi yang memiliki tujuan dalam meningkatkan kemudahan dan kepraktisan bagi pengguna dalam melakukan pengaksesan layanan ITB. Solusi tersebut berupa rancangan aplikasi mobile integrasi layanan ITB. Lalu, akan dilakukan pengembangan dan perancangan solusi dalam bentuk arsitektur infrastruktur teknologi serta rancangan desain high-fidelity. Rancangan desain menjadi bagian utama dalam proses demonstrasi. Selanjutnya akan dilakukan proses evaluasi dengan memastikan hasil analisis kebutuhan sudah tercukupi dari segi arsitektur dan pengguna serta menggunakan kuesioner untuk memberikan penilaian rancangan aplikasi mobile integrasi layanan ITB dibandingkan dengan layanan saat ini yang berfokus pada kemudahan dan kepraktisan. Hasil yang didapat dari keseluruhan tahapan tersebut nantinya akan dikomunikasikan dengan stakeholder yang dapat diwakili oleh dosen pembimbing dan dosen penguji. Hasil evaluasi yang didapat menunjukkan bahwa baik rancangan infrastruktur teknologi maupun desain sudah memenuhi kebutuhan arsitektur dan pengguna, yaitu sudah dapat mengintegrasikan setidaknya 12 layanan ITB serta menjadi pendukung dari pemenuhan strategi bisnis, data, dan aplikasi. Dalam menilai tingkat kemudahan dan kepraktisan, dibuatkan dua kuesioner untuk melakukan evaluasi. Satu kuesioner dibuat agar para responden dapat melakukan demonstrasi rancangan desain dan melakukan task sesuai yang diminta, sedangkan yang lainnya dibuat agar para responden dapat membandingkan experience menggunakan layanan saat ini ketika sudah melakukan demonstrasi aplikasi mobile integrasi layanan ITB. Kuesioner pertama mendapatkan 204 responden dan kedua mendapatkan 156 responden. Didapatkan hasil bahwa dengan adanya rancangan aplikasi mobile integrasi layanan ini, tingkat kemudahan berhasil ditingkatkan 132% dan kepraktisan ditingkatkan 127%. Angka yang didapat berdasarkan hasil perhitungan persentase kenaikan nilai rata-rata kemudahan dan kepraktisan sebelum serta sesudah adanya aplikasi rancangan aplikasi mobile integrasi layanan ITB. Hasil evaluasi membuktikan bahwa tujuan yang dibuat sudah tercapai.

2024
👤 Penulis: Natanael Dias
🏷️ Aplikasi Mobile 🏷️ Integrasi Layanan Itb 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Informasi

PERANCANGAN APLIKASI MOBILE INTEGRASI LAYANAN ITB PADA BAGIAN BISNIS, DATA, DAN APLIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMUDAHAN DAN KEPRAKTISAN PENGGUNA DALAM MENGAKSES LAYANAN-LAYANAN DARING ITB

Saat ini, teknologi berkembang dengan sangat cepat sehingga banyak layanan yang disediakan oleh suatu institusi dengan memanfaatkan teknologi, begitu juga dengan kampus ITB yang menjadi salah satu role model dalam penerapan smart campus. Layanan daring yang diberikan oleh ITB masih terpisah-pisah satu sama lain, diunggah dalam website atau aplikasi yang berbeda-beda. Hal tersebut seringkali membuat para pengguna, baik para mahasiswa, dosen, dan yang lainnya menjadi bingung ketika hendak mengakses layanan. Misalnya saja, layanan akademik mahasiswa yang di-support oleh 4 web/aplikasi berbeda seperti akademik.itb.ac.id, edunex.itb.ac.id, MySIX ITB, dan Cognisia Mobile. Selain itu, hal ini menyebabkan banyak layanan tidak diketahui oleh para user. Contoh layanan yang jarang diketahui mahasiswa misalnya saja mengenai layanan kesehatan yang bisa dilakukan reservasi secara online, atau layanan shuttle pada website jatinangor.itb.ac.id/shuttle. Berdasarkan permasalahan tersebut, dengan menggunakan langkah-langkah design science research methodology dan dengan bantuan arsitektur enterprise dirancang suatu aplikasi mobile yang dapat mengintegrasikan layanan yang disediakan ITB supaya pengaksesan layanan ITB dapat menjadi lebih mudah dan praktis. Layanan yang akan diintegrasikan yaitu akademik.itb.ac.id, edunex.itb.ac.id, MySIX ITB, Cognisia Mobile, itb.ac.id, karir.itb.ac.id, jatinangor.itb.ac.id/shuttle, lib.itb.ac.id, ITB Library, saraga-sabuga.itb.ac.id, yankes.itb.ac.id, dan aplikasi pihak ketiga Parkee. Namun, tidak semua fitur akan diintegrasikan dalam aplikasi mobile tersebut. Fitur-fitur yang diintegrasikan diambil berdasarkan hasil analisis kondisi terkini, hasil kuesioner dari 268 mahasiswa, dan dari pengalaman penulis pribadi. Untuk menguji keberhasilan aplikasi mobile tersebut, akan dilakukan pengujian dengan penyebaran kuesioner dan dilakukan analisis berdasarkan skala rating. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan penilaian mengenai kemudahan dan kepraktisan pengaksesan sebelum dan sesudah adanya aplikasi mobile integrasi. Evaluasi dibantu dengan suatu Mock Up desain yang berguna untuk menyelesaikan kasus-kasus buatan (artificial environment). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, diperoleh 204 responden dan terbukti bahwa aplikasi mobile yang dirancang dapat meningkatkan kemudahan sebesar 124% dan kepraktisan sebesar 127% dalam pengaksesan layanan, serta rancangan layak untuk diimplementasikan.

2024
👤 Penulis: Vic Finnegan Dyell
🏷️ Aplikasi Mobile 🏷️ Integrasi Layanan Itb 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Informasi
💬