📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERTEMA FRIENDSHIP QUALITY SEBAGAI MEDIA EDUKASI SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA 7–11 TAHUN
Perkembangan sosial-emosional anak usia 7–11 tahun berperan penting dalam pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan kesejahteraan emosional. Salah satu aspek penting dalam perkembangan tersebut adalah friendship quality, yaitu kualitas pertemanan yang ditandai oleh rasa nyaman, dukungan, penerimaan, dan hubungan timbal balik yang positif. Namun, konsep ini masih jarang diangkat secara eksplisit dalam media edukasi anak di Indonesia. Perancangan ini bertujuan merancang buku cerita bergambar bertema friendship quality sebagai media edukasi sosial-emosional bagi anak usia 7–11 tahun. Metode pengambilan data yang digunakan meliputi studi pustaka, wawancara dengan psikolog anak, guru bimbingan konseling, wali kelas, pustakawan, serta wawancara dan kuesioner kepada anak. Berdasarkan hasil analisis, dirancang buku cerita bergambar Mencari Cahaya yang dilengkapi dengan buku pendamping Ruang Cerita sebagai panduan diskusi antara anak dan orang tua. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media yang dirancang membantu anak memahami konsep pertemanan yang sehat, mengenali teman yang membuat mereka merasa nyaman, serta menghubungkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi. Sementara itu, buku pendamping dinilai efektif mendukung kegiatan membaca bersama dan refleksi antara anak dan orang tua.
PERANCANGAN ANIMASI STOP-MOTION MENGENAI IMAGINATIVE PLAY UNTUK MENGASAH KREATIVITAS ANAK-ANAK USIA 4-6 TAHUN
Anak-anak berusia 4-6 tahun merupakan masa usia Taman Kanak-Kanak yang sedang mengalami proses tumbuh kembang secara pesat dan unik. Pada usia tersebut, kreativitas anak sangat penting untuk dikembangkan karena kreativitas memiliki dampak positif yang baik untuk masa depannya. Kreativitas anak-anak dapat dikembangkan melalui imajinasi yang merupakan dasar dari aktivitas kreatif. Salah satu kegiatan yang merangsang imajinasi anak-anak adalah dengan bermain karena anak-anak sangat menyukai kegiatan tersebut. Dengan memanfaatkan kegiatan yang anak-anak sukai, orang yang lebih tua dapat mengembangkan aspek kreativitas anak-anak dengan bermain imaginative play. Permainan imajinatif ini memanfaatkan pemikiran imajinasi anak-anak yang tadinya tidak ada menjadi ada. Oleh karena itu, melalui penerapan design thinking, penulis membuat sebuah animasi berbasis stop motion beserta campuran berbagai media untuk menggarap lebih dalam mengenai imajinasi pada anak-anak berumur 4-6 tahun serta mendorong mereka untuk mengasah kreativitasnya