πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 9 dokumen

PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK SMART FARMING MELALUI METODE PARTISIPATORIS BAGI PETANI SKALA KECIL DI JAWA BARAT (STUDI KASUS: DESA CIDADAP, KECAMATAN CAMPAKA, KABUPATEN CIANJUR)

istem Pertanian Pintar (Smart Farming) menjanjikan efisiensi tinggi, namun implementasinya mengalami stagnasi pada kelompok tani perorangan skala kecil akibat ketidaksesuaian desain dengan realitas infrastruktur pedesaan. Di Desa Cidadap, anomali iklim mikro harian memicu tingginya risiko luntur (wash-off) pestisida yang mengakibatkan kerugian ekonomi riil bagi petani lahan kering. Perangkat pemantauan komersial eksisting terbukti gagal diadopsi karena ketergantungan absolut pada internet dan listrik konstan, biaya investasi individual yang tinggi, antarmuka digital yang rumit, serta bentuk fisik steril yang memicu alienasi estetika. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ekosistem stasiun cuaca komunal portabel guna memitigasi risiko cuaca mikro melalui paradigma Teknologi Tepat Guna. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode Action Research yang berpusat pada Siklus Desain Partisipatoris. Melalui proses ko-kreasi yang melibatkan kelompok tani lokal dan konsultasi ahli BMKG, temuan lapangan diterjemahkan ke dalam batasan desain fungsional, ekonomi, konektivitas, interaksi, dan fisik. Hasil perancangan membuahkan ekosistem Huma, yang terdiri dari perangkat keras stasiun cuaca dan sensor tanah pendamping. Inovasi arsitektur data bertumpu pada sistem luring penuh (offline-first) dengan pemrosesan lokal (edge computing) dan transmisi Bluetooth, membebaskan petani dari ketergantungan sinyal seluler. Secara fisik, perangkat mengadopsi bentuk poertabel jinjing berbalut warna gelap matte yang adaptif terhadap kerasnya lingkungan saung, serta memanfaatkan sistem modular snap-buckle untuk kemandirian perbaikan. Pada aspek ergonomi kognitif, antarmuka aplikasi mereduksi beban pikiran pengguna dengan membalik hierarki data numerik menjadi panduan instruksi taktis visual yang dapat dipahami dalam waktu kurang dari lima detik. Pendekatan kepemilikan inovasi sosial berupa tata kelola komunal (shared ownership) berhasil menekan estimasi biaya material purwarupa hingga menjadi alat yang terjangkau bagi kelompok tani. Penelitian ini membuktikan bahwa perpaduan antara rekayasa bentuk, penyederhanaan antarmuka luring, dan pemanfaatan modal sosial gotong royong mampu mendemokratisasi akses teknologi pertanian presisi yang tangguh, terjangkau, dan bermakna bagi keseharian petani gurem.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Arya Fikri Agusta
🏷️ Desain Produk 🏷️ Teknologi Tepat Guna 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian

ESTIMASI NILAI KERUGIAN SEKTOR PERTANIAN AKIBAT BANJIR PADA SKENARIO KEGAGALAN BENDUNGAN SERMO DI KABUPATEN KULON PROGO

Kegagalan bendungan berpotensi menimbulkan banjir besar yang berdampak jauh lebih destruktif terhadap wilayah hilir dibanding kejadian banjir luapan maupun banjir genangan. Kerusakan yang ditimbulkan berimplikasi pada kerugian secara ekonomi, terutama terhadap sektor ekonomi produktif seperti pertanian yang berkaitan erat dengan penghidupan masyarakat. Kabupaten Kulon Progo dengan sektor pertanian sebagai salah satu motor penggerak perekonomian menghadapi ancaman potensi kegagalan Bendungan Sermo yang mengakibatkan banjir di wilayah hilir. Penelitian ini mengkaji potensi kerugian ekonomi sektor pertanian akibat banjir pada skenario kegagalan Bendungan Sermo yang disebabkan oleh overtopping melalui identifikasi wilayah genangan, penilaian risiko banjir, serta penaksiran potensi kerugian ekonomi dengan pendekatan valuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besaran kerugian sektor pertanian sekaligus memberikan gambaran implikasinya terhadap kondisi keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 12 kecamatan berpotensi terdampak genangan banjir, dengan distribusi kedalaman genangan sebagian besar melebihi 1,5 meter sehingga dikategorikan ke dalam kelas bahaya tinggi. Analisis risiko juga mengindikasikan seluruh wilayah kecamatan termasuk dalam kategori risiko sedang, sebagai hasil interaksi antara bahaya dengan kerentanan sosial dan kerentanan ekonomi. Estimasi kerugian yang diperoleh memberikan kesimpulan bahwa sektor pertanian berpotensi mengalami kerugian yang signifikan, yang berdampak terhadap fiskal daerah. Hal ini diperburuk oleh fakta bahwa sebagian besar masyarakat dengan aset produktif kegiatan pertanian dan perikanan belum mengakses asuransi bencana sebagai instrumen proteksi risiko. Hasil temuan studi menegaskan pentingnya penguatan instrumen fiskal adaptif melalui pengembangan strategi pembiayaan alternatif dan peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat.

2025
πŸ‘€ Penulis: Mutia Raudatul Jannah
🏷️ Banjir 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian 🏷️ Hidrologi

PENGARUH SISTEM TANAM DAN VARIASI PUPUK NPK 16-16-16 TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL BIOMASSA, DAN KADAR VITAMIN C TANAMAN BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBRIDUS L.)

Seiring meningkatnya permintaan bayam (Amaranthus hybridus L.), komoditas ini terus mengalami penurunan produksi, yang terjadi seiring dengan penurunan luas lahan produksi. Dalam upaya peningkatan produksi bayam pada keterbatasan lahan dan air dalam Urban Agriculture (UA), dibuat inovasi sistem recirculating watering dengan pemanfaatan nutrisi berulang. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan pengaruh perlakuan sistem tanam (recirculating watering; non-recirculating watering) dan variasi dosis pupuk NPK 16-16-16 (1,5 gram; 3 gram; 4,5 gram) terhadap pertumbuhan, hasil biomassa, dan kadar Vitamin C tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, sistem tanam dan variasi dosis pupuk NPK 16-16-16. Analisis yang digunakan yaitu ANOVA Two Way taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test). Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis dan sistem tanam terhadap pertumbuhan, hasil biomassa, dan kadar Vitamin C tanaman bayam hijau. Perlakuan sistem tanam recirculating watering (p2) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan kadar klorofil) pada 30 HST; 35 HST; 40 HST; dan 45 HST, bobot segar, bobot kering, luas daun, dan kadar Vitamin C tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Perlakuan dosis pupuk NPK 16-16-16 4,5 gram (q3) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan kadar klorofil) pada 20 HST; 25 HST; dan 30 HST, dan shoot-root ratio tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.).

2025
πŸ‘€ Penulis: Satrio Adinoto Hertian Putro
🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Penanaman Tanaman 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian

PERBAIKAN SALURAN IRIGASI DAN BANGUNAN BENDUNG DAERAH IRIGASI CISIIH KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN

Daerah Irigasi Cisiih terletak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kabupaten Lebak merupakan kabupaten paling luas di Provinsi Banten dan terluas kelima di Pulau Jawa. Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Lebak, produksi padi pada tahun 2019 sebesar 622.838 ton dari 115.803 Ha luas panen, akan tetapi, masih banyak dari lahan pertanian tersebut yang masih berupa tadah hujan, dimana hasil panen sangat dipengaruhi oleh iklim. Oleh karena itu, Daerah Irigasi Ciisih direncanakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim seperti kekeringan berkepanjangan. Metode perencanaan daerah irigasi meliputi analisis hidrologi untuk mendapatkan curah hujan efektif, debit andalan, dan rencana musim tanam serta alternatifnya. Setelah itu, dilakukan perancangan dimensi saluran pembawa, bangunan pengambilan, dan bangunan utama bendung untuk memenuhi kebutuhan air pada Daerah Irigasi Cisiih. Hasil perancangan dan perhitungan kebutuhan air Daerah Irigasi Cisiih sebesar 1,54 liter/detik/Ha, dimensi bangunan pengambilan kiri didesain untuk debit kapasitas pengambilan sebesar 0,44 m3/detik untuk melayani pengairan 236.99 ha sawah, sedangkan bangunan pengambilan kanan didesain dengan debit kapasitas pengambilan rencana sebesar 0,14 m3/detik untuk melayani pengairan 73.25 ha sawah. Puncak mercu Bendung Cisiih didesain dengan elevasi +23.91 m, lebar mercu 25 meter, dan dua pembilas di ujung kiri dan kanan. Masing-masing pembilas memiliki lebar 1,5 meter dengan pilar pemisah 1 meter. Jumlah rencana biaya Perbaikan Saluran Irigasi dan Pembangunan Bendung Daerah Irigasi Cisiih, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sebesar Rp.15.273.638.040 atau terbilang Lima Belas Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Enam Ratus Tiga Puluh Delapan Empat Puluh Rupiah.

2025
πŸ‘€ Penulis: Raden Muhammad Daffa Heryadi
🏷️ Irigasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian 🏷️ Hidrologi

DAMPAK GENTRIFIKASI TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI JATINANGOR

Kawasan pendidikan tinggi Jatinangor, Jawa Barat, telah mengalami transformasi lanskap yang sangat signifikan dari wilayah yang dominan agraris menjadi pusat urban yang padat antara tahun 1985 dan 2023. Studi ini menganalisis pola spasialtemporal perubahan tutupan lahan, mengkuantifikasi luasan konversi, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendorong utamanya dan implikasinya. Mengintegrasikan analisis SIG terhadap citra satelit multi-temporal (Landsat 1985- 2020, Sentinel-2 2017-2023), data sosio-ekonomi (populasi mahasiswa, Podes, Open Buildings, data scraping), dan kerangka teori terkait, temuan menunjukkan penurunan drastis luasan lahan pertanian (sekitar 47%) dan tutupan pohon (sekitar 41%) antara 1985-2020, seiring peningkatan pesat area terbangun (sekitar 155%). Puncak konversi lahan terjadi pada periode 1995-2000, yang berkorelasi kuat dengan puncak Studentifikasi akibat lonjakan jumlah mahasiswa, mendorong pembangunan infrastruktur pendukung seperti kos-kosan dan fasilitas komersial. Analisis spasial mengungkap pola konversi lahan pertanian ke area terbangun yang sangat mengelompok (highly clustered) di pusat Jatinangor dekat kampus pada periode awal, namun bergeser ke ekspansi di pinggiran pada periode terkini, dipicu oleh peningkatan aksesibilitas (misalnya Tol Cisumdawu) dan dinamika ekonomi seperti kenaikan harga lahan dan investasi properti swasta. Proses ini mencerminkan fenomena Gentrifikasi dan Urban Sprawl. Transformasi ini membawa konsekuensi multidimensional: secara sosial, menciptakan peluang ekonomi baru tetapi juga potensi marginalisasi petani lokal; secara ekonomi, meningkatkan nilai properti tetapi mengancam ketahanan pangan lokal; dan secara lingkungan, menurunkan resapan air dan hilangnya vegetasi, meningkatkan risiko banjir lokal dan efek pulau panas perkotaan (Urban heat island). Studi ini menyimpulkan bahwa pembangunan yang didorong oleh sektor pendidikan tinggi di Jatinangor telah menghasilkan perubahan besar dengan dampak yang kompleks pada lanskap, masyarakat, dan lingkungan. Temuan ini menyoroti pentingnya perencanaan tata ruang yang seimbang dan inklusif untuk mengelola pertumbuhan urban secara berkelanjutan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Syaifur Rohman
🏷️ Gentrifikasi 🏷️ Urban Sprawl 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian

UPAYA PENGENDALIAN BANJIR KAWASAN SUNGAI LAHUMBUTI, KECAMATAN PONDIDAHA, KABUPATEN KONAWE, SULAWESI TENGGARA

Sungai Lahumbuti merupakan salah satu sungai utama yang melintasi wilayah Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sungai ini berperan penting sebagai sumber irigasi lahan pertanian, khususnya persawahan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat. Namun demikian, setiap tahunnya kawasan ini mengalami banjir berulang akibat keterbatasan kapasitas aliran sungai, khususnya di bagian hilir yang memiliki kontur lahan cekung sehingga memperparah akumulasi limpasan air. Tingginya intensitas curah hujan dan rendahnya kapasitas penampungan aliran menyebabkan genangan yang merugikan, terutama pada sektor pertanian. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, Tugas Akhir ini mengusulkan strategi pengendalian banjir melalui pendekatan teknis berupa normalisasi alur sungai dan pembangunan tanggul perlindungan. Perencanaan didasarkan pada analisis curah hujan dengan kala ulang 20 tahunan. Simulasi hidraulik dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS baik dalam model satu dimensi (1D) maupun dua dimensi (2D), guna mengevaluasi tinggi muka air dan luas area terdampak banjir. Normalisasi sungai ditujukan untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mempercepat pengaliran, sedangkan tanggul dirancang untuk mengatasi genangan residual pasca-normalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan kombinasi kedua metode tersebut dapat secara signifikan menurunkan potensi risiko banjir di wilayah studi

2025
πŸ‘€ Penulis: Afarrel Nadhif Aldrino
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian 🏷️ Analisis Hidraulik

EVALUASI DAN INTERVENSI ERGONOMI PADA PEKERJAAN PEMANENAN KELAPA SAWIT AFDELING VADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII

Pekerjaan sebagai pemanen kelapa sawit memiliki risiko tinggi terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs) akibat postur kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang, dan beban kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko ergonomi yang menyebabkan MSDs pada pemanen kelapa sawit di PT Perkebunan Nusantara VIII, Afdeling Vada, serta merekomendasikan intervensi yang efektif untuk mengurangi risiko tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei keluhan MSDs, analisis postur kerja menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan pemodelan biomekanik dengan perangkat lunak 3DSSPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian tubuh sebelah kanan, terutama bahu, tangan, dan siku, paling sering mengalami keluhan MSDs. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa aktivitas memotong pelepah dan tandan buah segar (TBS) menggunakan egrek memiliki risiko tertinggi, dengan skor REBA tertinggi. Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan 3DSSPP menunjukkan bahwa aktivitas ini menghasilkan beban signifikan pada tulang belakang (L5/S1), mendekati batas aman yang disarankan. Selain itu, beban pada anggota gerak atas juga melebihi batas aman yang disarankan. Selain faktor biomekanik, faktor individu seperti usia, masa kerja, kebiasaan merokok, durasi tidur, dan tingkat kelelahan fisik juga berkontribusi terhadap risiko MSDs. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan beberapa intervensi ergonomi, seperti perbaikan desain alat bantu kerja dan pengendalian administratif, untuk mengurangi risiko MSDs pada pemanen kelapa sawit.

2025
πŸ‘€ Penulis: Putri Faladha Diva Awaliya
🏷️ Ergonomi Kerja 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian 🏷️ Kesehatan Tenaga

EVALUASI DAN INTERVENSI ERGONOMI PADA PEKERJAAN PEMANENAN KELAPA SAWIT AFDELING VADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII

Pekerjaan sebagai pemanen kelapa sawit memiliki risiko tinggi terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs) akibat postur kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang, dan beban kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko ergonomi yang menyebabkan MSDs pada pemanen kelapa sawit di PT Perkebunan Nusantara VIII, Afdeling Vada, serta merekomendasikan intervensi yang efektif untuk mengurangi risiko tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei keluhan MSDs, analisis postur kerja menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan pemodelan biomekanik dengan perangkat lunak 3DSSPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian tubuh sebelah kanan, terutama bahu, tangan, dan siku, paling sering mengalami keluhan MSDs. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa aktivitas memotong pelepah dan tandan buah segar (TBS) menggunakan egrek memiliki risiko tertinggi, dengan skor REBA tertinggi. Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan 3DSSPP menunjukkan bahwa aktivitas ini menghasilkan beban signifikan pada tulang belakang (L5/S1), mendekati batas aman yang disarankan. Selain itu, beban pada anggota gerak atas juga melebihi batas aman yang disarankan. Selain faktor biomekanik, faktor individu seperti usia, masa kerja, kebiasaan merokok, durasi tidur, dan tingkat kelelahan fisik juga berkontribusi terhadap risiko MSDs. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan beberapa intervensi ergonomi, seperti perbaikan desain alat bantu kerja dan pengendalian administratif, untuk mengurangi risiko MSDs pada pemanen kelapa sawit.

2025
πŸ‘€ Penulis: Putri Faladha Diva Awaliya
🏷️ Ergonomi Kerja 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian 🏷️ Kesehatan Tenaga

KESIAPSIAGAAN PETANI DALAM MENGHADAPI BANJIR DI LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN JABUNG LAMPUNG TIMUR

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tingginya produktifitas padi di Kabupaten Lampung Timur khususnya di Kecamatan Jabung yaitu Desa Asahan dan Desa Mekarjaya, namun potensi tersebut juga diimbangi dengan tingginya risiko banjir pertanian yang sering melanda kedua desa tersebut. Kesiapsiagaan petani dalam menghadapi banjir di lahan pertanian dianggap sebagai sebuah hal yang penting, hal ini guna mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat adanya banjir di lahan pertanian, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesiapsiagaan petani dalam menghadapi banjir di lahan pertanian. Kesiapsiagaan dilihat dari bagaimana risiko banjir lahan pertanian yang terdapat di wilayah studi lalu mengaitkannya dengan bagaimana mekanisme respon petani ketika sebelum, saat, dan setelah terjadi banjir terhadap fase penanaman padi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif ini menunjukkan bahwa bahaya banjir lahan pertanian di wilayah studi berada pada kelas sedang dan tinggi pada kedua desa wilayah studi, tingkat kerentanan petani dan lahan pertanian yang teridentifikasi pada kedua desa di wilayah studi adalah tinggi, begitupun dengan tingkat kapasitas petani yang tinggi pada kedua desa di wilayah studi. Tingkat risiko yang teridentifikasi pada wilayah studi berada pada kelas rendah hingga sedang. Mekanisme respon yang terbentuk terhadap banjir lahan pertanian teridentifikasi baik pada fase tanam dan pasca-tanam, sedangkan mekanisme respon rendah teridentifikasi pada fase pra-tanam. Hasil studi menunjukkan kesiapsiagaan pada fase pra-tanam dinilai kurang, sedangkan kesiapsiagaan pada fase tanam dan pratanam dinilai baik, hal ini berkaitan dengan mekanisme respon yang terbentuk pada kelompok tani.

2024
πŸ‘€ Penulis: Ahmad Rowatul Irham
🏷️ Kesehatan Tanah 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian 🏷️ Analisis Risiko
πŸ’¬