📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 58 dokumenMODEL PEMBIAYAAN KPR SYARIAH MENGGUNAKAN AKAD MURABAHAH DAN MUSYARAKAH MUTANAQISAH NISBAH PROPORSIONAL
Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah merupakan salah satu alternatif pembiayaan yang menerapkan prinsip syariah melalui akad jual beli maupun kemitraan. Dalam praktiknya, kemampuan nasabah dalam membayar angsuran dipengaruhi oleh fluktuasi pengh asilan sehingga diperlukan suatu model matematis yang dapat menggambarkan mekanisme pembiayaan dengan mempertimbangkan ketidakpastian tersebut. Penelitian ini bertujuan membangun model pembiayaan KPR syariah menggunakan akad Murabahah dan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) berbasis nisbah proporsional, membandingkan karakteristik kedua model, serta menganalisis pengaruh rata - rata pertumbuhan penghasilan dan volatilitas penghasilan terhadap hasil pembiayaan. Penghasilan nasabah dimodelkan menggunakan Geometric Brownian Motion (GBM), sedangkan analisis sensivitas dilakukan dengan metode Monte Carlo. Perbandingan imbal hasil pada pembiayaan dengan periode yang berbeda dilakukan menggunakan Holding Period Return (HPR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Murabahah menghasilkan imbal hasil Bank Syariah sebesar 4,40% dan indikator kesejahteraan nasabah sebesar 34,09%, sedangkan model MMQ berbasis nisbah proporsional menghasilkan imbal hasil Bank Syariah sebesar 11,39% dan indikator kesejahteraan nasabah sebesar 53,00 %. Pada kondisi volatilitas penghasilan yang lebih tinggi ( ???? = 0 , 65 ) , model MMQ tetap mampu mengarahkan perpindahan kepemilikan rumah kepada nasabah dengan masa pembiayaan selama 187 bulan, menghasilkan imbal hasil Bank Syariah sebesar 10,92% dan indikator kesejahteraan nasabah sebesar 41,59%. Hasil analisis sensitivitas me nunjukkan bahwa peningkatan rata - rata pertumbuhan penghasilan ( ???? ) meningkatkan imbal hasil Bank Syariah dan indikator kesejahteraan nasabah, sedangkan peningkatan volatilitas penghasilan ( ???? ) meningkatkan risiko pembiayaan, memperbesar kemungkinan pembentukan utang, serta memperlambat proses perpindahan kepemilikan rumah. Secara keseluruhan, model MMQ berbasis nisbah proporsional memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan model Murabahah maupun KPR konvensional.
PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) TSUNAMI DI PANTAI GLAGAH, D.I. YOGYAKARTA
Pantai Glagah adalah salah satu destinasi wisata dan kawasan perikanan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan risiko yang tinggi terhadap baya tsunami akibat kedekatannya dengan zona subduksi aktif Sunda Megathrust. Tingkat bahaya terhadap tsunami dibuat semakin kompleks dengan keberadaan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, dua muara sungai, dan sebuah laguna yang menghasilkan pola genangan tsunami yang tidak merata. Dengan Delft3D, dilakukan pemodelan tsunami secara numerik dengan sistem lima (5) grid dengan pengujian tiga (3) skenario gempa. Simulasi menunjukkan bahwa tsunami skenario terburuk menghasilkan kedalaman inundasi maksimum yakni 7,14 m, dengan gelombang pertama datang dalam 30 menit. Hasil pemodelan kemudian digunakan untuk menentukan elevasi evakuasi, pembebanan struktur, dan penentuan lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang optimum. Dalam analisis, analisis spasial dilakukan dengan mengevaluasi keberadaan TES eksisting dan identifikasi area paling rentan. Penelitian ini diahrapkan dapat menjadi contoh praktis untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap tsunami dan meningkatkan resiliensi komunitas lokal Pantai Glagah melalui mitigasi tsunami yang terintegrasi dengan infrastruktur.
KERANGKA ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) UNTUK EKSPANSI BISNIS : STUDI PADA CABANG BARU IML DI SURABAYA
Studi ini mengevaluasi kesiapan Manajemen Risiko Perusahaan (ERM) IML dalam mendukung ekspansi strategisnya melalui pendirian cabang laboratorium baru di Surabaya, Indonesia. Ekspansi ini didorong oleh meningkatnya permintaan layanan kosmetik, farmasi, lingkungan, dan pengujian produk di Jawa Timur, sekaligus memperkenalkan risiko signifikan terkait tata kelola, operasional, keuangan, sumber daya manusia, dan teknologi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi kasus kualitatif yang terintegrasi dengan kerangka penilaian kematangan berbasis risiko kuantitatif yang selaras dengan prinsip ISO 31000:2018. Data dikumpulkan melalui wawancara, diskusi kelompok fokus (FGD), analisis dokumen, dan kuesioner yang melibatkan 30 responden dari berbagai fungsi organisasi. Sebanyak 77 indikator risiko diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam lima domain: Tata Kelola & Strategis, Operasional & Kualitas, Keberlanjutan Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Risiko Teknologi & Digital. Studi ini menerapkan analisis tematik dan penilaian kemungkinan-dampak untuk menilai kematangan risiko organisasi. Temuan menunjukkan bahwa IML mencapai skor kematangan ERM keseluruhan sebesar 3,43 (Level 4 – Kesiapan Moderat), yang menunjukkan bahwa organisasi tersebut siap secara kondisional untuk ekspansi percontohan yang terkontrol. Meskipun demikian, perbaikan masih diperlukan di beberapa area kritis untuk memastikan ekspansi yang berkelanjutan dan efektif. Risiko Sumber Daya Manusia muncul sebagai isu paling kritis, khususnya terkait dengan ketersediaan analis bersertifikasi ISO 17025 yang terbatas, pengembangan jalur bakat yang lemah, ketergantungan pada personel kunci, dan tantangan dalam transfer pengetahuan. Risiko Keberlanjutan Keuangan juga menunjukkan kerentanan yang tinggi, terutama terkait dengan paparan arus kas negatif, ketergantungan pada pendanaan eksternal, dan tata kelola keuangan yang lemah. Selain itu, risiko tata kelola mengungkapkan tidak adanya kebijakan ERM yang diformalkan dan integrasi manajemen risiko yang tidak memadai ke dalam perencanaan strategis. Risiko operasional dan teknologi juga diidentifikasi, khususnya dalam mempertahankan kepatuhan ISO/IEC 17025 dan integrasi sistem digital. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun IML memiliki kompetensi teknis dan potensi pertumbuhan yang kuat, kesiapan ekspansinya masih dibatasi oleh keterbatasan tata kelola, keuangan, sumber daya manusia, dan teknologi. Oleh karena itu, organisasi harus memperkuat institusionalisasi ERM, meningkatkan sistem keuangan dan tata kelola, mengembangkan strategi sumber daya manusia jangka panjang, dan meningkatkan integrasi digital sebelum sepenuhnya menerapkan ekspansi cabang Surabaya. Studi ini berkontribusi dengan menyediakan kerangka kerja kesiapan ekspansi berbasis ERM terintegrasi untuk organisasi laboratorium yang beroperasi di lingkungan yang sangat diatur.
COMPARISON ANALYSIS BETWEEN MURABAHAH HOUSE OWNERSHIP IN SHARIA BANK WITH THE HOUSE OWNERSHIP CREDIT IN CONVENTIONAL BANK FROM DEBTOR'S POINT OF VIEW IN X BANK AND X SHARIA BANK
Nowadays, business competition between banks is getting keener and keener, and each bank creates various products and business systems which present multiple competitive advantages. The increasing demand for financing institution has encouraged banks to offer financing facility to the public. One of those facflities, which is the most popular one, is house financing credit that answers the high public demand for house. In this situation, public (conventional) bank will face new competition with the presence of finance institutions or non-conventional banks. This phenomenon is marked by the growth of finance institution which adopts the sharia system. The difference between the management system of sharia bank and conventional bank lies on the recompense which is received by both the bank and the investor. The banking procedure itself is not too different; it is the agreement that is not the same. Conventional bank adopts credit agreement, while sharia bank adopts trade agreement. The agreement of marginal profit is decided at the beginning, in accordance with the principle of Islam. In order to be able to make comparison, the components of expense are detailed and added one by one to find out about the amount of installment from both of bank. Then the amount of the installment is compared using financial method. In conventional bank the method employed is called scenario analysis which comprises of best case, base case, and worst case, which later the IRR and NPV will be compared to calculate the profitability, present value and the equivalent point for the consumers between their money that they'll got as a loan and money they'll spent as installment during the time period of the credit. The condition is provided in scenario analysis. Which in base analysis the interest rate is assume stable. If it's change, the average of the changing will be around point 12,5% (the current KPR condition), For the best case as a optimistic scenario that the interest will be decrease until reach the minimum point from historical data. For the worst case as the pessimistic scenario that the interest rate will increase and touch highest level from historical data. Although the condition has been set as pessimistic as possible, sharia bank still has the highest IRR; which means, with the high marginal rate taken, sharia bank will be less competitive compared to conventional bank Customer are recommended to used KPR conventional system especially BI predict that Indonesia economic will be stable and inflation rate will decrease which means funding using sharia will not give an equal value with the amount customer's pay later as installment. Due to this reason, a directed socialization from sharia bank is crucial, that public will understand the objective of giving higher margin than BI's interest rate and knows about the system..
DESAIN DAN ANALISIS TEKUK LATERAL PIPA BAWAH LAUT DI LAUT UTARA JAWA
Fenomena tekuk lateral (lateral buckling) merupakan tantangan utama integritas struktural pada pipa bawah laut yang beroperasi dalam kondisi tekanan dan temperatur tinggi (High Pressure High Temperature). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lateral pipa melalui studi parametrik terhadap 12 kasus pemodelan yang melibatkan variasi amplitudo imperfeksi awal, koefisien friksi, dan jenis tanah (Soft Clay dan Gravel) di wilayah Laut Utara Jawa. Metodologi yang digunakan adalah analisis elemen hingga (Finite Element Analysis) nonlinier dengan metode Riks, di mana Eigenvalue Buckling Mode 1 diintegrasikan sebagai initial imperfection. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien friksi merupakan parameter paling dominan dalam menentukan ambang batas gaya aksial kritis. Namun, stabilitas lateral juga dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi amplitudo imperfeksi dan karakteristik geoteknik dasar laut. Gaya aksial kritis terbesar dicapai pada Case-3 (3116.65 kN) melalui kombinasi koefisien friksi tinggi (0,4), amplitudo imperfeksi minimal (0,05 m), dan jenis tanah Soft Clay. Sebaliknya, gaya aksial kritis terkecil ditemukan pada Case-9 (1821.16 kN), dengan persentase perbandingan gaya aksial kritis mencapai 41.57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas lateral dipengaruhi secara simultan oleh interaksi antara koefisien friksi, besarnya ketidaklurusan awal pipa (amplitudo), serta karakteristik tanah dasar laut. Untuk mengoptimalkan desain, diperlukan pendekatan integratif yang menggabungkan pengendalian ketat terhadap imperfeksi awal saat instalasi, rekayasa antarmuka pipa-tanah untuk meningkatkan friksi, serta pemilihan rute pipa yang mempertimbangkan kekakuan vertikal tanah guna memitigasi risiko tekuk lateral.
PENGGUNAAN ALGORITMA OPTIMASI STOKASTIK BERBASIS SKENARIO UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PROCUREMENT BAHAN BAKU KIMIA UNTUK PRODUKSI POLY ALUMUNIUM CHLORIDE (PAC)
PT Cakrawala Indopac merupakan sebuah perusahaan Indonesia yang memiliki spesialisasi berupa kegiatan manufaktur produk water treatment bernama PAC untuk digunakan dengan tujuan meningkatkan kualitas ataupun membersihkan air pada industri. Secara finansial, perusahaan memiliki profit margin yang lebih sehat dibandingkan oleh kompetitor. Namun, operating profit margin yang menjadi komponen esensial dalam keuntungan perusahaan berada di angka yang lebih rendah dari kompetitor tersebut, meski masih memenuhi standar yang ada. Dengan demikian, perusahaan ingin meneliti cara untuk mengoptimasi performa dari divisi operasional, salah satunya kegiatan pengadaan (procurement). Perusahaan melakukan pengadaan 3 bahan kimia utama, yakni bahan A, bahan B, dan bahan C. Dalam perjalaannya, bahan B dan bahan C merupakan material yang harus dibeli dari penyuplai di luar negeri melalui impor. Untuk melakukan itu, perusahaan harus membeli produk tersebut dengan menukar mata uang IDR dengan USD untuk menyelesaikan transaksi saat barang telah dikirim. Namun, fluktuasi nilai tukar mata uang yang sering terjadi membuat perusahaan terpapar ke risiko finansial berupa potensi kerugian puluhan juta apabila rupiah sedang melemah di saat transaksi. Utnuk itu, perusahaan ingin meneliti potensi strategi manajemen risiko menjaga performa pengadaan perusahaan dan mengurangi paparan ke risiko. Pendekatan yang akan dilakukan dalam penelitian ini merupakan strategi heding yang mengkombinasikan aspek kualitatif dan kuantitatif. Untuk pembuktian efektivitasnya akan diuji menggunakan standar yang ada.
FORMULASI PENERAPAN PRINSIP MUQASAH PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK SYARIAH DI INDONESIA: STUDI KASUS BRIGHT BANK
Dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, murabahah (akad jual-beli) merupakan salah satu akad paling popular yang digunakan oleh bank dalam menyalurkan produk-produk pembiayaan. Dalam upayanya meregulasi penggunaan akad murabahah tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Pedoman Pembiayaan Murabahah yang mengatur ketentuan dalam penyaluran pembiayaan murabahah secara komprehensif. Salah satu aturan yang dimuat dalam Pedoman tersebut adalah kewajiban pemberian potongan untuk pembiayaan yang dilunasi sebelum jatuh tempo, yang selanjutnya akan disebut sebagai muqasah. Penerapan muqasah di Bright Bank, sebuah bank syariah yang mayoritas pembiayaannya disalurkan dengan menggunakan akad murabahah, memiliki potensi dampak buruk bagi profitabilitasnya. Penelitian pada thesis ini ditujukan untuk memahami tingkat dampak finasial dari penerapan muqasah di Bright Bank secara kuantitatif. Informasi tersebut kemudian akan digunakan untuk memformulasikan sebuah skema finansial (seperti pembebanan biaya administrasi) yang dinilai berpotensi untuk menanggulangi kerugian yang dapat dialami oleh Bank. Penelitian ini juga akan mencakup pemahaman kualitatif atas persepsi nasabah terhadap pelunasan pembiayaan sebelum jatuh tempo dan rencana penerapan biaya administrasi oleh Bright Bank. Karena bank merupakan institusi keuangan sistemuk, analisa konseptual dengan menggunakan konsep Systems Thinking dan manajemen risiko juga akan dilakukan agar solusi yang diberikan dapat lebih relevan bagi bank. Dengan keluaran berupa intervensi kebijakan, proyek peneilitian ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai salah satu referensi dini yang dapat digunakan untuk pengembangan strategi implementasi muqasah yang lebih baik pada institusi keuangan syariah, terutama yang sangat mengandalkan akad murabahah dalam bisnisnya.
ANALISIS KELAYAKAN SEKOLAH ISLAM TERPADU: STUDI KASUS SEKOLAH MUSTAFA DI JAKARTA TIMUR
Sektor pendidikan Islam terpadu di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, dengan jaringan JSIT berkembang dari 100 menjadi lebih dari 2.300 sekolah sejak 2003. Namun, sekolah Islam terpadu premium masih terkonsentrasi di Jakarta Selatan dan Pusat, sehingga Jakarta Timur dengan 3,25 juta penduduk dan 550.000 anak usia sekolah belum terlayani optimal. Penelitian ini menilai kelayakan pendirian Sekolah Islam Terpadu Mustafa melalui konversi lahan bekas food court seluas 5.000 m² di Condet, Jakarta Timur. Empat aspek kelayakan diteliti: kelayakan pasar melalui Porter's Five Forces, kelayakan organisasi melalui Resource-Based View (RBV), kelayakan finansial menggunakan capital budgeting (NPV, IRR, Payback Period, Profitability Index), dan analisis risiko. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan data primer dari wawancara calon orang tua, pemilik lahan, dan konsultan pendidikan, serta data sekunder dari BPS, JSIT Indonesia, dan analisis kompetitor. Temuan mengkonfirmasi kelayakan proyek. Analisis Porter's Five Forces menunjukkan industri cukup menarik dengan kesenjangan pasar di Jakarta Timur. Wawancara dengan lima calon orang tua mengidentifikasi beban perjalanan sebagai masalah kritis, dengan empat dari lima menyatakan minat pembelian kuat. Analisis RBV mengidentifikasi dua kompetensi inti sebagai sumber keunggulan kompetitif: struktur modal bebas utang (IDR 10,5 miliar) dan lokasi strategis. Analisis keuangan menghasilkan NPV IDR 8,93 miliar, IRR 26,28% (melebihi WACC 14%), Payback Period 4,83 tahun, dan Profitability Index 1,85. Analisis sensitivitas mengidentifikasi biaya pendidikan sebagai variabel paling kritis (±236,5% dampak NPV), diikuti biaya operasional (?193%) dan pendaftaran siswa (±159,3%). Analisis skenario mengkonfirmasi ketahanan proyek bahkan dalam kondisi pesimistis. Penelitian menyimpulkan proyek layak secara finansial dan merupakan investasi viable bagi pemilik.
MEMPERKUAT PENCEGAHAN RISIKO KECURANGAN MELALUI ANALISIS PROSES BISNIS: STUDI KASUS PADA PT GLOBAL INTAN TEKNINDO
Kecurangan merupakan risiko signifikan bagi UKM, terutama perusahaan dengan pola komunikasi informal, dokumentasi terbatas, dan kontrol internal yang lemah. Penelitian ini bertujuan memperkuat pencegahan risiko kecurangan pada PT Global Intan Teknindo (GIT) dengan mengidentifikasi penyebab utama fraud, merancang strategi pencegahan melalui perbaikan proses, dan menilai kapabilitas organisasi yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan manajemen risiko fraud yang kredibel. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, serta didukung literatur dan benchmarking. Triangulasi memastikan validitas temuan.Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko fraud muncul dari inquiry yang tidak tercatat, komunikasi vendor informal, quotation tanpa persetujuan, PO melalui saluran pribadi, invoice tanpa otorisasi, dan pembayaran ke rekening pribadi. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya kontrol preventif dan minimnya verifikasi digital. Rekomendasi mencakup perancangan ulang proses, digitalisasi dokumentasi, penguatan kontrol, pembentukan Internal Controller, serta pengembangan kapabilitas people, tools, systems, dan structure.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN PELAKU USAHA WISATA TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DI DESTINASI WISATA BANDA NEIRA
Indonesia sebagai negara kepulauan berada di kawasan rawan bencana geologi, termasuk gempa bumi dan tsunami, yang memberikan tantangan besar bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan. Banda Neira, sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur, menghadapi risiko tinggi gempa bumi, namun belum banyak kajian yang secara khusus meneliti kesiapsiagaan pelaku usaha wisata di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan pelaku usaha wisata di Banda Neira khususnya wilayah Negeri Administratif Nusantara terhadap bencana gempa bumi serta menilai keselarasan kebijakan nasional dan daerah dengan prinsip-prinsip kesiapsiagaan dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan analisis konten kebijakan. Data dianalisis secara tematik menggunakan software NVivo dengan kerangka empat prioritas SFDRR: pemahaman risiko, tata kelola, investasi pengurangan risiko, serta kesiapsiagaan dan pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan pelaku usaha skala mikro dan kecil di Banda Neira masih rendah, terutama dalam aspek perencanaan evakuasi, penyediaan jalur evakuasi, serta pelatihan kebencanaan. Kebijakan nasional dan daerah telah mengadopsi prinsip SFDRR, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam praktik sektor informal pariwisata. Dibandingkan dengan studi sebelumnya di daerah lain, penelitian ini menyoroti pentingnya pelibatan pelaku usaha lokal sebagai aktor strategis dalam sistem kesiapsiagaan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap sektor UMK pariwisata di wilayah kepulauan rawan gempa yang selama ini luput dari perhatian kebijakan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pariwisata tangguh bencana berbasis kolaborasi pentahelix dan kontekstual lokal. Penelitian ini memperkaya literatur tentang integrasi kebencanaan dan pariwisata serta menjadi rujukan strategis dalam perencanaan destinasi wisata berkelanjutan dan adaptif.
USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK KERJASAMA OPERASI MELALUI IMPLEMENTASI SYARAT DAN KETENTUAN BARU DI PT PERTAMINA EP REGIONAL 1
Sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia menjadi salah satu pilar utama yang menyokong katahanan energi nasional. PT Pertamina EP (PEP) sebagai salah satu kontraktor kontrak kerja sama di Indonesia. Pada tahun 2023 PEP berhasil mencatatkan temuan sumberdaya (2C) sebesar 159.12 MMBOE dan penambahan cadangan (P1) 217%. Demi mempercepat produksi dan mempekuar kolaborasi, PEP dapat melakukan kerja sama operasi untuk sebagian wilayah kerjanya melalui Joint Operating Agreement (JOA), dengan konsep fiskal yang memodifikasi skema Production Sharing Contract (PSC) antara Pertamina EP dan Pemerintah Indonesia melalui supervisi SKK Migas selaku regulator. Namun, syarat dan ketentuan pada JOA eksisting dirasa sudah tidak relevan dan tidak fleksibel, yang menurunkan partsipasi JV Partners, melemahkan semangat investasi baru, dan menempatkan risiko operasional dan risiko finansial yang sangat besar kepada mitra. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model kerja sama operasi PEP dan mengusulkan strategi kooperatif tingkat bisnis yang lebih seimbang, berbasis kinerja, dan menarik bagi investasi. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion dengan Subject Matter Experts serta analisis data sekunder dari catatan operasional, laporan internal, dan literatur. Dengan menggunakan analisis pemangku kepentingan, analisis lingkungan internal dan eksternal, serta kerangka manajemen strategis, penelitian ini mengintegrasikan analisis empiris terhadap empat studi kasus, yaitu KSO Meruap, BOSL, GWN, dan FSE. Kerangka Siklus Aliansi diterapkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola kerja sama PEP dari tahap pembentukan hingga perpanjangan kontrak. Hasil studi menunjukkan dibutuhkannya usulan penyesuaian syarat dan ketetuan dalam kontrak kerjasama oeprasi meliputi cost recovery yang lebih adil, pembagian risiko yang lebih merata, dan adanya tambahan split berdasarkan performa. Studi ini menyimpulkan bahwa strategy kerjasama yang lebih relevan dan fleksibel akan berdampak baik pada posisi PEP dalam hal memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, meningkatkan kepercayaan diri investor, dan pada akhirnya mendukung pencapaian ketahanan energi nasional dalam industri migas yang dinamis.
PENGEMBANGAN STRATEGI UNTUK MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN DAN VOLATILITAS MAKRO EKONOMI: STUDI KASUS PENERAPAN PERENCANAAN SKENARIO PADA BANK MENTARI
Berbagai gejolak ekonomi mengubah bentuk sistem keuangan dan memberikan tekanan signifikan pada sektor perbankan. Krisis yang terjadi pada tahun 2008–2009 dan pandemi COVID-19 tahun 2020 telah menunjukkan bagaimana perubahan signifikan pada Produk Domestik Bruto (PDB) dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan melemahkan kinerja keuangan perbankan. Bagi Bank Mentari, perubahan cepat dalam ekonomi dan adanya ketidakpastian, yang diperparah oleh teknologi keuangan disruptif, dapat mengubah bentuk persaingan di industri perbankan. Untuk menghadapi tantangan ini, perencanaan skenario (scenario planning) menjadi alat penting untuk meningkatkan ketahanan dan kesiapan perusahaan. Penelitian ini akan menerapkan kerangka kerja perencanaan scenario (scenario planning) yang dibangun diatas dua faktor utama: (1) stabilitas kondisi ekonomi global dan domestik, dan (2) tingkat disrupsi yang disebabkan oleh fintech dan perbankan digital. Dengan menelaah kedua dimensi ini, dikembangkan empat skenario masa depan, yaitu The Titanic, The Partner, The Transformer, dan The Revenant, yang masing-masing menawarkan implikasi strategis yang berbeda bagi posisi jangka panjang Bank Mentari. Untuk mengantisipasi dan merespons kemungkinan skenario masa depan, mekanisme Early Warning System (EWS) perlu diterapkan untuk mengetahui parameter spesifik bagi setiap skenario sebelum kondisi yang tidak menguntungkan terjadi. Indikator awal ini memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasi risiko yang muncul lebih dini dan mengambil tindakan yang tepat dan berdasarkan informasi yang akurat. Melalui integrasi antara perencanaan skenario dan kerangka kerja EWS, Bank meningkatkan kelincahan strategis dan ketahanannya, serta memastikan kinerja yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian.
PEMASARAN STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN NIAT PEMBELIAN DI VITRUVIAN INDONESIA
Vitruvian Indonesia, sebuah perusahaan konstruksi yang berbasis di Magelang menghadapi tantangan dalam mengakuisisi proyek baru terutama untuk proyek renovasi rumah. Dalam rangka memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat menggunakan jasa oleh klien, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen bauran pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) dan risiko yang dipersepsikan (financial risk, performance risk, social risk, psychological risk) terhadap minat beli pelanggan dalam memilih jasa renovasi rumah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap responden yang memiliki rencana renovasi rumah, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS untuk menganalisa signifikansi hubungan antara variabel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari elemen bauran pemasaran dan risiko yang dipersepsikan, hanya price dan promotion yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pelanggan, sedangkan product, place, people, process, physical evidence, financial risk, performance risk, social risk, dan psychological risk tidak berpengaruh signifikan. Penemuan ini memberikan wawasan penting bagi penyedia jasa renovasi rumah dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian, Vitruvian Indonesia dapat mengoptimalkan tiga strategi utama, antara lain mempromosikan sistem pemanenan air hujan sebagai solusi krisis air, mengembangkan strategi harga dan pembayaran yang menekankan keterjangkauan, dan meningkatkan efektivitas promosi untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing merek. Dengan mengimplementasikan strategi ini, Vitruvian Indonesia berpotensi meningkatkan daya saing dalam industri jasa konstruksi.
DAMPAK INDIKATOR KINERJA KEUANGAN DAN PENGUNGKAPAN KEBERLANJUTAN TERHADAP PROFITABILITAS: BUKTI DARI BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengungkapan keberlanjutan dan kinerja keuangan pada bank umum syariah di Indonesia selama periode 2020–2024. Dengan menggunakan regresi data panel melalui pendekatan Random Effects Model (REM), penelitian ini mencakup sepuluh bank syariah untuk menguji pengaruh indikator keuangan—Capital Adequacy Ratio (CAR), Cost-to-Income Ratio (CIR), Debt-to-Equity Ratio (DER), dan ukuran bank—serta pengungkapan keberlanjutan yang diwajibkan oleh POJK No. 51/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap profitabilitas, sedangkan CIR dan DER berpengaruh negatif signifikan. Ukuran bank dan pengungkapan keberlanjutan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA). Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi operasional, kekuatan permodalan, dan kehati-hatian dalam leverage merupakan faktor utama penentu profitabilitas bank syariah, sementara pengungkapan keberlanjutan belum memberikan manfaat finansial yang terukur pada periode penelitian. Penelitian ini menekankan pentingnya menyelaraskan strategi profitabilitas bank syariah dengan maqasid al-shariah agar tercapai keberlanjutan finansial sekaligus tanggung jawab etis.
DETEKSI DAN IDENTIFIKASI KEJADIAN ANOMALI DENGAN ANOMALY DETECTION BERBASIS DEEP LEARNING
Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya kebutuhan akan sistem pengawasan yang cerdas dan efisien mendorong pengembangan teknologi deteksi kejadian anomali dalam video. Sistem pengawasan konvensional yang bergantung pada pemantauan manusia terbukti memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dan konsistensi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan anomaly detection berbasis deep learning untuk mendeteksi dan mengidentifikasi kejadian anomali dalam video serta membangun sistem sederhana untuk melakukan simulasi pendeteksian dan pengidentifiksian jenis anomali. Pengembangan sistem deteksi dan identifikasi jenis anomali dilakukan dengan mengimplementasikan dan mengintegrasikan modul deteksi anomali, modul identifikasi jenis anomali, dan aplikasi graphical user interface. Model dengan arsitektur Inflated 3D CovNet (I3D) digunakan untuk modul deteksi anomali. Selain itu, terdapat dua model pralatih identifikasi jenis anomali, antara lain YOLO 8 dan YOLO 11, yang dibandingkan pada pengujian untuk menentukan model yang digunakan pada modul identifikasi jenis anomali. Dataset yang digunakan pada penelitian ini adalah dataset UCF-Crime, dengan 10% dari dataset digunakan sebagai data uji. Berdasarkan analisis hasil pengujian terhadap data uji, model I3D terbukti mampu melakukan deteksi kejadian anomali dengan akurat dengan nilai ROC-AUC yang mencapai 0.73. Berdasarkan pengujian identifikasi jenis anomali terhadap 13 kelas anomali, model YOLO 11 dipilih sebagai model pralatih pada modul identifikasi jenis anomali karena mencapai nilai akurasi sebesar 74.75%. Kinerja model pada kedua modul masih dapat ditingkatkan lagi dengan pelatihan lebih lanjut dataset dengan kualitas yang lebih bagus serta menggunakan model dengan ukuran yang lebih besar.