πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 8 dokumen

DAMPAK DARI PERSEPI ESG (ENVIRONMENT, SOCIAL, DAN GORVERNANCE) TERHADAP INTENSI MEMBELI PADA SEKTOR OTOMOTIF DI INDONESIA

Peran klaim Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam membentuk perilaku konsumen masih kurang diteliti dalam konteks otomotif di pasar berkembang. Penelitian ini mengkaji bagaimana persepsi ESG memengaruhi intensi pembelian kendaraan di Indonesia menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai kerangka analitis utama. Survei kuantitatif dilakukan terhadap 200 konsumen di Jakarta yang baru saja membeli atau berencana membeli kendaraan penumpang roda empat. Analisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Behavioral Control dan Attitude merupakan prediktor langsung terkuat dari intensi pembelian. Di antara dimensi ESG, Governance memiliki pengaruh terbesar, memengaruhi secara signifikan Attitude (? = 0,409, p < 0,001) dan Perceived Behavioral Control (? = 0,341, p < 0,001), sementara persepsi Environment & Social memengaruhi Subjective Norm (? = 0,379, p < 0,001) namun tidak memengaruhi Attitude secara langsung. Model menjelaskan 48,2% varians dalam intensi pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh ESG bersifat spesifik berdasarkan dimensinya dan beroperasi melalui jalur psikologis yang berbeda.

2026
πŸ‘€ Penulis: Brandon
🏷️ Perilaku Konsumen 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan 🏷️ Kepatuhanan

VISUALIASSI JALUR KABEL DAN PIPA BAWAH LAUT INDONESIA

Keberadaan kabel dan pipa di dasar perairan bukanlah tanpa resiko. Kebanyakan kabel dan pipa bawah laut mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia. Kerusakan yang terjadi pada kabel atau pipa bawah laut dapat menimbulkan kerugian baik bagi pemilik instalasi maupun pihak yang tidak sengaja telah mengakibatkan kerusakan. Informasi keberadaan kabel dan pipa bawah laut selama ini tersedia dalam format cetak yaitu pada peta laut dan daftar koordinat jalur kabel dan pipa bawah laut pada Buku Daftar Kabel dan Pipa Bawah Laut yang diterbitkan oleh Janhidros. Format cetak memiliki keterbatasan dalam hal akses. Dengan memanfaatkan teknologi internet yang mampu memberikan kemudahan bagi pihak-pihak dalam mengakses informasi yang dibutuhkan tanpa terbatas tempat dan waktu, maka melalui tugas akhir ini akan divisualisasikan jalur kabel dan pipa bawah laut dan akan diberikan informasi tekstual terkait yang terimplementasi dalam bentuk aplikasi purwarupa sistem informasi geografis berbasis web.

2026
πŸ‘€ Penulis: Diah Dzihrina
🏷️ Geografi 🏷️ Informasi Geografis 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan

STUDI PENGARUH PERILAKU PESEPEDA TERHADAP PROBABILITAS KECELAKAAN BERSEPEDA DI JALAN

Peningkatan kebutuhan terhadap sarana transportasi seiring meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia memiliki dampak yang cukup serius terhadap lingkungan. Salah satu sarana transportasi yang dinilai ramah lingkungan adalah sepeda. Akan tetapi, penggunaan sepeda di jalan raya juga menimbulkan tantangan tersendiri karena adanya lalu lintas campuran yang meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku pesepeda terhadap probabilitas terjadinya kecelakaan dalam bersepeda di jalan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner dengan mengamati jawaban responden pada aspek pematuhan dan pelanggaran aturan yang dilakukan. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi logistik sehingga diperoleh koefisien masing-masing variabel terkait. Hasil penelitian ini menemukan bahwa aspek pematuhan aturan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap probabilitas terjadinya kecelakaan saat bersepeda di jalan dibandingkan dengan pelanggaran aturan. Meskipun demikian, peningkatan pematuhan aturan dan pengurangan pelanggaran aturan dapat dilakukan secara bersama-sama untuk meminimalkan probabilitas terjadinya kecelakaan saat bersepeda di jalan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muarofatul Hidayah
🏷️ Keamanan Lalu Lintas 🏷️ Analisis Regresi Logistik 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan

KONSTRUKSI PERANGKAT LUNAK UNTUK PREDIKSI RISIKO KEKERINGAN-KEBAKARAN LAHAN GAMBUT MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK DAN MACHINE LEARNING

Kebakaran lahan gambut merupakan salah satu bencana lingkungan yang berdampak besar terhadap ekosistem, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Untuk mendukung upaya mitigasi, tugas akhir ini bertujuan mengembangkan perangkat lunak prediksi kebakaran lahan gambut yang dapat digunakan oleh petugas lapangan. Terdapat dua pendekatan utama dalam pengembangan sistem: (1) pembuatan R Package menggunakan model deret waktu ARIMA dan indeks Peat Fire Vulnerability Index (PFVI), serta (2) pembuatan aplikasi web berbasis model machine learning. Selain itu, dilakukan perbandingan kinerja antara kedua pendekatan tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baik R Package maupun web app machine learning mampu memprediksi kejadian berisiko kebakaran dengan akurasi tinggi, yang divalidasi oleh keberadaan titik panas di sekitar stasiun BRGM, Sabangau, Kalimantan Tengah, pada periode 10–13 Oktober 2023. R Package unggul dalam akurasi pada deret waktu panjang dan tidak memerlukan data latih, namun memiliki kekurangan dari segi efisiensi waktu. Sebaliknya, web app machine learning menawarkan kemudahan penggunaan dan kecepatan prediksi, namun bergantung pada cakupan data latih yang terbatas secara geografis. Dua sistem ini berpotensi digunakan sebagai alat bantu peringatan dini kebakaran lahan gambut tropis.

2025
πŸ‘€ Penulis: Melly
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Geografis 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan

ANALISIS PENGARUH NILAI ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Pada tahun 2017 OJK menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51 /Pojk.03/2017 pasal 10 mengenai Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan dan Perusahaan dimana perusahaan wajib untuk menyusun Laporan Keberlanjutan yang dimulai dari tahun 2019. Laporan Berkelanjutan menjadi faktor untuk memberikan informasi mengenai kinerja organisasi melalui media Sustainability Report. Nilai perusahaan dijadikan alat utama dalam mengatasi masalah dalam mempengaruhi perspektif dari investor. Semakin meningkatnya nilai perusahaan, maka perusahaan memiliki kinerja yang baik. Dengan menerapkan ESG, dipastikan bahwa ESG menjadi alat yang strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan. ESG merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk menilai dampak dan keberlanjutan suatu perusahaan berdasarkan kinerja di tiga aspek, yaitu sosial, lingkungan, dan tata kelola. Tujuan penelitian ini untuk mencari hubungan antara nilai ESG perusahaan pertambangan dengan nilai perusahaan berdasarkan basis data Bloomberg dan laporan tahunan perusahaan dengan jumlah 28 sampel data dari 7 perusahaan, yakni 3 perusahaan mineral dan 4 perusahaan batubara dari tahun 2019 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan Tobin’s Q untuk mengukur nilai perusahaan. Dua hipotesis diformulasikan dan diuji menggunakan Analisis Regresi. Analisis diambil dari perhitungan analisis data panel dengan menggunakan data perusahaan yang telah didapat dari perusahaan terkait. Hasil analisis regresi pada penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa ESG berpengaruh secara signikan terhadap nilai perusahaan, tetapi memiliki arah hubungan yang negatif. Pada penelitian ini juga, hasil ESG, Size, dan ROA secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Elfitra Alfarizzi
🏷️ Evaluasi Nilai Perusahaan 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan 🏷️ Analisis Keberlanjutan (Sustainability)

PEMETAAN KOMPREHENSIF PENURUNAN MUKA TANAH DI CEKUNGAN BANDUNG

Cekungan Bandung merupakan daerah yang dikelilingi oleh pegunungan vulkanik Quatenary dan Late Teritary. Terdiri dari kota-kota besar seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan sebagian Kabupaten Sumedang, wilayah Cekungan Bandung telah berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi, sosial, dan politik yang signifikan. Namun, tingginya aktivitas di daerah ini telah menyebabkan penurunan muka tanah yang cukup mencolok dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ekstraksi air tanah yang berlebihan, beban bangunan, kompaksi alami, atau aktivitas tektonik. Dampak dari penurunan muka tanah ini bisa sangat merugikan jika tidak ditangani dengan baik, termasuk kerusakan fisik pada bangunan, jalan, dan jembatan yang pada akhirnya menyebabkan kerugian ekonomi. Untuk memantau fenomena ini, berbagai metode geodetik seperti survei GNSS (Global Navigation Satellite System) dan InSAR (Interferometric Satellite Aperture Radar) digunakan. Hasil survei GNSS menunjukkan bahwa kecepatan penurunan muka tanah di Cekungan Bandung antara tahun 2016-2023 berkisar antara 1,4 cm hingga 13 cm per tahun, sedangkan hasil InSAR menunjukkan kisaran antara 0,6 cm hingga 12 cm per tahun di lokasi yang sama. Meskipun dinamika penurunan muka tanah ini relatif kecil, namun sering kali terabaikan oleh banyak pihak. Oleh karena itu, penyajian data dalam bentuk dashboard yang komprehensif dan mudah dipahami dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran akan fenomena penurunan muka tanah di Cekungan Bandung.

2024
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Ilman Faqihuddin Anshorullah
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Geodetis 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan

PEMETAAN KOMPREHENSIF PENURUNAN MUKA TANAH DI CEKUNGAN BANDUNG

Cekungan Bandung merupakan daerah yang dikelilingi oleh pegunungan vulkanik Quatenary dan Late Teritary. Terdiri dari kota-kota besar seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan sebagian Kabupaten Sumedang, wilayah Cekungan Bandung telah berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi, sosial, dan politik yang signifikan. Namun, tingginya aktivitas di daerah ini telah menyebabkan penurunan muka tanah yang cukup mencolok dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ekstraksi air tanah yang berlebihan, beban bangunan, kompaksi alami, atau aktivitas tektonik. Dampak dari penurunan muka tanah ini bisa sangat merugikan jika tidak ditangani dengan baik, termasuk kerusakan fisik pada bangunan, jalan, dan jembatan yang pada akhirnya menyebabkan kerugian ekonomi. Untuk memantau fenomena ini, berbagai metode geodetik seperti survei GNSS (Global Navigation Satellite System) dan InSAR (Interferometric Satellite Aperture Radar) digunakan. Hasil survei GNSS menunjukkan bahwa kecepatan penurunan muka tanah di Cekungan Bandung antara tahun 2016-2023 berkisar antara 1,4 cm hingga 13 cm per tahun, sedangkan hasil InSAR menunjukkan kisaran antara 0,6 cm hingga 12 cm per tahun di lokasi yang sama. Meskipun dinamika penurunan muka tanah ini relatif kecil, namun sering kali terabaikan oleh banyak pihak. Oleh karena itu, penyajian data dalam bentuk dashboard yang komprehensif dan mudah dipahami dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran akan fenomena penurunan muka tanah di Cekungan Bandung.

2024
πŸ‘€ Penulis: Yovani
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Geodetis 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan

ANALISIS KERENTANAN PANTAI DENGAN METODE COASTAL VULNERABILITY INDEX (CVI) STUDI KASUS: SELAT SUNDA

Analisis kerentanan pantai merupakan tahap dasar menuju pengurangan risiko yang efektif. Fokus utama penelitian ini yaitu melakukan analsis kerentanan pantai di Selat Sunda. Lokasi penelitian dilaksanakan di garis pantai Selat Sunda yang dipetakan menjadi 493.5 km garis pantai Lampung dan 269.5 km garis pantai Banten yang dibagi menjadi 206 segmen secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam menganalisis kerentanan pantai adalah metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan melakukan penilaian terhadap tiga parameter geologi (Geomorfologi, laju perubahan garis pantai, kemiringan pantai) dan tiga parameter oseanografi (tunggang pasang surut, tinggi gelombang signifikan, dan perubahan permukaan laut relatif). Berdasarkan hasil yang didapat secara umum kerentanan pantai di Selat Sunda terdiri dari rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Pada garis pantai Provinsi Lampung sepanjang 135.7 km (27.5%) dikategorikan sebagai kerentanan rendah, 114.49 (23.2%) dikategorikan sebagai kerentanan sedang, 150.34 km (30.46%) termasuk dalam kategori kerentanan tinggi dan 92.95 km (18.83%) garis pantai yang dipetakan tergolong dalam kerentanan sangat tinggi. Sementara pada garis pantai Provinsi Banten, sepanjang 62.76 km (23.29%) dikategorikan sebagai kerentanan rendah, 84.07 km (31.2%) kerentanan sedang, 43.99 km (16.32%) merupakan kerentanan tinggi dan 78.68 km (29.19%) dikategorikan sebagai kerentanan sangat tinggi. Parameter yang sangat berpengaruh signifikan terhadap tingkat kerentanan pantai di Selat Sunda yaitu geomorfologi, laju perubahan garis pantai, kemiringan pantai, dan tinggi gelombang signifikan. Sementara parameter tunggang pasang surut dan perubahan muka air laut relatif bernilai konstan, Hasil penelitian ini dapat menyediakan peta kerentanan yang diperbarui dan informasi berharga untuk pantai di Selat Sunda, dengan tujuan meningkatkan kesadaran di kalangan pembuat keputusan dan pemangku kepentingan terkait untuk pengembangan strategi mitigasi dan adaptasi. Selain itu, hasilnya dapat digunakan sebagai data dasar untuk melakukan analisi risiko yang lebih lanjut

2024
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Bani Putra Utama
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geologi Oseanografi 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan
πŸ’¬