📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERUBAHAN KUALITAS VISUAL RUANG JALAN DI KAWASAN TOD DUKUH ATAS BERBASIS DEEP LEARNING MENGGUNAKAN STREET VIEW IMAGERY
Perkembangan kawasan perkotaan yang semakin pesat mendorong berbagai kota untuk menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai pendekatan pembangunan yang lebih berkelanjutan. Dalam implementasinya, keberhasilan pengembangan kawasan TOD tidak hanya ditentukan oleh peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi, tetapi juga oleh kualitas visual ruang jalan yang menjadi bagian utama pengalaman pengguna kawasan. Kawasan TOD Dukuh Atas sebagai salah satu fokus kawasan TOD di Provinsi DK Jakarta mengalami transformasi fisik yang sangat signifikan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas visual ruang jalan di Kawasan TOD Dukuh Atas tahun 2013 dan 2025 melalui integrasi indikator objektif dan subjektif berbasis deep learning menggunakan street view imagery. Analisis indikator objektif dilakukan menggunakan metode semantic segmentation untuk mengidentifikasi proporsi elemen fisik. Sementara itu, indikator subjektif dianalisis menggunakan pendekatan persepsi visual berbasis dataset MIT Place Pulse 2.0. Secara objektif, kualitas visual ruang jalan mengalami peningkatan nilai walkability, facility richness, dan crowd gathering sebagai dampak dari pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi dengan transportasi publik. Namun demikian, peningkatan intensitas pembangunan bangunan vertikal dan aktivitas kendaraan pada beberapa ruas jalan juga menyebabkan penurunan kualitas visual. Dari sisi subjektif, persepsi visual kawasan cenderung mengalami peningkatan pada indikator livelier, safer, wealthier, dan beautiful, yang menunjukkan bahwa transformasi kawasan memberikan citra lingkungan yang lebih baik secara visual. Di sisi lain, beberapa area masih menunjukkan persepsi negatif seperti boring dan depressing. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan evaluasi kawasan perkotaan berbasis data visual serta menjadi referensi dalam perencanaan ruang jalan pada kawasan TOD di Indonesia.
LANSKAP JALAN PERKOTAAN YANG MENERAPKAN SOLUSI BERBASIS ALAM (NBS) BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PUBLIK (STUDI KASUS: JALAN LEBAK BULUS RAYA, JAKARTA SELATAN)
Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi isu lingkungan signifikan di kota besar seperti Jakarta, diperparah oleh urbanisasi masif dan terbatasnya ruang hijau. Lanskap jalan, yang mencakup 25-35% lahan perkotaan, berpotensi besar untuk mitigasi UHI melalui Solusi Berbasis Alam (NBS). Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada persepsi dan preferensi publik, sebuah aspek yang belum banyak dikaji di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi preferensi publik terhadap elemen NBS di lanskap jalan koridor transit padat, dengan studi kasus Jalan Lebak Bulus Raya, Jakarta Selatan. Menggunakan metode campuran, data primer dari survei daring kepada 115 responden valid dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dukungan publik yang sangat kuat untuk transformasi ruang jalan. Teridentifikasi hierarki preferensi yang jelas, di mana elemen fungsional yang memberikan manfaat ekologis langsung seperti pohon jalan dan permeable paving menjadi prioritas utama, sementara elemen berisiko perawatan tinggi seperti pohon buah mendapat dukungan terendah. Temuan kunci yang paling signifikan adalah kesediaan tinggi responden, termasuk pemilik kendaraan pribadi, untuk mengorbankan 100% ruang parkir di tepi jalan demi ruang hijau. Studi ini juga mengidentifikasi persona publik sebagai "idealis pragmatis": memiliki aspirasi tinggi terhadap lingkungan hijau, namun diiringi skeptisisme mendalam terhadap kapasitas pemerintah dalam implementasi dan perawatan jangka panjang. Implikasinya adalah adanya mandat sosial yang kuat bagi perencana untuk merealokasi ruang jalan dari dominasi kendaraan menjadi ruang publik berorientasi manusia. Rekomendasi utama mencakup implementasi NBS secara bertahap dan kewajiban menyertakan protokol perawatan yang transparan untuk membangun kepercayaan publik.