📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 25 dokumen

STRATEGI DAN KEBIJAKAN INDUSTRI SEMIKONDUKTOR INDONESIA : PETA JALAN PERCEPATAN 2026-2030 & ARSITEKTUR PEMBIAYAAN

Industri semikonduktor global yang pada tahun 2025 bernilai lebih dari USD 700 miliar mengalami rekonfigurasi struktural akibat rivalitas geopolitik AS-Tiongkok. Hal ini mendorong strategi "China Plus One" yang membuka peluang bagi negara berkembang. Indonesia menghadapi kontradiksi mendasar: memiliki pasar domestik USD 5,08 miliar dan sumber daya mineral strategis, namun bergantung pada impor lebih dari 90% kebutuhan semikonduktor dengan defisit perdagangan IC signifikan. Kondisi ini membentuk "mess" dalam kerangka Ackoff — sistem masalah saling terkait mencakup keterlambatan industrialisasi, defisit infrastruktur, kesenjangan SDM, dan fragmentasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan dominasi kualitatif, mengintegrasikan analisis kebijakan Bardach dan perencanaan interaktif Ackoff, diperkuat survei pakar dari beberapa lembaga internasional dan industri perbankan. Penelitian ini memberikan dukungan kuat terhadap tiga proposisi: strategi hybrid yang mengkombinasikan OSAT-first di Batam, desain Edge-AI, dan fab-lite GaN bertahap memberikan keseimbangan optimal berdasarkan tujuh kriteria evaluasi; arsitektur pembiayaan Sovereign Stack melalui SPV berlapis memungkinkan mobilisasi CAPEX program inti sekitar USD 0,57–1,07 miliar, atau sekitar USD 0,75–1,37 miliar pada skenario 2030 yang mencakup opsi GaN pilot fab, tanpa membebani fiskal secara berlebihan; dan tata kelola berbasis misi melalui PSMO sebagai LPNK dapat mengatasi fragmentasi kebijakan. Proyeksi dampak ekonomi menunjukkan kontribusi sekitar USD 0,6–1,1 miliar terhadap PDB per tahun, 30–37 ribu lapangan kerja, dan perbaikan neraca perdagangan sekitar USD 0,5–1,1 miliar per tahun, dengan estimasi arus masuk modal asing dan pembiayaan eksternal pada kisaran USD 0,56–0,65 miliar hingga 2030. Transformasi kelembagaan dari Satgas koordinatif menjadi PSMO eksekutif merupakan prasyarat institusional utama yang menentukan keberhasilan implementasi.

2026
👤 Penulis: Ginanjar Utama
🏷️ Industri Semikonduktor 🏷️ Hidrologi Industri 🏷️ Manajemen Strategis

STRATEGY FORMULATION AND PLANNING BASED ON STRATEGICMANAGEMENT MODEL AND BALANCED SCORECARD IN PT. GREENERATIONINDONESIA

Greeneration Indonesia (GI) adalah perusahaan sosial yang bertujuan untuk memberikan jawaban atas kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan ramah lingkungan konservasi upaya gaya hidup dan lingkungan di Indonesia. Terkait dengan kepedulian lingkungan, Gl berinovasi dengan menciptakan tas Bagoes, pengganti yang ramah lingkungan untuk kantong plastik. Namun, melihat kondisi perusahaan, lingkungan yang kompetitif merupakan tantangan nyata dari setiap perusahaan untuk bertahan dan mengembangkan usahanya berhasil. Tugas akhir ini mendefin isikan perumusan strategi dan perencanaan untuk Gl agar lebih kompetitif di industrinya. Untuk penelitian, baik data primer dan sekunder telah digunakan untuk mengumpulkan informasi dan temuan melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengumpulan data sekunde r. Penelitian deskriptif sangat bergantung pada wawancara mendalam dengan Dewan Direksi Gl, dan data keuangan dari Gl untuk panilaian EVA. Alat utama yang digunakan adalah Model Dasar Manajemen Strategis dan Balanced Scorecard (BSC). Strategi ini dipecah berdasarkan hirarki strategi. Sebagai hasilnya, dapat disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal Gl mempengaruhi bisnis dalam hal menentukan posisi perusahaan saat ini. Dari tabel EFAS dan IFAS, dan matriks SFAS, arah strategi perusahaan untuk Gl saat ini didefinisikan sebagai Strategi Pertumbuhan. Analisis value chain digunakan untuk mendefinisikan kegiatan bisnisnya dan dapat disimpulkan bahwa hubungan aktivitas didasarkan pada perencanaan keuangan 5 tahun yang ditetapkan sebagai tujuan perusahaan melalui penilaian EVA. Strategi bisnis didefinisikan melalui Strategi Generik Kompetitif Porter sebagai Fokus Diferensi asi. Strategi fungsional ditentukan melalui analisis BSC yang juga mencakup perencanaan strategis untuk GI. BSC diturunkan dari visi, misi perusahaan, dan strategi perus haan dan bisnis yang telah dirumuskan sebelumnya dalam rangka mencapai objektif keuangan pada tahun 2016, EVA (Rp 3,395,458,078), pendapatan (Rp 17,900,863,792), dan laba kotor (Rp 12,030,870,284). BSC mendefinisikan dan mengukur kinerja Perseroan berdasarkan 4 perspektif dari GI: Keuangan (Mencapai EVA Positif), Pelanggan (Meningkatkan Nilai Pelanggan dan Reputasi Perusahaan), Proses Bisnis Internal (Mencapai Keunggulan Operasional dan Kemampuan Rantai Nilai), dan Pembelaja ran Organisasi dan Pertumbuhan (Meningkatkan Kemampuan Sumber Daya Manusia dan Antusiasme). Hasilnya, strategi fungsional dan perencanaan strategis untuk masing-masing departemen disampaikan melalui manajemen kinerja, indikator kinerja, dan rencana aksi program yang sesuai. Strategi pemetaan disampaikan untuk menguji hubungan keterkaitan dan sebab-akibat dari perspektif masing-masing untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Kata Kunci: Manajemen Strategis, Penilaian EVA, Balanced Scorecard, Pemetaan Strategi

2026
👤 Penulis: Dana Pradipta
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Penilaian Eva 🏷️ Balanced Scorecard

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MITRA BALITA SEJAHTERA SEBAGAI SARANA UNTUK BERSAING DI INDUSTRI IBU & ANAK

Tesis ini menelaah sebuah permasalahan organisasi yang relevan dalam lingkungan bisnis yang berkembang pesat serta mengusulkan kerangka strategi komprehensif untuk mengatasi tantangan yang teridentifikasi. Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kebutuhan organisasi—baik publik maupun privat—untuk beradaptasi terhadap perubahan teknologi, struktural, dan perilaku yang memengaruhi kinerja serta keberlanjutan mereka. Seiring meningkatnya tekanan kompetitif dan berubahnya ekspektasi pelanggan, organisasi dituntut untuk meninjau kembali kapabilitas internal dan posisi eksternal mereka. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan memberikan analisis empiris dan teoritis yang dapat mendukung pengambilan keputusan strategis yang efektif. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran (mixed methods), yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang menyeluruh atas masalah penelitian. Data primer diperoleh melalui survei yang didistribusikan kepada pemangku kepentingan yang relevan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumen organisasi, laporan industri, jurnal akademik, dan berbagai sumber kredibel lainnya. Penggunaan metode campuran meningkatkan reliabilitas dan kedalaman temuan melalui triangulasi, sekaligus memperkuat validitas hasil penelitian. Analisis penelitian disusun menggunakan berbagai kerangka manajemen strategis yang telah mapan. Kondisi internal ditelaah melalui model Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP), bauran pemasaran (7P), serta analisis VRIO, yang memberikan pemahaman mengenai sumber daya, kapabilitas, serta proses penciptaan nilai organisasi. Faktor eksternal dianalisis menggunakan kerangka PESTEL dan model Lima Kekuatan Porter untuk mengidentifikasi dinamika makro, tekanan kompetitif, dan tantangan struktural dalam industri. Alat analisis ini membantu mengungkap pola terkait perilaku konsumen, tren pasar, dan risiko yang muncul. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja organisasi dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara kompetensi internal dan kekuatan eksternal. Secara internal, penelitian mengidentifikasi berbagai kekuatan seperti kualitas produk, jangkauan pasar, atau proses operasional, sekaligus mencatat kelemahan seperti keterbatasan teknologi, keterbatasan sumber daya, atau kurang optimalnya integrasi antar-unit. Secara eksternal, terdapat berbagai peluang penting yang muncul dari inovasi teknologi, transformasi digital, serta perubahan preferensi konsumen. Namun, ancaman juga tetap signifikan, termasuk meningkatnya persaingan, sensitivitas harga, perubahan regulasi, dan kondisi ekonomi yang fluktuatif. Integrasi temuan tersebut dilakukan melalui analisis SWOT, yang mensintesis wawasan internal dan eksternal untuk membentuk pemahaman komprehensif mengenai posisi strategis organisasi. Selanjutnya, matriks TOWS dikembangkan untuk merumuskan alternatif strategi yang menyesuaikan kekuatan organisasi dengan peluang eksternal, meminimalkan paparan terhadap ancaman, dan mengatasi kelemahan internal. Strategi-strategi tersebut menjadi dasar dari rekomendasi strategis multidimensional yang menekankan peningkatan operasional, pengembangan kapabilitas, dan diferensiasi kompetitif. Usulan strategi akhir mencakup beberapa arah tindakan, antara lain peningkatan proses organisasi melalui integrasi digital, penguatan keterlibatan pelanggan menggunakan pendekatan berbasis data, optimalisasi alur kerja internal untuk meningkatkan efisiensi, serta perluasan kehadiran pasar melalui inisiatif promosi yang terarah. Selain itu, penelitian menekankan pentingnya pengembangan kemitraan, peningkatan kapabilitas karyawan, dan adopsi praktik kepemimpinan adaptif guna mendukung pertumbuhan jangka panjang organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi harus mengadopsi pendekatan strategis yang proaktif dan holistik agar tetap kompetitif dalam lingkungan yang semakin dinamis. Dengan mengintegrasikan analisis internal dan eksternal, tesis ini memberikan landasan yang kuat bagi pengambilan keputusan dan berkontribusi pada pengetahuan akademik mengenai strategi organisasi. Temuan penelitian juga menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan keselarasan strategi untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis dan wawasan praktis. Dari sisi teoretis, penelitian ini menegaskan relevansi kerangka manajemen strategis klasik dan menunjukkan penerapannya dalam tantangan organisasi kontemporer. Dari sisi praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemimpin, manajer, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi ketidakpastian dan mencapai keberhasilan jangka panjang. Penelitian selanjutnya dapat memperluas temuan ini melalui studi kasus komparatif, metode longitudinal, atau analisis implementasi strategi pada berbagai konteks organisasi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fauzi Ramadhan P
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Pemasaran Organisasi 🏷️ Inovasi Teknologi

USULAN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK PERTUMBUHAN BISNIS (STUDI KASUS PT. GUNA OLAH NIAGA)

Pertanian masih merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, dan merupakan penyumbang sekitar 13-15% PDB nasional dan mempekerjakan sebagian besar penduduk. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada pupuk kimia sejak Revolusi Hijau telah menyebabkan degradasi tanah yang parah dan masalah lingkungan. Dengan meningkatnya kebutuhan untuk menciptakan pertanian berkelanjutan dan organik, kemungkinan inovasi dalam produksi pupuk organik diperkenalkan. Sebagai perusahaan rintisan di Bandung, PT Guna Olah Niaga (PT GON) bertujuan untuk memecahkan masalah produktivitas pertanian serta masalah pengelolaan limbah dengan memproduksi pupuk organik cair yang dihasilkan dari biomassa invasif dan terbuang, misalnya eceng gondok dan limbah sayuran. Meskipun idenya menjanjikan, PT GON memiliki sejumlah masalah strategis yang terkait dengan kurangnya kapasitas produksi, kredibilitas pasar yang buruk, keterbatasan keuangan, dan diferensiasi produk yang buruk. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengembangkan strategi bisnis yang diusulkan untuk membantu PT GON tumbuh secara berkelanjutan melalui penerapan pendekatan manajemen strategis. Tujuan penelitiannya adalah: (1) untuk menguji kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dan peluang dan ancaman eksternal perusahaan berdasarkan kerangka kerja manajemen strategis, (2) untuk merekomendasikan strategi bisnis yang dapat digunakan untuk mewujudkan pertumbuhan dan daya saing dalam industri pupuk organik, dan (3) untuk merencanakan beberapa Indikator Kinerja Utama (KPI) yang terukur yang dapat diimplementasikan dalam periode tiga tahun. Peneliti menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di mana data primer akan dikumpulkan dengan melakukan wawancara semi-terstruktur dengan delapan pemangku kepentingan utama yang merupakan empat pendiri organisasi dan empat pakar luar seperti petani, pejabat pemerintah daerah, dan praktisi di industri pertanian. Temuan tersebut dilengkapi dengan data sekunder, yang didasarkan pada laporan industri, literatur akademis, dan publikasi pemerintah. Rantai Nilai dan VRIO telah digunakan sebagai dua kerangka kerja analitis dalam analisis internal, dan PESTEL dan Lima Kekuatan Porter dalam analisis eksternal. Temuan tersebut kemudian disintesis menggunakan matriks SWOT dan TOWS untuk menghasilkan alternatif strategis. Analisis internal menunjukkan bahwa PT GON memiliki kekuatan dalam pemanfaatan limbah yang inovatif dan keahlian pendiri, serta kelemahan dalam hal standarisasi produksi dan skalabilitas serta sumber daya keuangan yang tidak memadai. Analisis eksternal menemukan beberapa peluang dalam peningkatan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan, permintaan B2B akan input ramah lingkungan, dan kewenangan pemerintah dalam isu sertifikasi organik. Meskipun demikian, risiko terbesar adalah pupuk kimia bersubsidi, pasar yang kompetitif, dan keengganan petani untuk mengadopsi produk karena ketidakpastian produk yang dirasakan. Berdasarkan formulasi TOWS, terdapat empat pilar strategis yang disarankan: (1) Keunggulan Proses Bisnis Internal dan Kapabilitas Operasional; (2) Kekuatan Finansial dan Kapasitas Pertumbuhan Berkelanjutan; (3) Kredibilitas Pasar, Pengembangan Pelanggan, dan Keterlibatan Eksternal; serta (4) Inovasi Jangka Panjang, Pengembangan Kapabilitas, dan Pembelajaran Organisasi. Strategi-strategi ini memiliki kerangka kerja Balanced Scorecard yang menguraikan KPI dalam empat perspektif, meliputi finansial, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran, dan pertumbuhan, serta tujuan spesifik tahun 2026-2028. Studi ini menemukan bahwa pendekatan bisnis gabungan yang berfokus pada keunggulan operasional, penetrasi pasar berbasis strategis, dan pengembangan kompetensi dapat memperkuat keberadaan PT GON di pasar pupuk organik Indonesia. Selain implikasi manajerial PT GON, studi ini dapat menambah literatur tentang proses manajemen strategis melalui bukti bagaimana kerangka kerja strategis terstruktur memungkinkan usaha kecil berkelanjutan yang beroperasi di pasar negara berkembang untuk mencapai keunggulan kompetitif. Lebih lanjut, studi ini memberikan contoh yang dapat direplikasi oleh perusahaan rintisan lain di sektor ekonomi hijau di Indonesia untuk beralih dari fase operasional awal ke fase pengembangan bisnis yang terorganisir.

2026
👤 Penulis: Raka Aludi Haryanto
🏷️ Pertanian Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Inovasi Pupuk Organik

FORMULASI STRATEGI OPERASI PADA DIVISI CONSTRUCTION MACHINERY UNITED TRACTORS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BISNIS

Harga batu bara mengalami fluktuasi akibat kondisi eksternal yang tidak stabil dan memengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa geopolitik menjadi faktor yang sangat berpengaruh, karena berdampak langsung pada pergerakan harga batu bara global. Situasi ini memengaruhi berbagai sektor industri yang berkaitan erat dengan industri pertambangan, termasuk sektor alat berat. Mengingat korelasi yang kuat antara alat berat dan aktivitas pertambangan, United Tractors, sebagai perusahaan yang bergerak di sektor mesin konstruksi, turut merasakan dampak perubahan ini. Ketika sektor pertambangan mengalami ketidakstabilan, permintaan alat berat pun terdampak secara langsung. Di saat yang sama, pemerintah Indonesia tengah menggalakkan pembangunan infrastruktur nasional berskala besar dan pembentukan kawasan ekonomi baru di berbagai wilayah. Kebijakan-kebijakan ini menciptakan peluang sekaligus tantangan baru. Salah satu tantangannya adalah permintaan yang tidak merata di berbagai kategori alat berat. Beberapa jenis alat berat mengalami peningkatan permintaan yang signifikan, sementara yang lain justru mengalami penurunan. Situasi ini mengharuskan United Tractors untuk terus menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan dalam menghadapi kondisi lapangan yang dinamis. Dalam upaya memenuhi permintaan pasar yang terus berubah, perusahaan harus mengembangkan strategi yang adaptif. Salah satu tantangan utama dalam penyesuaian strateginya adalah memastikan ketersediaan Kepala Operasi Cabang yang berkualifikasi dan kompeten, yang mampu menangani isu-isu spesifik di area operasional masing- masing. Peran kepala operasi cabang sangat krusial dalam menjaga kelancaran operasional sehari-hari, memastikan koordinasi proyek yang efektif, dan mendukung pencapaian target bisnis. Namun, United Tractors seringkali mengalami keterlambatan dalam pengisian posisi-posisi penting ini. Penundaan tersebut berpotensi mengganggu operasional dan mengurangi efektivitas manajerial, terutama ketika kondisi bisnis membutuhkan adaptasi yang cepat. Untuk mengatasi tantangan ini, peneliti menggunakan Manajemen Strategis dan Strategi Operasional sebagai landasan teori. Berdasarkan analisis United Tractors, ditemukan bahwa visi dan misi perusahaan tetap selaras dengan strategi korporat dan bisnisnya. Namun, penyesuaian lebih lanjut diperlukan dalam empat area utama: kapasitas, jaringan pasokan, teknologi proses, dan pengembangan organisasi. Berdasarkan temuan ini, peneliti mengusulkan beberapa alternatif strategis untuk setiap area keputusan. Untuk mendukung proses pengambilan keputusan, Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) digunakan sebagai alat analisis. Penelitian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka, diskusi internal, dan pengumpulan data primer melalui wawancara atau survei. Analisis didasarkan pada dokumen perusahaan yang tersedia untuk umum, seperti laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Lebih lanjut, cakupan penelitian ini terbatas pada PT United Tractors di sektor mesin konstruksi.

2025
👤 Penulis: Chantika Alena Sihotang
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Strategi Operasional 🏷️ Hidrologi

PENGARUH MANAJEMEN STRATEGIS TERHADAP KEBERLANJUTAN SELASAR SUNARYO ART SPACE DALAM MEDAN SENI RUPA INDONESIA

Penelitian ini membahas pengaruh manajemen strategis terhadap keberlanjutan Selasar Sunaryo Art Space dalam medan seni rupa Indonesia yang merupakan salah satu ruang seni berpengaruh di medan seni Indonesia. Berangkat dari rumusan masalah bagaimana sebuah ruang seni dapat bertahan lebih dari 25 tahun, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara 14 narasumber kunci, observasi partisipatif, analisis literatur dan dokumen. Analisis penelitian ini menggunakan pemikiran Henry Mintzberg berupa manajemen strategis yang disengaja/terencana (deliberate) dan muncul/adaptif (emergent) yaitu adaptif terhadap perkembangan zaman, serta dihubungkan dengan konsep 5P yaitu plan, pattern, position, perspective, dan ploy. Selain itu penelitian ini menggunakan pemikiran Pierre Bourdieu yang ditafsir oleh Michael Grenfell dan Hans van Maneen mengenai medan seni (artistic field) yang membahas gaya tarik-menarik antara kutub seni yang otonom dan heteronom, serta diperkuat oleh konsep modal simbolik, modal sosial, modal kultural, dan modal ekonomi. Selanjutnya transisi kepemimpinan dari Sunaryo sebagai pendiri ke Arin Sunaryo sebagai penerus menjadi langkah penting dalam membangun sistem kelembagaan menuju keadaan institusi yang berkelanjutan. Penelitian ini mengadopsi konsep keberlanjutan berdasarkan prinsip keberlanjutan institusi seperti yang dikemukakan Selznick (1957) dan Sustainability Directory (2025), yang merujuk pada kapasitas suatu organisasi untuk bertahan dan secara efektif menjalankan tujuannya dalam jangka panjang. Kebaharuan penelitian terletak pada pemetaan hubungan antara manajemen strategis terhadap keberlanjutan ruang seni di medan seni Indonesia, dipaparkan dengan data yang kuat diperkaya 14 narasumber primer. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dirancang secara terstruktur dan sekaligus adaptif di lapangan menjadi fondasi utama keberlanjutan institusi seni, yang bertumpu pada kekompakan visi tim serta kemampuan menyeimbangkan idealisme seni dengan realitas fundamental melalui pendekatan strategis jangka panjang. Keberhasilan Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) tidak terlepas dari kemampuannya dalam melakukan diversifikasi pendanaan melalui kolaborasi dengan patron, sponsor, hibah, serta pengembangan unit usaha pendukung. SSAS juga berkontribusi bagi medan seni Indonesia, tak hanya memproduksi pengetahuan melalui wacana pameran dan menghasilkan seniman emerging melalui residensi dan program lainnya, namun SSAS juga menghasilkan berbagai pemikir-pemikir baru yaitu para kurator. Manajemen strategis yang diterapkan tidak hanya mempengaruhi keberlanjutan internal lembaga, tetapi juga menentukan posisi SSAS dalam medan seni apakah cenderung otonom atau heteronom, serta pola distribusi modal. Sebaliknya, posisinya dalam medan seni Indonesia, termasuk pola distribusi modal dan dinamika antar aktor, juga membentuk arah serta pola strategi yang dijalankan. Relasi dua arah ini menjadi landasan penting dalam menjelaskan bagaimana SSAS mempertahankan eksistensinya melalui strategi yang adaptif terhadap konteks dan terhubung erat dengan struktur medan di sekitarnya

2025
👤 Penulis: Yohanes Rian Yustianto
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Keberlanjutan Institusi Seni 🏷️ Medan Seni Indonesia

KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM PENENTUAN HARGA MENGGUNAKAN METODE SMART: STUDI KASUS PT DIVISTANT TECHNOLOGY INDONESIA

Dalam industri jasa teknologi informasi (TI) yang bergerak cepat dan kompetitif, perusahaan menghadapi tantangan signifikan dalam merumuskan strategi penetapan harga yang efektif dan selaras dengan dinamika pasar serta kapabilitas internal. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengambilan keputusan strategis dalam penetapan harga dapat ditingkatkan melalui penerapan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART), sebuah alat bantu pengambilan keputusan yang memungkinkan evaluasi terstruktur terhadap berbagai alternatif yang kompleks. Dengan menggunakan studi kasus PT Divistant Technology Indonesia, penelitian ini mengidentifikasi permasalahan utama dalam strategi harga perusahaan, termasuk ketidakkonsistenan, kurangnya skalabilitas, serta keterbatasan koordinasi internal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah dengan para pemangku kepentingan utama, serta didukung oleh analisis internal dan eksternal menggunakan kerangka kerja McKinsey 7S dan Porter’s Five Forces. Berdasarkan analisis tersebut, tiga strategi penetapan harga Cost-Plus, Tiered, dan Value-Based Pricing dievaluasi menggunakan metode SMART. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Value-Based Pricing merupakan model paling efektif karena memberikan kesesuaian yang tinggi terhadap nilai pelanggan, skalabilitas, serta tujuan profitabilitas perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan SMART dalam konteks manajemen strategis menyediakan kerangka kerja pengambilan keputusan yang transparan dan berbasis data, yang sangat relevan bagi perusahaan jasa TI dalam menghadapi tekanan persaingan dan operasional. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur strategi harga dan praktik pengambilan keputusan dengan menunjukkan integrasi alat bantu MCDM dalam konteks bisnis nyata. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi penerapan SMART di berbagai tipe organisasi atau mengkaji efektivitasnya dalam studi jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Wahyu Nur Utami
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Harga Produk Jasa Ti 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PENDAFTARAN PROGRAM SARJANA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI UNIVERSITAS TELKOM

Penurunan jumlah peminat pada program studi Sarjana Desain Komunikasi Visual (DKV) di Telkom University (Tel-U) telah menjadi isu bisnis yang signifikan, dengan penurunan tercatat sebesar 45 persen dalam tiga tahun terakhir. Tren negatif ini bertolak belakang dengan peningkatan jumlah pendaftar secara keseluruhan di Tel-U, yang menunjukkan bahwa permasalahan ini bersifat spesifik pada program DKV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyebab utama dari penurunan tersebut dan merumuskan rekomendasi strategi pemasaran yang selaras dengan perilaku calon mahasiswa serta kapabilitas institusi. Pendekatan yang digunakan adalah mixed-method, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis internal dilakukan melalui sumber daya dan kemampuan, kerangka STP dan bauran pemasaran 7Ps, berdasarkan data primer dan sekunder seperti wawancara dengan Direktur Marketing dan Admission, dokumen institusi, laporan pemasaran, serta sumber daring Tel-U. Analisis eksternal dilakukan menggunakan PEST, analisis kompetitor, dan survei konsumen, dengan data dari kuesioner siswa SMA/SMK serta sumber daring resmi. Hasil dari kedua analisis disintesis melalui SWOT dan dirumuskan menjadi strategi dalam matriks TOWS. Analisis SWOT menunjukkan empat kekuatan utama: akreditasi Unggul, ketersediaan beasiswa, tenaga pengajar dan staf administrasi berkualitas, serta fasilitas kampus yang modern. Kelemahan meliputi biaya kuliah tinggi, tidak adanya skema cicilan, promosi yang terbatas, dan lokasi di Kabupaten Bandung. Peluang mencakup kebijakan pendidikan yang mendukung, daya beli yang meningkat, pasar siswa yang besar, serta pertumbuhan internet dan pembelajaran daring. Sementara itu, ancaman meliputi persaingan yang makin ketat, kesenjangan jumlah lulusan SMA dan mahasiswa S1, serta berkurangnya minat studi penuh waktu dari kelompok pekerja. Pengujian hipotesis menggunakan teori Theory of Planned Behavior dan bauran pemasaran 7Ps menunjukkan bahwa PTU, PEO, dan PHY berpengaruh signifikan terhadap sikap calon mahasiswa, sedangkan PTM, PDT, PRI, PLC, PRM, dan PCS tidak. SUN dan PBC secara signifikan memengaruhi niat mendaftar, yang menunjukkan bahwa dukungan sosial dan keyakinan diri menjadi pendorong penting dalam keputusan pendaftaran. Menariknya, ATT juga signifikan namun memiliki arah negatif, mengindikasikan bahwa sikap positif tidak selalu menghasilkan niat mendaftar yang lebih kuat dalam konteks ini. Berdasarkan hasil analisis, tiga prioritas strategi disarankan: mempromosikan akreditasi Unggul secara terfokus, menonjolkan kualitas tenaga pengajar dan staf untuk membangun kepercayaan, serta memanfaatkan fasilitas kampus untuk memperkuat persepsi dan pengalaman mahasiswa. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas, kredibilitas, dan daya saing program DKV Tel-U serta mendorong peningkatan jumlah pendaftar.

2025
👤 Penulis: Ryan Hafizh Kharisma
🏷️ Pemasaran Universitas 🏷️ Desain Komunikasi Visual 🏷️ Manajemen Strategis

USULAN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK PERTUMBUHAN BISNIS (CASE STUDY OF PT. ROTAS RADHIKA ABADI)

Dikarenakan tingginya persaingan dalam industri layanan pendingin udara, ROTAS sebagai salah satu pemain di Jakarta, menghadapi masalah akibat persaingan yang ketat dan kurangnya perencanaan strategis. Bisnis ini masih menjalankan operasi sehari-harinya dengan pendekatan reaktif tanpa rencana apa pun. Untuk mengatasi masalah ini, ROTAS perlu membuat strategi bisnis. Studi ini bertujuan untuk menentukan strategi yang tepat dengan melakukan analisis internal (Analisis Rantai Nilai dan Analisis Fungsional) dan analisis eksternal (PESTEL dan Lima Kekuatan Porter). Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini, dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur kepada dua peserta kunci dari ROTAS untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh ROTAS. Analisis SWOT digunakan untuk mengumpulkan faktor internal dan eksternal serta menggunakan IFE dan EFE untuk menilai faktor-faktor tersebut, dan Matriks IE untuk menentukan jenis strategi. Strategi kompetitif generik Porter digunakan untuk menentukan strategi bisnis, sementara Matriks TOWS dikembangkan dari Analisis SWOT untuk menentukan Strategi fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ROTAS memiliki beberapa keunggulan, beberapa perbaikan masih diperlukan untuk tumbuh di pasar yang kompetitif ini. Strategi bisnis yang diusulkan dan rencana implementasinya berfokus pada perbaikan beberapa aspek, termasuk segmentasi B2B, memperkuat hubungan dengan pelanggan, optimalisasi pemasaran digital, membangun basis data dan sistem informasi, serta menciptakan ekstensi layanan baru. Pada akhirnya, inisiatif-inisiatif ini berkontribusi pada pertumbuhan bisnis secara keseluruhan dan memperkuat posisi ROTAS di pasar yang semakin kompetitif.

2025
👤 Penulis: Muhammad Afif Soulisa
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Pertumbuhan Bisnis 🏷️ Analisis Swot

STRATEGI BISNIS UNTUK PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN PERUSAHAAN KONSULTAN IT (STUDI KASUS PT. MULYA, JAKARTA, INDONESIA)

-

2025
👤 Penulis: Haekal Hanifah Mulya
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Pertumbuhan Berkelanjutan 🏷️ Konsultasi Teknologi Informasi

PERUMUSAN STRATEGI BISNIS UNTUK EKSPANSI PT TURNER AND TOWNSEND KE SEKTOR HULU MINYAK DAN GAS DI INDONESIA

Indonesia, yang dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, tetap menjadi pemain global yang penting di sektor minyak dan gas, yang menghadirkan peluang besar untuk investasi dan perluasan bisnis. PT Turner and Townsend (T&T), yang dikenal secara global atas keahliannya dalam manajemen biaya, konsultasi manajemen proyek, pengadaan dan manajemen program, telah berhasil membangun reputasinya di Indonesia, khususnya di sektor lahan yasan. Meskipun memiliki rekam jejak global yang kuat dan keterlibatan sebelumnya dalam proyek- proyek besar seperti BP Tangguh LNG dan Inpex Masela Abadi LNG, T&T menghadapi tantangan besar dalam memperluas kehadirannya di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia, khususnya terkait dengan keterbatasan sumber daya lokal yang semakin melemahkan kehadirannya di pasar dan dinamika harga yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rencana bisnis strategis guna mengatasi tantangan yang telah teridentifikasi dan memanfaatkan peluang yang terus berkembang di sektor hulu migas Indonesia. Metodologi ini menggunakan analisis lingkungan internal dan eksternal yang ekstensif dengan memanfaatkan perangkat strategis termasuk PESTLE, Porter’s Five Forces, analisis pelanggan, dan analisis pesaing untuk evaluasi eksternal, serta VRIO dan Porter’s Value Chain Analysis untuk penilaian internal. Selanjutnya, SWOT, TOWS Matrix, Ansoff Matrix, dan Porter’s Diamond Model diintegrasikan untuk mengidentifikasi dan menyempurnakan strategi yang tepat secara komprehensif. Temuan utama menunjukkan peluang besar yang didorong oleh target ambisius pemerintah sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik standar per hari (BSCFD) produksi gas alam pada tahun 2030, tren investasi yang meningkat, dan inisiatif strategis seperti lelang yang sedang berlangsung untuk blok eksplorasi baru dan adopsi teknologi canggih seperti Enhanced Oil Recovery (EOR), Digital Oilfields, dan Carbon Capture Storage (CCS/CCUS). Namun, hambatan signifikan tetap ada, terutama kompleksitas regulasi, persyaratan konten lokal yang ketat (TKDN), persaingan ketat dari perusahaan lokal, sensitivitas harga, dan pengaruh dominan perusahaan milik negara seperti Pertamina. Strategi yang dirumuskan menyarankan T&T memanfaatkan keahlian globalnya, perangkat manajemen biaya yang dimilikinya, dan ketahanan finansial untuk mengatasi peluang langsung melalui peningkatan kehadiran lokal, kemitraan lokal yang strategis, dan strategi harga kompetitif yang adaptif. Membangun hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan lokal utama, khususnya Pertamina dan SKK Migas, serta menerapkan strategi pengembangan bisnis lokal sangatlah penting. Rencana implementasi mencakup investasi taktis dalam perekrutan bakat lokal, pengembangan kapabilitas, manajemen kepatuhan, dan kemitraan strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi yang penting terhadap kepustakaan manajemen strategis dengan mengilustrasikan aplikasi praktis kerangka kerja strategis dalam lanskap minyak dan gas Indonesia yang kompleks. Bagi T&T, hasilnya memberikan peta jalan yang jelas untuk menavigasi kompleksitas regulasi secara efektif, memanfaatkan kekuatan global yang ada, dan memperkuat posisi pasarnya dalam sektor hulu minyak dan gas Indonesia yang menjanjikan namun sekaligus menantang.

2025
👤 Penulis: Nadya Ayu Larasati
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Industri Minyak Dan Gas 🏷️ Regulasi Industri

STRATEGI PT PYM CHEMICAL INDONESIA PADA PASAR ETILENA SAAT TERJADI GEJOLAK HARGA BAHAN BAKU MELALUI PERENCANAAN SKENARIO

Tesis ini mengeksplorasi strategi PT Pym Chemical Indonesia dalam menghadapi pasar etilena di tengah fluktuasi harga bahan baku dengan menggunakan metode perencanaan skenario. Penelitian dimulai dengan analisis dinamika dalam industri etilena dan berbagai faktor yang mendorong volatilitas harga, seperti masalah geopolitik, gangguan dalam rantai pasokan, dan pergeseran permintaan. Untuk mendapatkan wawasan tentang tanggapan strategis PT Pym Chemical Indonesia, penelitian ini menerapkan perencanaan skenario sebagai metode untuk mengantisipasi dan mempersiapkan berbagai skenario pasar di masa depan. Pembuatan berbagai skenario berbeda, dapat mengungkap berbagai potensi risiko dan peluang yang timbul karena volatilitas harga bahan baku. Temuan penelitian tersebut menyarankan penekanan pada fleksibilitas dan kemampuan beradapatasi dalam strategi bisnis perusahaan, serta keefektifan manajemen risiko. Tesis ini diakhiri dengan rekomendasi untuk PT PYM Chemical Indonesia, yang menekankan perlunya pengawasan pasar yang berkelanjutan dan tindakan strategis yang proaktif untuk meningkatkan daya saing dalam lingkungan yang tidak pasti. Penelitian ini menambah pemahaman keseluruhan tentang manajemen strategis dalam sektor kimia, memberikan wawasan yang berharga bagi para profesional yang menghadapi masalah serupa.

2025
👤 Penulis: Petrus Yanto
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Hidrologi Industri Kimia 🏷️ Analisis Risiko

STRATEGI KETAHANAN BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCENARIO PLANNING: STUDI KASUS PERUSAHAAN SEMEN

Industri semen, meskipun adalah pemasok utama bahan konstruksi, menghadapi tantangan yang semakin meningkat seperti perubahan regulasi, persaingan pasar, dan tuntutan keberlanjutan. Kelebihan pasokan, perang harga, perubahan kebutuhan konsumen, serta tekanan untuk menurunkan emisi CO2 dan mengadopsi energi terbarukan menjadikan perumusan dan implementasi strategi menjadi semakin kompleks. Penelitian ini berfokus pada PT Cimento, salah satu perusahaan semen terkemuka di Indonesia, untuk merumuskan strategi yang memungkinkan perusahaan ini bertahan, meningkatkan profitabilitas, dan tetap berkelanjutan, atau menjadi resilien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi Exploratory Scenario Planning (XSP). Data dikumpulkan melalui kombinasi Focus Group Discussion (FGD), wawancara dengan para ahli, dan lokakarya perencanaan skenario bersama karyawan perusahaan. Hasil penelitian mengidentifikasi dua pendorong utama ketidakpastian, “Persaingan Industri” dan “Perubahan Regulasi”, yang menjadi dasar pembentukan empat skenario: Market Disaster, Competition War, Peace Ocean, dan Opportunist Surfing. Menghadapi skenario-skenario ini, strategi PT Cimento saat ini diuji menggunakan metodologi scenario stress-testing untuk menilai ketahanan (kemampuan untuk bekerja efektif di semua skenario) dan kontinjensi strategi (kecocokan dengan skenario tertentu). Hasilnya mengidentifikasi strategi yang menunjukkan resiliensi, menyoroti strategi yang membutuhkan penyesuaian, serta mengungkap area untuk potensi perbaikan. Penelitian ini berkontribusi pada manajemen strategis dengan menunjukkan bagaimana bisnis di industri yang tidak stabil dapat menggunakan kerangka kerja berbasis skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Penelitian ini juga menjadi studi kasus praktis bagi perusahaan semen dan industri lain yang menghadapi dinamika pasar yang menantang.

2025
👤 Penulis: Andi Rahmat Dinata
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Hidrologi Industri Semen 🏷️ Analisis Risiko

AgriAku, sebagai salah satu pelaku utama di sektor agribisnis Indonesia, menghadapi tantangan signifikan dalam mengoptimalkan profitabilitas dan memperluas operasional pada Divisi Output. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua masalah utama: meningkatkan volume transaksi penjualan dan memperbaiki margin profitabilitas, yang keduanya menjadi kunci dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui analisis internal dan eksternal yang komprehensif—termasuk analisis SWOT, PESTEL, dan evaluasi kompetitor— penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah strategis untuk mengatasi ketidakefisienan pasar, meningkatkan keterlibatan pelanggan, dan menyederhanakan proses operasional. Hasil penelitian menunjukkan perlunya strategi penetapan harga berbasis data, efisiensi biaya operasional, dan ekspansi pasar yang terfokus. Rekomendasi mencakup penerapan mekanisme harga dinamis, integrasi rantai pasok melalui sistem ERP, dan strategi segmentasi pelanggan yang disesuaikan. Selain itu, eksplorasi peluang kemitraan strategis dan pengembangan ekspansi regional menjadi inti dari rencana pertumbuhan AgriAku. Dengan menyelaraskan kemampuan operasional dengan kebutuhan pasar, strategi yang diusulkan bertujuan untuk memperkuat posisi AgriAku sebagai pemimpin kompetitif di sektor agribisnis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen strategis dengan menghadirkan kerangka kerja yang dapat diimplementasikan, yang menyeimbangkan profitabilitas jangka pendek dengan skalabilitas jangka panjang. Solusi yang diusulkan disesuaikan dengan konteks operasional AgriAku, sehingga memastikan kelayakan dan kesesuaiannya dengan tuntutan dinamis pasar agribisnis di Indonesia. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi dan pembuat kebijakan dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan di ekosistem agritech yang sedang berkembang.

2025
👤 Penulis: Pratama Adipradana
🏷️ Agribisnis 🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Pasar Agribisnis Indonesia

USULAN PERUMUSAN STRATEGI PT X BERGERAK DI BIDANG DIGITAL MARKETING

PT X adalah perusahaan yang bergerak pada bidang digital marketing. Pada awal tahun 2020, pendapatan PT X mengalami penurunan secara signifikan. Penurunan pendapatan ini disebabkan adanya ketidakmampuan perusahaan untuk mengakuisisi pelanggannya. Perubahan lingkungan yang dinamis akibat pandemi Covid-19 juga menjadi faktor yang mempersulit perusahaan dalam bertahan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, PT X diketahui belum melakukan penerapan manajemen strategi. Studi literatur menyatakan bahwa suatu perusahaan perlu menerapkan manajemen strategis dengan tujuan berkembang dan beradaptasi terhadap lingkungan yang dinamis. Perumusan strategi dibutuhkan PT X sebagai tahap awal dalam penerapan manajemen strategi. Tahap perumusan strategi diawali dengan identifikasi visi, misi, dan nilai PT X yang menjadi komponen penting dalam suatu perumusan strategi. Tahapan perumusan strategi dimulai dengan melakukan identifikasi dan evaluasi faktor lingkungan perusahaan secara internal dan eksternal. Analisis lingkungan internal dilakukan melalui pendekatan Business Model Canvas, sedangkan analisis lingkungan eksternal dilakukan melalui pendekatan PESTLE dan Porter’s Five Forces. Tahap evaluasi faktor lingkungan perusahaan dilakukan melalui perancangan Matriks IFE dan Matriks EFE. Berdasarkan hasil faktor internal & eksternal perusahaan, dilakukan tahap perumusan strategi menggunakan Matriks IE dan Matriks SWOT. Matriks IE menghasilkan 2 alternatif strategi, sedangkan Matriks SWOT menghasilkan 12 strategi bagi PT X. Berdasarkan proses agregasi dan validasi, terdapat 3 usulan strategi bagi PT X yaitu penetrasi pasar, pengembangan produk dan pengembangan pasar. Berdasarkan penentuan prioritas strategi perusahaan melalui metode QSPM, menunjukkan bahwa prioritas strategi untuk PT X adalah penetrasi pasar.

2025
👤 Penulis: Zhenesya Aulia Bachtiar
🏷️ Digital Marketing 🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Analisis Lingkungan Perusahaan
Halaman 1 dari 2
💬