📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL INVESTASI PLATFORM MANAJEMEN VENDOR UNTUK PENGADAAN KOMPONEN INDUSTRI DI PT XYZ

PT XYZ adalah perusahaan perantara pengadaan yang melayani sektor energi dan konstruksi industri Indonesia, yang saat ini terbatas oleh model pengadaan manual sehingga hanya mampu mengakuisisi satu klien baru per tahun. Studi ini menilai kelayakan finansial implementasi platform manajemen vendor, sebuah sistem digital yang dirancang untuk memusatkan data vendor, mengotomasi alur transaksi, dan memperluas kapasitas operasional. Menggunakan kerangka capital budgeting inkremental dengan horizon proyeksi lima tahun, studi ini menemukan bahwa proyek menghasilkan Net Present Value positif sebesar Rp 75,474,593, Internal Rate of Return sebesar 16.76 persen melampaui WACC sebesar 12.73 persen, Profitability Index sebesar 1.23 kali, Payback Period selama 4.37 tahun, dan Discounted Payback Period selama 4.81 tahun, sehingga memenuhi seluruh kriteria kelayakan. Namun demikian, simulasi Monte Carlo dengan 10,000 iterasi hanya memberikan probabilitas 67.22 persen untuk NPV positif, dan analisis sensitivitas mengidentifikasi tingkat akuisisi klien sebagai pendorong risiko yang paling dominan. Hasil ini menunjukkan bahwa investasi platform manajemen vendor bersifat layak secara kondisional, dan PT XYZ sebaiknya memverifikasi pipeline akuisisi kliennya sebelum mengalokasikan modal. Kata kunci: Digitalisasi pengadaan, vendor management platform, kelayakan finansial, capital budgeting, analisis inkremental, Net Present Value, Internal Rate of Return, analisis sensitivitas, simulasi Monte Carlo, WACC.

2026
👤 Penulis: Harits Imtiyaaz Tresna Putra
🏷️ Digitalisasi Pengadaan 🏷️ Manajemen Vendor 🏷️ Analisis Kelayakan Finansial

PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI VENDOR PRODUKSI PIHAK KETIGA: MEMPERKUAT SISTEM MANAJEMEN VENDOR PADA INDUSTRI FASHION USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di industri fashion, kerja sama outsourcing merupakan praktik umum dalam kegiatan produksi. Meskipun membantu mengurangi beban operasional, outsourcing sering menimbulkan permasalahan seperti tingginya tingkat cacat produk, ketidakkonsistenan pengiriman, komunikasi yang kurang efektif, serta lemahnya posisi tawar terhadap vendor. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh proses evaluasi vendor yang masih bersifat informal dan tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model evaluasi vendor yang praktis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) agar UMKM fashion dapat memilih vendor secara lebih sistematis. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama mengidentifikasi dan memvalidasi kriteria pemilihan vendor menggunakan kerangka BCOR (Benefit, Cost, Opportunity, dan Risk) beserta subkriteria yang relevan bagi UMKM fashion melalui kuesioner kepada sembilan pemilik bisnis fashion. Tahap kedua menerapkan AHP untuk menghitung bobot kriteria dan membandingkan dua kelompok UMKM, yaitu growing dan mature. Hasilnya menunjukkan pola penilaian yang relatif serupa sehingga memungkinkan penggunaan model pembobotan terintegrasi. Tahap ketiga melakukan numerical example pada tiga vendor nyata yang dilengkapi dengan sensitivity analysis untuk menguji stabilitas peringkat vendor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cost dan Risk merupakan kriteria paling dominan dalam pemilihan vendor UMKM fashion, dengan subkriteria biaya produksi, risiko inkonsistensi kualitas, dan reputasi vendor sebagai faktor utama. Model AHP terintegrasi terbukti stabil pada berbagai profil UMKM, serta menghasilkan peringkat vendor yang konsisten meskipun terjadi perubahan bobot kriteria. Model ini diharapkan dapat menjadi alat praktis bagi UMKM dalam mengevaluasi dan memilih vendor secara objektif dan transparan.

2026
👤 Penulis: Darayani
🏷️ Manajemen Vendor 🏷️ Kecerdasan Buatan
💬