📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

STUDI ETNOASTRONOMI: PERAN BENDA LANGIT DALAM AKTIVITAS TRADISIONAL MASYARAKAT MARITIM DAN AGRARIS (KASUS SUKU BAJO DAN SUKU TORAJA)

Etnoastronomi adalah cabang ilmu astronomi yang mempelajari tentang keyakinan dan praktik astronomi dari budaya-budaya tertentu. Di Indonesia, keberagaman etnis, ras, dan budaya menjadikan setiap suku bangsa menerjemahkan langit dengan pandangan dan cara yang berbeda-beda. Dalam budaya maritim, pengetahuan astronomi berperan penting dalam navigasi, waktu berlayar, dan memprediksi kondisi laut. Pengetahuan astronomi dalam budaya agraris berperan penting dalam hal pertanian, seperti menentukan awal musim tanam dan musim panen. Selain itu, pengetahuan astronomi juga berperan dalam penentuan hari baik dan buruk untuk melakukan aktivitas, baik dalam budaya maritim maupun agraris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran benda langit dalam aktivitas tradisional budaya maritim dan agraris di Indonesia. Fokus penelitian ini ada pada pemanfaatannya dalam rangkaian aktivitas melaut Suku Bajo sebagai representasi masyarakat maritim, dan rangkaian aktivitas pertanian Suku Toraja sebagai representasi masyarakat agraris. Penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu studi literatur untuk memperoleh data primer dan wawancara untuk memperoleh data sekunder sebagai konfirmasi dan pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bajo memanfaatkan benda langit dalam navigasi pelayaran, penentuan waktu dan musim, serta penentuan hari baik dan buruk menggunakan fase Bulan dan fenomena meteorologi. Masyarakat Toraja memanfaatkan benda langit untuk penentuan waktu tanam, perubahan musim, serta penentuan hari baik dan buruk yang tertuang dalam sistem ma’pebulan. Komparasi kedua pengetahuan astronomi tradisional menunjukkan perbedaan dalam penggunaannya meskipun serupa secara struktural. Analisis astronomi menggunakan simulasi Stellarium menunjukkan bahwa selisih posisi objek langit yang digunakan antara tahun 1925 dan 2026 rata-rata 1°, sehingga mengonfirmasi pengetahuan selama satu abad masih relevan dan dapat digunakan hingga saat ini.

2026
👤 Penulis: Alfi Gema Ramadhan
🏷️ Etnoastronomi 🏷️ Masyarakat Maritim Indonesia 🏷️ Masyarakat Agraris Indonesia
💬