📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenMEMORI INDUSTRIAL SEBAGAI URBAN ANCHOR : STRATEGI ADAPTIVE REUSE DAN PERANCANGAN BANGUNAN MIXED USE PENDUKUNG PADA KAWASAN EKS GUDANG KAI CIKUDAPATEUH
Eks Gudang KAI Cikudapateuh merupakan bangunan Cagar Budaya Golongan A di Kota Bandung yang memiliki nilai historis dan arsitektural sebagai bagian dari perkembangan sistem perkeretaapian di Indonesia. Meskipun memiliki karakter industrial yang masih kuat, kawasan ini telah kehilangan fungsi utamanya sehingga aktivitas urban di dalamnya menurun dan bangunan menjadi dorman. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian bangunan cagar budaya tidak hanya memerlukan upaya konservasi fisik, tetapi juga strategi yang mampu mengembalikan relevansi fungsi bangunan terhadap kebutuhan kota masa kini. Perancangan revitalisasi kawasan Eks Gudang KAI Cikudapateuh dilakukan melalui pendekatan adaptive reuse dengan konsep memorial industrial urban anchor. Konsep ini menjadikan memori industrial sebagai identitas utama kawasan sekaligus landasan dalam membentuk hubungan antara bangunan heritage, bangunan baru, dan ruang publik. Proses perancangan dilakukan melalui analisis sejarah kawasan, regulasi cagar budaya, kondisi tapak, studi preseden, analisis pengguna, serta penyusunan kriteria perancangan berdasarkan prinsip konservasi dan pengembangan kawasan perkotaan. Hasil perancangan mempertahankan bangunan heritage sebagai wadah museum, perpustakaan, ruang komunitas, galeri, dan fasilitas edukasi, sementara bangunan baru mengakomodasi fungsi hotel, SOHO, capsule hotel, ruang komersial, serta fasilitas pendukung lainnya. Hubungan antara bangunan lama dan bangunan baru dibentuk melalui plaza, jalur pedestrian, dan sunken courtyard yang menjaga orientasi visual terhadap bangunan heritage, sedangkan massa bangunan baru dirancang dengan pendekatan arsitektur kontemporer yang menghormati karakter industrial eksisting tanpa menciptakan imitasi historis. Melalui strategi tersebut, kawasan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai objek pelestarian, tetapi juga sebagai urban anchor yang menghidupkan kembali memori kolektif perkeretaapian, memperkuat identitas kawasan, serta mendorong aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya secara berkelanjutan.