📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenDESAIN DAN PENGEMBANGAN SCREEN-PRINTED CARBON ELECTRODE (SPCE) DENGAN KONFIGURASI DUAL WORKING ELECTRODE UNTUK APLIKASI SENSOR ELEKTROKIMIA
Meningkatnya kebutuhan akan sistem biosensing yang portable dan mudah dioperasikan mendorong pengembangan platform sensor elektrokimia yang sederhana, berbiaya rendah, dan mampu menghasilkan pengukuran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan screen-printed carbon electrode (SPCE) dengan konfigurasi dual working electrode serta mengintegrasikannya dengan sistem elektronika RapidPlex untuk aplikasi sensor elektrokimia. SPCE difabrikasi menggunakan metode screen printing pada substrat mika yang terdiri atas lapisan karbon, Ag/AgCl, dan Ag. Permukaan elektroda kemudian dimodifikasi menggunakan material Ni-NH_2 BDC Metal-Organic Framework (MOF) yang disintesis dari prekursor Ni-glycerate melalui metode solvotermal. Karakterisasi material dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM), dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil FTIR dan FESEM menunjukkan indikasi keberhasilan pembentukan Ni-NH_2 BDC melalui perubahan gugus fungsi dan morfologi material, sedangkan hasil XRD menunjukkan pola difraksi yang masih menyerupai prekursor akibat kondisi sintesis yang kurang optimal. Kinerja sensor dievaluasi menggunakan metode chronoamperometry dengan larutan K_3 Fe(CN)_6 sebagai probe redoks dan penambahan Bovine Serum Albumin (BSA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi BSA secara umum menyebabkan penurunan arus akibat terhambatnya transfer elektron pada permukaan elektroda. Sistem RapidPlex berhasil menghasilkan profil respon elektrokimia yang memiliki kecenderungan serupa dengan instrumen standar PalmSens4, sehingga menunjukkan potensi sebagai sistem akuisisi sinyal elektrokimia portable berbasis dual working electrode. ?
EFEK METAL CENTER TERHADAP PERFORMA BENZENE TRICARBOXYLATE METAL-ORGANIC FRAMEWORK (MOF) SEBAGAI ANODA BATERAI ION NATRIUM BERKAPASITAS TINGGI
Baterai ion natrium menjadi alternatif menjanjikan sebagai pengganti baterai ion litium karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya rendah. Namun, tantangan utama terletak pada pencarian material anoda yang mampu mengakomodasi ion Na? berukuran besar secara efisien. Penelitian ini mengevaluasi potensi Metal–Organic Framework (MOF) berbasis 1,3,5-benzenetricarboxylic acid (BTC) sebagai anoda, dengan fokus pada pengaruh metal center terhadap morfologi MOF dan performa elektrokimia. Dua jenis MOF, Co-MOF dan Ni-MOF berhasil disintesis melalui metode solvotermal. Co-MOF membentuk struktur mikrosfer dengan luas permukaan spesifik lebih tinggi (127,98 m²/g), sedangkan Ni-MOF bermorfologi seperti bunga (microflower). Uji elektrokimia menunjukkan Co-MOF unggul dengan kapasitas reversibel 101,59 mAh g?¹ setelah 100 siklus, melampaui Ni-MOF dan anoda hard carbon konvensional (74,29 mAh g?¹). Kinerja ini didukung oleh hambatan transfer muatan dan energi aktivasi yang lebih rendah (1081 ? dan 27,428 kJ/mol), serta koefisien difusi ion Na? yang lebih tinggi. Hasil ini menegaskan bahwa pemilihan metal center merupakan faktor penting dalam perancangan anoda MOF untuk baterai ion natrium berkapasitas tinggi.