📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenSTUDI PARAMETRIK STABILITAS LERENG VARIASI GEOMETRI DAN PELAPISAN TANAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROBABILISTIK
Analisis stabilitas lereng pada umumnya dilakukan secara deterministik menggunakan nilai parameter tanah tunggal, tanpa memperhitungkan variabilitas parameter tanah di lapangan, serta dilakukan pada kondisi jenuh statis tanpa memperhitungkan pengaruh infiltrasi hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut kemiringan lereng dan ketebalan lapisan tanah atas terhadap stabilitas lereng menggunakan pendekatan probabilistik, serta membandingkan hasil analisis melalui pendekatan konvensional (kondisi jenuh) dan pendekatan transien (pengaruh hujan). Lereng yang ditinjau merupakan lereng no. 2 pada penelitian Krisnanto et al. (2021) di wilayah Cisokan, Jawa Barat. Studi parametrik probabilistik dilakukan pada 9 kombinasi model dari 3 variasi sudut kemiringan (17°, 22°, dan 27°) dan 3 variasi tebal lapisan tanah atas (eksisting, +2 m, dan ?2 m), menggunakan metode Monte Carlo dengan 10000 sampel pada kondisi jenuh. Analisis transien kondisi jenuh-takjenuh juga dilakukan pada lereng eksisting untuk mengevaluasi pengaruh infiltrasi hujan selama 720 jam menggunakan software Slide2 dan GeoStudio. Hasil studi parametrik menunjukkan bahwa sudut kemiringan lereng merupakan parameter yang lebih dominan dibandingkan ketebalan lapisan tanah atas, dengan penurunan tingkat keandalan yang terkonsentrasi pada rentang sudut 22°–27°. Variasi ketebalan lapisan tanah atas dalam rentang ±2 m tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap probability of failure (PoF) maupun reliability index (RI). Hasil analisis transien menunjukkan bahwa infiltrasi hujan menyebabkan penurunan faktor keamanan (FS) dan peningkatan PoF seiring waktu, dan analisis transien probabilistik kondisi jenuh-tidak jenuh terbukti lebih andal dalam mengevaluasi stabilitas lereng pada wilayah dengan curah hujan tinggi dibandingkan pendekatan konvensional. Kata kunci: stabilitas lereng, probabilistik, Monte Carlo, studi parametrik, analisis transien, kondisi jenuh-tidak jenuh
PEMANFAATAN METODE MONTE CARLO UNTUK ANALISIS PERUBAHAN LAHAN SECARA SPASIAL (Studi Kasus: Wilayah Bandung)
Prediksi perubahan lahan merupakan hal yang sangat penting didalam perencanaan penggunaan lahan. Dengan demikan, diperlukan suatu model prediksi perubahan lahan. Salah satu cara memodelkan prediksi perubahan adalah dengan memanfaatkan metode Monte Carlo. Pada penelitian ini, metode Monte Carlo dikombinasikan dengan metode Rantai Markov untuk memperoleh peluang perubahan setiap kelas lahan dan metode moore neighborhood untuk merepresentasikan hubungan antara piksel-piksel dalam sistem yang secara bersama-sama diimplementasikan untuk membentuk model prediksi lokasi perubahan lahan dalam bentuk citra prediksi. Citra prediksi merupakan hasil pemodelan yang mampu memberikan gambaran pola perubahan lahan secara spasial. Model ini diujicobakan di Wilayah Bandung dengan memanfaatkan data tutupan lahan di tahun 1994 dan tahun 1997. Hasil prediksi alokasi dan lokasi tutupan lahan di tahun 2001 divalidasi dengan data tutupan lahan tahun 2001 untuk melihat tingkat akurasi yang diperoleh dari kedua model prediksi perubahan lahan.
PENGEMBANGAN PROGRAM SIMULASI NEUTRONIK UNTUK REAKTOR TIPE PEBBLE BED BERBASIS METODE MONTE CARLO
Reaktor nuklir adalah suatu perangkat yang digunakan untuk memicu dan mengontrol reaksi nuklir di dalamnya. Salah satu fungsi dari reaktor nuklir adalah sebagai sumber energi pembangkit listrik yang disebut pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Untuk merancang desain reaktor yang baik, diperlukan pengetahuan akan distribusi neutron dalam reaktor yang baik pula. Distribusi neutron dapat diprediksi melalui persamaan transpor neutron, namun persamaan ini sulit diselesaikan secara analitik. Salah satu metode alternatif yang dapat digunakan adalah metode Monte Carlo. Pada penelitian ini akan dirancang program Simulasi Neutron dalam Pebble (Sinubel) yang dapat menyelesaikan persamaan transpor neutron dan persamaan burnup menggunakan metode Monte Carlo dengan bahasa pemrograman Python, terutama terhadap reaktor JEZEBEL dan pebble. Hasil simulasi dari Sinubel adalah faktor multiplikasi dan fluks neutron baik pada suatu waktu hingga perubahannya dalam rentang waktu tertentu. Data hasil penelitian kemudian dapat dibandingkan dengan eksperimen maupun simulasi program lain seperti OpenMC sehingga diperoleh kesimpulan bahwa penelitian ini dapat menghitung faktor multiplikasi secara cukup akurat dengan reaktor JEZEBEL memiliki galat sekitar 0.55% dan pebble memiliki galat sekitar 4.83%, menghasilkan fluks neutron yang sesuai dengan teori dan simulasi lain, serta hasil burnup yang memuaskan. Ke depannya, Sinubel diharapkan dapat mensimulasikan neutron dalam PBR utuh dengan hasil dan waktu yang bersaing.